Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 15
"Eh itu Sahara kan?"tanya salah satu mahasiswa yang masih berada di parkiran.
Dan mereka melihat Sahara baru saja datang dengan motor besar dan juga style Sahara yang semakin keren dengan jaket kulitnya. Selain cantik, Sahara juga anak yang cerdas di kampusnya. Dia juga di kenal sebagai mahasiswi yang huble dan memiliki banyak teman. Tapi tak sedikit mahasiswi yang merasa iri dan cemburu melihat Sahara.
"iya anjrittt... Keren banget dia, mana motornya itu loh!"jawab yang lain.
"Dia memang suka balapan kan? Tapi aku merasa kasihan dengan nasibnya ya. Padahal dia anak orang kaya tapi harus hidup susah dan berjuang jadi pembalap jalanan untuk tambahan biaya kuliahnya,"ujar yang lain.
"Jangan bicara seperti itu di depan dia. Dia akan tersinggung. Karena Sahara tidak suka di kasihani,"jawab pria bernama Galih.
"Sahara!"panggil Galih. Sahar berhenti dan mencari sumber suara yang memanggilnya.
"Apaan Lih?"tanya Sahara.
"Sini bentar!"panggil Galih.
Sahara yang akan menuju kelasnya, akhirnya berbalik dan berjalan ke arah Galih juga teman-temannya.Galih merupana salah satu mahasiswa poluler di kampus. Dan Sahara berteman dengan Galih, sejak pria itu dua kali kalah balapan dari Sahara.
"Ada apaan? Jangan sampai abis ini aku malah di datangi para fans kamu. Di kira ganjen dan mendekati seorang Galih Laksana. Si pria idaman para mahasiswi,"tanya Sahara membuat semua teman-teman Galih tertawa.
Karena memang sudah beberapa kali saat dia mengobrol dengan Galih, pasti saja akan ada mahasiswi yang melabrak dia.
"Halah, sudah biasa ini kan?"kekeh Galih membuat Sahara mencebikkan bibirnya kesal.
"Kamu dapat motor darimana? Ngerampok?"ledek Galih.
"Hasil Begal!"jawab Sahara kemudian dia pergi dari sana.
Karena ternyata Galih memanggil dia untuk pertanyaan yang tidak penting. Galih yang melihat Sahara kesal segera berlari dan menyusul Sahara.
"Idih, gitu aja marah! Cepet tua nanti!"ledek Galih.
"Bodo amat! Mau kemana kamu?Sana lah! Jangan ikutin aku! aku sedang males meladeni para fans berat kamu!"jawab Sahara.
"Bagus lah biar terbiasa mental kamu di pupuk sedari dini. Kalau nanti punya suami keren kan sudah terbiasa menghadapi para ulat-ulat yang mencoba menggatal kepada suamimu itu!"jawab Galih membuat Sahara geleng kepala.
"Galiiihhh..."panggil seorang wanita di belakang mereka.
"Fans kamu mulai datang, aku pergi duluan Bye!"ujar Sahara akan kabur.
"Astaga! Emang iseng bener kamu ini! Aku sedang males untuk berdebat dengan siapapun saat ini!"kesal Sahara saat Galih malah menarik tangannya sehingga Sahara tidak bisa pergi. kemudian mereka berbalik melihat siapa yang memanggil Galih.
"Mau ngapain wanita itu datang ke kampus ini? Apa kamu mengundang dia datang kesini? Bukannya dia sekolah di kampus sebelah kan?"tanya Sahara kepada Galih saat melihat Citra lah yang datang dan memanggil Galih.
"Kamu kenal dia? Sepertinya aku pernah bertemu dia Minggu lalu di cafe saat nongkrong bersama dengan yang lain. Aku bahkan tidak tau namanya! Tapi kenapa dia tau namaku?"tanya Galih bingung.
"Dia anak tiri dari istri kedua ayahku,"jawab Sahara membuat Galih malah semakin mengeratkan genggamannya kepada Sahara.
"Galih..."panggil Citra tersenyum lebar setelah mendekat ke arah Galih.
