NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mul_yaa

Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.

12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .

Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 Trauma atas kehilangan

" Bibi bawa kopi ini kembali " kata Ayra yang benar-benar tidak membiarkan Hans meminum kopi lebih banyak .

" Denger ya, mungkin Om nggak peduli sama kesehatan Om sendiri tapi selagi ada aku disini Om nggak boleh melakukan hal-hal yang bakal bikin Om sakit , aku akan mencegah semuanya" pernyataan Ayra yang sangat menyayangi Hans .

" Apa yang bisa kamu lakukan jika sakit itu berasal dari dalam diri Om sendiri Ay" pernyataan Hans menatap Ayra dengan tatapan dalam .

" Denger baik-baik ya Om, jika suatu hal buruk terjadi sama Om suatu hari nanti percayalah bahwa aku akan melawan takdir saat itu juga " pernyataan Ayra .

" Melawan takdir?" pertanyaan Hans.

" Aku nggak akan biarin tuhan ngambil Om dari aku , aku udah kehilangan banyak hal dalam hidup aku dan aku juga tidak ingin kehilangan Om yang merupakan satu-satunya keluarga yang aku punya " pernyataan Ayra .

" Om nggak tau betapa takut dan tersiksa nya aku setiap kali Om masuk rumah sakit , Aku trauma kehilangan Om bahkan aku selalu membawa doa-doa ku untuk bertarung dilangit agar kali ini aku pemenang nya " ucap Ayra meneteskan air mata .

" Puncak rasa sayang adalah mengikhlaskan seperti Om mengajarkan aku untuk ikhlas atas kepergian Papa dan Mama agar mereka tenang , tapi ikhlas itu bohong Om , nggak ada seorang pun yang benar-benar ikhlas atas kepergian orang yang sangat berarti dalam hidupnya " ucap Ayra memegang tangan Hans .

" Jadi jangan buat aku harus mengikhlaskan lagi untuk yang kesekian kalinya, mungkin Om punya banyak orang dalam hidup Om tapi aku cuma punya Om aja sebagai keluarga " sambung Ayra .

" Jika bukan untuk diri Om, maka jaga lah kesehatan untuk orang-orang yang menyayangi Om" ucap Ayra yang kadang sedih melihat Hans yang tidak peduli dengan kesehatan nya sendiri .

Hans merangkul Ayra kedalam pelukan nya " Tenanglah , Om nggak bakalan pergi dan akan selalu bersama kamu " ucap Hans mengelus punggung Ayra dan mengecup kening nya .

" Janji ya Om " kata Ayra mewek memeluk Hans .

" Iya, udah jangan nangis nanti ditawain Molly" tawa Hans menghapus air mata di pipi Ayra .

" Mmmmh, Om ledekin aku " rengek Ayra duduk memunggungi Hans dan menghapus air matanya dengan cemberut .

Ayra memang sensitif jika sudah bicara soal kehilangan, sakit dan juga ketakutan dalam dirinya untuk merasakan kepergian orang-orang yang dia sayang hingga membuatnya trauma.

" Nggak ada Om meledek, rasa takut akan kehilangan itu hal yang wajar bukan cuma kamu tapi Om juga sama . Sejujurnya Om lebih takut kehilangan kamu hanya saja tidak pernah Om katakan seperti kamu yang selalu menyatakan nya " ucap Hans mengelus-elus kepala Ayra .

" Jadi Om takut kehilangan aku juga?" pertanyaan Ayra yang memang tidak pernah mendengar Hans mengatakan takut kehilangan Ayra .

" Tentu saja tapi dalam konteks yang berbeda " tatapan sendu Hans.

" Kamu takut kehilangan Om karena sampai sekarang kamu belum bisa berdiri atas kaki sendiri simpel nya kamu masih butuh Om dan nanti disaat kamu bisa mandi atau punya seseorang yang bisa menjaga kamu maka hadir atau tidak nya Om itu tidak akan terlalu berarti lagi bagi kamu " ucap Hans mengatakan kenyataan.

" Sementara Om , takut kehilangan kamu karena memang Om menyayangi kamu setulus hati dan Om akan tetap bahagia melihat kamu bahagia walaupun nanti waktu akan memisahkan kita " ucap Hans menyelipkan rambut Ayra ketelinga .

" Nggak, nggak ada yang bakal memisahkan kita, selamanya kita akan tetap menjadi keluarga sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan Om " ucap Ayra .

" Ya , walaupun nanti aku udah punya suami bukan berarti aku bakal lupain Om " ucap Ayra yang menyayangi Hans .

" Udah, jangan nangis lagi " senyum Hans membuka kotak cheese cake yang dibawanya.

" Enak nih kayaknya" ucap Hans mencoba lebih dulu lalu menyuapi Ayra .

" Ayra kita sama-sama menyayangi hanya saja dalam konteks dan artian yang berbeda" batin Hans menatap Ayra yang makan lahap sekali .

...........

Keesokan paginya.

Tok

Tok

" Om ayo sarapan " kata Ayra menggedor pintu kamar Hans yang tumben sekali belum keluar kamar jam segini .

" Iya, sebentar lagi" jawab Hans dari dalam .

" Boleh masuk nggak Om?" tanya Ayra yang penasaran mendengar suara-suara didalam .

Ayra membuka pintu kamar dan menatap Hans sambil menahan tawa " rempong banget Om?" tawa Ayra melihat Hans yang memegang jas , tas , ponsel, kunci mobil bahkan ada lagi map yang sedang diambilnya hingga kedua tangannya penuh .

" Ayo " ucap Hans yang buru-buru akan meeting pagi .

" Om resleting nya " ucap Ayra .

