NovelToon NovelToon
Lima Sekawan Ginza

Lima Sekawan Ginza

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bulan Separuh

"Dunia ini memang nggak adil, Hana. Tapi, malam ini kita yang akan membajak mesinnya."

Kalimat dingin Kaito Fujiwara memecah kesunyian di atap sekolah. Tokyo tahun 2026 telah menjadi penjara bagi mereka yang kalah dalam undian kelahiran. Hana Tanaka, siswi pintar yang menyembunyikan kemiskinannya, harus menghadapi kenyataan pahit saat dana beasiswanya dicuri untuk kampanye politik kotor. Bersama Akane si aktivis digital, Ren sang mantan atlet yang cacat, Yuki si peretas jenius, dan Kaito sang putra politisi yang pemberontak, mereka membentuk aliansi rahasia.

Dari gang gelap Shinjuku hingga pembajakan layar raksasa di persimpangan Shibuya, lima remaja ini mempertaruhkan nyawa untuk meruntuhkan sistem yang bobrok. Di dunia yang diyakini bahwa nasib orang ditentukan sejak lahir, mampukah mereka memutar balik roda takdir? Ataukah mereka hanya akan menjadi tumbal berikutnya dari keserakahan para penguasa? Persahabatan ini adalah satu-satunya senjata mereka dalam melawan ‘gelapnya kota’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulan Separuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24. Pelarian di antara Bayang Kota

Hana Tanaka menahan napasnya dengan sangat rapat di balik pintu kayu yang tipis. Jantungnya berdebar kencang sekali hingga dadanya terasa sangat sesak dan nyeri. Dia mendekati pintu itu dengan langkah yang sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

Bayangan seseorang terlihat sangat jelas di celah bawah pintu kamar penginapannya yang gelap. Hana menggenggam lampu meja kecil itu dengan segenap tenaga yang dia miliki sekarang.

Tangannya gemetar hebat tetapi dia mencoba untuk tetap tenang dan fokus pada sasaran. Tiba-tiba pintu itu terbuka secara perlahan dengan suara decitan yang sangat menyayat hati. Seseorang masuk ke dalam kamar dengan gerakan yang sangat cepat dan juga sangat lincah.

Hana sudah mengangkat lampu mejanya dan dia bersiap untuk memukul kepala orang asing itu. Namun dia segera menghentikan gerakannya saat melihat siluet tubuh yang sangat dia kenali.

Orang itu ternyata adalah Kaito Fujiwara yang datang dengan wajah yang sangat pucat. Kaito segera menutup mulut Hana dengan telapak tangannya agar Hana tidak mengeluarkan suara teriakan. Dia memberikan isyarat dengan jari di depan bibirnya agar Hana tetap diam seribu bahasa.

Mata Kaito terlihat sangat panik dan juga sangat waspada saat menatap ke arah luar jendela. Dia membisikkan kata-kata yang sangat pelan tepat di lubang telinga Hana Tanaka saat itu.

"Kita harus segera pergi dari sini sekarang juga," bisik Kaito dengan nada yang sangat serius.

Kaito mengatakan bahwa ada tiga buah mobil hitam yang baru saja berhenti di depan penginapan. Dia melihat beberapa pria berbadan besar keluar dari mobil tersebut dengan membawa alat komunikasi.

Para pria itu mengenakan seragam hitam yang memiliki logo Yayasan Pendidikan Elit di bagian dada. Hana merasa lemas seketika saat mendengar penjelasan singkat dari mulut Kaito Fujiwara tersebut. Ternyata persembunyian mereka di pinggiran kota yang sunyi ini sudah terendus oleh pihak musuh.

Mereka tidak memiliki banyak waktu lagi untuk sekadar mengemas barang-barang berharga milik mereka. Kaito menarik tangan Hana secara perlahan dan mereka keluar dari kamar dengan sangat sunyi.

Yuki Nakamura dan Akane Sato sudah menunggu di ujung lorong gelap penginapan tradisional tersebut. Wajah mereka terlihat sangat ketakutan namun mereka berusaha untuk tidak menangis di situasi sulit ini.

Yuki memeluk tas ransel berisi laptop dan juga cakram keras portabel dengan sangat erat. Dia tidak mau data penting itu jatuh ke tangan orang-orang suruhan Haruo Fujiwara kembali. Ren Ishida berdiri di barisan paling belakang sambil memegang sebuah payung kayu yang cukup besar.

Dia sudah bersiap untuk melakukan perlawanan fisik jika para pengejar itu berhasil menemukan posisi mereka. Mereka berlima bergerak menyusuri lorong kayu penginapan dengan langkah yang sangat ringan dan halus.

