NovelToon NovelToon
Presdir Bucin

Presdir Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Contest
Popularitas:876.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ritsmi

Terlempar kembali pada saat ulang tahunnya yang ke 19 tahun, Deena Prameswari Bakara atau yang sering di sapa Deena itu harus menelan kenyataan yang membuat hatinya bagai tertusuk belati berkarat, perlahan tapi menyakitkan.

Penghianatan, hinaan, dan kehilangan orang terkasih membuat dendam dalam hati tertumpuk, gadis itu bersumpah akan membalas lebih menyakitkan pada mereka yang telah menyakitinya.

Bertemu dengan sosok Hanska Regantara Alzavier, seorang presdir sekaligus mafia kejam berdarah dingin yang dengan menatap matanya saja membuat musuh bergetar. Namun satu hal, Hanska itu bucin jika sudah cinta, possesive setengah mati, membuat yang baca pada ilfeel.

hati-hati gregetan,
mengandung beberapa bawang,
ingin jitak kepala pelakor,
bawaannya kesemsem..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ritsmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Pembantu

Warning.. Hati" typo bertebaran di mana". tolong info jika kalian melihatnya.

Happy Reading ♥️

____________________

Episode sebelumya.

"Hey bocah!" Tegur suara pria bergema kedalam ruangan, menginterupsi kegiatan mengagumi Deena. Gadis itu terlonjak kaget.

Lanjut

"Apaan sih om seneng banget buat kaget." Protes Deena mengelus dadanya. "Aku tuh lagi mau buat kopi, om sendiri ngapain? buat kopi juga?" Tanya Deena sewot.

Kakinya melangkah kearah lemari gantung yang tersusun gelas batu, Deena mengambilnya satu, sepaket dengan piring lepek dan sendok kecil.

Hanska menaikkan sebelah alis. "Bukannya kusuruh buatkan? Kenapa lama sekali." Kesal Hanska garang. Saat ini, moodnya sedang pengen nampol muka orang mode on.

"Ini juga lagi dibuat sih om." Jawab Deena sambil tangannya memasukkan biji kopi kedalam mesin grinder. Tangannya berkacak pinggang. Kebiasaan.

Setelah menjadi bubuk, Deena menuangkannya kedalam portafilter berukuran dua slot kedalam mesin esspreso, tak lupa meletakkan gelas batu di bawahnya. Sambil menunggu beberapa saat hingga proses mengekstraksi bubuk kopi selesai.

Deena membelalakkan matanya melihat merek kopi di toples yang Ia pegang, Dia bukannya tak tahu jenis kopi apa yang sedang di buatnya itu. Biji kopi terbaik dengan harga termahal di dunia.

Dulu demi bisa lulus SMA, Deena harus sekolah sambil bekerja paruh waktu di sebuah coffee shop terkenal di kotanya. Tempat para sosialita dan elite nongki menghabiskan waktu mereka, atau hanya menghabiskan uang. Atau apalah itu Deena tak peduli.

Sebagai barista perempuan, tentu berbagai jenis kopi Deena harus hapal betul, mulai dari jenis biji kopi itu sendiri, cara meracik, suhu, penyajian, hingga teman yang pas untuk menemani segelas kopi tersebut. Semua seluk beluk kopi Deena harus tahu.

"Lumayan, cocok jadi pembantu." Monolog Hanska pelan yang si*l nya masih terdengar ke telinga kecil Deena.

Gadis itu langsung melotot kearahnya tak senang. "Huh dasar om om." Dengusnya tak mau terlalu lama meladeni Hanska.

Deena beralih mengeluarkan ponselnya, membuka pesan yang terus berdatangan dari Aleta. Satu pesan suara menarik perhatiannya.

"Deena!! Sampai kapan lo mengabaikan sahabat seimut dan selucu gue, cepet bales Deena.. lo di mana? hayuk makan siang bareng." Deena terkekeh geli mendengar suara cempreng sahabatnya.

Ia menekan mikrofon, membalas pesan Aleta dengan pesan suara. "Cereweeet, nanti aku datang." Gemas Deena.

Hanska masih setia berdiri sambil melipat tangan di depan dada. Semua tindakan Deena tak luput dari penglihatannya.

Deena menoleh. "Lah masih disini, kirain dah pergi." Ucap gadis itu spontan.