Tapi tatapannya tertuju kepada Sahara dan juga tangannya yang di genggam oleh Galih. Rasanya dia tidak suka melihat hal itu. Dia benci kepada Sahara.
"Siapa ya? Aku bahkan tak kenal kamu!"jawab Galih.
"Aku Citra, kita bertemu Minggu lalu di cafe. Dan mulai sekarang aku kuliah disini. Dan kita bisa bertemu setiap hari,"jawab Citra penuh percaya diri.
"Oh begitu, ya sudah bye. karena aku harus masuk kelas dulu. Ayo sayang,"ajak Galih kepada Sahara membuat Citra kaget bukan main karena Galih memanggil Sahara sayang. Sedangkan Sahara hanya bisa menggelengkan kepalanya saja karena ulah iseng dari Galih.
"Hahaa... Kamu tadi liat nggak ekspresi wajah dia? Kaget banget keliatannya!"tawa Galih pecah.
"Serah dah! Yang pasti mulai sekarang tau anak akan selalu membuat ulah denganku karena kamu! Dia pasti menyangka kita beneran ada apa-apa. Nggak ada apa-apaan aja dia selalu nyari perkara!"jawab Sahara.
"Beneran Pacaran malah jauh lebih bagus kan? Kan? Gimana?"jawab Galih dengan mata penuh harap kepada Sahara.
"Astaga! Sepertinya kamu sakit! Sudahlah, aku mau ke kelas dulu! Byeee..."jawab Sahara meninggalkan Galih yang menatap punggungnya menjauh.
Galih memang memiliki perasaan lebih kepada Sahara. Hanya saja gadis itu malah selalu menganggap jika mereka teman. Dan memang dia tak pernah mau memiliki komitmen dengan siapapun. Galih mengagumi semua yang ada pada Sahara.
Bahkan dia juga dekat dengan Mama Rianty. Karena beberapa kali pernah datang saat dia di rawat di rumah sakit karena mengalami drop saat usaha yang baru mulai berkembang ada yang membakarnya. Berkali-kali usaha yang di lakukan oleh Rianty selalu mengalami kegagalan di tengah jalan.
Rianty tau akhir-akhir ini jika yang melakukannya adalah Sandy. Dan alasan dia ingin bertemu dengan Sandy adalah untuk bertanya masalah itu dan juga masalah pernikahannya yang masih digantung statusnya.
"Ra..."Panggil Vena.
"Ya.."jawab Sahara saat mereka sedang makan di kantin.
"Kamu bukannya lagi nyari pekerjaan part time ya? Aku dengar dari saudara aku PT Bimantara sedang menerima lowongan kerja untuk pekerja part time. Kalau kamu minat besok bisa datang langsung kesana membawa CV,"ujarnya.
"Serius kamu Ven? Makasih banget infonya ya. Aku besok akan melamar kerja disana. Semoga saja ada rezekinya buat tambah-tambah. Lagian balapan juga nggak tiap Minggu ada yang ngajak. sedangkan kebutuhan makan dan sehari-hari kan setiap hari,"Kekeh Sahara.
"Aku doakan semoga saja kamu di terima bekerja disana. Walau memang cukup sulit karena kamu tau sendiri itu adalah perusahaan besar. Dan banyak orang yang mau bekerja disana. Tapi aku yakin kamu bisa,"jawab Vena.
"Amin, di terima atau nggaknya gimana nanti aja. Yang terpenting sekarang adalah aku sudah mencobanya. Masalah hasil balik lagi ke hoki,"kekeh Sahara.
"Semangat ya Sahara..."Vena memberikan semangat kepada temannya itu.
Sahara mengangguk dan memang dia harus mulai mencari pekerjaan. walau biaya kuliah semuanya karena beasiswa. Tapi dia juga harus mulai mencari uang tambahan untuk tabungannya. apalagi semenjak mengalami banyak kegagalan dalam usahanya Mama Rianty sering sakit. Mungkin karena kepikiran, apalagi mereka menggunakan uang tabungan yang mereka miliki untuk membangun usahanya. Setiap ada usaha yang Mulai berkembang pasti akan tiba-tiba gulung tikar. Dan Mama Rianty yakin jika yang melakukannya adalah Sandy.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