NovelToon NovelToon
LINTAS DIMENSI

LINTAS DIMENSI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Time Travel / Penyeberangan Dunia Lain / Hari Kiamat / Fantasi Wanita
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Di tahun 3000 terjadi kekacaun dunia. Banyak orang berpendapat itu adalah akhir zaman, bencana alam yang mengguncang dunia, Gempa bumi, lonsor, hujan yang disertai badai..

Saat mata mereka terbuka, dunia sudah berubah. Banyak orang yang tewas akibat tertimpa bangunan yang roboh dan juga tertimbun akibat tanah longsor.

Tapi, ada yang berbeda dengan Orang yang terkena air hujan. Mereka tiba-tiba menjadi linglung, bergerak dengan lambat, meraung saat mencium bauh darah.

Yah, itu Virus Zombie. Semua orang harus bertahan hidup dengan saling membunuh. Kekuatan yang muncul sedikit membantu mereka untuk melawan ribuan Zombie.

Lima tahun berlalu, Dunia benar-benar hancur.. Tidak ada lagi harapan untuk hidup. Sumber makanan sudah habis, semua tanaman juga bermutasi menjadi tanaman yang mengerikan.

Aruna Zabire, memasuki hutan yang dipenuhi hewan dan tumbuhan mutasi. Dia sudah bosan untuk bertahan, tidak ada lagi keluarga dan kerabat. Mereka semua tumbang satu persatu ditahun ketiga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Hand body

Semua di tangan mereka ada sepiring nasi putih dan sepotong daging. Mereka tak menyangka, di perjalanan menuju pengungsian bisa makan enak. Tinggal di Desa belum tentu bisa ada menu seperti ini.

Sempat tidak percaya, jika Aruna juga menghasilkan buruan. Tapi kesepuluh orang itu mengatakan hal yang sama. Jadi bertambah kagumlah mereka dengan Aruna.

Sebelum makan mereka tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Aruna. Kepala Desa yang melihat warganya makan dengan lahap sangat bahagia, dia melirik Aruna yang juga ikut bergabung makan bersama para gadis lainnya. Entah kebaikan apa yang dia lakukan di masa lalu, sampai Dewa mengirimkan sosok penyelamat untuk Desanya.

Di sisi Aruna, hanya makan dengan perlahan. Sebelumnya, dia sudah membayangkan daging kelinci yang dimasak akan menggugah selera, tapi sayang sekali, mereka tidak terlalu pandai meracik, padahal bumbu lumayan lengkap. Namun, bagi orang lain masakan itu sudah sangat enak. Apalagi dimasak oleh Nenek Suyu Dan juga Bibi Ying, yang terkenal masakannya paling enak di Desa.

Bisa dibilang, dia yang paling terakhir menghabiskan makanannya. Semua mengira, Aruna sedang menikmati masakan Nenek Suyu karena makan secara perlahan.

"Baiklah, lima belas menit lagi kita melanjutkan perjalanan. Kemasi, dan perhatikan barang-barang kalian! Jangan sampai ada yang teringgal." ucap Kepala Desa.

Karena kondisi perut kenyang, mereka semua memiliki banyak tenaga untuk melanjutkan perjalanan. Ternyata betul apa yang dikatakan Aruna, kita harus punya banyak tenaga untuk melakukan perjalanan jauh.

Aruna berjalan mendekat ke ke Kakek Ji yang sedang berbicara dengan Tabib Gu. Mendengar panggilan Aruna, keduanya menoleh.

"Kakek, ada apa?" tanya Aruna, seseorang memberi tahunya jika Kepala Desa mencarinya.

"Nak, bagaimana dengan serigala itu? Apa kalian melihatnya?"

"Tidak, kelompok serigala itu ternyata ada dibagian dalam hutan!" jelasnya.

Kakek Ji menghela nafas lega, "Baguslah, semoga saja mereka tidak sampai dipinggiran! Butuh dua hari untuk sampai di sebuah Desa.

Aruna mengagguk mengerti, kemudian dia mengambil sesuatu di dalam ranselnya. Saat ini dia hanya menggunakan tas kecil di pundaknya. Untuk tas besarnya, berada di atas gerobak sapi, semua orang melarangnya untuk membawa barang yang berat.

"Ini apa?" tanya Tabib Gu melihat sebuah pasta berwarna putih di telapak tangannya, tidak lengket, tapi aromanya sangat wangi.

"Ini Handbody.."

"Apa tadi?"

"Ehh,, itu pelembab untuk tubuh. Agar kulit tidak terbakar terkena paparan sinar matahari hari." Jelas Aruna sambil mencontohkan bagaimana cara menggunakannya.

"Hemm, benda yang sangat berguna!" Tabib Gu merasa mendapat ramuan baru.

"Simpan saja, itu pasti sangat mahal" ujar Kakek Ji setelah mencobanya, memang sangat wangi.

"Kakek, aku punya banyak. Ini juga demi kesehatan tubuh."

"Nak, kamu ----" Kakek Ji tidak tau harus berkata apalagi. Aruna sangat baik, dia tidak pernah hanya memikirkan dirinya sendiri.