" Tarikkan , cepatlah Om buru-buru nih " ucap Hans yang tidak bisa memasang resleting tas nya karena kedua tangannya penuh .

" Lah yang bener aja Om" ucap Ayra menolak .

" Astaga Ay, Om cuma minta tolong tarikkan resleting nggak dapat ?" pertanyaan Hans yang buru-buru namun takut juga berkasnya tercecer nanti karena resleting tas nya masih terbuka .

" Tapi Om,"

" Ya udah biar minta tolong pelayan aja " ucap Hans rada kesal karena Ayra menolak membantu nya dalam hal sekecil itu .

" Om, iya-iya biar aku tarikkan" ucap Ayra yang merasa bersalah juga , Hans memberinya segalanya masa dia minta tolong tarikkan resleting aja nggak dapat .

" Ay" Hans langsung menahan nafas dengan tubuh menegang ketika Ayra menarikkan resleting celananya.

" Udah , ayo sarapan , sini aku bantu bawa tas Om " kata Ayra mengambil tas ditangan Hans lalu berjalan keluar kamar Hans .

" Astaga , aku pikir dia bilang resleting tas " Hans duduk ditepi ranjang mencoba menenangkan diri nya .

Hans merasa gairah nya naik berkali-kali lipat setiap teringat Ayra menaikkan resleting celananya.

" Ohh, tuhan " Hans menyisir rambutnya dengan tangan merasa frustasi sendiri .

Pantas saja Ayra ragu bahkan tidak mau tapi Hans malah kesal sehingga Ayra akhirnya melakukan itu dan Hans tidak bisa menyalahkan Ayra karena dia tidak ada niat begitu juga bahkan melakukan karena terpaksa kondisi .

" Demi tuhan Aku berpikir tadi resleting tas " ucap Hans masuk kedalam kamar mandi dan mencuci muka nya .

Setelah beberapa saat Hans menuruni tangga dan menuju ruang makan dimana Ayra sudah menunggu nya .

" Katanya Om buru-buru? Kenapa lama?" tanya Ayra yang tengah mengoles roti dengan selai.

" Sakit perut" alasan logis Hans yang diangguki Ayra karena itu memang biasa terjadi .

" Ini Om" kata Ayra memberikan roti yang sudah selesai dia oles pada Hans .

Hans menerima roti itu dan mulai sarapan " Om kenapa sakit, kok keringat dingin?" tanya Ayra meletakkan tangannya di kening lalu ke leher Hans .

" Ayra, Om baik-baik aja" ucap Hans memegang tangan Ayra agar tidak menyentuh lehernya lagi.

" Tapi keringatan lo Om" Ayra mengambil beberapa helai tisu dan membantu membersihkan keringat dileher Hans .

" Ayra jangan"

1
D_wiwied
hmmm mau modusin Ay pasti, ya kan om 😁🤭
Widia Aldiev
sepolos tisu kamu Ayra 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
ajak Ayra ke tempat yg indah Hans,piknik misalnya di pinggir danau dan ungkapkan semua perasaan kamu yg sebenarnya biar dia merasakan cintamu yg sesungguhnya sebagian seorang pria bukan om yg merawatnya sedari kecil
Widia Aldiev
harusnya Hans jujur apa adanya sama Ayra soal perasaanya dan juga soal perjodohan itu,biarkan Ayra memilih siapa yg akan dia jadikan pendamping hidup,daripada di kemudian hari Ayra tahu jika Hans sudah membohonginya dia pasti akan sangat kecewa meski tak dipungkiri jika Ayra sangat menyayangi Hans 😌 dan jika Hans memang sangat mencintai Ayra dia akan menghargai dan menerima semua keputusan Ayra terhadapnya
Miss Typo
cemburu gpp Ayra 🫢
D_wiwied
senjata makan tuan ya Hans, makin cenut2 gak tuh 🤣🤣
Miss Typo
awas gak tahan bisa berabe Hans 🤣
Miss Typo
aku mlh takut obsesi mu itu suatu saat akan membuat mu dlm masalah besar Hans, selalu deg²an bacanya
D_wiwied
yakin om ga ada yg bakalan bangun tuh 🤭😆
Miss Typo
awas Hans tegang kebablasan bisa bahaya nanti 😁
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Nanik Nanik
thor ceritanya jangan d buat kayak sinetron ayra jgan d buat benci sama hans
Miss Typo
waduh, orang yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol dan Hans blm bisa membuat Ayra jatuh cinta padanya. atau mungkin Ayra juga dah jatuh cinta dgn Hans tapi dia berusaha memendam perasaan itu, karna menganggap Hans walinya
Cristella Tella
tentu om hans gk marah ayra
D_wiwied
bener Hans ini salah, salah besar.. salah kenapa cm sebentar 😆🤭🤭
Miss Typo
harusnya Hans yg minta maaf sama kamu Ayra, karna dia dah berani mengecup bibir mu saat tidur 😁
Miss Typo
apa tidur disamping Hans, nyari guling pasti yg dipeluk Hans. Ayra biasa aja serang bisa Anas dingin 😁
Miss Typo
sabar Hans sabar, kamu harus lebih giat berusaha 😁
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔
Widia Aldiev
PR BESAR buat kamu Hans gaman caranya kamu bisa ungkapin perasaan kamu yg sesungguhnya sama Ayra 😄 tetap semangat ya Hans 😘😘😘
Nanik Nanik
thor jangan buat ayra membenci Hans, ceritanya jangan d rumit
Widia Aldiev
apakah jalur yg tempuh olah Hans akan mulus tanpa hambatan dan apakah Ayra akan menerima cintanya Hans
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!