NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Yan Kai berdiri beberapa langkah di belakang setelah menerima rentetan pukulan dari keempat murid luar itu. Napasnya sedikit memburu. Meski tubuhnya jauh lebih kuat dibanding sebelumnya, rasa nyeri akibat serangan yang diperkuat Qi tetap terasa jelas. Bahunya berdenyut, dadanya terasa sesak, dan salah satu sudut bibirnya mulai mengeluarkan sedikit darah.

Di sekeliling mereka, semakin banyak murid luar menghentikan latihan dan mengalihkan perhatian ke arah pertarungan. Tak seorang pun menyangka pelayan sekte yang selama ini hanya menjadi bahan ejekan mampu bertahan menghadapi empat murid luar sekaligus.

Ji Hao menyeringai puas. "Kau lihat? Akhirnya tetap sama seperti biasanya."

Ai Ling menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum mengejek. "Pelayan tetaplah pelayan. Sedikit melawan saja sudah kewalahan."

Yan Kai mengusap darah di sudut bibirnya. Tatapannya perlahan berubah—bukan karena marah, melainkan karena ia merasakan sesuatu yang sangat aneh. Di bagian terdalam tubuhnya, setitik energi hitam yang selama ini diam di pusat dantiannya tiba-tiba bergetar.

Wuuung...

Getaran itu semakin kuat, seolah energi tersebut terbangun setelah merasakan benturan dengan Qi milik para murid luar.

"Hah...?"

Yan Kai memegang dadanya. Sesaat kemudian, panas—rasa panas yang luar biasa tiba-tiba menyebar dari dantiannya menuju seluruh tubuh. Panas itu tidak menyakitkan, sebaliknya rasa itu dipenuhi kekuatan.

Setiap meridiannya seperti dialiri arus deras yang membuat darahnya mendidih. Otot-ototnya menegang, tulang-tulangnya mengeluarkan suara berderak pelan. Kedua matanya perlahan memancarkan kilatan gelap yang hanya muncul sesaat sebelum kembali menghilang.

"Apa ini..." Yan Kai mengepalkan kedua tangannya. Ia dapat merasakan tenaga yang belum pernah ia miliki sebelumnya, bahkan lebih kuat daripada saat bermeditasi semalam.

Di dalam dantiannya, secuil energi kegelapan warisan Naga Kegelapan mulai mengalir perlahan ke seluruh tubuhnya. Energi itu tidak menguasai dirinya, namun memperkuat seluruh kemampuan fisiknya—kecepatan, kekuatan, refleks, bahkan persepsinya terhadap dunia di sekitarnya. Semuanya meningkat secara drastis.

Di mata Yan Kai, pergerakan keempat murid luar itu kembali melambat, jauh lebih lambat dibanding sebelumnya. Jika sebelumnya ia hanya mampu melihat gerakan mereka, kini ia bahkan dapat memperkirakan arah serangan berikutnya.

Ji Hao tidak menyadari perubahan itu. "Jangan berhenti! Serang lagi!"

Keempat murid luar itu kembali menerjang sambil mengedarkan Qi. Namun kali ini Yan Kai tidak mundur. Ia justru melangkah maju.

Swusss!

Tubuhnya menghilang dari tempat semula.

"Apa?!"

Salah seorang murid bahkan tidak sempat bereaksi.

Bukkk!!

Tinju Yan Kai menghantam perutnya dengan keras. Seluruh tubuh murid itu langsung terangkat dari tanah sebelum terlempar beberapa meter ke belakang. "Ughhh!" Ia memuntahkan darah begitu menghantam tanah.

Murid kedua segera mengayunkan pukulan ke arah kepala Yan Kai. Namun Yan Kai hanya memiringkan tubuhnya sedikit, tinju itu meleset. Dalam satu gerakan yang sangat sederhana, siku Yan Kai langsung menghantam dada lawannya.

Brakk!!

Suara patahan tulang rusuk terdengar jelas. "AAARGH!" Murid itu terlempar sambil menjerit kesakitan.

Dua murid lainnya saling berpandangan sebelum menyerang bersamaan dari kanan dan kiri. Yan Kai sama sekali tidak memiliki teknik bela diri—tidak ada jurus, tidak ada langkah kaki yang rumit.

Semua gerakannya murni mengikuti naluri: agresif, cepat, tanpa pola. Ia menghindari tendangan dari kanan, lalu langsung memutar tubuhnya dan melayangkan pukulan ke wajah lawan.

