Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.
Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!
Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"
Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14: PENAGIHAN SEWA PERTAMA
BAB 14: Penagihan Sewa Pertama
Tujuh hari penuh telah berlalu sejak Lin Yue pertama kali meletakkan fondasi utama bisnis Suaka miliknya dan menerima Xiao Chen sebagai penyintas pertama yang menempati unit Kamar 101.
Di dunia luar, kondisi koridor-koridor jalanan Distrik Jiangcheng terasa kian hari kian mencekam, mengerikan, dan tak bersahabat. Kabut tebal khas musim dingin kiamat yang membawa hawa dingin menusuk hingga ke dalam sumsum tulang merayap menyelimuti sudut-sudut kota, menyamarkan pergerakan gerombolan zombie dan mahluk mutasi tingkat rendah yang berkeliaran tanpa henti di antara reruntuhan bangunan hancur. Aktivitas berburu atau sekadar mencari sisa-sisa bahan makanan di luar sana kini telah bertransformasi menjadi sebuah pekerjaan ekstrem yang jauh lebih mematikan bagi para penyintas biasa.
Namun sebaliknya, di dalam perimeter wilayah Suaka milik Lin Yue, atmosfer lingkungan terasa bagaikan berada di dalam dimensi semesta yang sepenuhnya berbeda.
Hummmmmmmmm...
Sirkuit Barrier Listrik Level 1 bertegangan tinggi berdesir halus secara konstan di sekeliling jeruji pagar besi luar, menjaga seluruh area dalam tetap steril dari bau kebusukan, hawa dingin ekstrem, serta ancaman fisik mahluk luar. Keempat unit kamar kos beton yang berderet di sisi timur halaman—Kamar 101, Kamar 102, Kamar 103, dan Kamar 104—kini seluruhnya telah terisi penuh oleh para penyintas.
Xiao Chen sang pemungut barang bekas, pasangan suami istri paruh baya, Lu Yan sang instruktur beladiri taktis, serta seorang penyintas baru yang masuk dua hari lalu, telah mengecap dan merasakan sendiri betapa berharganya kenyamanan luar biasa dari fasilitas air bersih hasil distilasi energi serta pasokan aliran listrik mandiri yang menyala penuh 24 jam penuh.
Pagi itu, tepat ketika jarum jam tak berwujud di dalam Sistem menyentuh angka 08.00 pagi, pendaran antarmuka layar transparan biru di depan sepasang mata Lin Yue berkedip lembut.
Bip!
Sebuah nada notifikasi mekanis yang bernada jernih dan agung bergema halus di dalam pusat kesadaran Lin Yue.
......................
[Bip! Notifikasi Siklus Operasional Sewa Mingguan Suaka:]
[Sistem Memverifikasi Waktu: Masa tinggal sewa 7 hari pertama untuk unit Kamar 101 (Atas Nama Penyewa: Xiao Chen) telah resmi berakhir pada hari ini!]
[Status Pembayaran Sewa: Menunggu Penyerahan Kristal Inti Keruh Level 0 / Komoditas Bahan Pangan Setara dari Penyewa Terdaftar.]
[Peringatan Otoritas: Jika transaksi tidak dipenuhi dalam kurun waktu 1 jam ke depan, Fasilitas Kamar 101 akan dimatikan total dan Penyewa akan dieksekusi / dikeluarkan secara otomatis dari area Suaka.]
......................
Lin Yue yang sedang duduk bersandar dengan tenang di atas kursi kayu lantai dua rumah tua neneknya membuka sepasang matanya secara perlahan. Sepasang bola matanya jernih, tajam, dan sama sekali tidak memancarkan kecemasan atau kebingungan sedikit pun.
Ia merapikan lipatan celana kargo hitamnya, lalu bangkit berdiri dengan gerakan tubuh yang sangat mantap. Sebagai seorang Pemilik Suaka (Doomsday Landlord) tunggal yang memegang kendali atas tatanan baru ini, hukum dan roda ekonomi Suaka berjalan penuh di atas otoritas mutlaknya yang tak terbatas.
Lin Yue melangkah tenang menuruni anak tangga kayu menuju ke area halaman utama.
Di luar ruangan, udara pagi terasa begitu menyegarkan dan hangat, terdistilasi sempurna oleh medan Kubah Energi Utama. Tepat pada saat yang bersamaan, pintu besi tebal Kamar 101 berderit halus. Xiao Chen melangkah keluar dari dalam kamarnya dengan mengenakan jaket usang yang kini tampak sangat bersih, bebas dari debu kiamat.
Begitu sepasang mata Xiao Chen menangkap sosok Lin Yue yang berdiri anggun di dekat teras utama rumah tua, pemuda itu seketika menghentikan langkah kakinya. Ia membeku sejenak, berdiri tegak lurus, lalu merundukkan kepalanya secara mendalam ke arah Lin Yue sebagai bentuk rasa hormat, kepatuhan, dan rasa gentar yang teramat mendalam.
Selama tujuh hari menetap di dalam Kamar 101, Xiao Chen tidak hanya berhasil memulihkan kembali kondisi fisik dan fisiknya secara sempurna berkat pasokan air bersih dan tidur yang nyenyak, tetapi ia juga telah berhasil mengumpulkan dua buah batu Kristal Inti Keruh Level 0 baru dari hasil perburuan taktis di sekitar perimeter luar pagar listrik Suaka dalam seminggu terakhir.
"Selamat pagi yang cerah, Saudari," sapa Xiao Chen dengan nada suara yang sangat sopan, rendah, dan penuh kepatuhan.
