NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10 Ruang kontrol

Pintu ruang kontrol yang kedap udara itu terbuka lebar. Alexio melangkah masuk dengan aura dingin nan dominan, mengandeng tangan mungil Ken dan Key di kedua sisinya, sementara Reno mengekor pasrah dari belakang.

Suasana di dalam ruangan yang tadinya dipenuhi ketikan panik dan umpatan frustrasi seketika hening total.

Puluhan pasang mata tim IT berkeringat dingin membelalak tak percaya. Mereka saling melempar tatapan heran, syok, dan bingung.

"Siapa dua balita menggemaskan ini? Dan mengapa Presdir mereka yang terkenal kejam, teratur, dan tak tersentuh malah membawa anak-anak masuk ke pusat jantung keamanan perusahaan di tengah krisis begini?!"

Bisik-bisik ketidakpercayaan berembus halus di antara para teknisi senior. Namun, Alexio sama sekali tak menggubris tatapan heran seluruh penghuni ruangan. Pria itu justru berjongkok, mengabaikan mahalnya setelan jas yang ia kenakan demi menyamakan tinggi badannya dengan si kembar.

Manik mata abu-abunya menatap lurus ke dalam iris mata Key dan Ken.

"Kalian benar-benar yakin bisa mengatasi kekacauan ini?" tanya Alexio sekali lagi, suaranya berat, namun anehnya menyiratkan keyakinan yang sukar dijelaskan.

Para ahli IT di sekeliling mereka menahan napas, menggelengkan kepala tak percaya. Bagaimana mungkin seorang Alexio Van Der Berg, pria yang terkenal dengan perhitungan analitis yang tanpa ampun itu malah mengajukan pertanyaan konyol pada anak sekecil mereka?

Namun, Ken dan Key mengangguk mantap penuh percaya diri. Tak ada keraguan sedikit pun di wajah mungil mereka.

Dengan santai, Key melangkah mendekati meja utama dan melambaikan tangan mungilnya, mengusir dua ahli IT senior yang sedang duduk di depan monitor utama.

"Permisi, Paman berdua bisa tolong bergeser sebentar? Kak Ken dan Key butuh akses ke terminal utama untuk melakukan override pada sistem kalian," seru Key dengan artikulasi rapi dan gaya memerintah yang sangat identik dengan aura Alexio.

Dua ahli IT itu saling pandang, bingung dan merasa diremehkan. Namun, saat tatapan mereka beralih memohon pada Alexio, sang bos besar hanya menganggukkan kepala memberi izin mutlak. Meskipun ragu dan merasa tindakan ini sudah gila, keduanya tak punya hak membantah perintah sang pimpinan tertinggi.

Mereka bangkit dari kursi dengan wajah tak percaya sekaligus penasaran.

Ken dan Key langsung mengambil posisi. Ken memanjat kursi putar utama hingga kacamata baca kecilnya sedikit melorot, sementara Key duduk siaga di sampingnya untuk memantau alur kode di layar.

Tanpa membuang waktu, tangan-tangan mungil itu mulai beraksi di atas keyboard. Jari-jemari mereka bergerak sangat lincah, menekan tombol-tombol dengan ritme cepat yang presisi.

"Menginjeksikan skrip penawar...," gumam Ken fokus, matanya memantulkan cahaya dari layar. "Mematikan Trojan-Loop dalam tiga... dua... satu. Bypass firewall sekunder selesai!"

Tak-tak-tak-tak! ENTER!

Rasa meremehkan di dalam ruangan seketika menguap, berganti menjadi kejutan yang melumpuhkan akal sehat. Seluruh penghuni ruangan melongo kaku. Hanya dalam hitungan kurang dari lima menit, layar monitor raksasa yang tadinya menyala merah dengan peringatan bahaya, berkedip pelan sebelum perlahan berubah menjadi hijau terang.

System Restored. 100% Secured.

Serangan siber tingkat tinggi yang melumpuhkan perusahaan triliunan rupiah selama berjam-jam sirna begitu saja di tangan dua balita!

****

****

Sementara itu, di luar ruang kontrol, kecemasan Clara sudah menembus ambang batas kewarasan. Ia berjalan mondar-mandir sembari meremas map dokumennya hingga lecek tak berbentuk. Wajahnya sepucat kertas.

"Duh, Ketty... bagaimana ini?!" bisik Clara dengan napas tersengal ketakutan, matanya menatap liar ke arah pintu kaca buram ruang kontrol.

"Bagaimana kalau dugaanku benar?! Pria itu pasti bos sindikat hacker gelap yang menyamar jadi CEO! Dia sengaja memancing anak-anakku ke dalam sana untuk mengeksploitasi otak genius mereka! Atau lebih parah... dia mau menculik mereka, Ketty! Kita harus mendobrak masuk!"

Ketty buru-buru memegang kedua pundak Clara, menahan sahabatnya yang nyaris histeris.

"Tenang, Ra! Sadarlah, ini kantor pusat Van Der Berg Group, banyak saksi mata dan CCTV di mana-mana! Pria itu tidak mungkin menculik anak-anak di depan karyawannya sendiri. Kita tunggu lima menit lagi, oke?"

****

****

Kembali ke dalam ruang kontrol, keadaan kini berbalik sepenuhnya. Ken menepuk kemejanya pelan layaknya seorang profesional yang baru menyelesaikan proyek besar, lalu menoleh ke arah monitor raksasa.

"Sistem telah terkalibrasi ulang. Aku juga menambahkan protokol enkripsi kuantum sederhana di pintu masuk utama," ucap Ken santai namun berbobot.

"Sekarang tidak akan ada lagi yang bisa membobol server ini, kecuali kami berdua."

