NovelToon NovelToon
Istri Cantik Tuan Presdir

Istri Cantik Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asti Amanda

Lanjutan dari novel: Wanita Cantik Tuan Muda Dingin.
__________

Setelah melewati banyak waktu dan masalah. Raka sang CEO termuda di perusahaan Welfin telah berhasil menemukan kekasihnya dan bahkan tak menyangka jika kekasihnya itu memberikan sepasang anak kembar yang cerdas dan menggemaskan.

Namun masalah kembali datang dari istri tercinta yang memiliki Kepribadian Ganda. Karena itulah Raka mencoba menyembuhkan Sovia dan mulai belajar untuk menjadi Suami idaman untuk sang istri.

Akan tetapi seseorang mulai meneror keluarga kecilnya dan bahkan mencoba menyingkirkan satu persatu keluarga dekatnya. Hal ini karena perebutan harta waris di masa lalu di keluarga Welfin. Dapatkah Raka melindungi sang Istri dan kedua anak kembarnya, serta menyembuhkan mental Sovia?

Yuk kita simak perjuangan Raka dalam menyembuhkan Sovia dan perjuangannya menyelesaikan masalah yang silih datang berganti di keluarga kecilnya Raka.

Baca sampai selesai ya ^^
Terima kasih~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Aku Ingin Kamu

...(Beri like dan komen)...

Sesampai di bandara. Raka dan yang lainnya pun naik ke pesawat yang sudah ia siapkan khusus hanya untuk keluarganya.

Raka dan yang lainnya kini duduk di kursi masing-masing. Terliha Raka duduk dengan Sovia. Andis duduk bersama Willy. Sementara Laura duduk sendirian karena Dean malah pergi duduk di dekat Ayahnya.

Pesawat pun berangkat menuju ke kota asal mereka. Terlihat Dean yang takut akan ketinggian, ia hanya bisa meremas lengan Raka sambil menutup mata. Karena ketakutannya, Raka pun menduduki Dean pada pangkuannya lalu memeluk putrinya mencoba menenangkan Dean.

"Tenang, tak perlu takut." ucap Raka mengelus rambut Dean.

"Tapi, Dean takut. Pih." rengek Dean.

"Tidak apa-apa. Kan ada Mami sama Papi yang jagain Dean." Sovia ikut menenangkan putrinya itu.

Beberapa saat kemudian, Dean yang ketakutan kini tertidur di pangkuan Ayahnya. Raka dan Sovia merasa lega melihat Dean tak merengek lagi.

Perlahan Sovia mulai mengantuk. Raka yang melihatnya, ia pun menyuruh Sovia ikut tidur juga. Tapi Sovia masih bisa menahannya. Raka cuma tertawa kecil melihatnya yang malah semakin mengantuk dan akhirnya Sovia menyandarkan kepalanya ke bahu kiri Raka dan tertidur.

"Huft ... semoga saja tak ada yang mengganggu keluarga kecilku setelah tiba di sana. Aku kuatir, jika ada masih ada seseorang yang berniat jahat terhadap keluarga kecilku."

Raka masih was-was. Apalagi keberadaan Luna masih tanda tanya baginya. Dan itu sangat mengganggu pikirannya.

Raka pun mengecup lembut kepala Sovia lalu mengecup kepala Dean. Ia tak bisa tidur malam ini. Dalam pikirannya ada dua hal yang selalu terbayang-bayang. Apalagi ia yang masih heran karena tak bisa mendengar isi kepala dan hati istrinya.

"Aku tak bisa mendengar isi hatinya, tapi Deva masih bisa mendengar isi hati Ibunya. Apakah kemampuanku mulai menurun? Atau mungkinkah Putraku, dia lebih hebat dariku?"

"Aish, memikirkan ini terasa janggal bagiku." desis Raka kini menggelengkan kepala membuang pikiran itu.

Sementara di kursi agak belakang tak jauh dari kursi Raka. Terlihat Andis masih saja memperhatikan Sovia. Pandangannya tak bisa tersingkirkan dari kakaknya itu.

