NovelToon NovelToon
Rahasia Tersembunyi Mantan

Rahasia Tersembunyi Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:869
Nilai: 5
Nama Author: Penpena

Amira Anastasya, yang setia menunggu janji dari Glen Anggara yang akan segera pulang dalam dua tahun setelah menyelesaikan pendidikannya di Eropa dan menikahi nya. Namun tidak sesuai dengan ala yang Amira harapkan.

Bertahun-tahun Amira menunggu akan tetapi Glen tidak kunjung datang, bahkan tidak pernah menghubungi Amira setelah satu bulan di Eropa tiba-tiba saja dia menghilang tanpa kabar, dan Amira pun tidak dapat menghubunginya.

Hingga lima tahun kemudian, ketika Amira dibandara dan hendak pergi keluar negeri tanpa sengaja mereka bertemu. Saat itu juga Glen pulang dari luar negeri.

Melihat kepergian Amira, Glen merasa sedih ketika dia hendak menemui Amira tetapi kenapa malah amira pergi keluar negeri dan tidak mau mendengarkan Glen saat itu.

Selama di Indonesia Glen berusaha mencari tahu kehidupan Amira selama ini, apakah dia baik-baik saja selama dia tidak ada atau malah sebaliknya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penpena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Tidak terima

Selang beberapa lama setelah Amira pergi kekantor sementara Glen masih berada dirumah dan hendak bersipa-siap pergi kekantornya. Dia mencoba menghubungi Melly terlebih dahulu. Beberapa kali dia menghubungi namun Melly tidak juga mengangkatnya, lebih tepatnya nomornya tidak aktif.

Glen sangat khawatir kalau sampai rahasianya dengan Melly selama ini terbongkar. Dia belum siap memberitahukan segalanya kepada Melly. Dia menjadi tidak bisa tenang sekarang hanya karena masalah ini. Jadi Glen akan membuat kesepakatan kepada Melly untuk merahasiakan hubungan mereka sebelumnya dan tidak memberitahukan kepada amira. 

Sesampai dikantor, Glen menyibukan dirinya untuk bekerja. Karena usahanya sekarang ini masih tergolong Startup jadi dia berusaha untuk mengembangkannya. Meskipun Amira sudah memiliki perusahaan yang lebih berkembang darinya, namun dia masih terus berusaha mengembangkan usahanya untuk Amira. Dia akan bekerja keras untuk masa depan rumah tangga mereka. 

"Glen." 

Glen sontak melihat kearah pintu nya dan melihat Alvero sudah berdiri disana.

"Eh, Bro!."

Alvero segera berjalan menghampiri Glen. "Kamu memang manusia paling kurang ajar yang pernah ku kenal, Bro!." Tukas Alvero.

Glen menatap Alvero kebingungan. 

"Bisa-bisanya kamu menikah dan tidak mengabari ku?, apa maksud mu?, aku sangat kesal padamu, Glen!." Ucapnya ketus. 

Glen menghela napasnya. Ternyata kemarahan Alvero karena itu. "Maaf, Al."

"Emang bisa cuman maaf doang?, kenapa coba kamu menikah tiba-tiba dan tidak memberitahuku sedikit pun?. Apa kamu tidak menganggapku sebagai teman?."

"Hahaha, karena semuanya terjadi begitu cepat, Al. Dan karena kamu juga pergi ke Eropa setelah acara keluarga mu, jadi aku berpikir memberitahumu setelah kamu kembali ke Indonesia. Aku hanya tidak ingin merepotkan mu untuk datang ke pernikahan ku disaat kamu ada urusan, Al." Tuturnya menjelaskan. 

"Hem, baiklah kalau begitu." Ucap Alvero pasrah, lalu dia mendekat kepada Glen. "Kenapa kamu secepat itu menikahi Amira?, apa kamu khawatir dia akan berubah pikiran dan menolak mu?." tanya nya menggoda. 

Glen menghela napasnya. "Iya, kamu benar. Jujur saja, aku tidak mau kehilangan dia lagi dari hidup ku Al. aku sangat mencintainya."

"OMG... Aku harus sering belajar darimu Glen, belajar menghargai dan mencintai cewe. Kamu pantas jadi panutan." Pujinya sambil menggeleng-geleng kepala merasa salut dengan sahabatnya itu.

"Gak usah lebay, Al."

"Tapi aku jujur Glen, kamu kalau sudah cinta sama orang lain pasti akan selalu mengejarnya hingga dapat, selain itu kamu sangat tulus dan penuh usaha untuk masa depan kalian."

Glen menghirup napas dalam-dalam. "Aku juga berharap seperti itu, Al." Ucapnya seperti menyesali sesuatu. 

"Oh iya, Glen. Apakah selamanya kamu akan tinggal diindonesia dan tidak ada niat kembali ke LN?."

"Hem, aku akan disini. Dan berusaha mengembangkan bisnis ku ini. Selain itu juga, Amira punya bisnis dan rumah disini, akan susah baginya untuk pindah. benar kan?." Ucapnya setelah berpikir panjang.

"Kamu benar Glen. Semoga saja pernikahan kalian selalu harmonis ya, Bro." 

"Hem, terimakasih Al."

"Oh iya, aku akan pergi sekarang." Ucap Alvero setelah mengecek Hp nya.

"Secepat itu?."

"Hem, soalnya Ayah ku barus mengirim pesan padaku untuk aku secepatnya pulang. Sampai jumpa Glen." Ucap Alvero segera berlari.

"Iya, hati-hati, Al." Jawab Glen sedikit menguatkan suara. Lalu Glen kembali fokus kepekerjaanya. Dan tidak lama setelah itu, Hp nya berdering. 

