NovelToon NovelToon
KIRANA (Dia Juga Dia)

KIRANA (Dia Juga Dia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Teen angst
Popularitas:365.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tataxx

Kirana Dwi Lestari, seorang gadis belia berusia 17 tahun.
Tari, begitu Sapaanya di sekolah. Memiliki tiga orang adik yang sudah dua tahun ini ia hidupi sendiri. Kemana orangtuanya? Mereka meninggal dunia dua tahun lalu.
Tari dan adik-adiknya tinggal di sebuah rumah sederhana hasil kerjanya selama dua tahun ini.

Saat pagi menjelang, Tari akan berangkat kesekolah dan bekerja saat malam tiba. Selama dua tahun ini, kehidupan Tari tenang-tenang saja. Sampai suatu saat, ia bertemu dengan pria sebaya yang mampu menggetarkan hatinya.

Apakah cinta Tari akan terungkap dan terbalaskan?
Apakah pria itu akan menerima seorang ... Tari?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tataxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 8

Gadis cantik itu, kini sudah berubah menjadi si buruk rupa. Dengan kulit sedikit menghitam dan jerawat yang terlihat membatu. Tari, sudah siap berangkat ke sekolah. Seperti biasanya, pagi ini tari dan adik-adiknya sudah dalam perjalanan menuju sekolah mereka.

Ketiganya sedang menikmati perjalanan di dalam angkutan. Tubuh para penumpang terlihat sedikit berguncang karena jalan yang dilalui angkutan itu tidak mulus.

"Kak, kenapa sih kakak dandan kayak gitu?" tanya Bilal tiba-tiba.

Tari yang sedang melihat ke luar jendela langsung menoleh ke arah Bilal yang juga sedang menatapnya. "Kenapa baru nanya sekarang?" tanya Farhan dengan suara datar.

"Kepo nya baru sekarang," jawab Bilal.

"Biar nggak ada yang tahu kalau sebenarnya Kakak itu cantik!" Tari mengangguk membenarkan jawaban dari adiknya.

"Haeh, wajahmu buruk sekali Kak." Bilal mengalihkan pandangannya.

"Kamu ini Dek, nggak pernah ada suaranya, sekalinya ada malah bikin Kakak sakit hati."

Bilal ingin menjawab, namun Farhan segera menghentikan laju angkutan karena sudah sampai di depan sekolahan. Akhirnya keduanya turun dari angkutan setelah berpamitan pada kakaknya.

***

"Selamat pagi anak-anak!" sapa ibu guru dari depan kelas Tari. Guru itu tidak sendiri, ada satu siswa berdiri di sampingnya.

"Selamat pagi Bu!" jawab para murid bersamaan. Setelah itu, suasana menjadi riuh karena para murid perempuan yang heboh melihat laki-laki tampan berdiri di depan mereka.

"Tenang semua!" teriak bu guru. Akhirnya suasana hening kembali.

"Kelas kita kedatangan siswa baru dari luar negeri." Ibu guru itu menoleh ke siswa baru itu, "Yoga, silahkan memperkenalkan diri." Siswa itu mengangguk kan kepalanya.

"Selamat pagi! Perkenalkan nama saya Angga Yoga Pratama, panggil saja Yoga. Selama ini saya tinggal di luar negeri, jadi saya mohon bantuannya ya teman-teman." Senyuman manis dari bibir Yoga mengakhiri perkenalannya.

Tidak sedikit para siswi terpesona dengan senyuman itu. Akhirnya, Yoga dipersilahkan duduk di samping Tari. Banyak yang tidak suka melihat itu, bagaimana bisa seorang Tari mendapat kesempatan emas bisa duduk di samping siswa tampan. Sedangkan yang di iri kan malah terlihat cuek dan masa bo*doh dengan keadaan sekitar.

Pelajaran dimulai, semua murid fokus dengan penjelasan ibu guru.

Tok tok ....

Yoga mengetuk pelan meja Tari. Gadis itu menoleh, membuat siswa di sampingnya yang menatapnya sedikit terkejut. Mungkin karena melihat wajah culun gadis itu.

Tari diam menatap anak baru itu, menunggu apa yang di inginkan oleh Yoga.

"Apa kamu punya penghapus? Aku boleh pinjam?" tanya Yoga.

Gadis itu tak menjawab, tapi ia segera mengambil penghapus yang ia simpan di loker meja nya dan memberikannya.

"Terimakasih!" ucap Yoga setelah menerimanya.

"Ini ku kembalikan." Setelah beberapa menit kemudian. Namun, pernyataan Yoga hanya dijawab dengan anggukan. Yoga merasa aneh dengan gadis di sampingnya. Memang khas siswi cupu yang pendiam dan suka minder.

Jam istirahat tiba, Sarah yang sedari tadi menahan diri untuk mendekati Yoga pun kini melancarkan aksinya.

Sarah berjalan menuju meja Yoga, ia mengusir Tari yang masih saja duduk di kursinya.

"Heh cupu! Minggir sana lo, ganggu pemandangan gue aja lo," bentak Sarah pada Tari. Gadis itu langsung berdiri dan pergi meninggalkan kelas itu. Ia tidak mau berurusan dengan Gadis populer yang arogan itu.

"Hai," sapa Sarah pada Yoga. Ia seperti manusia dengan dua kepribadian, sebentar marah dan kemudian melembut.

Yoga hanya melemparkan senyuman pada Sarah. "Kenalin gue Sarah, semua orang mengenal gue sebagai siswi terpopuler di sekolah ini." Sarah menyombongkan diri.

"Yoga."

"Ke kantin yuk!" ajak Sarah yang dijawab dengan anggukan. Akhirnya, Sarah dan Yoga pergi menuju kantin untuk makan siang. Di sepanjang koridor banyak murid yang menatap mereka terpesona. Yang satu cantik dan satu lagi sangat tampan. Sungguh pasangan yang serasi.

