NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:678
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Dua puluh lima tahun Ryu Jin mengurung jiwanya di dasar jurang terlarang demi menahan kebangkitan Pedang Tulang Hitam. Namun, Aliansi Tiga Sekte membantai seluruh warga desanya demi menguras darah jiwa murni. ​Tetesan darah warga merobek segelnya. Sang Iblis Purba terbangun dengan mata membara. Mereka tidak tahu bahwa desa itu bukanlah pemukiman biasa, melainkan penjara tempat dikurungnya bencana abadi. Kini, pintunya telah terbuka, dan Ryu Jin siap menagih jiwa para penguasa benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEHANCURAN TIGA SEKTE

​Garis pantai Benua Barat telah berubah menjadi lautan api yang membara. Pasir pantai yang tadinya putih bersih kini mencair menjadi lahar kental berwarna keemasan, meletup-letup akibat luapan energi dari Formasi Pembantai Iblis Terakhir. Di atas lahar yang bergolak itu, gelombang petir biru kehitaman dan api teratai menyatu, membumbung tinggi hingga membelah lautan awan di langit malam.

​Di puncak benteng pantai, Dewi Lian Ji dan Master Yun Cang berdiri melayang di udara. Rambut mereka yang beruban akibat pembakaran darah murni berkibar liar. Wajah Lian Ji yang semula seanggun dewi kini tertutup jalur-jalur darah hitam yang mengalir dari mata, hidung, dan telinganya.

​"Mati kau, Iblis!" jerit Dewi Lian Ji dengan suara melengking penuh histeria.

​Lian Ji mengibaskan kedua lengannya. Ribuan Duri Teratai Darah bermata kristal tajam meluncur deras dari dalam formasi pantai, melintasi udara bagaikan badai hujan meteor keemasan!

​Pada saat yang sama, Master Yun Cang merentangkan tangannya, menyalurkan seluruh energi Inti Jiwa ranah Soul Formation Puncak miliknya ke dalam Kipas Tulang Awan yang terangkat tinggi.

​Jurus Terlarang: Badai Pedang Awan Pemotong Langit!

​Ratusan pedang angin raksasa berukuran sepuluh meter tercipta di atas langit, bergabung dengan ribuan duri teratai milik Lian Ji. Badai serangan gabungan itu mengguncang seluruh pesisir pantai, mengincar tubuh Ryu Jin yang baru saja melangkah turun dari atas perahu kayu hitam!

​DUAARR! DUAARR! DUAARR!

​Ledakan dahsyat bertubi-tubi menghantam pantai. Pasir lahar terlempar puluhan meter ke udara, menciptakan kawah-kawah raksasa yang terbakar oleh api spiritual. Asap hitam dan gejolak petir menyelimuti tempat Ryu Jin berdiri.

​Di balik kepulan asap ledakan yang pekat, Ryu Jin berdiri tegak.

​Namun, untuk pertama kalinya sejak ia keluar dari Desa Sunyi, pertahanan aura pasif milik Ryu Jin tidak sepenuhnya menahan seluruh serangan tersebut. Gabungan pembakaran darah dua praktisi ranah Soul Formation Puncak yang dibantu oleh kekuatan formasi raksasa sanggup mengikis lapisan aura hitamnya.

​KRAK!

​Sebuah duri teratai darah menembus aura pelindungnya, menyayat bahu kiri Ryu Jin!

​Jubah kelabu kusam yang dikenakannya robek di bagian bahu, memuntahkan beberapa tetes darah hitam yang menetes ke atas pasir lahar.

​Melihat tetesan darah hitam itu, Dewi Lian Ji dan Master Yun Cang tertegun sejenak di udara. Mata mereka melotot lebar, lalu binar harapan yang amat sangat mendadak meledak di dada mereka.

​"Dia terluka!" jerit Dewi Lian Ji seraya tertawa histeris dengan suara pecah. "Lihat! Tubuhnya bisa terluka! Dia bukan dewa tak tertandingi! Dia hanya manusia yang memiliki batas!"

​"Hahaha! Berhasil!" Master Yun Cang ikut tertawa gila, air mata darah mengalir membasahi pipinya yang kusam. "Formasi ini sanggup menghancurkan pertahanannya! Lian Ji, serang terus! Jangan beri dia kesempatan bernapas!"

