NovelToon NovelToon
Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:528
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Pertanyaan

Ponsel langit bergetar, sebuah telepon masuk dan diangkatnya.

"Halo Langit." Ujar suara di sebrang telpon.

"Iya bang" sahut langit dengan malas.

"Udah ketemu Cherry?" Tanya suara itu lagi.

"Udah udah, Lo tenang aja bang orangnya jarak 200 meter dari gue"

"Lo awasin dia terus ya, kalau ada apa apa kabarin, sori gue ngerepotin nih, soalnya gue lagi ribet banget sama team, masalahnya pertandingan tinggal 3 hari lagi, tar gue traktir deh." Ujar Kevin dari sebrang telepon.

"Iya bang, siap siap." Sahut Langit.

"Okey makasih bro"

"Sama sama bang"

Langit memandangi Cherry dan Dion yang berada di dalam Cafe, kebetulan Cafe itu tembus pandang karena dibangun dengan kaca tebal tembus pandang di sekeliling bangunannya, ia membuka bungkus rokok kemudian mengambil sebatang rokok dan menghisapnya.

Tangannya mulai mengetik pesan WhatsApp kepada seseorang.

"Lo sama Cees Lo emang gila semua, disini gue udah kayak penguntit" Tulisnya, ia mengirim pada seseorang yang ia namai dengan Jagat.

Seketika balasan WA dari jagat muncul "Besok Cantika gue balikin"

"Kampret lo penculik gila, awas kalau rambut Cantika ilang satu helai aja, Lo bakal mampus." Balas langit pada Jagat.

"Iya" balas Jagat singkat.

***

Dion dan Cherry mulai makan, disela sela makan Dion menyodorkan sendok untuk menyuapi Cherry, Cherry menerimanya walau dengan hati tak tenang, tatapan matanya sering mencuri pandang keluar Cafe, mencari Langit.

Entah mengapa hadirnya Langit dihari itu mengusik hatinya.

Selesai makan keduanya pun berbincang, percakapan itu terasa kurang seru bagi Cherry, ia merasa kecewa karena yang ia tunggu adalah pertanyaan sederhana dari Dion.

Dion sama sekali tak menanyai keadaannya yang bermata sembab Karena habis menangis.

Cherry sempat berfikir mungkin Dion memang sengaja karena tak mau memantik kesedihan Cherry, tapi dia juga berfikir apa memang Dion tidak peka.

"Ah udahlah mungkin Dion memang gak mau aku tambah sedih" Katanya menghibur diri sendiri di dalam hati.

Selepas makan mereka bersepeda dan berselfie di beberapa spot foto, Cherry merasa sangat senang, ini adalah kali pertama ia bisa kencan dengan Dion tanpa was was akan dipergoki Kevin.

Setelah puas berkeliling, mereka kembali ke Cafe untuk melepas dahaga dengan minum jus.

"Riana mana ya Di?" Tanya Cherry di sela sela obrolannya dengan Dion.

Ia merasa sudah sangat lama Riana pergi, dan belum kembali juga.

"Tadi aku suruh dia pulang duluan, soalnya aku pengen banget anter kamu pulang." Ujar Dion mengutarakan harapannya.

Cherry terkaget kaget bisa bisanya Dion dengan seenaknya menyuruh Riana pulang duluan, tanpa meminta persetujuannya.

"Di kamu apa apaan sih, ini gak sesimpel anter aku pulang, harusnya kamu tanya aku dulu dong." Bibir Cherry bergetar menahan rasa kecewa. Ia meremas sisi celananya menahan kekecewaan dan sedikit perasaan cemas.

Dion terdiam mencerna mimik wajah Cherry yang terlihat berubah.

"Maaf Cey, aku fikir kamu bakal seneng kalau Kita bisa pulang bareng." Ujar Dion menyesal.

"Aku seneng bisa bareng sama kamu hari ini, tapi bukan gini skenario akhirnya Dion, kan kamu tau sampe saat ini Kevin masih gak suka sama hubungan kita ini, aku gamau buat masalah."

Cherry membuka Ponselnya lalu bergegas menelpon sahabatnya.

Beberapa detik ditunggunya tak ada jawaban dari sebrang telepon. Cherry mulai panik di teleponnya lagi Riana berkali kali, hingga pada percobaan yang keempat telepon itu tersambung.

"Ri Lo dimana sih?" Tanya Cherry panik, ia tak mau ditinggalkan, terlebih harus pulang bersama Dion lebih baik ia terjun saja kejurang, daripada harus pulang bersama Dion, kalau Kevin tau entah apa yang akan terjadi.

"Gue di parkiran baru aja mau balik." Jawab Riana.

"Balik lagi please, kok lo tega sih ninggalin gue" Ujar Cherry menahan tangisnya.

Riana menyadari suara sahabatnya yang bergetar, iapun merasa kaget dan bersalah "Iya iya gue balik ya, loe santai aja disitu, tunggu sebentar, jangan nangis."