Angga Yoga Pratama, masih berumur 17 tahun. Seorang anak piatu, ibunya meninggal ketika usianya 3 tahun karna sebuah penyakit. Semenjak itu ia di asuh oleh kakek dan neneknya di luar negeri. Papanya?

Ah, Yoga seorang anak dari pengusaha kaya raya. Dan bisa dipastikan ia adalah satu-satunya ahli waris di keluarganya. Kenapa ia pindah ke Indonesia? Papanya bilang, sebentar lagi ia harus pensiun dari dunia bisnis. Jadi Yoga harus segera belajar tentang manajemen perusahaan milik papanya. Papa bilang, ia akan menikmati masa tuanya dengan jauh dari kebisingan kota dan kerumitan dalam berbisnis.

Sebenarnya Yoga tidak ingin bersekolah tatap muka di sekolahan. Ia lebih suka melakukan home schooling sembari mempelajari bisnis yang ayahnya inginkan. Namun, berbaur dengan sekeliling adalah salah satu pembelajaran, bukan?

***

Jam istirahat usai, ternyata Tari sudah kembali ke kelas beberapa menit yang lalu setelah Sarah dan Yoga keluar kelas. Pembelajaran pun dimulai kembali. Yoga mencoba berbincang dengan Tari, tapi Tari tak menanggapi. Tari berpikir, Yoga adalah siswa yang sama seperti mereka, pasti ia akan ikutan mem bully dirinya suatu saat nanti.

Pukul dua siang, Sekolah usai. Semua murid segera pulang ke rumah masing-masing atau mungkin ada yang pergi jalan-jalan dengan teman. Tari juga segera pulang ke rumah. Ia tidak sabar untuk bertemu adik kecilnya yang menggemaskan. Setiap Tari merasa lelah dan penat, jika sudah bertemu dengan Adnan maka suasana hatinya akan berubah menjadi riang.

"Assalamu'alaikum," ucap Tari saat membuka pintu rumah.

"Waalaikumsallam," jawab Farhan dan Bilal dengan kompak. Tari terkejut ketika melihat banyak sekali mainan dan makanan di atas meja ruang tamu. Bahkan Adnan terlihat gembira sekali memainkan robot Transformer baru tanpa memperdulikan kakak nya yang sudah pulang, biasanya pria kecil itu akan segera berhambur ke pelukan gadis yang merangkap menjadi ibunya itu.

"Dari mana semua ini, Han?" tanya nya pada Farhan.

"Nggak tahu." jawabnya datar.

"Kok nggak tahu?" Tari mendudukkan tubuhnya di atas kursi.

"Tadi kita pulang sekolah sudah ada ini."

Tari berpikir sejenak. Hanya papi yang punya kunci rumah ini selain bu Mae. Ya, pasti papi yang datang dan memberi banyak sekali makanan. Tari segera masuk ke kamarnya, membersihkan wajahnya dan berganti pakaian. Kemudian gadis itu mengambil ponsel di dalam tasnya dan menelepon seseorang.

"Halo Pih!" Tari merebahkan tubuhnya di atas kasur.

"Halo Sayang."

"Papih ya yang kasih banyak makanan sama mainan buat Adek?"

"Iya Sayang, nggak boleh ya?"

"Boleh Pih, tapi itu kebanyakan! Apalagi semua makanannya sudah siap makan. Takut mubasir Pih."

"Kamu taruh kulkas saja, terus kalau mau makan tinggal di angetin."

"Haeh ...." Tari menghela napas, "Lagian Papih kesini nggak bilang-bilang sama Ana."

"Kenapa? Kangen ya sama Papi? Malam ini Papi jemput ya, Papih ada kejutan buat kamu Sayang."

Setelah mengiyakan, Tari menutup sambungan teleponnya. Ia bertanya-tanya dalam benaknya, kejutan apa yang akan pria dewasa itu berikan padanya? Tanpa terasa, Tari sudah terlelap dalam tidurnya.

1
Rini Maryani
aah lm lm si tari ky jalang semua d layanin kasian pa anton mendingan jujur ja
Gladys Aira
Luar biasa
Ref Nita Pilii
cerita nya lumayan bagus...asik baca nya dan gampang di mgti....suka bgt baca nya.
112 'ONE'
BAGUS...👌👍
LANJUT THOR.....🙏🙏
Qomariyah Kom
lanjut dong thor
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
mana lanjutannya???
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
mana ingat kn waktu itu mabuk 🙈
ayooo lanjut 🚴🚴🚴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
yaaah kirain pak Anton
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
pak Anton?
uuuuuhhhh Miss u om
safik🆘𝕱𝖘 ᶯᵗ⃝🐍
setelah reinkarnasi yg berbulan2 untuk menelurkan 1bab... lanjut thor
Eti
lanjut thor jgn lm2
Siti Fatimah
knp lamaaaa bingit upny thooor
Qomariyah Kom
lanjut lagi dong thor ceritanya
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
mungkin Tari uda lupa karena itu kejadian lama banget
lagipula saat itu Tari atau Ana dalam keadaan mabuk seeeh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
Semalat datang kembali -----> Selamat datang kembali
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
km skng sedang berada dibasement apartemen Yoga
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
diiiiiih ini mah km curi-curi kesempatan tuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
woooooy fokus nyetir yoooooo....
disebelah ada nyawa yang harus kamu jaga tuuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
haadeeeh ini juga....napa uda punya bayangan menikahi Tari 🤦🤦🤦🤦
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
mending jangan kasih Gaje harapan deeh Bu Mae, karena itu uda pasti gak mungkin terjadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!