​Asa yang tadinya padam sepenuhnya di dalam jiwa kedua penguasa sekte itu kini membara kembali. Rasa takut yang mencekik leher mereka berganti menjadi kegilaan bertarung yang tak terkendali. Mereka mengira Ryu Jin telah mencapai batas kekuatannya dan dapat dibinasakan jika mereka mengerahkan seluruh sisa kehidupan mereka dalam satu pukulan pemungkas.

​"Satukan Wujud Jiwa!" raung Yun Cang.

​Lian Ji dan Yun Cang melayang mendekat, menancapkan telapak tangan mereka satu sama lain di udara. Dua raksasa energi Soul Formation milik mereka meledak dari belakang tubuh, menyatu secara paksa menjadi sebuah raksasa energi kembar berkepala dua—Naga Teratai Awan setinggi lima puluh meter!

​Raksasa kembar itu memancarkan suhu panas yang sanggup mencairkan batu tebing dalam sekejap. Dengan raungan yang menggetarkan lautan, raksasa energi kembar itu meluncur turun dari langit, membawa seluruh sisa masa hidup dan Inti Jiwa Lian Ji dan Yun Cang untuk menghancurkan Ryu Jin hingga menjadi debu!

​Di dasar kawah pantai, Ryu Jin berdiri mematung.

​Ia menatap luka kecil di bahu kirinya. Ia mengangkat jari telunjuk tangan kanannya, mengusap sedikit darah hitam yang menempel di bahunya, lalu menatapnya dengan pandangan datar.

​Ryu Jin tidak meringis penderitaan. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa takut atau kebingungan.

​Sebaliknya, bibir Ryu Jin perlahan-lahan terangkat, mengukir sebuah senyuman—senyuman yang teramat dingin, sadis, dan tanpa belas kasihan sedikit pun.

​Hahaha...

​Tawa pelan keluar dari tenggorokan Ryu Jin. Tawa itu mula-mula halus, namun dalam beberapa detik berubah menjadi tawa bergema yang memotong deru angin badai dan raungan raksasa energi kembar di udara.

​"Kalian tertawa... hanya karena berhasil memberi sedikit luka di bahuku?" suara Ryu Jin bergaung pelan, namun mampu membuat lahar membara di sekelilingnya mendadak membeku menjadi batu hitam secara instan.

​Mata merah darah Ryu Jin membara pekat, menembus kegelapan asap ledakan.

​"Aku membiarkan serangan kalian menyentuhku... hanya untuk melihat seberapa besar harapan yang bisa kalian ciptakan sebelum aku menghancurkannya," bisik Ryu Jin dingin.

​Ryu Jin menggenggam penuh gagang Pedang Tulang Hitam di punggungnya.

​Untuk pertama kalinya dalam sejarah pembantaian Tiga Sekte Besar, Ryu Jin menarik pedang terlarang itu keluar dari sarungnya... sembilan sentimeter.

​KLIK-CRAAAAAAK!

​Suara dentang itu begitu dahsyat hingga suara raungan raksasa energi kembar milik Lian Ji dan Yun Cang seketika bungkam secara mendadak!

​Langit malam di atas Benua Barat terbelah oleh retakan dimensi berwarna merah kehitaman. Dari celah sembilan sentimeter Pedang Tulang Hitam, sebuah wujud bayangan raksasa mencuat keluar—sesosok Cakar Iblis Purba setinggi ratusan meter yang dipenuhi oleh rantai-rantai tulang kehitaman!

​DUAARR!

​Cakar Iblis itu menebas ke bawah secara vertikal!

​Raksasa energi kembar Naga Teratai Awan milik Lian Ji dan Yun Cang yang meluncur turun dari langit seketika terbelah dua di udara! Seluruh api teratai dan kilat badai yang dibentuk dari pembakaran Inti Jiwa mereka hancur berkeping-keping menjadi partikel cahaya redup yang hilang ditiup angin.

​"A-APA?!" jerit Lian Ji dan Yun Cang serentak saat wujud Soul Formation mereka hancur berkeping-keping.

​Mereka memuntahkan sekantong darah segar, tubuh mereka meluncur jatuh dari udara dan menghantam pasir pantai dengan keras.

​Belum sempat Lian Ji dan Yun Cang memulihkan kesadaran dari rasa sakit yang membakar tubuh mereka, sebuah bayangan melintas di atas mereka dengan kecepatan yang melampaui batas pikiran.

​SSSTTT!

​Ryu Jin berdiri di antara mereka berdua.

