NovelToon NovelToon
Second Husband

Second Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: dewi wahyuningsih

Awalnya aku adalah seorang istri yang diperlakukan bagai Ratu. Hingga suatu saat, gelar Ratu itu lengser dariku. Suamiku datang lalu mengenalkan Ratu barunya. Kesedihan tak berhenti sampai disitu, aku terus disalahkan atas kesalahan ratu barunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Elia terbaring menatap langit-langit kamar yang kini ia tempati. Dia gelisah hingga sulit tidur karena ucapan Jhon. Pria itu dengan mudahnya mengajak ya menikah, padahal, dia dan Hendrick belum resmi bercerai. Elia menghembuskan nafas kasarnya. Dia mengusap perutnya yang masih rata. Dia memang bingung apa yang harus dia lakukan saat ini. Tapi menikah dengan Jhon? apa itu tidak akan aneh? bagaimana mungkin dia menikahi pria dalam keadaan hamil?

Elia memiringkan ke kiri tubuhnya. Pikirannya masih berkelana memikirkan apa yang terjadi di hidupnya. Jujur, dia merasa begitu putus asa dengan kesakitan ini, tapi ada makhluk kecil yang menopang kan hidup padanya. Dan itu adalah darah dagingnya. Mungkin, saat ini mereka mempercayai jika anak yang ia kandung bukanlah anaknya Hendrick. Lalu bagaimana jika anaknya lahir dan mereka mengetahui yang sebenarnya? bukankah akan sulit bagi Elia untuk mempertahankan anaknya nanti? kembali terlintas dipikirannya tentang tawaran Jhon. Apakah dia harus menikahi Jhon untuk melindungi anaknya?

Entahlah......

Empat bulan kemudian.

Elia merapikan semua baju-baju nya karena berniat untuk pergi ke perkampungan yang dulu pernah dikunjunginya bersama Keyla. Helai demi helai Elia mulai memasukkannya kedalam koper hingga satu kartu nama terjatuh di kaki Elia. Sadar akan sesuatu menyentuh kakinya, Elia meraih kartu nama itu dan menatapnya.

Ini kartu nama Jhon. Semenjak itu dia juga menghilang tanpa kabar, apa kabar dia sekarang? aku harap dia baik-baik saja.

Elia meletakkan kartu nama itu di atas nakas dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Setelah selesai, Elia duduk dipinggiran tempat tidur sembari mengelus perutnya yang mulai membuncit. Usia kandungannya sudah enam bulan sekarang. Waktu yang begitu cepat berlalu membuatnya lupa akan masa-masa indah yang pernah ia lalui bersama Ayah bayinya. Tapi sudahlah, Elia dan Hendrick sudah resmi bercerai tiga bulan yang lalu. Kabar terakhir yang dia dengar dari Keyla, adalah tentang kehamilan Zila yang kini sudah memasuki usia empat bulan. Sedih? tentu saja dia sedih, kenapa mantan suaminya begitu mudah dihasut? kenapa tidak sekalipun dia mempercayai Elia?

Elia bangkit menuju balkon, dia berdiri menikmati suasana malam yang begitu menenangkan. Dihirupnya angin malam itu dalam-dalam dan membuangnya perlahan, semoga dapat menetralkan rasa pedih yang ia rasakan selama ini. Elia kembali ke kamar saat dering ponselnya terdengar meski samar-samar.

Elia nampak mengeryit dan mengusap matanya beberapa kali. Perasaan baru saja dia membatin nama Jhon, dan sekarang dia menghubunginya setelah empat bulan? entah mengapa Elia tiba-tiba merasa gugup tapi juga tak bisa menghindari panggilan teleponnya.

" Jhon? " Sapa Elia yang akhirnya memiliki keberaninan untuk menerima panggilan dari Jhon.

Buka pintunya!

" Eh? maksudnya? "

Aku ada didepan pintu apartemen yang kau tinggali.

Elia yang sempat kebingungan akhirnya memutuskan untuk menghadiri panggilan telepon dan membuka pintu. Elia membeku seketika saat melihat Jhon dan Ken sedang berdiri didepan pintu apartemen Keyla.

Mimpi apa bukan sih?

" Lama tidak bertemu, Nona Elia. " Sapa Ken sembari sedikit menunduk untuk memberikan hormat. Sementara Jhon, pria dingin itu hanya terdiam dengan tatapan yang sulit di artikan.

" Senang bertemu dengan kalian, mau masuk? " Elia benar-benar menjadi kebingungan karena tidak tahu apa yang harus dia katakan saat ini, dia begitu gugup melihat Jhon dan Ken bisa ada di depan pintu apartemen.

" Memang kami harus tetap berdiri? " Tanya Jhon tanpa Ekspresi.

Elia meringis sembari melebarkan pintu agar Jhon dan Ken masuk ke dalam dengan leluasa.

Tanpa banyak berbicara dan bertanya, Jhon sudah dalam keadaan duduk. Dan sempat melihat ke sekitar ruangan apartemen yang entah apa maksudnya.

" Kau mau berdiri terus? " Tanya Jhon yang melihat Elia tidak juga bergeming dari tempatnya.

" Iya. " Elia berjalan perlahan dan mengambil posisi untuk duduk berseberangan dengan Jhon.