"Ini untuk orang dewasa, dan yang satunya lagi untuk anak-anak di bawah 10 tahun."

Kepala desa dan tabib Gu segera meminta semua orang berbaris agar lebih mudah untuk mengantri. Aruna kembali mengeluarkan dua botol agar lebih cepat.

Tidak henti-hentinya mereka mencium tangan mereka yang sangat wangi. Setelah semua selesai, Kepala Desa segera meminta untuk melanjutkan perjalanan yang sedikit tertunda.

Jalan utama yang mereka lewati hanya dipenuhi semak belukar. Hutan juga tidak begitu jauh, hanya berjalan selama setengah jam. Berjalan tanpa henti, entah apa yang terjadi, tenaga mereka tidak terlalu terkuras.

"Aruna, apakah kulitmu putih dan bersih karena pelembab yang kami pakai tadi?" Tanya Chen dengan suara pelan.

"Hmm, Ya. Itu salah satunya!" ucap Aruna dengan santai.

"Eh, maksudnya ada banyak macam yang kamu pake?" Chen makin penasaran. Dia sangat suka melihat kulit Aruna.

"Ya, aku akan memberikanmu setelah kita sampai ditujuan!"

Mata Chen seketika berbinar, dia memang ingin punya kulit seperti Aruna, tapi itu tidak mungkin. Dan sekarang Aruna datang seperti malaikat, "Wahh, benarkah? Uhh rasanya aku tidak sabar lagi"

Aruna hanya tersenyum kecil, dia merasa dejavu. Dia pernah diposisi Chen, betapa bahagianya saat seorang donatur memberikannya skin Care dan body care untuk pertama kalinya.

...----------------...

Sekitar jam 5 sore, mereka berhenti di tanah lapang, perjalanan sangat baik, tidak ada halangan sedikitpun. Semua berharap, perjalanan seterusnya juga seperti ini. Tapi apa yang terjadi hari esok yang tidak ada yang tau.

Kepala Desa menyuruh memasang beberapa tenda untuk tidur. Sesama wanita akan tidur di tenda yang sama, begitupun dengan para lelaki.

Aruna mencari orang yang bisa membantunya untuk memasang tenda untuk dapur dan kamar mandi. Kenapa mereka melupakan hal penting itu?

Dan dia melihat Ozian yang sedang berdiri menatap jauh ke dalam hutan. Segera mendekat untuk meminta bantuannya.

"Ozian!"

Ozian terkejut, dia tidak mendengar langkah Aruna. Itu makin membuatnya penasaran, sekuat apa kekuatannya, terutama bela diri Aruna.

"Ada apa?"

"Bantu aku membuat kamar mandi di sini!" Pinta Aruna.

"Kamar mandi? Untuk apa?" tanya Ozian dengan bingung. Siapa yang ingin mandi malam-malam?

Alis Aruna mengerut, apakah orang di depannya ini pura-pura bodoh? "Hei, jadi kami harus ke semak-semak kalau ingin buang air kecil? Kamu tidak lihat ini tanah lapang!"

Ozian melihat sekitar, dan ternyata benar. Semak-semaknya sangat jauh, mana berani para wanita ke sana di tengah malam.

Tanpa bertanya lagi, dia segera menggali lubang di bawah setengah meter, dan meletakkan bebatuan.

 Melihat itu, Aruna tersenyum, "Ternyata dia hanya pura-pura bodoh.

Beberapa orang pemuda datang mendekat, karena penasaran. Itu hanya karena ada Aruna, kalau cuman Ozian, mereka takut untuk mendekat. Ozian orangnya sangat dingin, sangat datar jika diajak berbicara.

"Aruna ini lubang untuk apa?" Lin yang bertanya.

"Kalian akan tau nanti!" Aruna meminta mereka untuk memasang tiang, untuk sekat hanya menggunakan kain panjang.

"Wahh, ternyata untuk buang air kecil! Aruna kamu sangat hebat, seperti ini saja kamu bisa pikirkan!" puji Lin.

Yang lain hanya mengangguk setuju, kecuali Ozian dia masih sibuk memperbaiki ikatan yang longgar.

"Hmm, bagaimana kalau setiap kita berhenti untuk menginap ini jadi tugas kalian!" Aruna memberi usulan, agar kedepannya tidak perlu disuruh lagi.

"Aku setuju!" Lin menjawab dengan mantap.

"Ya ya, aku juga setuju!" teman Lin juga antusias.

"Hmm, aku akan membereskannya besok pagi" Teman Lin yang sedikit pendiam juga ikut menyahut.

"Apa yang kalian buat?" Tanya Kepala Desa sedikit bingung.

"Kepala Desa, ini kamar mandi untuk biang air kecil" jawab Lin.

"Oh, kamar mandi. Nak Aruna terima kasih, pasti ini ide kamu kan?" tebak Kepala Desa, jika ada hal-hal baru, pasti Aruna pelakunya.

"Kepala Desa, bagaimana Anda tau kalau itu Aruna?" Tanya Manman, teman Lin.

