NovelToon NovelToon
Harmoni Lembah Biru "Kazumi Flora"

Harmoni Lembah Biru "Kazumi Flora"

Status: tamat
Genre:Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:46
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Namaku Kazumi Flora. Dengan tinggi 154 cm, aku mungkin tampak mungil di tengah megahnya Lembah Biru, namun jiwaku seluas dan sedalam danau ini. Sejak kecil, alam adalah rumahku, dan bunga-bunga adalah sahabatku. Setiap helai kelopak, setiap hembusan angin, dan setiap riak air danau menyimpan cerita yang tak pernah usai aku dengarkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3

"Ayah, mau ke mana? Biar Kazumi saja yang keluar!" cegahku cepat, meskipun tanganku sendiri masih gemetar hebat memegang pinggiran surat itu.

Ayah menoleh, matanya memancarkan keraguan. "Tidak, Kazumi. Ini terlalu berbahaya. Kamu baru saja mengetahui segalanya."

"Justru karena aku sudah tahu," balasku sambil berdiri, mencoba menegakkan punggungku yang mungil. "Surat itu bilang aku Penjaga Bunga. Jika lembah ini sedang bicara padaku lewat ketakutan ini, aku harus mendengarnya langsung."

Aku tidak menunggu jawaban Ayah. Aku menyambar lampu minyak kecil dan melangkah keluar menuju teras kayu. Udara malam yang biasanya sejuk kini terasa mencekam, membawa aroma tanah basah dan sesuatu yang... busuk, seperti bunga yang mati sebelum mekar.

"Siapa di sana?" teriakku ke arah kegelapan hutan. Suaraku sedikit melengking, mengkhianati jantungku yang berdegup kencang seolah ingin melompat keluar.

Angin kencang tiba-tiba berhembus, memadamkan api di lampu minyakku. Kegelapan total menyergap. Aku mematung, merapatkan punggung ke pintu rumah yang terkunci. Saat itulah, kabut biru yang aneh mulai merayap dari permukaan tanah, berkumpul menjadi satu titik di depanku.

Perlahan, sosok pria muncul dari balik kabut. Tubuhnya jangkung, mengenakan pakaian hitam dengan sulaman perak yang bersinar redup di bawah sinar rembulan. Kulitnya pucat seperti pualam, dan matanya... matanya berwarna biru elektrik, persis seperti warna bunga Han saat purnama.

Ia tidak tampak seperti manusia biasa. Ada aura dingin sekaligus megah yang memancar darinya. Namanya adalah Kaelen, sang pangeran dari "Dunia Seberang".

Aku mundur selangkah, napas tersengal. "Apa kamu... entitas jahat itu?"

Pria itu melangkah maju. Alih-alih menyerang, ia berhenti tepat di depanku. Matanya menatapku lurus, memperhatikan setiap detail wajahku yang pucat karena ketakutan. Ia bisa melihat bahuku yang gemetar, namun ia juga melihat bagaimana mataku tetap menantangnya.

"Pemberani sekali," bisiknya. Suaranya rendah dan dalam, seperti getaran di dasar danau. "Gadis kecil setinggi bunga lili, namun berani menghadapi kegelapan sendirian."

Ia mengulurkan tangan, jemarinya yang dingin nyaris menyentuh pipiku, namun ia menahannya. Ada sesuatu yang aneh di matanya—bukan kebencian, melainkan kekaguman yang mendalam. Kaelen, yang dikirim untuk melemahkan segel, justru terpesona oleh cahaya keberanian di balik ketakutan Kazumi.

"Namaku Kaelen," ucapnya lagi, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang misterius. "Dan aku tidak datang untuk membunuhmu, Penjaga Bunga. Aku datang untuk memastikan bahwa keindahan ini tidak layu oleh tangan yang salah... atau mungkin, aku hanya ingin melihat siapa yang berani menantang takdirnya malam ini."

Hatiku makin tak karuan. Pria ini berbahaya, aku bisa merasakannya. Tapi ada bagian dari diriku yang merasa ditarik oleh kehadirannya, sebuah tarikan yang lebih kuat dari rasa takut itu sendiri.

Ketegangan antara Kazumi dan Kaelen tiba-tiba terputus oleh suara dentuman keras dari arah langit. Kilatan cahaya kemerahan membelah kegelapan, mendarat di tanah dengan getaran yang cukup kuat untuk merontokkan kelopak bunga di sekitar mereka.

Dari balik kepulan asap dan api yang berkobar di atas tanah, muncul tiga sosok pria dengan baju zirah yang membara. Mereka adalah Prajurit Elemen Api dari Kerajaan Ignis, dimensi yang telah lama mengincar rahasia Lembah Biru.

"Minggir, makhluk kegelapan!" bentak salah satu prajurit yang membawa tombak dengan ujung api yang menjilat-jilat. "Gerbang Lembah Biru tidak seharusnya dijaga oleh pelarian dari Dunia Seberang seperti kau, Kaelen!"

Kaelen mendengus dingin, ia melangkah maju, memposisikan tubuh jangkungnya tepat di depan Kazumi—seolah menjadikannya perisai hidup. "Kalian melintasi perbatasan tanpa izin. Lembah ini di bawah perlindunganku malam ini."

"Perlindunganmu? Atau obsesimu pada gadis itu?" Prajurit itu tertawa sinis, matanya yang merah menatap Kazumi dengan rakus. "Serahkan Penjaga Bunga itu! Darahnya adalah bahan bakar terbaik untuk membuka gerbang abadi!"

Aku, yang berada di belakang punggung Kaelen, meremas ujung gaun putihku hingga kukuku memutih. Rasa takutku mencapai puncaknya, namun melihat api mereka mulai membakar bunga-bunga Han di dekat kakiku, sesuatu di dalam dadaku terasa meledak.

"Jangan sentuh bunga-bungaku!" teriakku.

Tiba-tiba, tanah di bawah kaki para Prajurit Api berguncang. Akar-akar raksasa yang bercahaya biru muncul dari dalam bumi, melilit kaki mereka dengan kecepatan kilat. Bunga-bunga di sekitarku mekar seketika, mengeluarkan serbuk sari yang membentuk perisai transparan di sekelilingku dan Kaelen.

Kaelen menoleh sedikit, menatapku dengan tatapan tak percaya yang bercampur dengan rasa bangga. "Kamu melakukannya, Kazumi... kau memanggil kekuatan lembah."

"Cepat pergi dari sini, Kaelen!" bisikku dengan suara bergetar, meskipun kakiku terasa lemas. "Mereka akan menghancurkan segalanya jika kita tetap di sini."

Kaelen tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru meraih pinggangku, menarikku mendekat hingga aku bisa merasakan dinginnya aura tubuhnya. "Aku tidak akan membiarkan api mereka menyentuh sehelai rambutmu pun, Penjaga Kecil. Bertahanlah."

Para Prajurit Api mulai merapalkan mantra, membuat pedang mereka membara sepuluh kali lipat lebih panas. Suasana damai Lembah Biru kini berubah menjadi medan perang antar elemen.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!