Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
debat keluarga sehat
"Udah ngga papa mbak, lagian hutangnya juga udah lunas, ngga perlu nangis." Jawab Sugeng berusaha menenangkan.
"Hiks... tapi tetep aja geng, kamu putus sekolah gara gara itu... mbak sebagai kakak jadi merasa bersalah.." ucap Sekar masih dengan isak tangis.
"Ngga papa mbak, beneran. Lagian sekolah itu nggak fungsi menurutku. Sekolah zaman sekarang itu ngga dapet ilmu apa apa, yang di pelajari di sekolahan sama sekali ngga bermanfaat buat hidup seseorang yang sama sekali ngga memiliki cita cita ke arah yang gunain ijazah.
Menurutku yang wajib sekolah itu yang mau jadi PNS, ANS, Dokter pengacara dan lain lain. Sementara aku ngga punya cita cita, kalau mau jadi wirausaha atau wiraswasta, petani, peternak punya kebun dan lain lain gak penting sekolah itu.
Anak sekolah itu sekedar menutupi harga diri orang tua dalam menjalani hidup di lingkungan dan keluarga, kalau anaknya ngga sekolah seolah olah orang tuanya ngga mampu buat membiyayai atau gak ngurusin. Rasa takut cemooh dan takut di rendahkan oleh orang lain, membuat orang tua menyekolahkan anaknya. Ngeluarin duit banyak dari TK, SD, SMP, SMA kuliah demi menutupi hal itu. Padahal ngga ada gunanya yang justru buat anak merasa terbebani jika suatu saat nanti ngga berhasil. Menurut aku ilmu yang paling berguna itu dari TK sama SD aja, sisanya seperti program pemerintah dari pada umur segitu kelayapan ngga jelas atau akan terjadi pernikahan dini, makanya di adain SMP sama SMA. Karena usia segitu belum bisa produktif di dunia kerja." Jelas Sugeng panjang kali lebar.
"Waduh... kok gitu mikirnya kamu geng? Kritis banget. Sering nonton guru gembul di youtube itu kamu ya?" Ucap Sekar.
"Udahlah mbak, kalau ngga ada yang mau di tanyain aku pergi dulu..."
"Ehh.. tunggu dulu, apa bener kamu author novel online?" Tanya Sekar.
"Waduh... nenek pasti cerita sama mbak sekar.." batin Sugeng, "i.. iya mbak? Kenapa ya?" Jawab Sugeng.
"Emangnya sebesar apa bayaran author novel online geng? Kok sampe kamu bisa lunasin hutang ke Linda?"
"Ya ngga seberapa gede mbak.."
"Terus katanya kamu lunasin hutang itu pake duit hasil buat novel?"
"Sebagian iya, sebagian ngga mbak. Aku kan kerja dari umur 14 mbak, sering nabung, ngerokok juga ngga sering sering amat.. ya bisalah kekumpul buat lunasin hutang, sisanya pake duit hasil novel itu." Jawab Sugeng.
"Iya juga ya.." Ucap Sekar.
Nenek Ratmi sedari tadi hanya memperhatikan obrolan mereka, ia sendiri tak paham apa itu novel.
"Oh ya geng, tadi siang polisi cari kamu. Mereka kayaknya curiga kamu pelaku perampokan rumah Linda." Ucap nenek Ratmi..
Deg! Jantung Sugeng sesaat berhenti berdetak..
"Terus... mereka bilang apa, nek?"
"Mereka tanya tadi malem kamu dimana.. nenek jawab aja kamu maen gaple di gardu, kamukan sering main di sana. Kebetulan di sini tadi ada Pak RT, Yanto, sama Jojo juga, mereka juga iyain kamu main gaple di sana." Ujar nenek ratmi.
Sugeng kembali tercengang, "terus polisi percaya gitu aja nek?" Tanya Sugeng.
"Ya nggak lah! Mereka minta bukti, dan tadi siang polisi langsung kerumah Bu Wati buat cek CCTV.. ngga tau kelanjutannya gimana.."