" Apa yang membuatmu datang kesini? " Elia bertanya karena merasa sudah bisa mengatasi kegugupannya. Padahal niatnya ingin menanyakan kabar, tapi perasaan malu membuatnya mengurungkan niatnya. Padahal hanya bertanya kabar bukan masalah kan? tapi entahlah, Elia seakan memiliki rasa yang sulit untuk ia jelaskan. Ada perasaan canggung tapi tidak begitu monoton, bisa dibilang ingin menjaga image, tapi dia bingung juga apa alasannya. Entahlah! intinya Elia merasa ada yang tidak beres saat dekat dengan Jhon. Oh, apa mungkin karena hawa dingin yang selalu ia bawa kemanapun? iya! mungkin karena itu.

" Tentu saja ada yang harus aku bicarakan. Tapi, apa selama ini kau baik-baik saja? "

Jhon menatap Elia sesaat sebelum kembali membuang jauh tatapannya itu. Tidak! bahkan Elia sempat melihat raut wajah malu dari tatapan Jhon tadi. Apa itu hanya perasaanya saja?

" Aku baik. Bagaimana dengan mu? "

" Seperti yang kau lihat. "

Elia tersenyum melihat wajah datar Jhon ketika berucap. Kadang terbesit dihati Elia, apa otot diwajahnya tidak berfungsi? dan membuat wajahnya tidak memiliki ekspresi saat mengatakan apapun.

" Aku dengar kau sudah bercerai tiga bulan lalu, lalu bagaimana tentang tawaran ku? "

Elia terdiam sesaat sembari berpikir, dia bukanya tidak memiliki niat untuk menikah lagi, dia hanya berharap, akan menikah lagi tapi untuk terakhir kalinya dengan orang yang dia cintai. Dan pernikahan degan Jhon adalah pernikahan yang didasarkan dengan kepentingan yang jauh dari kata cinta. Laku bagaimana mungkin pernikahan seperti itu akan membuatnya bahagia?

" Aku tahu yang kau pikirkan. " Jhon kini tegas menatap Elia. Tentu saja Elia juga hanya bisa menatap kedua manik mata Jhon, karena tatapannya seolah terkunci dan tertuju hanya dengan datu arah, yaitu Jhon.

" Kau masih memimpikan pernikahan atas dasar saling mencintai? dan kau juga ingin menikah tapi untuk selamanya kan? "

" Eh? "

Tatapan Elia terlihat begitu menyetujui tebakan Jhon. Memnag benar begitu, tapi dai mana dia tahu? apa dia punya Indra ke enam?

" Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa mengenai cinta, tapi aku bisa menjanjikan hal yang lebih pasti. "

" A apa? "

" Aku adalah orang yang paling anti selingkuh dalam menjalin hubungan, tidak suka menyentuh sembarang wanita jika tidak ada status, aku juga tidak berniat untuk bercerai. Aku juga ingin menikah sekali se umur hidup. Aku memberi tawaran ini karena, aku juga membutuhkan mu untuk mengacaukan keluarga Dargo. "

Elia mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut Jhon. Pria itu benar-benar tidak main-main.

" Maksud mu? pernikahan ini layaknya simbiosis mutualisme? "

" Iya. Tapi ada sedikit konteks yang berbeda. "

" Apa? "

" Tidak boleh bercerai, tidak boleh ada yang berselingkuh, kau bisa melakukan apapun yang ingin kau lakukan. Karena semua gerak gerik mu, akan menguntungkan bagiku. "

Sungguh Elia masih belum paham tentang ini. Gerak gerik yang menguntungkan? apa sih makna dibalik kata-kata ini.

" Baiklah, beri aku waktu. Aku kan menghubungimu nanti. "

" Pikirkan baik-baik. Dan aku pastikan, kau tidak akan menyesali jika kau percaya padaku. "

TBC

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
aku diruangan op masih ngobrol sama dokternya pas ngedenger suara bayi nangis, aku nanya itu anakku, pas denger benang di jahit itu lagi ngejahit ya... klo dlu mmng katanya bius total tapi sekarng separuh aja
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
wah si ken... gak bisa dipercaya gaspollll
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
anjayyy tapi aku bukan manusia aku malaikat maut mu/Drool/
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
kau bener pelakor gak nyentuh istrinya cuma sekali tapi berkali² kwkwkwkw
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jan jon jan jon
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
anjay punya lu yg kegedean kalo jhon/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hadeuhhh
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
padahal memng minta di manfaatin/Facepalm//Grin/
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
Istiy Ana
Hendrik ki gendeng po pie tha? kog gampangme kehasut omongan e sekitar
Annie Soe..
Manfaatkanlah john, sdh ditawari tuk di manfaatkan kok..
Annie Soe..
Hempaskan jauh ke laut si hendrik & si pelakor..
Nawalia Mohdlekat
Luar biasa
Soraya
mksh karyanya thor 👍
Soraya
lagi Elia songong sama suami kok manggil nama ga sopan
Taty Hartaty
dan ternyata anak zila bukan anaknya Hendrik /Grin/
Soraya
mana bisa anak usia di bawah satu tahun hak asuh jatuh sama Bpk nya mau pake seratus pengacara pun tetap kalah percuma ada perlindungan anak
Mazree Gati: mungkin bapaknya bisa keluarin asi
total 1 replies
Soraya
knp perempuan sih anaknya kn ribet klo mau nikah harus pake wali
Soraya
heran juga klo cuma didorong kok kaki sampe patah
Soraya
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!