NovelToon NovelToon
AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Senja, seorang Arsitek berbakat dengan karier gemilang di Bali, memilih melepaskan proyektor dan penggarisnya demi sebuah janji suci. Ia jatuh cinta pada Rangga, mantan pengamen jalanan yang ia temui di tikungan parkir kantornya.

Demi "merajakan" sang suami, Senja resign dari firma arsitek, menguras tabungan untuk memodali karier Rangga menjadi DJ, hingga rela belajar memasak demi memanjakan lidah suaminya. Bagi Senja, rumah pribadinya adalah istana tempat ia mengabdi sepenuhnya.

​Namun, saat Rangga mulai sukses dan dipuja banyak orang, dia lupa siapa yang membangun panggungnya. Rumah hanya dijadikan tempat "numpang makan" dan ganti baju, sementara hatinya jajan di kamar hotel setiap luar kota.

Senja tidak akan menangis bombay. Jika Rangga hanya butuh pelayanan gratis tanpa kesetiaan, dia salah alamat. Senja siap menendang benalu itu dari rumahnya!

​"Aku istrimu, Mas. Bukan Warteg tempatmu numpang makan saat lapar, lalu kau tinggalkan setelah kenyang!"

Jam update:07:00-12:00-20:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Sandiwara di Meja Makan

​Pagi itu, rumah Senja sudah wangi aroma tumisan bumbu. Tapi, suasana hati sang pemilik rumah justru sedingin lantai marmer di ruang tengah. Senja baru saja mencuci mukanya berkali-kali, berusaha menyembunyikan sembab di matanya akibat video yang ia tonton semalam. Ia tidak boleh terlihat hancur, setidaknya tidak di depan Ibunya yang sebentar lagi akan sampai.

​Sekitar jam sepuluh, sebuah taksi berhenti di depan rumah. Ibu Senja turun dengan tas jinjing berisi oleh-oleh untuk anak dan menantunya. Senja segera berlari keluar, memasang senyum paling manis yang ia punya.

​"Ibu! Akhirnya sampai juga," Senja memeluk Ibunya erat. Ada rasa ingin tumpah yang tertahan di dadanya saat menghirup aroma khas Ibunya.

​"Nduk, kamu kok agak kurusan? Kurang tidur ya?" Ibu Senja langsung memegang pipi Senja, insting seorang ibu memang tidak pernah meleset.

​"Biasalah, Bu. Lagi banyak bantu Mas Rangga urus jadwal manggungnya yang makin padat. Ayo masuk, Bu. Senja sudah masak krecek kesukaan Ibu sama Mas Rangga."

​Begitu masuk ke rumah, Rangga—yang entah sejak kapan sudah bangun dan rapi—langsung muncul dari arah studio. Wajahnya yang semalam terlihat ketus dan sombong di klub, kini berubah seratus delapan puluh derajat. Ia tersenyum sangat tulus, menghampiri Ibu mertuanya, dan langsung mencium tangannya dengan takzim.

​"Ibu apa kabar? Maaf ya Rangga nggak bisa jemput ke stasiun tadi, semalam baru pulang subuh karena ada acara di luar kota," ucap Rangga dengan suara yang begitu lembut, seolah ia adalah menantu teladan sedunia.

Senja yang melihat itu hampir saja tersedak ludahnya sendiri. "Luar kota? Mas Jelas-jelas ada di pusat kota semalam, membelai wanita lain di depan meja DJ yang aku beli!" batin Senja berteriak.

​"Nggak apa-apa, Le. Yang penting kamu sehat dan kerjanya lancar. Senja bilang jadwal mu lagi padat ya?" sahut Ibu sambil duduk di ruang makan.

​"Alhamdulillah, Bu. Ini semua berkat doa Senja dan dukungan luar biasa dari istri saya ini," Rangga merangkul bahu Senja, bahkan mengecup pelipisnya di depan Ibu.

​Senja merasa badannya kaku. Sentuhan yang biasanya membuatnya terbang ke langit, kini terasa seperti sengatan listrik yang menyakitkan. Ia hanya bisa tersenyum simpul, sebuah senyum yang tidak sampai ke mata.

​Makan siang itu berlangsung dengan penuh sandiwara. Rangga benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai aktor watak. Ia dengan telaten mengambilkan nasi untuk Ibu mertuanya, memuji masakan Senja setinggi langit, dan bercerita tentang rencana-rencana masa depan mereka yang terdengar sangat indah.

​"Nanti kalau tabungan sudah terkumpul lebih banyak, saya mau ajak Senja dan Ibu umroh bareng. Biar kita makin berkah," ucap Rangga sambil mengunyah krecek dengan lahap.

​Ibu Senja tersenyum bangga. "Alhamdulillah kalau kamu ingat Gusti Allah, Le. Tapi jangan lupa, jaga istrimu baik-baik. Senja ini sudah kasih semuanya buat kamu."

​"Pasti, Bu. Senja itu ratu saya. Tanpa dia, saya mungkin masih di jalanan," Rangga menatap Senja dengan tatapan yang sangat dalam, seolah-olah ia adalah pria paling setia di dunia.

Senja merasa mual. Ia menunduk, memainkan nasi di piringnya. Senja teringat struk perhiasan itu. Ia teringat kalung hati di leher wanita itu. Bagaimana bisa seorang laki-laki berbohong sedemikian lancarnya tepat di depan wajah wanita yang membiayai hidupnya?

​"Oh iya, Mas," Senja akhirnya membuka suara, suaranya terdengar datar. "Tadi aku beresin studio, terus nemu struk belanja di bawah meja. Struk perhiasan dari toko di Mall X. Itu punya siapa ya?"

