NovelToon NovelToon
Dia Pemegang Kendali Hidupku

Dia Pemegang Kendali Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Sistem
Popularitas:713
Nilai: 5
Nama Author: MegaHerdian

Cerita ini menceritakan seorang gadis yang mengalami peristiwa yang sangat tragis, karena kecelakaan yang dialami nya, dia harus duduk di kursi roda sebagai penyangga hidupnya, entah lelaki mana yang masih mau menerima nya sekarang, dokter mengatakan semuanya sementara, namun ini sudah hampir lima tahun da dirinya masih duduk di kursi roda. Entahlah, hidupnya mungkin akan berakhir seperti itu selamanya, namun di saat detik detik terakhir dalam hal terpuruk nya. Dia datang, seolah membawa harapan yang selama ini dia inginkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MegaHerdian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Setelah membuat kegaduhan di taman, Layla di bantu beberapa orang teman sejawatnya yang mungkin merasa iba dan kasihan kepadanya, namun banyak yang tiba-tiba datang mendekat ke arah nya dan memuji kecantikannya yang tersembunyi, ada beberapa juga yang menyemangati Layla untuk tidak menutupi dirinya lagi.

Layla masih terdiam, dunia seperti berbalik begitu saja, awalnya mereka yang menatap benci ke arahnya kini berubah drastis, entah karna kasian kah.. atau mungkin hal lainnya.

Tiba-tiba saja Teo melangkah masuk ke dalam ruang kelas yang ramai, namun mendadak mereka perlahan pergi satu per satu menyisakan dirinya dan Teo.

Saat masuk ke dalam kelas, raut wajah Teo mendadak berubah cemas, Melihat Layla yang masih bersedih, wajahnya sangat merah sangat kontras dengan kulitnya yang putih, matanya masih berlinang dan memerah, hidungnya mengkilap seperti tomat.

“Layla! Kamu enggak apa apa?” Tanya Teo sambil berlutut di samping Layla.

“Aku. Khawatir banget kamu kena—“ ucapan Teo belum selesai saat Layla yang terkekeh membuat Teo bingung.

“Kamu.. dari mana emangnya tadi?” Tanya Layla sembari mengejek. Jelas jelas Layla melihat Teo saat dirinya tengah di rundung tadi, dia malah seolah menikmati apa yang sedang terjadi.

Teo mendadak diam, dia bangkit perlahan dan duduk di kursi depan Layla “Ketahuan ya..” ucapnya santai sambil tersenyum membuat Layla mengernyitkan dahinya.

Teo tersenyum manis ke arah Layla, kini wajah Layla tidak tertutup lagi “Kamu cantik kalau kaya gini?” Ucap Teo lagi masih dengan tidak tahu malunya.

Layla merasa syok, ternyata Teo memang bajingan sejati!.

Mungkin mulut Layla sedikit terbuka saking tidak percayanya dengan ucapan pria berengsek yang sekarang ada di hadapannya itu, apa yang sebenarnya Teo rencanakan, setelah berminggu minggu mengejarnya dengan memberikan penuh perhatian dan tatapan cinta yang di buat buat, sekarang dia mencoba membuka topeng aslinya.

Cih! Apa semua orang tau Teo bersikap seperti ini! Bukannya dari cerita yang beredar Teo itu terkenal baik hati dan ramah walau pun penampilannya seperti berandalan!.

Ruangan kelas yang semakin sunyi itu mendadak mencekam setelah Teo melangkah pergi dengan langkah santai dan siulan kecil yang menggema di koridor, Layla tetap terpaku di kursi rodanya. Senyap yang di tinggalkan Teo terasa jauh lebih bising dari pada makian para perundung tadi.

Di dalam dadanya, sebuah perang batin yang hebat mulai berkecamuk, mencabik cabik sisa kewarasannya.

Rasa muak dan murka bergejolak di lapisan paling atas jiwanya, Layla ingin berteriak dan ingin melemparkan apa saja yang ada di hadapannya yang bisa di jangkau oleh tangannya, namun apa daya dengan kondisinya seperti membuat Layla merasa terpukul.

Apa bedanya Teo dengan para perundung tadi? Hanya terbalut rasa peduli yang dia lakukan dan itupun mungkin hanya sebuah sandiwara besar.

Pikiran bahwa dirinya telah di jadikan samsak boneka mainan untuk memuaskan rasa kesenangan nya membuat darah Layla kian mendidih, Layla merasa jijik bukan hanya pada Teo tetapi pada dirinya sendiri karena telah memercayai laki-laki itu dan membiarkannya bersenang senang dan mungkin di belakang nya dia menertawakan segalanya.