Lin Yue memandang sosok Xiao Chen sekilas dengan tatapan mata yang datar dan dingin. Ia tidak langsung menjawab atau memberikan instruksi lisan, melainkan hanya berdiri mematung seraya menatap lurus ke arah sang pemuda.
Paham betul akan arti dari tatapan dingin dan tanpa emosi tersebut, Xiao Chen tidak berani mengulur-ulur waktu satu detik pun.
Dengan gerakan tangan yang amat cepat dan sangat berhati-hati, ia merogoh saku dalam jaketnya. Dari dalam saku tersebut, ia mengeluarkan dua buah batu abu-abu keruh berukuran biji jagung—dua buah Kristal Inti Keruh Level 0 yang permukaannya telah dibersihkan hingga kinclong tanpa menyisakan sedikit pun noda darah kehitaman.
Xiao Chen melangkah maju secara perlahan mendekati garis batas aman di depan rumah utama, lalu meletakkan kedua batu kristal tersebut di atas sebuah meja kayu kecil yang disediakan oleh Sistem di samping gerbang.
"Ini adalah penyerahan pembayaran sewa mingguan saya untuk unit Kamar 101 untuk masa tinggal satu minggu ke depan, Saudari," ujar Xiao Chen dengan raut wajah yang sangat sungguh-sungguh dan mantap. "Dua buah Kristal Inti Keruh Level 0, tepat dan sah sesuai dengan Aturan Mutlak Suaka."
Bip!
Tepat saat jemari Xiao Chen terangkat dari atas meja, layar antarmuka Sistem di mata Lin Yue langsung memverifikasi kualitas dan tingkat energi dari kedua batu kristal tersebut secara instan.
......................
[Sistem Memulai Otentikasi Transaksi Sewa:]
[2 Buah Kristal Inti Keruh Level 0 Terverifikasi Murni & Sah!]
[Masa Tinggal Sewa Unit Kamar 101 (Xiao Chen) Berhasil Diperpanjang secara Otomatis untuk 7 Hari ke Depan (Terhitung Mulai Hari Ini).]
[Pembaruan Saldo Energi Sistem Utama: +2 Poin Energi Level 0 (Total Saldo Terakumulasi Diperbarui secara Real-time).]
......................
Lin Yue menganggukkan kepalanya secara tipis. Ia melambaikan pergelangan tangan kanannya pelan, dan dalam sekejap mata, kedua batu kristal di atas meja kayu menguap menjadi pendaran partikel cahaya biru yang langsung terserap masuk ke dalam ruang Inventaris Sistem miliknya.
"Sebuah pilihan keputusan yang sangat bijaksana, Xiao Chen," kata Lin Yue dengan suara tenang namun dipenuhi wibawa dominasi yang dingin.
"Kamu memahami dengan sangat baik bagaimana hukum permainan di tempat ini bekerja. Kepatuhan mutlak, disiplin, dan ketepatan waktu dalam membayar sewa adalah satu-satunya jaminan investasi keselamatanmu untuk terus menikmati pasokan air bersih murni, listrik hangat, dan tempat tidur yang layak di dalam benteng ini."
"Saya memahami dan menghayati hal itu sampai ke dalam sumsum tulang saya, Saudari. Saya tidak akan pernah sekalipun berani melanggar atau mempertanyakan aturan Saudari," jawab Xiao Chen dengan sangat cepat, mengembuskan napas lega yang amat panjang saat mengetahui masa sewanya telah diperpanjang tanpa ada kendala sedikit pun.
Dari balik celah jendela kaca tebal di unit-unit kamar sebelah, penghuni lain seperti Lu Yan sang instruktur beladiri dan pasangan suami istri paruh baya turut memperhatikan seluruh prosesi penagihan sewa pertama tersebut dengan napas tertahan.
Tidak ada satu pun dari mereka yang menunjukkan raut wajah keberatan atau prasangka buruk. Sebaliknya, pemandangan prosesi penagihan yang begitu lugas, tertib, dan transparan ini justru semakin memperkokoh keyakinan mendalam di dalam benak mereka bahwa tatanan hukum di bawah kekuasaan Lin Yue berjalan dengan sangat adil, adidaya, dan tanpa cela. Siapa pun yang bekerja keras dan mematuhi aturan akan mendapatkan perlindungan surga, sementara mereka yang membangkang akan terlempar ke dalam neraka.
Lin Yue membalikkan badannya secara santai, melangkah kembali menuju ke dalam kehangatan rumah tua utamanya.
Di bibirnya, terukir sebuah sunggingan senyum tipis yang dingin dan penuh perhitungan strategis. Ia tidak perlu lagi menguras tenaga fisiknya, bercucuran keringat, atau mempertaruhkan keselamatan nyawanya setiap hari untuk berkeliling berburu zombie di lorong-lorong jalanan mati hanya demi mendapatkan sebutir kristal inti.
Di era runtuhnya peradaban manusia di mana jutaan orang berdarah-darah dan saling membunuh di jalanan hanya demi berebut sekerat makanan basi atau sebutir kristal, para penyintas di dalam kompleks Suakanya kini dengan senang hati bekerja keras, berburu di lapangan, dan menyerahkan hasil buruan terbaik mereka secara sukarela langsung ke tangannya setiap minggu.
Ini adalah bentuk imperium bisnis dan rantai monopoli paling sempurna yang pernah tercipta di ujung kehancuran dunia. Dan proses ekspansi kekuasaan Suaka milik Lin Yue ini... baru saja memulai babak awalnya.
Bersambung.....
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...