Beberapa jam berlalu dan akhirnya pesawat telah tiba ke kota asal mereka. Terlihat Raka menggendong Dean dan membangunkan Sovia. Sovia pun perlahan membuka mata lalu melihat Raka.

Raka yang melihatnya sangat mengantuk, ia cuma bisa senyum saja. Ia pun memberikan Dean pada Willy lalu membantu Sovia untuk turun dari pesawat.

Setelah turun dari pesawat. Sovia pun meminta Dean pada Willy, tapi Raka langsung mendahuluinya.

"Biarkan aku yang menggendongnya, kau nampak terlalu capek, sayang." ucap Raka membelai rambut Sovia. Raka pun juga menyuruh Willy untuk mengantarkan Laura ke rumah keluarga Laura. Willy dan Laura pun meninggalkan mereka.

Sementara Raka dan Sovia berjalan menuju ke mobil yang sudah di siapkan oleh anak buahnya, untung ada Pak Sam yang menyuruh mereka menjembut anak majikannya.

Andis di sana cuma ikut berjalan di belakangnya lalu masuk ke mobil yang lain. Sementara Raka, ia duduk bersama Sovia di mobil lain juga. Kedua mobil pun melaju menuju ke rumah kediaman Welfin.

Beberapa saat kemudian, Raka pun telah sampai ke rumahnya. Ia dan Sovia serta Andis berjalan masuk ke rumah besar itu. Sudah lama ia tinggalkan rumah besar itu.

Krek!

Pintu perlahan terbuka. Mata Sovia terbelalak seketika melihat para pelayar berbaris menyambut kepulangan mereka dan tak terkecuali Pak Sam sang kepala pelayan atau kepala asisten rumah itu.

Andis yang di sana cuma langsung menerobos masuk lalu berjalan menaiki tangga duluan lalu ke arah kamarnya meninggalkan Raka dan Sovia yang disambut oleh para pelayan.

"Selamat datang, Tuan Muda."

"Selamat datang, Nyonya Muda."

Para pelayan berkata dengan kompaknya. Sovia di sana cuma bisa terdiam. Ini pertama kalinya ia disambut begitu ramai.

"Pak Sam, tolong bawa Dean ke kamarnya," ucap Raka memberikan Dean pada Pak Sam.

"Oh ya, di mana Vian?" lanjut Raka bertanya keberadaan sepupunya yang beberapa hari yang lalu sudah pulang ke kota Byusan.

"Itu, Tuan Muda. Setelah dari luar negri, Tuan Vian tak pernah pulang ke sini." jawab Pak Sam.

"Loh, kenapa?" tanya Raka.

"Tuan Vian tinggal di rumah pribadinya." jawab Pak Sam lagi.

"Huft ... baiklah. Kalau begitu Pak Sam, terima kasih atas penyambutannya." ucap Raka tersenyum pada asisten rumah itu. Seketika Pak Sam terdiam, ia tak menyangka dapat melihat Raka tersenyum setelah enam tahu berlalu.

"Sama-sama, Tuan Muda." ucap Pak Sam ikut tersenyum. Begitupun Sovia juga tersenyum padanya.

Raka dan Sovia pun menaiki tangga menuju ke kamar mereka untuk melepaskan kelelahan dari luar negri.

Sementara Pak Sam, ia pun juga ikut menaiki tangga untuk membawa Dean yang masih tertidur pulas ke kamar Nona kecil itu.

Kini di kamar Raka, terlihat Sovia kembali tidur di ranjangnya. Sedangkan Raka, pria muda itu sedang berdiri sambil menghubungi seseorang.

Tuut!

Panggilan pun terhubung. Ternyata ia menghubungi Dokter pribadinya.

"Halo, Dok." Raka mulai berbicara.

"Ya, Raka. Ada apa?" tanya Dokter.

"Anda sekarang ada di mana?" tanya Raka sambil melihat Sovia yang tertidur.

"Ya di rumah. Ada apa emangnya?"