"Iya gue tunggu." Ujar Cherry lemas.

Dion memandang Cherry keheranan, ternyata Cherry memang setakut itu dengan Kevin. Ia tak menyangka reaksi Cherry akan sebegitunya.

"Cherry maafin aku ya, kamu beneran takut banget ya sama Kevin?"

Cherry hanya terdiam menahan kesal, ia mengusap wajahnya dengan sebelah tangannya. Bertemu Dion diam diam tanpa sepengetahuan Kevin saja sudah membuatnya merasa agak bersalah, apalagi harus pulang bareng bersamanya.

Dion dengan sabar menunggu jawaban Cherry.

"Bukan rasa takut seperti yang mungkin kamu bayangin Di, tapi sengaja cari masalah dan buat Kevin marah gak akan pernah bisa aku lakuin, di dunia ini Kevin itu segalanya buat aku, aku harap kamu bisa ngerti." Ujar Cherry.

Dion merasa sangat menyesal, dia lupa kalau Cherry berbeda dari yang lain. Bukan tipe yang bisa Rebel dan menuruti kemauannya.

Jika difikir secara logika memanglah sangat wajar kalau Cherry akan menurut pada Kevin, karena Kevin adalah kakaknya yang tumbuh dan bersamanya dari kecil, sedangkan Dion memang bagian penting namun bukan inti dari hidupnya.

"Maafin aku ya Cher" Sesalnya.

Cherry tertunduk dan mengangguk lemah.

"Cherry....." Panggil Riana sesaat saat tiba di Cafe.

Cherry berdiri dan memeluk sahabatnya. "Ri gue takut banget"

Riana menepuk nepuk halus punggung Cherry "Gapapa gapapa, I'm here, maafin gue ya, gue kira Loe udah setuju mau pulang bareng Dion."

Cherry menggeleng "Bukan gamau Ri, tapi you know lah Kakak gue gimana."

Riana tertawa "Hahaha iya iya, udah jangan sedih lagi, mending makan es krim dulu sebelum pulang."

"Iya Cher kita makan es krim dulu ya, sebagai permintaan maaf aku beliin banyak es krim ya buat kamu." Dion bergegas menuju stand Es krim yang tak jauh dari Cafe.

"Jahat banget Lo Ri, kalau sempet lo udah pulang, mau gak mau gue nanti harus pulang sama Dion." Cecar Cherry kesal.

"Sori sori, abis si Dion kayak meyakinkan banget bilangnya, kata dia Lo udah setuju pulang bareng dia." Ujar Riana sambil mengatupkan kedua tangannya. "Sorry banget ya sayangku"

Cherry tertunduk "Dia juga gak sepenuhnya salah sih Ri, gue ngerti banget juga perasaan Dion, selama ini emang susah banget buat Dia bisa jalan bareng gue."

"Nah itu Lo ngerti, sabar ya, lo juga pasti bingung Cher, di satu sisi Kevin Kakak kesayangan Lo, di sisi lain Dion juga pacar Lo iya kan" Riana berusaha menghibur Cherry.

Cherry tersenyum tipis "Emang lo paling ngerti perasaan gue Ri, makasih ya." Ujar Cherry tulus.

"Nasib banget sih jadi Rapunzel" Kata Cherry lagi meratapi nasibnya. Membuat Riana terkekeh.

"Kalau gue jadi loe, mending gue jomblo aja deh, tapi punya gebetan banyak, iya gak" Ledek Riana.

Mereka akhirnya tertawa bersama.

***

Langit melihat jelas Cherry keluar dari Champ Gunung Pinus bersama Riana dan Dion.

Ia bersembunyi di tempat yang tak terlihat oleh mereka. Demi Kevin hari ini ia cosplay menjadi bodyguard diam diam. Lebih ke penguntit kalau menurutnya.

Setelah memastikan Cherry masuk ke mobil Riana dan melihat mobil itu berlalu pergi, ia bergegas menuju mobilnya sendiri.

Ia melangkah pelan dan santai sambil masih menghisap sebatang rokok di tangannya.

"Langit" Panggil sebuah suara dari arah belakang.

Dia menghentikan langkahnya lalu membalik badannya.

"Eh elo" Sahutnya "Apaan?"

"Gue gak tau alesan Lo disini apa, tapi gue harap Kevin gak sampe tau hari ini Cherry jalan sama gue, gue gamau Cherry ada apa apa" Ujar Dion dengan tatapan mata penuh ancaman.

Langit hanya tersenyum sinis, ia melihat Dion dari atas sampai bawah kemudian membuang puntung rokok yang di pegangnya dan menginjaknya.

"Kenapa, lo takut?" Hari ini lo ajak dia sembunyi sembunyi kesini apa gak ngerasa berdosa hah?" Kata Langit memandangnya remeh.