Suara dentuman keras terdengar dari arah pintu depan penginapan yang baru saja didobrak paksa. Hana bisa mendengar suara teriakan para pria yang memerintahkan semua orang untuk tidak bergerak. Dia merasa sangat bersalah karena penginapan milik kerabat Yuki ini harus mengalami kekacauan besar.

Namun, dia tahu bahwa dia tidak boleh berhenti melangkah untuk menyerahkan diri saat ini juga. Mereka sampai di area dapur penginapan yang baunya masih sangat harum dengan aroma teh.

Ren membuka pintu belakang yang terhubung langsung dengan sebuah gang kecil yang sangat sempit. Udara malam yang dingin langsung menusuk kulit mereka saat mereka melangkah keluar dari bangunan.

Gang kecil itu terlihat sangat gelap karena lampu jalanan di sana sedang mati total. Yuki mengatakan bahwa dia sudah meretas sistem kelistrikan di area ini untuk menghambat pengejaran.

Dia mematikan semua lampu jalanan agar posisi mereka tidak mudah terlihat dari arah jalan raya. Mereka berlari dengan sangat cepat menyusuri gang yang becek dan penuh dengan genangan air. Kaki Hana terasa sangat perih karena dia tidak sempat mengenakan kaus kaki dengan benar tadi.

Namun, rasa sakit itu dia abaikan demi keselamatan teman-temannya yang sedang berjuang bersamanya. Mereka melompati pagar kayu yang sudah lapuk untuk masuk ke area perkebunan warga yang rimbun.

Suara gonggongan anjing pelacak mulai terdengar dari arah penginapan yang baru saja mereka tinggalkan. Hana merasa bulu kuduknya berdiri tegak saat mendengar suara hewan yang sangat bising itu.

Kaito mengarahkan mereka untuk bersembunyi di balik tumpukan jerami yang ada di pojok kebun. Mereka duduk merapat satu sama lain sambil mencoba mengatur napas yang sangat terengah-engah. Hana bisa merasakan tubuh Akane yang sedang menggigil hebat karena rasa takut yang sangat mendalam.

Kaito merangkul bahu Hana untuk memberikan sedikit kehangatan dan juga rasa aman yang nyata. Cahaya lampu senter dari para pengejar terlihat menyapu permukaan pohon-pohon di sekitar mereka.

Hana menatap langit malam yang tidak lagi bertabur bintang karena tertutup oleh awan mendung. Dia merasa bahwa dunia ini sangat tidak adil bagi remaja miskin seperti dirinya dan teman-temannya.

Mereka hanya ingin menyuarakan kebenaran namun mereka justru diburu seperti seorang kriminal kelas kakap. Istilah gacha kehidupan kembali terlintas di dalam pikiran Hana dengan rasa yang sangat pahit. Dia merasa telah mendapatkan kartu yang sangat buruk dalam undian nasib di dunia yang kejam ini.

Namun, dia melihat wajah teman-temannya yang tetap setia mendampinginya di dalam kegelapan malam. Hana menyadari bahwa dia tidak sedang berjuang sendirian di tengah badai yang sangat besar ini.

"Data itu adalah satu-satunya senjata yang kita miliki sekarang," ucap Yuki dengan suara gemetar.

Yuki memeriksa kembali tasnya untuk memastikan bahwa laptop miliknya tidak terkena tetesan air hujan. Dia mengatakan bahwa dia sudah mengirimkan salinan data itu ke sebuah server rahasia di luar negeri.

Jika mereka tertangkap malam ini maka data itu akan otomatis terunggah ke situs berita internasional. Ini adalah langkah perlindungan terakhir yang sudah disiapkan Yuki sejak mereka masih di apartemen Shinjuku. Akane merasa sedikit lega saat mendengar penjelasan teknis yang sangat cerdas dari Yuki Nakamura tersebut.

Mereka berlima memiliki peran masing-masing yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan misi besar ini. Persahabatan mereka telah tumbuh menjadi sebuah ikatan yang jauh lebih kuat daripada sekadar teman sekolah.

Setelah menunggu selama hampir satu jam di balik tumpukan jerami, suasana mulai terasa sedikit tenang. Cahaya lampu senter tidak lagi terlihat berkeliaran di area perkebunan warga yang sangat rimbun tersebut.

Kaito mengajak mereka untuk segera bergerak menuju stasiun kereta kecil yang berjarak dua kilometer. Mereka harus menumpang kereta pertama yang menuju ke arah pusat kota Tokyo pada pagi hari ini. Kaito yakin bahwa para pengejar itu akan mengira mereka masih bersembunyi di dalam area hutan.

Mereka berjalan melintasi persawahan dengan mengikuti arah kompas digital yang ada di dalam ponsel Kaito. Hana terus waspada terhadap setiap suara yang terdengar di sekitar langkah kaki mereka yang lelah.