Layla menatap kedua kakinya yang tak bernyawa, kenyataan pahit itu menghantam kembali dirinya, seolah menyadarkan dirinya lagi.

Di dalam dirinya dan niatan yang sudah terencana selama detik per detik waktu berjalan, Layla mencoba untuk lebih berani dan siap kapan saja untuk meludahi wajah Teo besok ataupun kapan saja yang dia inginkan.

Sial!!

Namun inilah yang terjadi, sudah satu minggu Layla cuti dan memilih tidak masuk kelas dengan alasan kesehatan, padahal dia tidak berani melakukan hal apapun dengan kondisinya saat ini.

Layla memilih untuk kuliah via daring, dia sudah tak kuasa jika harus pergi ke kampus setelah kejadian itu yang begitu menghantam batinnya.

Hari demi hari kehidupan Layla kian berangsur membaik, Layla mengikuti ibunya bekerja di butik dan sedikit sedikit membantu nya saat Layla sudah mengerjakan tugas kuliahnya.

“Layla, sebentar lagi Ibu sudah ada janji sama seseorang, tolong kamu handle dulu ya” ucap Ibunya sembari bersiap untuk pergi.

“Loh? Ibu mau kemana?” Tanya Layla.

“Ibu ada urusan di gudang, tiba-tiba ada masalah, Ibu minta tolong ya.. kamu pasti bisa” Ibunya mengecup kening Layla dan menepuk pundaknya sebelum benar-benar pergi.

Layla mendorong kursi rodanya berjalan ke arah meja ibunya, di sana tertulis nama Prasa yang memiliki janji temu pukul sepuluh pagi, sekarang sudah jam sembilan lebih empat puluh lima, lima belas menit lagi orang itu akan sampai jika tepat waktu atau mungkin lebih cepat atau mungkin lebih lambat, jantung Layla seperti mau copot karena tidak tau harus berbuat apa, apalagi dia baru saja beberapa hari membantu ibunya jadi tidak banyak yang Layla tau tentang hal apapun di sini.

Suara ketukan pintu terdengar, Layla membenarkan posisi duduknya dan mentap senyum ke arah pria paruh baya yang datang dengan menggunakan jas hitam, sangat rapi dan sopan di usianya yang sudah tidak muda lagi.

“Silahkan duduk” ucap Layla setelah pintu terbuka.

Pria itu menjelaskan kedatangannya mengenai pakaian yang ingin di pesannya untuk acara pernikahan anaknya yang sudah di pesan beberapa minggu yang lalu, Layla tidak tau pesanannya yang mana dengan sopan “ Tunggu sebentar ya pak, biar saya cek dulu” dengan gesek gesit yang Layla bisa mencari pesanan atas nama bapak Prasa.

Namun saat Layla begitu fokus, tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan wajah familier yang membuat jantung Layla copot seketika! Benar Teo muncul dan masuk dengan tiba-tiba membuat suasana menjadi canggung dan aneh.

“Tunggu sebentar tuan, katanya pesanan nya mau di cek dahulu “ ucap Bapa itu sopan.

Layla menatap ke arah mereka dengan tatapan tak percaya, tanpa dia sadar tangannya sudah menutup mulutnya karena saking terkejutnya.

“Hai Layla “ Sapa Teo santai dan duduk di samping kursi pak prasa.

“Supir aku anaknya mau menikah, jadi aku rekomendasiin buat bikin baju di sini” terang nya dengan santai dan dengan senyuman manis yang merekah di bibirnya. Hampir saja Layla terkecoh dengan senyuman manisnya.

“Oh..E-eee.. “ Layla mendadak gagu dan bisu, lupa apa yang akan di sampaikan.

Teo masih tersenyum manis ke arahnya, benar-benar senyuman yang sangat memikat yang membuat Layla saja hampir kehilangan kendali karena saking tampan dan mempesona nya.

Namun otak kecilnya menyadari dirinya bahwa Teo adalah lelaki bajingan yang telah mempermainkan dirinya, alih alih terpesona sesaat kini insting nya membuat perlindungan, entah apa yang akan di lakukan nya kali ini.

1
Dadan Herdy
ceritanya seruu
Paw_chan🐾
keren nih
writternim: Aww maaacih… jangan lupa selalu komen ya karena ceritanya luar biasa bikin pusing😂😂
total 1 replies
Wulansari MU
keren banget cerita nya.. lanjutkan
Wulansari MU
ini tanggung banget lagi marah malah salah nulis jadi akua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!