Dion meremas tangannya, ia sadar bahwa ternyata Langit memang diutus oleh Kevin.

Langit bukan tipe yang akan pergi sendirian ke tempat seperti ini, terlebih Langit yang ia tau tak pernah antusias terhadap apapun selain musik dan kucing, Dion sangat mengenalnya.

"Apa urusannya sama lo Langit, sebenernya apa yang lo mau dari Kevin sampe lo jadi kaki tangannya gini."

"Urusan Cherry itu urusan gue." Ucap langit datar.

Dion terkejut "Maksud Lo apa? Apa hubungan Lo sama Cherry?" Katanya sedikit berteriak.

"Hubungan, Lo beneran mau tau? denger ya Dion gue masih sabar saat ini lo rebut dia dari gue, tapi Lo tunggu aja hari hari bahagia lo gak akan lama lagi." Jawab langit dingin dan menusuk.

Dion tak bisa mencerna kata kata Langit, jelas jelas ia yang merupakan pacar Cherry, kenapa dia yang dituduh merebutnya. Dia rasa Langit sudah gila.

"Hah, gue ngerebut dia? Jelas jelas tadi gue liat lo yang godain dia, gue pacarnya, udah setahun kami pacaran."

"Mau setaun kek, berapa tahun, itu gak pernah masuk itungan, Cherry itu sejak awal milik gue Dion, nanti lo bakal tau sendiri kenyataannya." Kata Langit dengan tenang dan penuh percaya diri.

Langit berjalan menjauh meninggalkan Dion, yang kini termangu penuh tanda tanya.

***

Cherry tiba dirumahnya menjelang malam. Riana hanya mengantarnya sampai gerbang karena Maminya sudah sibuk menelpon dan menyuruhnya untuk pulang. Katanya malam nanti keluarga Riana ada jamuan makan malam penting bersama kolega bisnis Ayahnya.

Pak Doni yang sedang nonton TV di pos satpam buru buru membukakan gerbang untuk Cherry, sambil menyelidik dan melihat ke arah mobil Riana.

"Kenapa Pak?" Tanya Cherry.

"Enggak non enggak" Kata Pak Doni terlihat kikuk.

"Sama Riana aja kok Pak"

"Siap non, maaf ya non soalnya tuan muda tadi pesen kalau ada yang aneh suruh laporan." Kata Pak Doni masih kikuk dan tegang.

Cherry tertawa kecil "Iya iya Cherry ngerti kok Pak Don, nanti laporin ya ke Kakak, Cherry udah pulang dengan selamat."

"Siap non" Ujar pak Doni sigap.

Cherry berjalan menyusuri halaman rumahnya yang sangat luas, sambil berlari kecil, memburu pintu rumahnya, ia melirik ke garasi hanya ada 2 mobil yang terparkir, dan satu motor matic tandanya Ayah dan Ibu tak ada dirumah, begitupun Kevin.

Hatinya merasa lega, setidaknya bisa menghindari pertanyaan pertanyaan klise dari kakaknya untuk sementara waktu.

Ia buru buru masuk ke kamarnya untuk bersih bersih dan mandi. Setelah memakai piyama kebangsaannya Cherry menyisir rambut dan rebahan.

Tanpa Cherry sadari selang beberapa saat setelah Cherry masuk ke rumah, mobil hitam milik Langit berhenti di depan gerbang rumahnya. Langit turun lalu bertanya pada Pak Doni.

"Maaf pak, apa Cherry udah sampe rumah?" Lelaki berpenampilan casual itu bertanya dengan sopan.

Pak Doni memperhatikan Langit dari atas sampai bawah, meskipun berpenampilan sangat simpel, ia bisa merasakan aura yang tak biasa dari anak muda ini, Pak Doni langsung sadar kalau Langit pastilah bukan anak orang sembarangan.

"Udah den, barusan aja masuk, apa mau saya bukain gerbangnya den?" Tanya pak Doni tak kalah sopan.

Langit menggeleng "Gak usah pak, saya cuma mastiin aja dia udah sampe dengan selamat."

Pak Doni tersenyum simpul sambil mengangguk angguk "Jangan jangan aden ini pacarnya non Cherry ya?"

Langit menggeleng "Bukan pak, saya temennya Kevin." ujarnya.

"Oh gitu den, apa ada pesen buat non Cherry atau den Kevin?" Tanya Pak Doni.

Langit menggeleng lagi "Aman pak, gak ada kok" katanya.

"Yaudah lanjut aja ya pak, saya pulang dulu" Kata Langit pamit bergegas untuk masuk ke mobil dan mulai berkendara pulang.

"Syukurlah tuan putriku udah sampe" batin Langit lega.

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Semangat terus Kak nulisnya... 💪💪💪
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Oooh... Lagi dicomblangin ceritanya... 🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waduuuh... Setahun 12 kali diselingkuhin?
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!

Ya Salaam... 🗿🗿🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!