​Tanpa ucapan sedikit pun, Ryu Jin mengayunkan kedua tangannya. Tangan kirinya mencengkeram leher Dewi Lian Ji, sementara tangan kanannya mencengkeram wajah Master Yun Cang secara bersamaan!

​"Ugh! A-Ampun..." rintih Dewi Lian Ji. Paras cantiknya yang semula dipuja ribuan murid kini tertutup tanah dan darah, air mata ketakutan membasahi pipinya saat jari-jarinya yang halus mencoba melepas cengkeraman cakar besi Ryu Jin di lehernya.

​"Aku... aku berjanji akan menyerahkan seluruh harta... wanita... dan wilayah Benua Barat padamu..." rintih Yun Cang dari balik cengkeraman tangan Ryu Jin.

​Ryu Jin menatap dua penguasa tertinggi yang sedang berlutut kaku di bawah cengkeraman tangannya.

​Wajah Ryu Jin tetap dingin tanpa belas kasihan. Harapan yang sempat muncul di hati Lian Ji dan Yun Cang beberapa menit lalu kini dihancurkan secara mutlak, digantikan oleh keputusasaan yang sepuluh kali lebih menyiksa.

​"Kalian tidak punya apa-apa lagi untuk ditawarkan," kata Ryu Jin datar. "Jiwa kalian... adalah pembayaran terakhir untuk Desa Sunyi."

​CRES!

​Dengan gerakan yang teramat sadis dan dingin, Ryu Jin menancapkan jari-jarinya masuk ke dalam dada Lian Ji dan Yun Cang serentak!

​"AAARGHHH!"

​Jeritan penderitaan yang memilukan bergema di sepanjang pantai saat Ryu Jin menarik secara paksa Bayi Jiwa milik Lian Ji dan Yun Cang keluar dari tubuh fisik mereka dengan tangan telanjang!

​Ryu Jin menjejalkan kedua Bayi Jiwa yang melolong histeris itu langsung ke celah sembilan sentimeter Pedang Tulang Hitam.

​CZZZZZT!

​Suara daging terbakar dan jeritan penderitaan dua penguasa sekte yang dilumat habis oleh pedang iblis terdengar selama beberapa detik sebelum akhirnya lenyap sepenuhnya. Tubuh fisik Lian Ji dan Yun Cang yang kehilangan jiwa seketika keriput, mengering menjadi dua mayat tanpa darah yang roboh kaku di atas pasir pantai.

​GZZZZZZ!

​Ukiran pada sarung Pedang Tulang Hitam meledak dalam pancaran cahaya merah yang teramat dahsyat! Sebuah ukiran mata baru terbuka lebar di dekat pangkal sarungnya—Mata Ke-Tujuh!

​Tiga Sekte Besar yang menguasai benua selama ratusan tahun kini resmi musnah sepenuhnya dari muka bumi. Tidak ada pimpinan, tidak ada tetua, dan tidak ada markas yang tersisa.

​Ryu Jin mendorong kembali pedangnya masuk rapat ke dalam sarung.

​Saat menyerap jiwa Dewi Lian Ji, sisa-sisa ingatan terakhir dari sang dewi mengalir masuk ke dalam pikiran Ryu Jin. Di dalam ingatan tersebut, Ryu Jin melihat gambaran perjalanan Bahtera Dimensi Rahasia yang membawa anak-anak warisan mereka melintasi ruang menuju Benua Luar.

​Gadis muda berwajah mirip Lian Ji—putri kandung Lian Ji yang bernama Lian Xue—terlihat memegang jimat batu ungu, meluncur menuju sebuah sekte raksasa yang menjadi dalang sejati di balik seluruh pembantaian ini:

​Sekte Iblis Langit Merah di Benua Luar.

​Bibir Ryu Jin mengukir senyuman tipis yang dingin.

​Ia tidak berniat membiarkan satu pun benih warisan dari sekte ini hidup. Ke mana pun mereka berlari, ke benua mana pun mereka bersembunyi, pedangnya akan selalu menemukan leher mereka.

​Ryu Jin membetulkan ikatan jubah kelabunya yang tertutup serbuk darah, melangkah melewati dua mayat kering Lian Ji dan Yun Cang, lalu mulai berjalan menyusuri garis pantai Benua Barat. Langkah kakinya membawa takdir kematian menuju pelabuhan Benua Luar—memulai babak perburuan berikutnya yang jauh lebih luas dan berdarah.

1
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
saling support yo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!