NovelToon NovelToon
REINKARNASI ALKEMIS SUCI

REINKARNASI ALKEMIS SUCI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.

Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.

Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.

Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.

Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.

bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Lantai teratas Rumah Sakit Internasional Lin berdiri seperti mercusuar kaca yang dingin di tengah kegelapan Shanghai. Koridornya yang steril berbau antiseptik tajam, sebuah aroma yang membuat Xue Xiao mengerutkan kening karena ia terbiasa dengan harum tanah basah dan pinus hutan.

Langkah kaki Xue Xiao yang beralaskan kulit binatang tidak mengeluarkan suara, kontras dengan derap sepatu bot Kapten Arga dan hak tinggi Lin Qingyan yang bergema di lantai marmer. Di depan pintu unit perawatan intensif, belasan pria berpakaian hitam dengan alat komunikasi di telinga mereka segera bersiaga.

"Nona Lin! Anda tidak bisa membawa... orang ini ke dalam!"

Seorang pria paruh baya dengan jubah putih bersih, Direktur Medis Rumah Sakit, Dokter Hendra, menghadang jalan. Matanya menatap Xue Xiao dari ujung rambut yang panjang hingga jubah kulit binatang yang lusuh dengan pandangan menghina. "Tuan Besar sedang dalam kondisi kritis. Membawa orang asing dengan pakaian kotor seperti ini ke ruang steril adalah kegilaan!"

Lin Qingyan berhenti, matanya menajam. "Dokter Hendra, tim Anda sudah menyerah tiga hari lalu. Jika Anda tidak punya solusi, maka menyingkir lah. Master Xue adalah tamu kehormatanku."

"Tapi ini tidak masuk akal! Lihat dia! Dia bahkan membawa tas dari kulit pohon!" Dokter Hendra menunjuk tas ramuan Xue Xiao. "Apa yang dia bawa? Akar dan rumput? Kita menggunakan teknologi laser dan pemurnian darah tercanggih, dan itu pun gagal!"

Xue Xiao berhenti melangkah. Ia menatap Dokter Hendra dengan pandangan yang membuat pria itu merasa seolah-olah suhu ruangan turun sepuluh derajat.

"Kau menyebut ruangan penuh cahaya ini tempat penyembuhan?" suara Xue Xiao terdengar berat dan mengejek. "Aku mencium bau kematian di setiap sudutnya. Kalian membedah tubuh manusia seolah-olah itu adalah kayu mati, tanpa memahami aliran esensi di dalamnya. Artefak-artefak bercahaya di dinding itu... mereka hanya mencatat detik-detik kematian, bukan memberikan kehidupan."

"Kau!" Dokter Hendra gemetar karena marah.

"Minggir," perintah Xue Xiao. Hanya satu kata, tapi mengandung otoritas yang tak terbantahkan. Tanpa menyentuh Dokter Hendra, tekanan udara dari langkah Xue Xiao membuat sang dokter menyingkir ke samping secara otomatis.

Di dalam ruangan, Lin Jianhua terbaring kaku. Tubuhnya dihubungkan ke berbagai pipa plastik dan kabel yang oleh Xue Xiao dianggap sebagai "benang-benang parasit modern". Sang Harimau Tua yang pernah menggetarkan bursa saham dunia kini tampak seperti lilin yang hampir padam.

Xue Xiao mendekat ke ranjang. Ia mengabaikan semua monitor yang berbunyi tit-tit secara konstan. Baginya, itu hanyalah kebisingan yang tidak berguna. Ia meletakkan dua jarinya di pergelangan tangan Lin Jianhua.

"Hm, racun ular," gumam Xue Xiao. "Di duniaku, ini hanyalah racun kelas rendah dari ular lumpur. Tapi karena tubuh pria ini sudah rapuh oleh usia, racun ini memakan sumsumnya."

"Bisakah Anda menyelamatkannya, Master?" tanya Lin Qingyan dengan suara gemetar. Di belakangnya, Arga berdiri dengan tangan mengepal di gagang senjata tersembunyi (pistol) di pinggangnya, merasa sangat tidak berguna setelah kejadian di helipad tadi.

Xue Xiao tidak menjawab. Ia membuka tas kulit pohonnya dan mengeluarkan sebuah tungku kecil dari perunggu kuno seukuran kepalan tangan. Ia juga mengambil sebotol cairan bening dan sebuah pil emas.

"Semua orang keluar," perintah Xue Xiao.

"Apa?! Tidak mungkin!" seru Arga. "Kami harus menjaga Tuan tua!"

Xue Xiao menoleh sedikit, melirik Arga dengan sinis. "Kau ingin menjaganya? Peluru logam tadi saja tidak bisa kau cegah dengan cara apa kau akan mencegah? Keluar! atau biarkan kakekmu mati dalam lima menit ke depan."