Sugeng termenung berpikir, "Polisi datang kerumah Bu Wati tadi siang, seharusnya kalau mereka ngga menemukan diriku berada di gardu mereka sudah sedari tadi kesini dan menginterogasiku? Namun mengapa tidak kesini? Dan mengapa pak RT, Jojo dan Yanto mengiyakan bahwa semalam aku berada di gardu.. ada yang nggak beres, nanti malem aku coba buat alesan untuk kerumah Bu Wati dan cek CCTV."
Isna tampak memicingkan matanya menatap perubahan ekspresi Sugeng.
"Emm... mas Sugeng nulis novel dari kapan? Dan mas Sugeng nulis genre apa?" Tanya Isna.
"Waduh.." batin Sugeng.
"Emm mas nulis novel dari 4 tahun yang lalu, na. Dulu mas suka baca novel, lama lama jadi bisa buat novel. Mas bikin novel genre Horor."
"Coba lihat novelnya mas, aku penasaran novel buatan mas kayak mana.. pengen baca juga."
Sugeng mengeluarkan ponselnya dan menunjukan novel buatannya di aplikasi novel online.
Sugeng memang tak bohong dia author novel online, hanya saja novelnya tak seramai kebanyakan novel author sepuh lainnya.
"Huff... kirain mas Sugeng bohong.." batin Isna.
"Oh.. ya udah mas, nanti aku baca kalau ada waktu. Aku pikir mas tadi nulis novel genre 21+ gitu yang ceritain hubungan badan secara detail.."
"Ohh.. ngga kok Na.. santai aja."
"Kamu beneran nulis kayak begituan nenek totok tangan kamu pake palu geng.." sahut nenek Ratmi.
"Ng.. nggak kok nek, Sugeng nulis novel horor.. cerita tentang medi medi gitu." Jawab Sugeng.
"Ya udah sana mandi, awas kamu kalau nulis kayak begituan.."
"Iya nek.. ngga akan, Sugeng masih takut dosa jariyah."
Sugeng pun berlalu pergi menuju kemar mandi dan mandi.
Isna langsung membuka ponselnya dan melihat lihat novel buatan Sugeng. Selama 4 tahun Sugeng telah menggarap 5 novel, 4 sudah tamat dan yang satu masih on going atau berlanjut.
Tumbal Mayat...
Pemuja siluman ular...
Dendam arwah Zahira..
Kuntilanak merah...
Keempat novel tersebut sudah tamat dan yang sedang dalam status berlanjut berjudul, 'mustika pemikat jiwa' tampak Isna membaca sinopsis novel tersebut.
"Menceritakan kisah seorang pemuda buruk rupa dan bisu. Hidupnya secara perlahan berubah ketika menemukan sebuah mustika yang memiliki kekuatan pemikat mirip seperti pelet.. namun di balik keindahan mustika tersebut menyimpan kutukan yang secara perlahan menyeret pemuda itu memasuki dunia yang lebih gelap!" Begitulah kira kira sinopsis cerita tersebut.
Semua novel tersebut genrenya memang horor. Namun tak terlalu ramai.
"Kalau ngga salah hutang Mas Sugeng sama mbak Linda itu 100 juta lebih katanya.. apa iya kelima novel ini bisa menghasilkan sampai 100 juta.. apa mas Sugeng..? ngga mungkin! kamu mikirin apa sih Isna. Dia paman kamu sendiri, dia katanyakan kerja dari umur 14 tahun jelas banyak tabungannya."
Sugeng mandi dengan perasaan teramat gelisah, jantungnya berdebar. "Apa yang membuat Pak RT, Jojo, dan Yanto mengiyakan aku berada di gardu? Jelas jelas aku ngga kesana semalem... apa mereka mau mencoba melindungiku.. ah nanti aku pastikan saja kerumahnya Bu Wati. Tapi aku harus cari alasan kenapa aku kerumah Bu Wati.. emm apa ya? Oh iya... bilang aja aku cari Fatur! Yes.."
Selepas mandi Sugeng menggunakan motornya menuju rumah Bu Wati. Tampak Pedagang Cilok di sebrang memcingkan matanya.
"Dia mau kemana?" Pedagang cilok itu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi rekannya untuk memata matai Sugeng, memastikan kemana dia mau pergi.