NovelToon NovelToon
ANTARA KETIGA DALANG ITU Dan AKU

ANTARA KETIGA DALANG ITU Dan AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Duniahiburan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Gemini 75

Sekar Arum, gadis desa Plumbon, memiliki cinta yang tak biasa: wayang kulit. Ia rela begadang demi menyaksikan setiap pertunjukan, mengabaikan cemoohan teman-temannya. Baginya, wayang adalah jendela menuju dunia nilai dan kearifan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Gemini 75, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merajut Asa Bersama Komunitas

Kesuksesan video pertama Sekar dan Dirga di YouTube membawa angin segar dalam upaya pelestarian wayang kulit. Namun, mereka menyadari bahwa dunia maya hanyalah sebagian kecil dari ekosistem seni tradisional ini. Mereka ingin terjun langsung ke lapangan, berinteraksi dengan para pelaku seni, dan belajar lebih dalam dari mereka.

"Mas Dirga, kita kan sudah sukses bikin video di YouTube. Tapi, aku merasa kita perlu belajar lebih banyak lagi tentang wayang kulit. Gimana kalau kita cari komunitas wayang kulit di Solo dan ikut kegiatan mereka?" usul Sekar saat mereka sedang berdiskusi di kantin kampus.

"Ide bagus, Mbak Sekar. Saya juga merasa begitu. Kita nggak bisa cuma mengandalkan teori dari buku dan internet. Kita perlu belajar langsung dari ahlinya," jawab Dirga.

"Mas Dirga kenal komunitas wayang kulit di Solo?" tanya Sekar.

"Kebetulan, Bapak kenal beberapa dalang senior yang aktif di komunitas wayang kulit di daerah Pasar Kliwon. Nanti saya coba hubungi mereka," jawab Dirga.

Beberapa hari kemudian, Dirga memberikan kabar baik kepada Sekar. "Mbak Sekar, Bapak sudah menghubungi Ki Purbo Asmoro, salah satu dalang senior di komunitas wayang kulit Pasar Kliwon. Beliau bersedia menerima kita sebagai anggota magang di komunitasnya," kata Dirga dengan gembira.

"Wah, alhamdulillah! Kapan kita bisa mulai ikut kegiatan mereka?" tanya Sekar.

"Minggu depan ada latihan rutin di rumah Ki Purbo. Kita bisa datang ke sana," jawab Dirga.

Dengan semangat, Sekar dan Dirga mempersiapkan diri untuk mengikuti latihan rutin komunitas wayang kulit. Mereka membaca buku-buku tentang wayang kulit, menonton video-video pertunjukan wayang, dan berlatih memainkan gamelan.

Minggu pagi yang cerah, Sekar dan Dirga berangkat menuju rumah Ki Purbo Asmoro di daerah Pasar Kliwon. Mereka merasa gugup sekaligus bersemangat.

Sesampainya di rumah Ki Purbo, mereka disambut dengan hangat oleh Ki Purbo dan para anggota komunitas lainnya. Rumah Ki Purbo terlihat sederhana, tetapi penuh dengan aura seni dan budaya. Di ruang tamu, terdapat banyak wayang kulit yang dipajang di dinding, serta gamelan yang tersusun rapi di sudut ruangan.

"Selamat datang, Dirga, Sekar! Saya senang kalian berdua mau bergabung dengan komunitas kami," sapa Ki Purbo dengan ramah. Kemudian, Ki Purbo menoleh ke arah Dirga, "Mas Dirga, saya merasa terhormat bisa menerima putra dari Ki Damar Sasongko di sini. Beliau adalah panutan saya, dalang yang sangat inspiratif."

"Terima kasih banyak, Ki Purbo. Kami merasa terhormat bisa belajar dari Ki Purbo dan para senior di komunitas ini," jawab Sekar dengan sopan.

"Jangan sungkan-sungkan. Di sini kita semua sama-sama belajar dan berbagi pengalaman," kata Ki Purbo.

Ki Purbo kemudian memperkenalkan Sekar dan Dirga kepada para anggota komunitas lainnya. Mereka adalah para dalang muda, sinden, pengrawit, dan pecinta wayang kulit dari berbagai kalangan.

Setelah perkenalan selesai, Ki Purbo mengajak Sekar dan Dirga untuk mengikuti latihan rutin. Latihan dimulai dengan berdoa bersama dan menyanyikan lagu-lagu Jawa. Kemudian, para pengrawit mulai memainkan gamelan dengan syahdu.

Sekar dan Dirga terpukau dengan keindahan musik gamelan. Mereka merasa seperti terbawa ke dunia lain.

Setelah itu, Ki Purbo mulai memberikan arahan tentang teknik mendalang. Ia menjelaskan tentang cara memegang wayang, cara menggerakkan wayang, dan cara menyampaikan cerita wayang dengan baik.