Mereka sampai di stasiun kereta saat fajar mulai menyingsing di ufuk timur dengan warna oranye. Stasiun itu terlihat sangat sepi dan hanya ada beberapa orang pekerja kebersihan yang sedang bertugas.

Mereka segera membeli tiket secara manual untuk menghindari pelacakan melalui transaksi kartu elektronik milik mereka. Hana menundukkan kepalanya dalam-dalam agar wajahnya tidak tertangkap oleh kamera pengawas di langit-langit stasiun. Mereka masuk ke dalam gerbong kereta yang masih sangat kosong dan juga terasa sangat dingin.

Kereta mulai bergerak perlahan meninggalkan area pinggiran kota yang penuh dengan kenangan pahit itu. Hana menyandarkan kepalanya di jendela kaca kereta sambil menatap pemandangan yang mulai bergerak cepat.

Kaito Fujiwara duduk di samping Hana dengan tatapan mata yang sangat kosong dan juga sangat sedih. Dia merasa sangat hancur karena ayahnya benar-benar tega melakukan hal yang sangat keji kepada dirinya sendiri.

Kaito tidak pernah menyangka bahwa kasih sayang ayahnya bisa dikalahkan oleh ambisi politik yang sangat buta. Dia merasa malu memiliki darah Fujiwara yang sekarang sudah tercemar oleh berbagai macam skandal korupsi. Hana menggenggam tangan Kaito dengan sangat lembut untuk memberikan kekuatan batin yang sangat dibutuhkan Kaito.

Dia ingin Kaito tahu bahwa Kaito adalah pribadi yang berbeda dari karakter ayahnya yang sangat jahat. Kaito adalah pahlawan bagi Hana karena dia berani memilih jalan kebenaran yang sangat sulit ini.

Kereta akhirnya sampai di stasiun pusat Tokyo yang sudah mulai dipenuhi oleh para pekerja yang sibuk. Mereka keluar dari gerbong dengan sangat waspada dan juga dengan sangat berhati-hati agar tidak mencolok.

Yuki mengarahkan mereka untuk menuju ke sebuah kedai internet yang buka selama dua puluh empat jam. Di tempat itu mereka akan menyusun rencana terakhir untuk masuk ke dalam gedung kejaksaan agung pusat. Gedung kejaksaan agung pasti sudah dijaga sangat ketat oleh pihak kepolisian dan juga keamanan yayasan.

Mereka tidak bisa masuk begitu saja melalui pintu depan karena risiko penangkapan sangatlah besar. Akane mengusulkan agar mereka memanfaatkan momen aksi protes mahasiswa yang akan dilakukan siang ini.

Ratusan mahasiswa akan berkumpul di depan gedung kejaksaan untuk menuntut pengusutan skandal gacha kehidupan tersebut. Mereka bisa menyamar sebagai bagian dari massa pengunjuk rasa agar bisa mendekati pintu gerbang gedung.

Hana setuju dengan rencana itu karena itu adalah cara yang paling logis untuk menembus barikade polisi. Dia akan membawa cakram keras fisik yang asli untuk diserahkan langsung kepada jaksa senior yang jujur. Nama jaksa tersebut adalah Hiroshi Tanaka yang terkenal sangat benci pada segala bentuk korupsi pendidikan.

Hana berharap jaksa Hiroshi mau menerima mereka dan mendengarkan semua kesaksian yang mereka bawa hari ini. Harapan ini adalah satu-satunya cahaya yang tersisa di tengah kegelapan yang sedang mereka hadapi.

Ren Ishida mulai memeriksa tas olahraganya yang berisi beberapa peralatan perlindungan diri yang sangat sederhana sekali. Dia berjanji akan menjadi tameng bagi teman-temannya saat terjadi kericuhan di depan gedung kejaksaan nanti.

Ren tidak akan membiarkan satu orang pun menyentuh Hana atau pun mengambil data penting tersebut dari tangan mereka. Semangat Ren memberikan suntikan motivasi yang sangat besar bagi anggota kelompok lima sekawan lainnya yang lelah. Mereka makan beberapa bungkus roti lapis yang mereka beli di minimarket stasiun untuk menambah energi tubuh.

Rasa roti itu hambar di lidah Hana namun dia memaksanya masuk ke dalam perutnya yang keroncongan. Perjuangan mereka akan segera mencapai puncaknya di bawah terik matahari kota Tokyo yang sangat panas.

Hana Tanaka menatap pantulan dirinya di layar monitor komputer yang ada di dalam bilik kedai internet. Rambut pendeknya terlihat berantakan tetapi matanya memancarkan semangat yang sangat kuat dan juga berapi-api.

Dia teringat pada pesan ibunya yang selalu mengatakan bahwa kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri. Hana tidak lagi merasa menjadi korban dari sistem gacha kehidupan yang sangat merugikan bagi kaum miskin.