Glen memeriksa Hp nya dan melihat yang menghubunginya adalah Melly. dengan cepat Glen mengangkat telponnya. 

"Ada apa kamu menelponku, Glen?. Apa kamu sudah berubah pikiran untuk kembali padaku?." Tanya melly.

Glen berusaha bersikap tenang. 

"Aku dan Amira sudah menikah,"

Seketika Melly terdiam, hatinya serasa disambar petir mendengar itu. 

"Jadi, aku tidak akan kembali padamu Mell. Aku harap kamu mengerti situasiku. Dan fokuslah pada kehidupan mu kedepannya."

"A-apa?," Melly masih belum mengerti dengan perkataan Glen.

"Melly, aku minta tolong untuk kamu jangan pernah memberitahukan tentang hubungan kita dimasa lalu."

"Apa maksud mu Glen?, kamu menikah dengan Amira?." 

"Iya."

"Glen kita belum cerai, apa kamu lupa?."

"Bagiku kita sudah cerai Mel. Aku minta tolong untuk kamu tidak mempersulit situasi ini."

Melly tertawa kecewa. "Apa maksud semua ini?, kamu pikir semudah itu Glen?."

"Melly, aku heran dengan sifat mu ini. Dulu kamu sudah setuju untuk perpisahan kita, kenapa sekarang kamu jadi keberatan begini?. Apa Mama mengancam mu?, aku akan berbicara kepada mama."

"Bukan itu, Glen. Mamah tidak pernah mengancam ku. Tetapi aku lah yang tidak ingin berpisah dari mu."

"Melly!."

"Apa Glen?. kamu harus tahu satu hal, bahwa kita belum pernah berpisah. Dan kamu tidak bisa asal meninggalkanku begitu saja." pertegas Melly 

Glen yang mendengar pun merasa kacau, dia sangat ingin marah sekarang. Akan tetapi dia masih berusaha bersikap baik-baik saja. Dia harus berbicara baik kepada Melly agar dia berubah pikiran dan menerima perceraian ini dengan baik. 

"Melly, kita sama-sama tahu kalau kita tidak saling cocok satu sama lain. Kita tidak saling mencintai, Mell. Karena itu makanya kita sepakat untuk berpisah dulu. Dan sekarang, ada apa ini mell?, kamu membebani ku." Tutur Glen

"Siapa bilang kita tidak cocok?. Aku mencintai mu, Glen."

Glen terpaku mendengar ucapan Melly barusan. Tidak, dia tidak percaya kalau melly benar mencintainya. Karena dulu mereka menikah karena paksaan dari kedua keluarga mereka, dan bahkan mereka pernah berbicara satu sama lain kalau mereka tidak saling mencintai. Dan sekarang Melly malah mengatakan hal yang berbeda.

"Melly, aku tahu kamu tidak menyukai ku, kamu terpaksa. Benarkan?. kamu pasti di hasut mamah kan?."

"Bukan Glen, aku menyadari kalau aku benar-benar mencintai mu sekarang. Aku tidak bisa melepaskan mu setelah aku menyadari nya."

Glen menghela napas berat. Kini kepalanya terasa pusing tiba-tiba.

"Glen, kamu tidak benar-benar menikahi Amira kan?. Kalian belum sampai menikah kan?."

"Aku sudah menikah dengannya, Mell. jadi kumohon lepaskan aku, dan berusahalah untuk tidak mencintai ku."

"A-apa?" Melly sangat merasa sedih dilubuk hatinya. "Kamu bohong!."

"Aku tidak bohong, Mell. Aku serius. jadi kumohon, jangan pernah mengatakan sesuatu tentang hubungan kita dulu kepada Amira. Dia sangat percaya padamu, dia menganggap kamu sebagai sahabat terbaiknya. Jadi, tolong untuk tidak melukai hatinya." Ucap Glen memohon.

Tentu saja hal itu sangat berat bagi Melly, meskipun Amira adalah sahabatnya, akan tetapi dia sangat keberatan jika harus merelakan Glen untuk nya.

"Melly, aku mohon." Ucap Glen berharap dan mendengar melly masih terdiam dibalik telepon.

"Aku tidk bisa, Glen!." Ucapnya datar tanpa ekspres.

"Apa maksud mu?." seketika Glen marah, "Melly, kenapa kamu tidak mengerti juga?. Aku sudah memeberikan apa yang kamu minta, kamu minta perusahaan ku, sudah kuberikan padamu dan begitu juga dengan rumah ku. Semuanya sudah keberikan kepadamu. Dan saat itu kamu sudah berjanji untuk menyudahi hubungan kita. Kenapa sekarang kamu menjadi se aneh ini sih?."

"Akan kukembalikan semuanya padamu Glen. Dan kembali lah padaku."

"Apa kamu gila?. Aku sudah menikah!, dan aku tidak akan pernah kembali padamu, mell. Kita sudah berpisah, aku ingin kamu memahami hal itu. Dan kalau sampai Amira tahu tentang hubungan kita ini dari mu, maka kamu tidak akan pernah aman, mell."Ancamnya. "Aku percaya kalau kamu tidak akan pernah setega itu kepada sahabat mu sendiri, sahabat yang sudah menganggapmu sebagai keluarga. Dan aku juga berharap kamu memahami kalau sebenarnya kamu yang sudah merebut aku dari Amira, jangan lupakan itu. Kamu berhutang kesalahan besar padanya." Tutur Glen dengan tegas. 

"Oke, baik." Ucap Melly dan langsung mematikan Hp nya.

"Sial!!." Glen menghentakkan tangannya mengekspresikan rasa kesal dan marahnya. Saat ini dia sangat merasa kacau. ternyata setelah menikah dengan orang yang dia cintai, hidupnya pun masih belum bisa setenang yang dia inginkan. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!