NovelToon NovelToon
Incaran Sang Dokter Bedah

Incaran Sang Dokter Bedah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Satu bulan menikah, IPTU Milka harus menelan kenyataan pahit. Kesetiaannya dibalas pengkhianatan keji oleh sang suami, Vando, yang diam-diam bermain gila dengan sahabatnya sendiri.

Hancur dan menangis di trotoar dengan seragam dinasnya, Milka tak tahu bahwa air matanya disaksikan oleh Theo, pria dari masa lalu yang kini menjadi Dokter Bedah genius sekaligus penguasa sindikat bawah tanah.

Pria yang dulu mundur demi kebahagiaan Milka, kini murka melihat wanita impiannya disia-siakan. Lewat jaringan gelapnya, Theo bergerak cepat menguliti kebusukan Vando dan Irana.

Bagi Theo, menyerahkan suami pengkhianat ke jalur hukum saja tidak cukup. Pria yang telah membuat Milka menangis ... harus merasakan kekejaman pisau bedahnya!

"Biar hukum bekerja lewat tanganmu, Milka. Tapi untuk pria yang menyakitimu ... izinkan aku yang membereskannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Tabir Pengkhianatan

Dua Minggu Setelah Resmi Menikah

Suasana kantor mulai lengang menjelang jam makan siang.

Delvando Argianda duduk termenung di depan layar komputernya. Berkali-kali ia mencoba berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan, tetapi pikirannya terus melayang entah ke mana.

"Bang?"

Suara lembut itu membuat Vando menoleh.

Irana berdiri di samping mejanya sambil membawa dua gelas kopi hangat.

"Abang dari tadi melamun terus." Ia meletakkan salah satu gelas kopi itu di hadapan Vando. "Buat Abang."

"Terima kasih."

Irana tak langsung kembali ke mejanya. Ia justru menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Vando.

"Kenapa? Pengantin baru kok mukanya kusut begitu?"

Vando hanya tersenyum hambar. "Nggak apa-apa," ucapnya singkat.

"Bohong."

Irana memperhatikan wajah pria itu beberapa saat. "Abang kelihatan lebih capek dibanding sebelum menikah."

Vando mengembuskan napas pelan. "Namanya juga penyesuaian."

"Penyesuaian apa?"

"Rumah tangga."

Irana mengangguk pelan.

"Aku pikir pengantin baru itu selalu bahagia."

Vando kembali tertawa hambar. "Itu cuma kelihatannya."

Irana lalu menyentuh punggung tangan Vando dengan lembut. "Kalau butuh teman cerita ... aku siap menjadi pendengar."

Sentuhan singkat itu membuat Vando menoleh. Jemari Irana tampak putih, halus, dan terawat. Tanpa sadar, ia mulai membandingkannya dengan tangan Milka yang lebih kecokelatan karena sering bertugas di lapangan.

Baru kali ini Vando benar-benar memperhatikan Irana.

Wanita itu selalu tampil rapi. Rambut panjangnya tergerai indah dengan aroma sampo yang lembut. Senyumnya hangat, membuat siapa pun merasa nyaman berada di dekatnya.

Berbeda dengan Milka yang hampir setiap hari pulang dalam keadaan lelah, rambut diikat alakadarnya, dan masih sibuk memikirkan pekerjaannya.

"Kenapa lihat aku begitu?" tanya Irana sambil tersenyum.

Vando tersentak. "Ah ... Nggak ... nggak apa-apa," jawabnya setengah kikuk.

"Abang aneh."

Vando hanya tersenyum tipis.

"Biasanya Milka pulang jam berapa?" tanya Irana kemudian.

Vando mengangkat bahu. "Nggak tentu."

"Sering lembur?"

"Mungkin semenjak menikah, ia hampir setiap hari lembur."

"Sampai malam?"

"Kadang tengah malam. Kadang hampir pagi. Bahkan pernah beberapa kali nggak pulang karena tugas."

Irana menggeleng pelan. "Berat juga ya."

Vando kembali mengembuskan napas. "Aku merasa tinggal sendirian di rumah itu."

Kalimat itu membuat Irana tahu bahwa pria di hadapannya sedang berada pada titik paling rapuh.

"Kalau aku jadi istri Abang ..."

Vando mengangkat kepala.

"... aku nggak akan membiarkan suamiku merasa sendirian."

Suasana mendadak hening. Tatapan mereka saling bertemu. Irana buru-buru mengalihkan pandangan.

"Eh, maaf. Aku kebanyakan ngomong."

Namun, kalimat itu telanjur tertanam di benak Vando.

.

.

.

Jam kerja pun berakhir.

Satu per satu karyawan meninggalkan kantor.

"Bang."

Irana menghampiri meja Vando. "Masih banyak kerjaan?"

"Nggak juga."

"Temenin aku makan, yuk."

Vando sempat ragu. Saat mengecek ponselnya, ternyata tak ada satu pun pesan dari istrinya. Ia akhirnya mengangguk.

"Oke."

Mereka menuju sebuah lounge yang tenang. Suasana remang-remang dan alunan musik pelan membuat percakapan terasa semakin akrab.

"Jujur," ucap Vando setelah beberapa saat, "Aku sebenarnya menikah karena permintaan orang tua."