Sekar dan Dirga memperhatikan dengan seksama setiap arahan yang diberikan oleh Ki Purbo. Mereka mencoba mempraktikkan teknik-teknik mendalang yang diajarkan oleh Ki Purbo.

Meskipun awalnya merasa kesulitan, Sekar dan Dirga tidak menyerah. Mereka terus berlatih dan berlatih.

Ki Purbo dan para senior di komunitas tersebut memberikan semangat dan dukungan kepada Sekar dan Dirga. Mereka tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman.

"Mendalang itu bukan hanya sekadar menggerakkan wayang, tetapi juga menghidupkan karakter wayang dan menyampaikan pesan moral kepada penonton," kata Ki Purbo.

"Benar, Ki Purbo. Saya merasa mendalang itu seperti menjadi seorang sutradara, aktor, dan penulis naskah sekaligus," timpal Dirga.

"Tepat sekali, Mas Dirga. Seorang dalang harus memiliki banyak talenta dan kemampuan. Selain itu, seorang dalang juga harus memiliki wawasan yang luas tentang sejarah, filsafat, dan budaya Jawa," kata Ki Purbo.

Setelah berlatih mendalang, Sekar dan Dirga diajak untuk belajar menembang (menyanyi) bersama para sinden. Mereka diajarkan tentang teknik pernapasan, intonasi, dan ekspresi dalam menembang.

Sekar memiliki suara yang merdu dan mudah beradaptasi dengan lagu-lagu Jawa. Sementara Dirga, meskipun awalnya kesulitan, terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan vokalnya.

Para sinden dengan sabar membimbing Sekar dan Dirga. Mereka memberikan tips dan trik tentang bagaimana caranya menembang dengan baik dan benar.

"Menembang itu bukan hanya sekadar mengeluarkan suara, tetapi juga menyampaikan emosi dan perasaan melalui lagu," kata salah seorang sinden.

"Saya merasa menembang itu seperti bercerita dengan nada," kata Sekar.

"Betul sekali, Sekar. Seorang sinden harus bisa menghayati setiap lirik lagu dan menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya," kata sinden tersebut.

Setelah berlatih menembang, Sekar dan Dirga diajak untuk belajar memainkan gamelan bersama para pengrawit. Mereka diajarkan tentang cara memukul gamelan, cara membaca notasi gamelan, dan cara bekerja sama dalam sebuah orkestra gamelan.

Sekar dan Dirga merasa sangat antusias untuk belajar memainkan gamelan. Mereka membeli buku-buku tentang gamelan dan berlatih setiap hari di rumah.

Para pengrawit dengan senang hati berbagi ilmu dan pengalaman kepada Sekar dan Dirga. Mereka memberikan tips dan trik tentang bagaimana caranya memainkan gamelan dengan baik dan benar.

"Memainkan gamelan itu bukan hanya sekadar memukul alat musik, tetapi juga menciptakan harmoni dan keindahan bersama," kata salah seorang pengrawit.

"Saya merasa memainkan gamelan itu seperti berdialog dengan alat musik," kata Dirga.

"Betul sekali, Mas Dirga. Seorang pengrawit harus bisa merasakan setiap nada dan irama yang dihasilkan oleh gamelan," kata pengrawit tersebut.

Setelah mengikuti latihan rutin selama beberapa bulan, Sekar dan Dirga semakin akrab dengan para anggota komunitas wayang kulit. Mereka merasa seperti menjadi bagian dari keluarga besar.

Mereka tidak hanya belajar tentang teknik mendalang, menembang, dan memainkan gamelan, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni wayang kulit. Mereka belajar tentang kesabaran, ketekunan, kerjasama, dan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Suatu hari, Ki Purbo mengajak Sekar dan Dirga untuk tampil dalam sebuah pertunjukan wayang kulit di sebuah desa di dekat Solo, yaitu Jaten.

"Sekar, Mas Dirga, saya ingin kalian berdua ikut tampil dalam pertunjukan wayang kulit di desa Jaten minggu depan. Kalian berdua akan menjadi sinden dan pengrawit," kata Ki Purbo.

Sekar dan Dirga merasa sangat terkejut dan gugup. Mereka tidak yakin apakah mereka sudah siap untuk tampil di depan umum.

"Ki Purbo, apakah kami sudah siap untuk tampil di depan umum?" tanya Sekar dengan ragu.

"Jangan khawatir, Sekar, Mas Dirga. Saya percaya kalian berdua sudah siap. Kalian sudah berlatih dengan keras selama ini. Yang penting, kalian tampil dengan hati dan berikan yang terbaik," kata Ki Purbo.

"Iya, Ki Purbo. Kami akan berusaha semaksimal mungkin," jawab Sekar dan Dirga dengan mantap.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!