Hanska berjalan mendekat.

Kelethok.

Sentilnya lagi membuat Deena mengaduh kesakitan. "Ih.." Kesal gadis itu mengusap jidatnya kasar.

"Jangan panggil om.. bocil." Geram Hanska menggertakkan giginya gemas.

Deena memeletkan lidahnya mengejek. "Namaku Deena om, bukan bocil!"

Hanska cuek berjalan menuju meja kebesaran miliknya.

"Om, kopinya buat siapa?" Tanya Deena sambil memegang nampan. Hanska melotot.

Pria itu beralih membuka lembaran berkas yang bertumpuk diatas meja. "Taruh aja disitu." Jawabnya.

Hanska meraih kopi itu, kepulan asap terlihat menguar saat tutup dibuka, Ia menghirup aromanya sejenak agar pikiran sedikit rileks. Dan, lihatlah itu mujarab.

Sluurpp. seruputnya sedikit.

"Ah.. mantab." Seperti tradisi meminum kopi yang selalu ayahnya lakukan, Ia meniru.

Sang ayah pernah bilang. Meminum kopi tanpa diseruput, dan mengucapkan Ah.. mantab, rasanya seperti ada yang kurang. Tak mengasyikkan.

Tentu saja Hanska riset. Beberapa kali Ia mencoba menyeruput kopi tanpa bersuara, hasilnya seperti ada tubuh tak ada jiwa, krik krik rasanya.

Tentu hal-hal seperti itu hanya dilakukannya saat bersama keluarga saja atau sedang sendiri. Keluarga Alzavier harus paham saat kapan harus bersikap.

"lah.. kok.." Belum sempat Deena menyelesaikan perkataannya, suara ketukan dari luar ruangan terdengar.

Tok tok tok.

"Masuk." Jawab Hanska tak mengalihkan matanya dari dokumen.

Terlihat Arga berjalan memasuki ruangan dengan seorang pria berjalan mengikuti langkah kakinya. "Tuan." Sapa Arga. Hanska menoleh mengangguk.

"Bapak memanggil saya?" Tanya pria yang berdiri di samping Arga.

Hanska menutup dokumen yang dipegangnya dan melemparkan ke atas meja. "Sudah berapa kali ku katakan untuk mencarikan aku sekretaris, bukan PE.LA.CUR Januar." Murka Hanska menekankan kata pelac*r.

"Aku tak peduli walau itu anakmu, atau bahkan istrimu sekali pun, jangan kirimkan aku wanita penggoda lagi!! paham?! Arga, potong gajinya selama setengah tahun." Tegas Hanska tanpa mau di bantah.

"Ba..baik pak."

"Baik Tuan." Keduanya terlihat mengangguk patuh.

Januar yang berada di samping Arga sudah menciut nyalinya. inilah akibat jika Ia memasukan orang kedalam perusahaan dengan maksud tertentu.

Hanska benci hal seperti itu, Januar menyalah gunakan kekuasaannya dengan memasukkan Rara, sang putri yang berusaha menggoda dirinya dihari pertama bekerja. Bagaimana bila Rihlah sang mama tercinta sampai melihat karyawannya tak senon*h begitu?

Alamat bakal dinikahkan secepatnya Dia. Memikirkan itu saja membuat Hanska bergidik.

Pria itu tidak masalah siapapun yang bekerja di perusahaannya, selama Dia adalah orang yang berintegritas tinggi, sopan dan produktif, Hanska akan merekrutnya. Tapi sebaliknya, jika orang yang bekerja dengannya memiliki maksud tertentu bahkan tidak sopan, maka Hanska tak akan segan-segan mengusirnya.

"Keluar." Usir pria itu, keduanya berjalan keluar. Deena juga ikut melangkahkan kakinya pelan bersiap kabur.

Alamak! Nasib badan dah singgung bos besar.

Batinnya merutuki.

"Kecuali kau! Balik sini." Ucap Hanska menunjuk Deena, menginterupsi gadis itu agar berjalan mendekat.

Terlihat Deena menyengir. "Heheh om Hans.. Eh maksudnya bapak Hanska Regantara Alzavier yang terhormat. Ada yang bisa saya bantu?" Ucap Deena dengan watados. Wajah Tanpa Dosa.