​Suasana di meja makan mendadak hening. Gerakan tangan Rangga yang mau menyuap nasi sempat terhenti selama satu detik—sangat singkat, tapi bagi seorang arsitek yang teliti seperti Senja, itu adalah bukti kegugupan.

​Rangga tertawa kecil, berusaha tetap tenang. "Oalah, struk itu? Itu titipan teman DJ-ku, Sayang. Si Kevin. Dia mau kasih hadiah buat pacarnya tapi takut ketahuan istrinya kalau bawa struk ke rumah. Jadi dia titip buang atau simpan di studioku. Kenapa? Kamu pikir itu buat kamu ya?" Rangga mencolek dagu Senja sambil bercanda. "Maaf ya sayang, uangku belum cukup buat beli emas-emasan sekarang. Sabar ya?"

​Ibu Senja tertawa mendengar itu. "Sabar ya Nduk, menabung dulu."

​Senja merasakan dadanya sesak. "Kevin? Kevin itu lajang, Mas! Dia nggak punya istri!" Senja tahu persis siapa Kevin, rekan DJ Rangga yang sering datang ke rumah. Tapi Senja memilih untuk diam. Ia tidak ingin menghancurkan momen bahagia Ibunya di rumah ini.

​"Oh, titipan Kevin ya. Kirain Mas Rangga mau kasih kejutan," jawab Senja sambil tersenyum paksa.

​Setelah makan siang, Rangga pamit untuk "istirahat" karena nanti malam ada jadwal manggung lagi. Sementara itu, Senja menemani Ibunya di teras belakang.

​"Senja," panggil Ibu pelan sambil menyesap tehnya. "Ibu perhatikan dari tadi kamu lebih banyak diam. Ada apa? Rangga kasar sama kamu?"

​"Enggak, Bu. Mas Rangga baik banget. Senja cuma lagi agak capek aja, mungkin kurang vitamin," bohong Senja.

​"Nduk, Ibu ini sudah makan asam garam kehidupan. Ibu tahu mana mata yang bahagia dan mana mata yang sedang menyimpan rahasia. Ingat pesan Ibu, jangan terlalu lama memakai topeng di rumahmu sendiri. Nanti kamu lupa siapa dirimu yang sebenarnya."

​Senja hanya bisa terdiam, menatap taman belakang yang ia desain dengan penuh cinta. Senja merasa seperti sedang membangun sebuah gedung tinggi yang megah, tapi Senja baru menyadari bahwa fondasi di bawahnya sudah hancur dimakan rayap.

​Sore harinya, saat Ibu Senja sedang tidur siang, Senja masuk ke studio Rangga secara diam-diam. Ia mencari-cari ponsel cadangan yang biasanya Rangga gunakan untuk mengurus "bisnis" musiknya. Senja menemukannya di laci paling bawah, tersembunyi di balik tumpukan kabel.

​Beruntung, sandi ponsel itu masih sama dengan tanggal pernikahan mereka—ironis sekali.

​Begitu layar terbuka, Senja langsung menuju aplikasi pesan hijau. Di sana, di urutan paling atas, ada nama kontak "Manajer Event". Tapi isi pesannya sama sekali bukan soal bisnis.

​"Sayang, kalungnya cantik banget. Aku pakai terus ya malam ini. Makasih ya Mas DJ kesayanganku. Nanti malam kita ketemu di kamar biasa ya?"

​Dunia Senja seolah runtuh untuk kedua kalinya. Tangannya gemetar hebat. Ia segera mengambil ponselnya sendiri, memotret layar tersebut sebagai bukti. Tidak ada lagi air mata kali ini. Yang ada hanyalah rasa benci yang membara, yang perlahan membakar sisa-sisa cintanya.

​Senja mengembalikan ponsel itu ke tempatnya. Lalu keluar dari studio dengan langkah yang sangat tenang. Senja berjalan menuju dapur, mencuci piring sisa makan siang Rangga tadi.

​"Kamu anggap aku warteg, Mas? Kamu anggap rumah ini cuma tempat transit?" gumam Senja sambil menatap tajam ke arah piring yang ia pegang. "Mulai besok, warteg ini akan tutup. Dan kamu harus bayar mahal untuk semua makanan gratis yang sudah kamu makan selama ini."

​Senja mulai menyusun rencana. Sebagai arsitek, ia tahu bahwa cara terbaik untuk meruntuhkan sebuah bangunan yang salah adalah dengan menghancurkan pilar utamanya secara perlahan, sampai bangunan itu roboh dengan sendirinya tanpa sisa.

1
Yayang Suami Risa
Rangga Axel itu mencintai Senja makanya mau melindungi Senja ngga kayak kamu yang cuma manfaatkan Senja
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
kuliah byr sndri doni🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
jangan ambil pusing senja
ksh pelajaran aja buat rangga
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
ibu anak SMA aja parasit🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
udah ga ada hrpam sinta sembuh dari bucin
dh stadium akut😭
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
dlu sinta sibuk nasehati senja, skrng dia jilat ludah sndri 😭
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
semua habis sin
saking bucinnya ke mas dj dj
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
sinta dh dnger semua msh ga sadar😭
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
udah jelas bnget tpi egonya tinggi sisinta
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
sampah dipungut sin ga salah🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
tetap seamangat senja🤗
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
nyusahin bnget si rangga😆
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
enak bnr suruh bayarin uang kuliah
wkwk doni mulutnya minta disambelin🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
kan kan berulah lagi si serangga😌
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
jngn mau balikan senja😌
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
nah enak kan semua disita
wwk jdi gembel lg kamu😆
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
bagus kumpulin bukti" selingkuhan rangga buat bukti
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
wow chatnya rangga smaa cwe lain😌
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
wah udah mulai maen" si serangga ini
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
istri yang baik selalu doain suaminya eeh malah disuami asyik smaa yang lain astaga
kasian senja😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!