Bukkk!!

Tubuh murid ketiga berputar di udara sebelum jatuh dengan keras. Belum sempat tubuhnya menyentuh tanah, Yan Kai telah muncul di hadapan murid terakhir.

Mata murid itu membelalak. "Cepat sekali...!"

Namun semuanya sudah terlambat.

Bang!

Sebuah tendangan menghantam dadanya tepat di tengah. Murid itu terpental hingga menghancurkan pagar bambu di pinggir lapangan. Debu langsung mengepul ke udara.

Keheningan menyelimuti lapangan latihan. Seluruh murid yang menyaksikan pertarungan itu membeku di tempat. Tak seorang pun berbicara.

Empat murid luar yang sama-sama berada di Ranah Pengumpulan Qi Tahap Awal tumbang hanya dalam waktu singkat.

Masing-masing mengalami luka yang cukup parah—ada yang memegangi perut sambil memuntahkan darah, ada yang kesulitan bernapas akibat tulang rusuk yang retak, ada pula yang bahkan tidak mampu berdiri lagi.

Yan Kai sendiri berdiri di tengah lapangan. Napasnya sedikit memburu, rasa panas di dalam tubuhnya perlahan mulai mereda. Namun tatapannya masih setajam sebelumnya.

Di kejauhan, Ji Hao membeku. Ekspresi sombong yang sejak tadi menghiasi wajahnya perlahan menghilang, digantikan keterkejutan yang sulit disembunyikan.

"Mustahil... itu... benar-benar Yan Kai?"

Di sampingnya, Ai Ling tanpa sadar menggenggam lengan Ji Hao. Wajah gadis itu juga dipenuhi ketidakpercayaan. Pelayan yang selama ini mereka hina baru saja mengalahkan empat murid luar di depan mata mereka sendiri.

Keheningan yang menyelimuti lapangan latihan hanya bertahan beberapa detik. Tatapan seluruh murid kini tertuju kepada empat murid luar yang terkapar di tanah sambil merintih kesakitan.

Tidak ada seorang pun yang menyangka hasil pertarungan akan berakhir seperti itu. Pelayan yang selama delapan tahun hanya dikenal sebagai sasaran hinaan, baru saja mengalahkan empat murid luar sekaligus.

Sementara itu, wajah Ji Hao perlahan berubah. Keterkejutan yang semula memenuhi matanya menghilang sedikit demi sedikit, digantikan oleh amarah yang begitu pekat. Otot-otot di wajahnya menegang, urat di lehernya mulai menonjol, tatapannya kepada Yan Kai dipenuhi kebencian.

"Yan... Kai..." Suaranya terdengar berat. "Kau berani melukai orang-orangku..."

Yan Kai tetap berdiri tenang. "Aku hanya membela diri."

Jawaban singkat itu justru menjadi pemantik amarah Ji Hao. "Membela diri? Hari ini, aku akan membuatmu menyesali semua yang telah kau lakukan!"

Wuuung!

Qi di dalam tubuh Ji Hao langsung meledak keluar. Aura spiritual berwarna putih kebiruan menyelimuti tubuhnya, tekanan yang jauh lebih kuat dibanding keempat pengikutnya langsung memenuhi lapangan latihan. Beberapa murid luar tanpa sadar mundur beberapa langkah.

"Ranah Pengumpulan Qi Tahap Menengah!"

"Sial... Ji Hao benar-benar serius!"

"Yan Kai dalam bahaya!"

Ji Hao mengepalkan tangan kanannya. Qi terus mengalir menuju kepalan tersebut, dan perlahan-lahan bayangan seekor harimau mulai terbentuk di sekitar tinjunya. Aura buas langsung memenuhi udara. Melihat itu, wajah beberapa murid berubah pucat.

"Tunggu... itu... bukankah Teknik Tinju Harimau Ganas?"

"Benar! Itu teknik tingkat menengah milik Sekte Hutan Bambu!"

"Ji Hao benar-benar akan menggunakannya?"

Teknik Tinju Harimau Ganas merupakan salah satu teknik bertarung yang cukup terkenal di kalangan murid luar Sekte Hutan Bambu.

Teknik itu memusatkan Qi ke dalam kepalan tangan hingga menghasilkan daya hancur yang jauh melebihi pukulan biasa—bila digunakan dengan kekuatan penuh, bahkan batu besar pun dapat dihancurkan dalam satu serangan.

