NovelToon NovelToon
London’S Heart Surgeon

London’S Heart Surgeon

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Pernikahan rahasia / Kehidupan alternatif
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: AEERA-ALEA

novel dengan universe berbeda dari novel
"hazel lyra raven", dimana pharma dan Lyra bisa bersama tanpa ada ledakan

Dokter Lyra (27), spesialis anak, dipindahtugaskan ke Rumah Sakit Delphi di London. Di sana, ia harus berhadapan dengan Pharma Andrien, kepala rumah sakit sekaligus spesialis saraf yang dijuluki "Ice King" karena sifatnya yang sangat cuek, dingin, dan perfeksionis di depan staf medis.
​Namun, segalanya berubah saat mereka sedang berduaan. Di balik pintu tertutup, Pharma berubah drastis menjadi sosok yang sangat clingy dan manja hanya kepada Lyra. Kini, Lyra harus berjuang menjaga profesionalitas di rumah sakit sambil menghadapi tingkah "muka dua" atasannya yang tidak bisa jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AEERA-ALEA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Lyra menyandarkan kepalanya di sandaran kursi taksi hitam khas London Black Cab yang terasa jauh lebih luas daripada taksi di Bandung. Ia memperhatikan rintik hujan yang mulai membasahi kaca jendela, memburamkan pemandangan bangunan-bangunan tua nan megah di sepanjang jalan.

​Sopir taksi, seorang pria paruh baya dengan aksen British yang sangat kental, melirik Lyra dari kaca spion tengah.

​"Anda dokter yang tadi di berita itu, ya? Aksi yang hebat, Nona. Tidak semua orang bisa tetap tenang di atas sana," ujar sang sopir sambil tersenyum ramah.

​Lyra tersentak kecil, memaksakan sebuah senyum sopan. "Terima kasih, Pak. Saya hanya beruntung bisa membantu tepat waktu."

​Begitu ia memalingkan wajah kembali ke jendela, batinnya langsung meledak hebat.

​> DEMI APA?! Jerit Lyra dalam hati. Baru sepuluh menit keluar bandara, sopir taksi aja udah tahu?! Gue beneran viral ya? Aduh, jangan-jangan muka gue yang lagi keringetan dan panik tadi terpampang jelas di semua portal berita London! Mana kacamata gue agak miring lagi di foto pasti. Sialan, dokter syalan! Malunya sampe ke ubun-ubun!

​Ia merogoh tasnya dan mengeluarkan ponsel. Benar saja, notifikasi WhatsApp-nya hampir meledak.

​Layla: "LYRAAAA!!! LO MASUK BERITA INTERNASIONAL?! SUMPAH ITU LO KAN?! MUKA LO KAYAK LAGI MAU NELEN ORANG TAPI TETEP CAKEP!! PROUD OF YOU, DOKTER HEROIK!!"

​Mira: "Ly, lo gila! Gue liat di Twitter, video lo lagi nanganin bocah itu udah di-retweet ratusan ribu kali. Persiapan mental ya, kayaknya besok di Delphi lo nggak bakal bisa jalan dengan tenang!"

​Lyra memijat pangkal hidungnya yang terasa pening. Bukannya merasa bangga, ia justru merasa makin tertekan.

​> Duh, ini mah bukan persiapan mental buat belajar medis lagi, tapi persiapan mental buat jadi seleb dadakan! Terus gimana kalau Bos Delphi itu liat? Kalau dia tipe yang 'cool' dan benci keramaian, dia pasti mikir gue ini dokter yang haus perhatian. 'Oh, ini dokter dari Indonesia yang bikin ribut di bandara itu?'... HIIIYYY! Bayanginnya aja udah bikin gue mau lompat dari taksi sekarang juga!

​Taksi itu berbelok melewati Trafalgar Square. Di sebuah layar iklan raksasa, Lyra sekilas melihat cuplikan berita tentang pengamanan bandara yang dipimpin oleh Normeen Magnus, dan di bawahnya tertulis teks berjalan: “Indonesian Doctor Saves Young Boy on London-Bound Flight.”

​> Oh, bagus sekali! Sarkasme Lyra mulai bekerja. Muka gue satu layar sama Normeen Magnus. Orang bakal mikir gue asistennya atau malah tersangka yang lagi dia awasi. London ini sempit banget apa gimana sih?! Baru nyampe udah berasa kayak lagi dikepung takdir.

​"Kita hampir sampai di hotel dekat kawasan Delphi, Nona," suara sopir taksi memecah lamunan buruknya.