"Heh sudah mengataiku om, karyawan banyak gaya, sekarang kau malah menunjukan wajah seperti itu? atau kucabut saja beasiswamu ya." Ancam pria itu menyindir kearah Deena dengan tampang garangnya.

Deena terkesiap.

"Ja..jangan dendam gitu dong om, ntar mukenye tambah tua loh." Deena menabok pelan bibirnya merasa salah kata.

"Eh.. maksud saya, jangan cabut beasiswa-nya dong om.. saya disuruh ngapain aja mau deh asal jangan dicabut beasiswanya yaa.. pliiss." Tawar Deena menampilkan wajah serius plus puppy eyes miliknya sambil mengatupkan tangan memohon.

Dalam hati, Deena merasa sangat rugi, jika membiarkan kesempatan emas seperti ini lewat begitu saja.

Bergabung dengan perusahaan terbesar di negara maju seperti Alz Group? Siapa yang tak mau.

Apapun akan Deena lakukan, kesempatan membalas dendam sudah ada didepan mata, Ia tak akan membiarkan siapapun yang menyakitinya hidup tenang. Tak seorangpun.

Hanska tersenyum miring. "Ini kau yang memintanya sendiri." Ucap pria itu.

Terlihat Deena mengangguk antusias.

"Surat rekomendasi mu sudah disetujui, mulai hari ini kau sudah resmi menjadi karyawan magang di Alz." Tambah pria itu mengembalikan surat rekomendasi kearah Deena.

Lalu menyerahkan surat perjanjian lain untuk gadisnya. "Tanda tangani surat ini, bahwasanya kau berada dibawah pengawasanku." Ucap Hanska.

Deena langsung menandatanganinya dengan cepat, tanpa membaca dan merasa curiga sedikitpun dengan surat perjanjian itu.

Hanska menaikkan sebelah alisnya, tersenyum miring. "Tak membacanya dulu?" Tanya pria itu.

Deena menggeleng. "Hanya surat perjanjian." Jawab Deena ringan. "Kalau begitu, apa pekerjaan saya om?" Tanya Deena polos menatap kearah Hanska sambil mengerjab kan matanya.

Hanska tersenyum miring. "Jadi pembantu, ku." Jawabnya.

To Be Continue >>>>>

1
Ayoen Nian
nih cerita udh SE abad Thor ..knp kagak d terusin sii , padahal pengen banget baca ending ny author ku yg baik hati dan tidak sombong.../Grin/
Ayoen Nian
Luar biasa
Ayoen Nian
aduh Thor...kurang setia apa aku sampe ku baca lagi dari awal ceritanya
Ayoen Nian
untuk kesekian kalee ...kangen dehans ampe baca lagi ini cerita Thor
Ayoen Nian
kapan nih next lagi cerita ny ...pliisss Thor , udh berape purnama nih nungguin cerita deena sama hanska ny
Ayoen Nian
author ku sayang...lanjut lagi ya , jgn bosen
Tri Wati
kok gk up thour ....bagus ceritanya .semangat dong
Edo Kurnia
lanjut thor
Tri Wati
udah setahun deh gk up ya kayaknya thur . kenapa ..... aku pembaca baru suka banget ceritanya . sayang banget klw end nya gantung bikin greget. belo ketemu ortunya dee . trs keluarga bakara belom kena balesnya . bikin aku penasaran
Tri Wati
udah setahun deh gk up ya kayaknya thur . kenapa ..... aku pembaca baru suka banget ceritanya . sayang banget klw end nya gantung bikin greget. belo ketemu ortunya dee . trs keluarga bakara belom kena balesnya . bikin aku penasaran
Tri Wati
baca nya suka banget . maaf thuor klaw jarang komen . tapi terus aku tunggu up nya
Sulis Tyowati
bagus lanjut Thor👍👍
Anya Lya
masih lumayan oke belum tau ending ya memuaskan atw biasa aja
amanda
luar biasa
Gustie Cibby
bukanx Dee minum obat penunda hamil y sblom balas dendam trcapai bee belom mau punya debay
lanjut kak ceritanya
Triple baby belum lahir
epifania rendo
lanjut
epifania rendo
rasakan pelakor
epifania rendo
good dena hempaskan pelakkr
epifania rendo
dasar setan jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!