Amanda anak sekolah yang ingin menggapai cita-cita, kisah anak kampung yang ingin sukses di tengah konflik keluarga.
Cerita ini di bumbui dengan kisah komedi. Yang penting dibaca dulu aja, super thanks🥰🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Delapan
Amanda kembali ke rumah, nangis di dalam kamar.
Emak langsung ke Pasar ngelanjutin jualan ikan.
Amanda merapikan buku, tas masukin ke laci.
Amanda usap air matanya.
Ganti baju, ngambil celemek, sepatu bots berangkat ke Pasar.
Mata Amanda masih bengkak.
"Neng Amanda kok pulang sekolahnya cepet?" tanya Mamang Parkiran.
"Iya mang..." Amanda nunduk aja, paling juga bentaran pada tau gosipnya.
"Lo kagak istirahat dirumah aja neng?" Kata Emak sambil motong ikan ke pembeli.
"Nggak, mending kerja mak.." kata Amanda.
Amanda nggak mau berlarut-larut bersedih.
Dia mau cepat kerja, dapat hasil lagi siapa tau bisa lanjutin sekolah lagi.
Istirahat siang Pembeli agak sepi, emak balik kerumah dulu masak.
Amanda duduk di bangku lapak.
"Hai...ikannya masih ya, ada sisa lagi udang kupasnya, yang mau sekalian ayam juga boleh, harga ada di komen" kata Amanda masih nawarin jualannya.
"Kok amanda nggak sekolah, jam segini" komenan di TIktok.
"Amanda baru aja putus sekolah..." kata Amanda
"Keenakan dapat duit ya..." kata komenan lain
"Jadi malas sekolah" kata komen lain.
"Amanda nggak mampu bayar uang sekolah" kata Amanda, air matanya malah netes.
"Lho kok.. bukannya laris" komen lain.
"Uang yang kemaren buat bayar hutang bapak Amanda" kata Amanda.
"Kasihan banget sih.... lapaknya dimana?" tanya komenan.
"Manda home schooling aja, ada kok khusus anak kurang mampu" kata komenan lain.
"Dimana kak?" kata Amanda
"Amanda mau..." kata Amanda lagi.
"N'tar linknya di kasih di japri ya" kata komenan.
Amanda tersenyum,
Ya Allah ada aja jalannya kata Amanda dalam hati.
"Ikan patin filetnya 4 kilo ya manda, lewat kurir" kata komenan lain
"Siap kak..." jawab Amanda.
Rejeki kagak kemana pikir Amanda, nggak ada yang ninggalin Amanda.
Amanda juga nggak mau jual kesedihan.
Emak datang bawa kotakan nasi, isinya daun singkong tumbuk sama ikan peda goreng.
"Makan dulu neng.." kata Emak.
"Emak udah makan?" Tanya Amanda, kenapa bentar banget Emak pulang masak, mata Emak juga agak bengkak habis nangis.
"Udah, kalo lapar lagi emak ada bawa bekal rantang tuh" kata Emak,
Nggak tanggung-tanggung Emak bawa rantang seng gede, bekal makan pindahan rumah.
"Bentar Mak, Amanda Filet Patin dulu soalnya ada yang pesan empat kilo takut keburu kurir datang" kata Amanda.
"Alhamdulillah....pesanan tiktok neng?" tanya Emak.
"Iya mak.. tuh live" kata Amanda.
"Iya sini Emak bantuin" Emak garcep bantuin filet ikan, ngasah pisaunya tajam hasil filetnya bagus.
Selesai Filet ikan, dagingnya dimasukin plastik vacum, Amanda cuci tangan di air kran, makan siang udah kesorean.
"Kenyang..." kata Amanda yang ngemper di dalam lapak mepet kulkas ikan duduk di karpet usang.
Amanda baru diri kaget duduk lagi, kok bisa.
Hampir aja Amanda numpahin isi box sisa nasi ke kepala.
Dikagetin emak, "Ngapain lo neng?" kata Emak keheranan.
Ada pembeli.
"Eh...Si Ganteng Ali... udah pulang sekolah li...?" tanya Emak.
Ali ngangguk.
"Manda-Manda-Manda.... ini Ali nih" kata Emak, padahal Amanda niatnya sembunyi, balik badan.
Celemek Amanda ditarik-tarik, Amanda balik badan malu-malu ngelap tangan ke rambut pasang sarung tangan.
Ali jadi senyum-senyum deh, ikan mati aja langsung idup liat senyuman Ali yang aduhai,ikan yang idup langsung mati gelepar-gelepar kaya jantung Amanda nggak karuan.
"Yang mana li..." Amanda salah tingkah.
"Udangnya sekilo" kata Ali nunjukin Udang.
Amanda langsung timbang bungkusin.
"Masak sendiri li?" tanya Emak.
"Umi yang masak" jawab Ali.
"tiga puluh lima ribu" kata Amanda.
Eh, beneran ikan gelepar waktu ali nyerahin duit pas.
"Awas li..." kata Amanda.
Ali mundur, untung baju putihnya nggak kena cipratan Air bak ikan, kalo nggak kotor bau amis.
"Eh, nggak pa-pa.." kata Ali sambil takut-takut nerima kresek udang.
"Makasih li..." kata Amanda.
Ali ngangguk.
Ninggalin lapak.
"Jangan lupa mampir lagi ya li..." kata Emak nambahin.
"Cakep bener tuh anak.." emak geleng-geleng.
Amanda senyum ke emak, noleh.
"Neng.... gigi lo tuh masih nyangkut daun singkong" kata Emak mana nyaring.
untung lapak lain udah pada tutup, cuma ada bule jawa di sebelah ikannya sisa dikit.
"Emakkkkk... kok tadi nggak bilang sih?" Amanda ngaca lihat cermin, nyempil daun singkong di gigi satu.