Dia merasa telah menjadi penguasa atas takdirnya sendiri karena dia berani melawan ketidakadilan yang ada. Perasaan bangga muncul di dalam hatinya karena dia berhasil bertahan sampai sejauh ini bersama teman-temannya. Dia tidak akan membiarkan pengorbanan Kenjiro Sato dan ibunya menjadi sia-sia karena rasa takutnya sendiri.

Kaito Fujiwara mendekati bilik Hana dan dia memberikan sebuah botol minuman teh hijau yang masih dingin. Dia melihat Hana sedang tersenyum sendiri dan dia merasa sedikit lega melihat keceriaan di wajah Hana.

Kaito berjanji di dalam hatinya bahwa dia akan selalu melindungi Hana bahkan setelah kasus ini selesai. Dia ingin memulai hidup baru bersama Hana di sebuah lingkungan yang jauh dari kemewahan yang palsu. Mereka ingin membangun masa depan yang didasarkan pada kerja keras dan juga pada kejujuran yang dijunjung tinggi.

Impian sederhana ini menjadi penggerak bagi Kaito untuk terus melangkah maju menghadapi ayahnya sendiri nanti. Dia sudah siap untuk memutuskan tali hubungan kekeluargaan demi membela nilai-nilai kemanusiaan yang lebih tinggi.

Matahari sudah mulai naik tinggi dan suara bising kendaraan di luar kedai internet mulai terdengar sangat nyaring. Yuki memberikan tanda bahwa sudah waktunya bagi mereka untuk bergerak menuju area gedung kejaksaan agung pusat.

Mereka semua berdiri dan saling menggenggam tangan untuk menciptakan sebuah lingkaran kekuatan yang sangat solid. Tidak ada lagi keraguan di dalam mata mereka karena mereka sudah menyerahkan seluruh nasib mereka pada kebenaran. Mereka keluar dari kedai internet dengan langkah yang sangat tegak dan juga dengan kepala yang sangat tegak.

Tokyo akan menjadi saksi sejarah atas keberanian lima remaja yang ingin meruntuhkan sistem gacha kehidupan. Hari yang sangat menentukan ini akhirnya telah tiba di depan mata mereka semua dengan penuh harapan.

1
Three Flowers
aduh kasihan... gak kebayang gimana malunya saat perut berbunyi. Terima saja Hana, lagian juga sudah ketahuan kalo kamu lapar🤣
Three Flowers
Karena di sekolah elit, kemiskinan adalah hal yang sensitif. Kalau ketahuan bisa dibully, ya..
Filan
ga dapat mbg dia?
Filan
duh kasihan. Tokyo kota mahal /Grimace/
PrettyDuck
iya sihh. takutnya nanti mereka dicap radikal.
akane mungkin gak terlalu terdampak, tapi hana kan bergantung sama beasiswa untuk sekolah.
PrettyDuck
tapi akane ini peduli loh sama keadaan negaranya
PrettyDuck
yaiyalahh. mereka gak terdesak.
masa depan mereka udah di setting semulus jalan tol
Mentariz
Ya ampun mirisnya 🥲
Mentariz
Bagus, gak usah gengsi, isi perut itu nomor satu 👍
Mentariz
Udah terima aja rotinya, han, lumayan loh
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
perut memang tidak bisa diajak kompromi. dia terlalu jujur, karena memang dia butuh asupan
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
tengah hari, lagi puasa. tentu lapar lah 🤭
˚₊· ͟͟͞͞➳❥𝐋𝐢𝐥𝐲 𝐕𝐞𝐲༉‧₊⁴.
Kayak kondisi dimana yaaa/Doge/
negara defisit, pajak dinaikin, yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin😂, si hana juga, kemiskinan bukan aib, jangan terlalu takut dulu, dia pasti ngiranya ga ada yang mau temenan sama dia kalo tau dia miskin🤭😭
-Thiea-
Akane gak mungkin ngejauhin Hana kan.. secara dia vokal banget sama urusan politik. dia kan juga pengen bantu orang-orang susah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak..
-Thiea-
beruntung Hana punya teman kayak akane.. dia sangat perhatian .🥹
Miu Nuha.
dimana2 keadaan itu sama ya 😫
,, entah gaji rendah, pajak naik, barang2 mahal, kritik masyarakat... bahkan sirkel pertemanan yg canggung karena perbedaan ekonomi...
,, tapi buat Akane, semoga kamu bisa menjadi sahabat terbaik buat Hana 😌👍
😾🍟 𝒾Ř𝓪 𝐌𝐀ү𝓪 🐚
suka banget sama ceritanya. salut buat Hana. keren! tx kak bulan udah nulis cerita ini
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semangat Kaito 💪🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga akan menjadi sejarah yang baru
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!