"Karena jika itu kamu, sangat tidak mungkin!" Balas Kepala Desa, sambil menggeleng.

Manman : "........"

Yang lainnya hanya terkekeh mendengar candaan Kepala Desa.

...----------------...

Malam harinya, Aruna kembali meminta Bibi Ying untuk memasak nasi sebanyak 25 kg. Hanya ada 10 ekor burung pegar yang tersisa, di dalam ruangannya, sudah dibersihkan siang tadi.

Melihat Bibi Ying yang sedikit ragu, Aruna langsung berkata. "Bibi, jangan khawatir! Masak saja, ini urusanku!"

Mendengar ucapan Aruna, Bibi Ying merasa tidak enak. "Aruna, ini tidak adil untukmu. Kami tidak ingin merepotkanmu lagi"

"Bibi, tidak merepotkan sama sekali. Mungkin aku datang di sini, karena Dewa ingin aku membantu kalian menuju pengasingan!" ucap Aruna dengan serius, memang itu yang ada dalam pikirannya, apalagi saat tiba di zaman itu ruangnya langsung memiliki fungsi yang sedikit berbeda, belum lagi air spritualnya.

Ya, Aruna baru menyadarinya. Dia tak sengaja memiliki luka gores di tangannya saat masuk hutan, tapi setelah meminum air di ruangnya, seketika luka itu hanya tinggal bekasnya. Namun, tidak berlaku kepada orang yang tidak memiliki tenaga dalam. Efeknya kepada orang biasa hanya tenaga dan kesehatan yang membaik, tidak dengan luka luar.

Mendengar ucapan Aruna, Bibi Ying tertegun. Dia mengingat, ternyata Aruna memang datang di Desa mereka dua hari sebelum meninggalkan Desa, jika terlambat sedikit saja, mungkin mereka tidak akan pernah berjumpa, dan bisa jadi Aruna akan bertemu dengan orang lain di luar sana.

"Baiklah, Bibi akan mendengarkanmu!" Bibi Ying, langsung percaya jika Aruna diutus oleh Dewa.

Aruna menghela nafas lega, apakah harus ada drama dulu, baru bisa masak.? Masih seperti siang tadi, Nenek Suyu yang menjadi juru masak, dan lainnya datang mendekat, siapa tau ada yang bisa mereka bantu.

Karena sepuluh ekor burung pegar tidak cukup, Aruna meminta Bibi Muan untuk merebus telur 100 butir, Bibi Muan Adalah menantu kedua Kepala Desa.

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya makanan sudah siap, Nenek Suyu memberikan telur kepada orang yang tidak mendapat daging burung.

Seperti siang tadi, mereka masih tak menyangka bisa makan mewah di musim kemarau yang panjang. Kepala mereka menunduk hampir menyentuh mangkok.

Kembali Aruna menerima banyak ucapan terima kasih, hatinya juga ikut bahagia, melihat warga desa bahagia atas sedikit bantuannya.

"Aruna, ayo kita tidur!" Ajak Chen yang baru saja ikut membantu mencuci piring dan perlengkapan masak lainnya.

"Ya" Aruna masuk ketenda yang sudah hampir penuh. Dia mengambil posisi di bagian pojok.

Melihat Chen yang sudah menutup matanya, dia mengeluarkan obat tidur dengan dosis kecil. Dia meniupnya ke udara agar semua orang bisa menghirupnya dan tertidur dengan nyenyak.

Setelah menunggu beberapa menit, Aruna segera masuk ke dalan ruang penyimpanannya. Dan dia sangat terkejut, barang-barangnya semakin banyak yang bisa di akses. Aruna memilih barang yang paling penting, dan memindahkannya ke batu penyimpanan, agar barang di ruangnya bisa terisi kembali. Saat ini ruangnya akan terisi kembali setelah 24 jam, seperti 2 kg beras yang dia ambil sebelumnya.

Ada selimut, baju, kebutuhan mandi, sabun cuci dan juga hand body. Makanan ringan dan beberapa obat-obatan.

Setelah memilih, Aruna menuju ke pohon kembar itu. Dia menelisik, kedua pohon itu memang sangat persis dengan dua pohon yang ada di hutan.

Aruna segera melepas bajunya untuk mandi, sekarang dia punya waktu untuk bersantai. Sebenarnya bukan bersantai, karena dia ingin luluran. Ternyata dibalik pohon itu ada sumur, jika diperhatikan, air yang mengalir berasal dari bawah sumur, yang artinya itu bagian hulu sungai.

1
Andira Rahmawati
ceritanya sgt keren
Andira Rahmawati
kerennnn👍👍👍👍
lanjut thorr💪💪💪
Chen Nadari
luar biasa thor👍
Chen Nadari
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Chen Nadari
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Chen Nadari
👍👍👍👍👍
Chen Nadari
semangat up my Thor
Chen Nadari
semangat up my Thor
Chen Nadari
ayo Thor lanjut 👍👍👍👍
Fauziah Daud
trusemangattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!