Lin Qingyan buru-buru menarik lengan Arga. "Keluar. Sekarang!"

Setelah ruangan kosong, Xue Xiao mengunci pintu dari dalam. Ia tidak butuh api. Ia meletakkan tungku perunggu itu di atas meja medis yang dingin. Dengan getaran telapak tangannya, ia menciptakan panas kinetik yang luar biasa hingga tungku itu mulai bersinar kemerahan.

Ia memasukkan pil emas dan beberapa tetes cairan. Seketika, aroma harum yang sangat kuat seperti hutan setelah hujan deras memenuhi ruangan, mengalahkan bau antiseptik yang menyesakkan.

Xue Xiao mengangkat tubuh Lin Jianhua dengan satu tangan, seolah pria tua itu seringan bulu. Ia menekan beberapa titik akupunktur di punggung pria itu dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata manusia.

Puff!

Uap hitam mulai keluar dari pori-pori kulit Lin Jianhua. Ini adalah racun yang telah mengkristal di dalam sarafnya. Xue Xiao kemudian memasukkan ramuan cair dari tungkunya ke mulut Lin Jianhua.

"Bangunlah, Orang Tua. Tidurmu terlalu lama," bisik Xue Xiao.

Di luar ruangan, ketegangan memuncak. Arga mondar-mandir dengan wajah gelap. Ia merasa posisinya terancam. Jika Xue Xiao berhasil, maka pengaruh pemuda liar ini terhadap Lin Qingyan akan menjadi absolut. Ia memandang Lin Qingyan yang berdiri terpaku di depan kaca, matanya tak pernah lepas dari bayangan Xue Xiao di dalam sana.

"Nona, Anda harus sadar," bisik Arga, mencoba mempengaruhi pikiran Qingyan. "Dia mungkin menggunakan cara-cara sesat. Jika terjadi sesuatu pada Tuan Besar, kita tidak bisa menuntutnya. Dia tidak punya identitas, dia tidak punya apa-apa."

Lin Qingyan menoleh perlahan. "Arga, diamlah. Dia baru saja menangkap peluru dengan jari tangannya untuk menyelamatkanku. Jika dia ingin membunuh kita, dia tidak perlu repot-repot menggunakan ramuan."

Saat Arga ingin melanjutkan berbicara, tiba-tiba suara batuk yang keras terdengar dari dalam ruangan.

Xue Xiao membuka pintu dengan tenang. Wajahnya tetap datar, seolah-olah ia baru saja melakukan pekerjaan ringan. "Dia sudah bangun. Berikan dia air bersih, dan jangan biarkan dia makan racun medis kalian itu selama tiga hari."

Lin Qingyan berlari masuk dan terisak melihat kakeknya sudah membuka mata, bahkan warna kulitnya yang tadinya abu-abu kini mulai merona kembali.

Arga berdiri di ambang pintu, menatap Xue Xiao yang sedang membersihkan tungku kecilnya. Rasa benci di hati Arga kini bercampur dengan rasa takut yang mendalam. Ia melihat Lin Qingyan memegang tangan Xue Xiao dengan penuh syukur, sebuah pemandangan yang membuat dadanya terasa meledak.

Aku harus menyingkirkannya, pikir Arga. Dunia ini milik kita yang memegang kendali teknologi dan uang, bukan milik penyihir hutan sepertinya.

Namun, Xue Xiao tiba-tiba berhenti bergerak. Tanpa menoleh, ia berkata dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Arga. "Simpan niat membunuhmu itu, pengawal kecil. Aroma kecemburuan mu lebih busuk daripada racun ular. Jika kau mencoba sesuatu yang bodoh... aku akan memastikan kau menjadi patung abadi di ruangan ini."

Arga membeku. Keringat dingin mengucur di punggungnya. Ia menyadari bahwa di mata Xue Xiao, ia tidak lebih dari seekor serangga yang mudah diinjak.

Lin Jianhua, sang Harimau Tua, menatap Xue Xiao dengan mata yang mulai tajam kembali. Ia menyadari bahwa pemuda di depannya bukanlah orang biasa. "Siapa... namamu, anak muda?"

Xue Xiao menatap pria paling berkuasa di Shanghai itu tanpa rasa hormat sedikit pun. "Xue Xiao. Dan kau berhutang nyawa padaku, orang tua."

Lin Qingyan tersenyum canggung melihat kakeknya diperlakukan seperti itu, namun di dalam hatinya, ia merasa semakin terpesona. Xue Xiao adalah badai yang tak terduga, dan ia siap untuk terseret ke dalamnya.

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!