​Lyra menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar kencang. Ia merapikan sedikit rambutnya dan bersiap menghadapi kenyataan bahwa lusa, ia tidak akan masuk ke Rumah Sakit Delphi sebagai dokter biasa, melainkan sebagai "Dokter Heroik" yang seluruh gerak-geriknya mungkin sudah dipantau oleh sang "Tangan Tuhan".Begitu pintu kamar hotel terbuka, Lyra langsung menjatuhkan tas jinjingnya ke lantai karpet yang tebal. Kamarnya cukup mewah, khas akomodasi untuk tamu spesialis, dengan jendela besar yang menyuguhkan pemandangan menara-menara London di kejauhan. Namun, alih-alih mengagumi pemandangan, Lyra justru menjatuhkan dirinya ke atas kasur king size yang sangat empuk secara tengkurap.

​"Hah... gila. Ini hari terpanjang dalam hidup gue," gumamnya ke arah bantal.

​> SUMPAH YA! Batin Lyra mulai meronta lagi. Gue ke sini mau belajar medis, bukan mau ikut audisi pencarian bakat jadi pahlawan nasional Inggris! Mana tadi di lobi hotel resepsionisnya sampe bisik-bisik, "Is that the doctor from the news?". Rasanya gue mau pake topeng monyet aja biar nggak ada yang ngenalin! Malu banget, mana rambut gue udah kayak singa habis kena turbulensi!

​Ia berguling telentang, menatap langit-langit kamar yang tinggi. Keheningan kamar hotel ini terasa sangat kontras dengan hiruk-pikuk bandara tadi. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Lyra meraih ponselnya dan iseng membuka Twitter (X) dengan kata kunci "Heathrow Medical".

​Matanya membelalak. Videonya saat memberikan instruksi tegas pada pramugari tadi beredar luas. Di kolom komentar, warga net London sibuk memuji ketenangannya. Tapi ada satu hal yang membuat jantungnya hampir copot: seseorang mengunggah foto candid saat Lyra sedang dikawal keluar, dan di latar belakang foto itu, tampak sosok Normeen Magnus sedang menatap tajam ke arahnya dari kejauhan.

​> APA-APAAN NIH?! Kok difoto ini si Magnus kayak lagi ngawasin buronan kelas kakap?! Pekik Lyra dalam hati. Tatapannya itu lho... kacamata tipis, mata biru tua yang kayak mau nembus jiwa. Serem banget! Dia pasti mikir, "Ini dokter dari mana sih, berisik banget bikin kacau bandara gue". Duh, Magnus... lo mending urusin penjahat aja deh, jangan urusin dokter yang lagi kena jetlag kayak gue!

​Baru saja ia mau melempar ponselnya ke ujung kasur, sebuah notifikasi email masuk. Subjeknya: "Welcome to Delphi Medical Centre - Schedule Update."

​Lyra duduk tegak. Ia membuka email itu dengan tangan sedikit gemetar. Di bagian bawah email tertulis instruksi:

​"Anda diharapkan hadir di ruangan Kepala Rumah Sakit pada pukul 08.00 pagi besok untuk orientasi pribadi. Harap membawa dokumen asli dan laporan medis pasien dari penerbangan hari ini untuk ditinjau langsung oleh beliau."

​> MAMPUS! Lyra menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ditinjau langsung?! Berarti si "The Best" itu beneran udah denger soal kasus si Timmy. Dia mau audit kerjaan gue?! Aduh, gimana kalau menurut standar dia penanganan gue tadi berantakan? Gimana kalau dia tipe yang bakal maki-maki gue di hari pertama?!

​Ia langsung bangkit dari kasur, membuka kopernya dengan kalap, dan mencari baju paling formal yang ia bawa.

​> Oke, Lyra. Besok lo nggak boleh kelihatan konyol. Ganti piyama awan lo, pake blazer yang paling mahal, dan jangan lupa pake parfum yang nggak bikin pusing. Lo harus buktiin kalau dokter dari Bandung itu pinter, bukan cuma jago viral!

​Malam itu, di tengah kota London yang dingin, Lyra Raven tidak bisa tidur nyenyak. Bayangan mata biru Normeen Magnus dan misteri tentang siapa sebenarnya Bos Delphi terus menghantuinya, membuatnya berkali-kali mengecek isi tas medisnya untuk memastikan tidak ada satu pun alat yang tertinggal untuk hari esok.

1
Cici Winar86
di sinopsis nya pharma dokter jantung..tapi ini di bilangnya di sini dokter saraf...
AEERA♤
bacaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!