Irana menatapnya tanpa menyela. Sebenarnya ia tahu kisah mereka. Karena Irana memang telah menjadi sahabat Milka semenjak SMA. Vando setiap hari menjemput Milka. Kadang-kadang, dia juga ikut nebeng bersama mereka.

"Aku pikir semuanya akan berjalan baik," tutur Vando menggantung.

"Lalu?"

"Ternyata kami malah semakin jauh."

Irana menggeser gelas minumnya pelan. "Abang pernah menyampaikan ke Milka?"

"Percuma. Dia selalu sibuk dan menomorsatukan pekerjaannya."

Irana menghela napas. "Kasihan juga Abang."

Perhatian sederhana itu membuat hati Vando perlahan luluh.

Selama ini tak ada yang benar-benar mendengarkan keluh kesahnya. Malam pun semakin larut. Saat hendak pulang, Irana menggenggam tangan Vando.

"Abang nggak sendiri."

Vando menatap wanita itu cukup lama. Di dalam kepalanya, suara hati terus mengingatkan bahwa wanita di hadapannya adalah sahabat istrinya. Namun, rasa sepi yang selama ini ia pendam perlahan mengalahkan suara hatinya.

Malam itu...

Vando membuat keputusan terburuk dalam hidupnya. Keputusan yang menodai pernikahannya yang bahkan belum genap sebulan.

.

.

.

Sejak malam itu, semuanya berubah. Pesan-pesan dari Irana semakin sering memenuhi ponselnya. Alasan lembur mulai menjadi kebiasaan.

Kebohongan demi kebohongan pun mengalir begitu saja dari bibirnya. Sementara Milka...

Tak pernah menyadari bahwa rumah tangga yang sedang ia jalani perlahan runtuh karena pengkhianatan dua orang yang paling ia percaya.

.

.

.

Kembali ke masa sekarang.

Hari itu Milka memberanikan diri mengambil cuti selama tujuh hari, walau komandan merasa keberatan. Namun, dengan beberapa alasan Milka, akhirnya sang atasan membubuhi tanda tanganya di atas surat cuti Milka.

Ia ingin menghabiskan waktu bersama suaminya. Namun, suami yang tak kunjung pulang, akhirnya ia menarik selimut menutupi diri yang masih mengenakan pakaian khusus suami istri.

Waktu pun berpindah di pagi harinya. Hawa dingin pendingin udara terasa menusuk membuatnya terbangun. Perlahan ia membuka mata. Tubuhnya, tak lagi tertutup oleh selimut karena Vando telah menguasai penghangat itu sepenuhnya.

Senyum tipis sempat terbit ketika melihat Vando telah tertidur di sisi ranjang.

"Mas ... Sudah pulang?"

Sampai detik ini, ia belum menyadari. Dalam penantiannya, sang suami sudah tak lagi membayangkannya sebagai istri sesungguhnya.

*Bersambung*

1
Dewi kunti
gasss pooooollll
MomyWa
plin plan amat lu jang, cemen
MomyWa
apa yg kau takutkan vando? lu udah bikin anak, tp egoisnya masih mau sm prawan
MomyWa
namanya yg haram emang gitu
MomyWa
lokasi dikawal penuh sama theo
MomyWa
emang kapan kamu nangis?
Dewi kunti
dah tak bagi vote ya,up lagi dong
Dewi kunti: aamiin,,semangaaaattt
total 2 replies
Anbu Hasna
karma beut ya...
dulu bapaknya Theo nyusahin Bapaknya Milka, sekarang Milka nyusahin Theo, tapi gpp, Theo suka direpotin Milka 🤣🤣🤣
Anbu Hasna: Anda yg bikin Theo jadi merepotkan diri 🤣🤣
total 2 replies
Dewi kunti
berpapasan,jangan dipisah itu bukan pengulangan kata pas😤
SoVay: iye iye, ini udeh dganti buguyu 🙈
total 3 replies
MomyWa
main tebak2an siapa yg duduk itu? si black cobra apa white scalpel?
MomyWa
wkwkwkw...gombalannya mameeen, pengen diinget terus
MomyWa
bagi Milka, Theo 'B' aja 😂
Aidil Kenzie Zie
Naga di suruh awasi Bu Polisi malah kehilangan jejaknya 😡😡😡 siap-siap kena amuk Bos mu 🤭🤭🤭
SoVay: pasti dijagain juwita hatiku ❤️
total 1 replies
MomyWa
ke mana dong milka setelah kabur dr rumah?
SoVay: ke suatu tempat ❤️
total 1 replies
MomyWa
gmn nih, kok smpai kecolongan?
MomyWa
hahaha, senyam senyum dia
MomyWa
tidak semudah itu ferguso
Dewi kunti
klo dinovel mafia nya ganteng2 ,body bagus2, klo didunia nyata ganteng standar perut buncit🙈🙈🙈🙈🙈
Dewi kunti: yg selera yg pingin dunia nya aman🙈🙈🙈🙈
total 4 replies
MomyWa
suka karakter cewennya gak menye2.. perselingkuhan dibuat kayk myelidikin ksus pmbunuhan 🤪
MomyWa
pengen nyanyi: maju tak gentar, mengusir sitanggang 🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!