(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~08.
...🔥🔥🔥🔥...
...(Tiga hari kemudian)...
"Uhh...."
...Hanya berbalut kain seprei berwarna hitam. Alexa perlahan membuka mata menatap atap villa yang nampak asin. Pikirannya belum sepenuhnya sadar dan masih ia masih menebak-nebak dalam hati dia sedang berada dimana? Dan bersama siapa?...
"Aduh... kepalaku."
...Alexa mencoba bangkit dan duduk diatas kasur. Mata indahnya mulai melirik ke sekeliling kamar dan menyadari ia tidak berada di dalam kamarnya sendiri. Barulah semua kejadian terakhir kali ia bersama Stevan dan pria tua itu teringat jelas....
"Tega kamu Stevan..." lirih Alexa memeluk lututnya dan mulai menangis pilu.
...Tetapi beberapa saat kemudian ia ingat, ia harus pergi sebelum bertemu dengan pria tua yang ia pikir sudah menghabiskan malam bersamanya. Alexa bergegas turun dari kasur, memakai kembali pakaian seksinya, kemudian menulis nomor rekening di semua surat....
"Dia ingin melihatku seperti ini, maka akan aku jalani sepenuh hati," gumam Alexa meletakan surat yang sudah ia tulis diatas nakas, kemudian pergi meninggalkan villa mewah itu.
*
*
*
...Di sisi lain, tepat di meja makan. Emily dan Nyonya Eta terus membicarakan Alexa yang tak pulang selama tiga hari berturut-turut. Mereka menghina dan menjelekan Alexa habis-habis di hadapan Stevan yang sedang galau memikirkan kemana pria itu membawa Alexa pergi....
"Stevan, kalau wanita liar itu pulang, ceraikan dia. Mama tidak mau menapungnya disini. Menjijikan."
"Iya sayang. Padahal kamu sudah baik ingin mencari jalan keluar demi menjadikannya ibu. Dasar tidak tau diri."
Brak!
...Stevan mengebrak meja mengejutkan mereka, lalu bangkit....
"Hentikan ocehan kalian. Aku ini sedang pusing memikirkan kemana istriku pergi!" bentak Stevan marah menatap mereka berdua secara bergantian.
Brak!
Nyonya Eta ikut mata dan mengebrak meja."Dasar anak tidak punya otak! Istrimu itu bukan wanita baik-baik. Itulah kenapa sejak awal Mama menolak pernikahan kalian. Tapi kamu. Kamu memuja wanita mandul itu layak Dewi! Untung ada Emily, kalau tidak, Mama akan mati tanpa melihat cucu Mama!" balas Nyonya Eta kalah marah.
"Iya sayang, benar kata Mama," timpal Emily memasang wajah lugu, padahal di dalam hati ia sangat gembira dan berharap Alexa tidak perlu pulang untuk selamanya.
"Kalian-"
"Permisi Nyonya Besar, Tuan Muda dan Nyonya Muda," potong pelayan berjalan ke arah mereka dengan cemas, segera menunduk.
"Ada apa?" tanya Nyonya melirik kesal ke arah pelayan itu.
"I-itu, Nyonya Alexa sudah kembali," jawabnya terbata-bata.
...Mendengar Alexa sudah kembali, hati Stevan langsung terasa lega. Ia berjalan pergi meninggalkan meja makan tanpa berkata apa pun....
"Ma, ayo kita susul," ajak Emily tak sabar segera mengikuti Stevan, begitu pun dengan Nyonya Eta.
...Sesampainya di depan pintu rumah. Mereka berdiri terdiam penuh penasaran menanti Alexa yang masih berada di dalam taksi membayar ongkos. Tak lama, pintu taksi pun terbuka dan Alexa pun turun....
"Kau?!" pekik Nyonya Eta terkejut melihat sekujur tubuh Alexa yang penuh dengan bekas cupang. Ia segera maju dan meraih rambut Alexa."Dasar wanita menjijikan! Kau berani pulang membawa bekas percintaan mu dengan pria liar itu kesini?!"
Emily tersenyum puas menatap calon ibu mertuanya yang sedang mengamuk."Wanita lampir itu benar-benar menepati janjinya. Pasti setelah ini, Stevan akan langsung menceraikannya," pikir Emily.
...Stevan terdiam tak sanggup berkata apa-apa menatap ibunya yang tengah marah dan menarik rambut Alexa. Ia dilanda dilema, antara kembali menerima Alexa, atau menceraikannya saat ini juga. Ia tak sanggup membayangkan seberapa permainan ganas pria malam itu hingga membuat istrinya menjadi kacau begini....
"Lepaskan!" jerit Alexa mencoba membebaskan diri dari cengkraman ibu mertuanya.
"Aku tidak akan melepaskan kamu lacur! Karena hari ini juga, aku akan pastikan kau diceraikan oleh putraku!" teriak Nyonya Eta terus menarik, memukul kepala Alexa.
...Mendengar kata perceraian, emosi Alexa langsung meledak. Ia membalas meraih rambut ibu mertuanya, lalu membantingnya ke atas lantai, membuat semua pelayan dan Emily terkejut dengan aksi beraninya itu....
Bug!
"Aaakhhhh!"
"Kalau mau cerai! Iya cerai saja! Lagian kalian pikir aku mau, membagi pria bekas wanita lain?! Tidak akan. Karena itu sangat menjijikan!" pekik Alexa, amarahnya berapi-api menatap sang ibu mertua yang terduduk tak berdaya diatas lantai.
Swos.
Plak!
Bruk!
...Stevan dengan kasar menarik lengan Alexa, lalu melayangkan satu tamparan kuat hingga Alexa terjatuh dan terduduk diatas lantai. Akibat tamparan itu, sudut bibir Alexa robek, dan mengeluarkan cairan merah....
"Kau bilang aku menjijikan?! Lalu kau. Kau apa, hah?!" bentak Stevan.
"Semua yang terjadi karena kamu! Kamulah yang-"
Vroom!
...Suara deru mobil sport berwarna hitam memotong perkataan Alexa. Disusul beberapa mobil Wagon g63 dari belakang mengawalnya dengan ketat. Hal itu Menarik semua perhatian mereka secara bersamaan melirik ke arah pintu gerbang dengan penasaran dan bertanya-tanya dalam hati, siapakah itu?...
...(Bersambung)...