Seorang murid menelan ludah. "Gila... kalau serangan itu mengenai Yan Kai, dia bisa mati."

Namun Ji Hao sama sekali tidak memedulikan semua ucapan itu. Yang ada di benaknya hanya satu: menghancurkan Yan Kai.

"MATI KAU!!"

Raungannya menggema di seluruh lapangan.

Swusss!

Tubuh Ji Hao melesat seperti anak panah, kecepatannya jauh melampaui sebelumnya. Dalam sekejap ia telah berada di depan Yan Kai. Tinju yang dipenuhi bayangan harimau langsung melesat ke arah dada Yan Kai.

"Tinju Harimau Ganas!"

Auman harimau seolah terdengar bersamaan dengan datangnya serangan itu. Tekanan angin membuat pakaian Yan Kai berkibar.

Namun berbeda dengan dugaan semua orang, Yan Kai tidak menunjukkan sedikit pun kepanikan. Ia hanya memandang tinju yang datang ke arahnya. Entah mengapa, di dalam hatinya muncul sebuah perasaan yang sangat aneh.

"Serangan ini... tidak berbahaya."

Bukan karena sombong, melainkan nalurinya benar-benar mengatakan demikian. Yan Kai menarik napas panjang.

Pada saat yang sama, secuil energi kegelapan di dalam dantiannya kembali berdenyut. Tanpa berpikir panjang, ia mengikuti nalurinya, mengarahkan energi kegelapan yang menyebar ke seluruh tubuh menuju tangan kanannya.

Wuuung...

Perlahan, lapisan energi berwarna hitam pekat mulai membungkus kepalan tangan Yan Kai. Aura yang dipancarkannya begitu asing, begitu dingin, begitu dalam—seolah mampu menelan cahaya di sekitarnya.

Beberapa murid yang melihatnya langsung mengernyit. "Energi apa itu? Aku belum pernah melihat Qi berwarna seperti itu."

Namun Yan Kai sendiri tidak menyadarinya. Yang ia rasakan hanyalah kekuatan luar biasa memenuhi tangan kanannya. Tanpa teknik, tanpa jurus, ia hanya mengepalkan tinjunya, lalu mengayunkannya lurus ke depan.

Boom!!

Dua kepalan tangan bertemu tepat di tengah lapangan. Ledakan keras langsung mengguncang seluruh arena. Gelombang angin menyapu ke segala arah, debu dan daun-daun bambu beterbangan memenuhi udara. Bahkan beberapa murid di barisan depan terpaksa menutupi wajah mereka dengan lengan.

Sesaat, tak seorang pun dapat melihat apa yang terjadi di balik kepulan debu. Lalu sosok seseorang tiba-tiba terpental keluar.

"AARRGGHHH!"

Tubuh Ji Hao melayang beberapa meter sebelum menghantam tanah dengan keras.

Brakk!!

Ia berguling berkali-kali hingga akhirnya berhenti dalam keadaan berlutut. "Wuaaak!" Seteguk darah segar langsung menyembur dari mulutnya.

Seluruh lapangan mendadak sunyi. Semua mata tertuju pada tangan kanan Ji Hao. Lengan itu membengkok dengan sudut yang tidak wajar. Tulangnya patah, darah mengalir deras membasahi seluruh lengannya.

Sementara itu, debu perlahan menghilang. Di tengah lapangan, Yan Kai masih berdiri di tempat semula. Posisinya bahkan tidak bergeser sedikit pun.

Pakaian pelayannya hanya berkibar pelan diterpa sisa angin. Ia menurunkan tangan kanannya perlahan. Tidak ada luka, tidak ada darah—bahkan kulit di kepalan tangannya tidak mengalami lecet sedikit pun.

Keheningan yang mencekam kembali menyelimuti lapangan. Tak satu pun murid mampu mengucapkan sepatah kata. Mereka hanya bisa menatap Yan Kai dengan wajah yang dipenuhi keterkejutan.

Tak ada yang mampu memahami bagaimana seorang pelayan yang kemarin bahkan bukan seorang kultivator, kini mampu mengalahkan Ji Hao, seorang murid luar Ranah Pengumpulan Qi Tahap Menengah, hanya dengan satu kali benturan tinju.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
yos helmi
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!