Malu banget dah, Amanda sama si Ali, rasanya mau cuci muka pakai Air bak ikan.
"Ya, mana emak liat Manda!orang elo aja mandangnya ke depan bukan kesamping"
**
Selesai jualan, Amanda sama Emak pulang sama-sama ke rumah.
Emak pakai Motor Karbu, Amanda pakai sepeda listrik.
"Mendung lagi Mak..." kata Amanda.
"Langsung masukin aja tuh sepeda ke dalam rumah" kata Emak.
Amanda masukin sepeda ke dalam rumah, pulangnya kemalaman bebersih lapak lumayan lama.
Setelah mandi, makan malam.
"Mak, gimana kalau kita jualannya sampai jam enam aja" kata Amanda.
"Emang kenapa udah kagak kuat?" tanya Emak.
"Bukan gitu supaya kita ada Istirahatnya, lagian Amanda kan sekarang udah nggak sekolah jadi bisa full jaga di lapak sama Emak" kata Amanda.
"Trus lo nggak mau sekolah lagi, apa ikutan paket ntar neng?" tanya Emak.
"Ada mak, sekolah dari rumah, homeschooling namanye..." kata Amanda
"Apaan tuh? dimane?" kata Emak.
"Nih, Amanda di kirimin link sama no hp sekolahnya. nanti Amanda tanya-tanya dulu, ini khusus buat anak nggak mampu yang mau tetap nerusin sekolah sambil kerja" kata Amanda.
"Iya tanyain dah...biar kita sambil nabung juga buat biayain sekolah lo Neng.." Emak nyender di bangku kayu, kepalanya nyender ke dinding yang catnya udah kubas, cat kubasnya ngelupas lengket di kepala emak kayak kotoran burung.
"Mak, kepala" kata Amanda.
Emak mendadak bediri gaya Kuntau.
"apa dimane?" kata emak.
"santai mak...kotoran di kepala" kata Amanda
Emak kibas-kibasin tuh kepala pakai tangan.
Amanda geleng-geleng kepala
**
Lapak Amanda buka kayak biasa, dari pagi udah banyak pengunjung, udah ada juga langganan di tiktok.
Pelanggan Amanda banyak juga pesan frozen food.
Kurir bolak balik beli ke lapak Amanda dan Emak,
Udah sore, lapak lain juga pada bubar, bentar lagi jam enam Amanda sama Emak juga bakalan pulang.
Ikan hampir habis sisa Ayam sekiloan sama ikan Patin, Nila masih hidup di bak.
"Lo, capek istirahat aje" kata emak sambil ngupas bawang merah, duduk di bangku pake ayakan beras.
"Bu, masih ada ayam nggak?" tanya Bule Jawa lapak sebelah.
"Ada nih sisa sekiloan" kata Emak.
Emak noleh, "Layanin neng, emak tanggung" kata Emak.
"Eh, Ncing..." kata Amanda.
"Loh, Amanda...jualan disini sama Emak" kata Nyaknya Rizal
"Oalah, Nyaknya Rizal, kagak liat ini...sori dori stoberi yak" kata Emak nunjukin lagi ngupas bawang merah.
Pakai bahasa apa lagi nih emak, Amanda nepok jidat.
"Iya kagak apa-apa" Kata Nyaknya Rizal.
"Ayamnya cuma ini Neng?" Tanya Nyak Rizal.
"Iya Ncing, yang seger ini doang, kalo mau di kulkas ada fillet ayam udah di vacum sekilo masih" kata Amanda.
"Fillet berapa?" Tanya Ncing.
"Sekilo lima puluh rebu" kata Emak nyaut.
"Setengah ada nggak?" tanya Nyak Rizal.
"Ada, satu vacum 1/2 kg Ncing" kata Amanda ngeluarin dari kulkas Ayam Fillet.
Amanda ambil kresekan masukin ayam fillet 1/2 kg.
"Ini juga ambil semua" kata Nyaknya Rizal.
"Semua, 1kg 2 ons" kata Amanda nimbangin ayam segar.
"30 ribu aja buat nyak rizal" kata Emak kasih harga.
Seharusnya 35 ribu dikasih diskon.
"Loh, mpok...bukannya sekilo harganya lebih" kata Nyak Rizal.
"Ngga pa-pa..penghabisan.." kata Emak.
Emak Rizal ngeluarin uang lembar merah 100 ribu.
"Kembali 45 ribu ya ncing..." kata Amanda.
"Iya...mantep" kata Nyak Rizal.
Ternyata obrolan duo emak ini berlanjut,
"Ntar kalo mesan ikan, ayam, frozen food gampang, chat aja...kalo nggak bisa ambil pakai kurir" kata Emak promosi.
Emak ngurangin harga pake ilmu marketing, ntar Nyaknya Rizal datang lagi beli ke lapak Amanda.
"Boleh...mantep bener! gua bisa pesen, si rizal ngambil" kata Nyak Rizal.
"Boleh, apa aja boleh dah. Amanda juga boleh nganterin kalo banyak" Emak injak kaki Amanda.
"Eh, iya-iya ncing boleh" kata Amanda.
"Iya deh, ntar boleh mesan lagi, pulang dulu yak.keburu magrib" kata Nyak Rizal.
Pake acara dadah-dadah bestie.
Amanda bebersih barang dagangan, masukin ikan hidup di bak bawah, pulang bareng-bareng emak kerumah.
Lampu kota udah pada nyala, Amanda pulang masih dekil, bau ikan, lewat gang semuanya pada liatin, mungkin ini juga bikin Nora sebelah rumah nggak keluar-keluar dia takut orang ngeliatin dia Anak Putus Sekolah, diliatin dari atas sampai bawah.