"Gini, Dok. Aku sudah pulang dari LN. Bisakah anda melanjutkan terapi hipnotis untuk istriku?"

Dokter nampak terdiam. Ia sebenarnya agak takut. Apalagi jika benar Sovia memiliki kepribadian ganda. Dokter pribadi itu agak kuatir dengan dampak resiko terapi itu.

"Dokter Frans. Ada baik-baik saja?" tanya Raka kini duduk di dekat Sovia sambil menyisir rambut gelombang istrinya.

"Ah baik saja. Begini, aku mungkin bisa." jawab Dokter yang bernama Frans Delriyo. Ia agak ragu dengan ucapannya sendiri.

"Baguslah. Jika begitu, anda bisa langsung ke sini besok untuk melakukan terapi itu." ucap Raka membuat Dokter Frans sedikit terkejut.

"Ok. Tak masalah." ucap Dokter Frans percaya diri.

Panggilan itu pun berakhir. Raka kemudian melihat Sovia dan tak lupa ia mengecup kening istrinya lalu berpindah ingin mencium bibir Sovia.

Satu kecupan pun diberikan untuk Sovia. Terlihat begitu lama membuat Sovia bergerak dan tanpa disadari Sovia tiba-tiba merangkul leher Raka dan membalas ciuman itu.

Raka terkejut melihat Sovia yang terbangun. Terlihat Sovia tersenyum manis di depan Raka.

"Sayang, apa yang ingin kamu lakukan, ha?" tanya Sovia dengan suara lembut dan manja.

Raka menelan silivanya keras mendengar ucapan Sovia. Ia pun menjawab pertanyaan istrinya.

"Sayang, aku ingin kamu." Raka tersenyum manis setelah melontarkannya begitupun Sovia juga ikut tersenyum.

"Apa malam ini kau bisa melayaniku?" mohon Raka dengan raut wajah imutnya.

Sovia kembali merangkul leher Raka dan dengan senyuman manisnya ia mengangguk saja.

"Hm, boleh sayang." ucap Sovia pasti. Sontak Raka langsung kesenangan lalu mencium kembali istrinya dan perlahan ia mulai melakukan aksinya di atas ranjang. Terlihat keduanya bercinta menikmati gerakan-gerakan dan sentuhan yang mereka buat. Malam yang indah untuk keduanya.

...____...

...Halo Readers...

...Jangan lupa...

...Like...

...Komen...

...Dan...

...Vote...

...Bersambung...

1
caca
kayaknya pelaku kecelakaannya pak Hendra sih
arfan
up
Anonymous
Anita lu gk tau diri
Aurora Almera
lanjut kakak
Ana Uhibbuka Fillah
aku mampir thor
Ernita Anggara
thor lia kn profesor... d awal baca dy kn yg membantu si tian Al....
Ernita Anggara
mata merah jangan2 it ayah nya mira. ato saudara ayah nya mira... y kan thor
uhuuuyyy
akyuuu sukaa cerita nyaa...maachii yaa thoor...selamat..karyamu sungguh menarik..hebaatttt😍😘
uhuuuyyy
ooh ikut bahagia thoor😍😍
uhuuuyyy
semakin seru
uhuuuyyy
apakah itu kakaknya mira
uhuuuyyy
haduuh perutku mules ngekek aja
uhuuuyyy
uhuuyyyyu coo cuiiit ..anita n willy😘😘😍😍
uhuuuyyy
haizzzh pasti modus ini si mira n liana n kevin🤭
uhuuuyyy
papa hendra mau menguasai harta keturunan welfin kyk nya
uhuuuyyy
pasti dalang di balik pertengkaran paman Al rachel dan ayahnya welfin adalah papa hendra..
uhuuuyyy
waah pak hendra gk beres niich
uhuuuyyy
ikutan tegang thoor🙈
uhuuuyyy
bahagia nyaa mrk bersatu dan berkumpul lagi😍
uhuuuyyy
berati Raka putra nya tuan Al...makanya Raka sperti tuan Al bisa melihat makluk astral
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!