Semua staf IT, termasuk kepala divisi yang tadinya meremehkan, mendadak lemas dan tak sanggup berkata-kata lagi.

Harga diri mereka hancur lebur oleh balita berusia empat tahun.

Alexio melangkah pelan mendekati kursi Ken. Ada rasa bangga yang tak masuk akal tiba-tiba meluap dan membakar dadanya.

"Kalian sangat luar biasa," puji Alexio, dan kali ini, sebuah senyum tipis, pemandangan yang sangat langka dan mustahil, terukir di bibirnya.

"Siapa yang mengajari kalian coding tingkat tinggi seperti ini?"

Ken dan Key saling menatap, lalu tersenyum miring seraya berseru kompak, "Itu informasi rahasia, Tuan Tampan!"

Alexio tertawa pelan, sebuah suara bariton renyah yang membuat Reno dan tim IT merasa seolah sedang melihat keajaiban dunia ke-delapan.

Namun, di balik tawa itu, rasa penasaran Alexio justru kian membara.

"Bukannya kemarin siang kalian masih ada di Swiss? Bagaimana metode perpindahan kalian bisa secepat ini hingga sudah berada di kantorku di Jakarta?" pancing Alexio lembut namun menyelidik.

"Kami baru saja melakukan relokasi domisili secara mendadak kemarin sore!" jawab Key riang, tak sadar sedang dikorek informasinya. "Dan kebetulan, hari ini adalah hari pertama Mama melapor bekerja di perusahaan ini!"

Alexio menaikkan sebelah alisnya. Tubuhnya seketika menegang. "Tunggu. Apa wanita yang bersama kalian kemarin di pameran itu... mama kalian?"

"Bukan!" sahut Ken menggeleng tegas.

"Itu Bunda Ketty. Mama kandung kami bernama Clara. Dia desainer baru di sini!"

"Clara!"

Nama itu menyambar telinga Alexio bagaikan petir dengan voltase maksimal. Dunia seolah berhenti berputar. Udara di sekitarnya mendadak raib. Wajah Alexio menegang luar biasa, matanya membulat menatap si kembar yang mengangguk polos.

Nama itu... wanita di pameran itu... semuanya terhubung menjadi satu benang merah yang mengikat lehernya kuat-kuat. Wanita yang dicarinya selama lima tahun terakhir, wanita yang kemarin nyaris luput dari kejarannya di Swiss, kini berada di bawah atap perusahaannya sendiri!

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Alexio segera berdiri. Ia meraih dan menggenggam erat tangan kecil Ken dan Key. Sebelum melangkah melewati pintu kaca otomatis, ia menunduk menatap dua bocah di sisinya dengan binar mata abu-abu yang dipenuhi obsesi, kerinduan, dan kepemilikan mutlak.

"Ayo," ajak Alexio dengan suara serak dan dalam. "Antarkan aku menemui Mama kalian..."

Bersambung ....

1
Munas Tuti
anak2 heibat ....sapa sangka anak TK ternyata melebihi org dewasa kepintarannya 👍👍
Munas Tuti
wuiiis hebatnya anak2 Alexio 👍👍
Munas Tuti
waduuuh gimana ni...Alexio gak ada, emang gak keditex sama c kembar
Ariany Sudjana
puji Tuhan, penerbangan Alexio berhasil diselamatkan dan Clara juga selamat, semua karena ke jeniusan si kembar.... bravo Ken dan key

asli part ini bacanya seru
Umi Zein
waalaikumsalam... Alhamdulillah baik kak Ri🤗 sehat2 selalu juga buat kak othornya 🥰Ok ka siaap 🫡😄
Rani R.I
gpp byk musuh tapii jgn biarkan si terkalahkan,,membaca sambil bersitegang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sgtt Seruuu dan menegangkan thourr 🤣🤣🤣🤣🤣,, terimakasih thourr 👍💪🔥,, semangat up thourr dan sehat slalu 🤲🤲🤲🔥🔥🔥
riniandara: terima kasih kak/Kiss/
total 1 replies
Siti Nurhayati
cerita y sangat menarik sprti d film
riniandara: terima kasih kak/Applaud/
total 1 replies
Ariany Sudjana
waduh kok bisa Alexio kecolongan dan pergi ke eropa? semoga si kembar bisa menangani kejadian di mansion dan menangkap pelakunya
Siti Nurhayati
hebat bner si kembar bsa melindungi keluarga y Mantappp
Umi Zein
kak maaf kyanya kalo umur 4th agak aneh klo anak seusia mereka bisa mengendalikan komputer seorang hacker suhu. walau cm Novel, klo usia 7th masuk akal😄😄
Rani R.I
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 duhhh Dimitri nama mu bagus tapii syg harus jadi musuh yang harus di musnah kan oleh si kembar,,hmmm Baru permulaan yea 🤣🤣🤣,,, kita lihat sampai mana kemampuan mu tuan Dimitri 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Munas Tuti
gaaaaass teroooos 💪💪
Munas Tuti
buseeeet...dasar bocil genius
Rani R.I
wowww musuh sudah mulai mendekat,, Ayuk ken dan key jgn biarkan siapapun mendekati mama dan adek kalian 🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪
Rani R.I
wowww kerennn ken dan key,, lindungi mamah dan adek bayi 💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰
Munas Tuti
perang pewaris di mulaiii
Munas Tuti
👍👍👍👍👍
Ariany Sudjana
puji Tuhan, si kembar bisa mengatasi gangguan di rumah sakit. fixed mereka keturunan Alexio yang sangat jenius dan calon mafia masa depan. tapi kok Alexio Dan Reno bisa kecolongan ya?
Bu Kus
sih kembar emang ada aja akalnya cerdas dan jenius
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!