NovelToon NovelToon
Godaan Istri Orang

Godaan Istri Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Dunia Masa Depan / Penyesalan Suami
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

SEQUEL JODOH SHAKIRA PERNIKAHAN KEDUA.
Kisah ARYA PRATAMA & RAKA BAGASKARA

Arya Pratama baru saja mengalami patah hati, di tengah kesedihannya dia mengalami kecelakaan beruntun yang menyebabkan pengendara lain meninggal dunia.

Kecelakaan itu pula membuatnya harus bertanggungjawab atas bocah kecil, anak dari korban kecelakaan.

"Rawat dia seperti anakmu sendiri, sayangi dia sepenuh hati, dia tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini," ucap seorang ibu meminta Arya menjaga putranya.

Secara tidak terduga Arya bertemu perempuan yang berhasil membuat dadanya berdebar, sayangnya perempuan itu istri orang. Eh secara tidak disangka-sangka Arya malah berjodoh sama janda.

"Jodoh ketemu di jalan."

Sementara Raka Bagaskara, dia juga sama-sama terjebak dalam situasi sulit, ia juga menyukai istri orang.

"Janda dan gadis terlalu biasa, tapi bini orang, luar biasa, Mak. Raka suka sama bini orang Makkk!"

Akankah Raka menemukan jodohnya? Atau malah berusaha menjadi perebut istri orang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 - Luka Andina

"Kamu tidak kenapa-kenapa?" tanya Arya melepaskan tangannya dari pinggang Galuh.

"Harusnya saya yang tanya seperti itu, kamu tidak kenapa-kenapa? Karena nolongin saya tubuh kamu terjatuh." Galuh berusaha duduk.

"Galuh. Ada yang sakit? Mana?" Roki menghampiri, cemas sama keadaan istrinya. Kedua tangannya memegang pundak Galuh, mata memeriksa anggota tubuhnya.

"Kak. Bangun." Nisa membantu kakaknya duduk, Arya menghela nafas panjang menahan sakit di punggungnya. "Kakak gak kenapa-kenapa kan? Kenapa nekat banget sih? Kalau sampai motor itu nabrak kakak gimana? Syakir gimana? Terus kak Andina gimana?"

Deg.

Mendengar nama Andina, Arya terpaku menoleh ke seberang jalan. Matanya bertabrakan dengan mata Andina yang sedang mengusap air mata di pipinya.

Galuh pun terdiam mendengar nama itu, dia juga melihat ke arah Arya menatap.

Deg.

"Dia!"

Menyadari Arya menatapnya, Andina buru-buru berbalik melangkah masuk ke dalam toko bersama Syakir dalam gendongan dan Rizki dalam gandengan.

"Andina," lirih Arya cepat-cepat berdiri mengejar istrinya.

"Ar." Raka menahan pundak Arya ketika hendak melewatinya. "Bini lo cakep juga, boleh gue dekati?" ucap Raka bak petir di siang bolong.

Arya melotot menepis kasar tangan Raka. "Berani lo deketin bini gue, gue hajar lo sampai mampus!" Ancaman Arya serius, ia akui istrinya cantik, cantiknya melebihi Galuh.

Jika Galuh cantik karena sering perawatan dan sentuhan makeup, Andina cantik karena alami tanpa polesan apapun dan tanpa perawatan apapun.

"Terus Galuh?"

"Gue gak ada urusan sama dia, lo aja sana kejar Galuh! Gue udah punya bini, minggir lo! Halangi jalan gue aja."

Di dalam toko, Andina berjongkok menurunkan Syakir. "Sayang, kamu sama A Iki dulu ya, mama mau pilih baju. Nanti kalau papa masuk kalian ajak ngobrol aja."

Ini cara Andina menghindari Arya, entah mengapa melihat perlakuan Arya pada Galuh seketika membuat hatinya teriris sakit. Luka masa lalu karena orang ketiga kembali terbuka karena sosok yang selama ini ia BENCI dan hindari kembali muncul di hadapannya, orang yang sama RATNA GALUH.

"Kalau mama mau menghindari papa Arya Iki bisa bantu, atau kita pergi jauh pun hayu, Iki mau ikut mama aja," kata Rizki sudah paham luka yang dirasakan kakaknya.

Dia tidak punya keluarga lagi selain Andina, bapak mereka sudah tidak mau tahu tentang kehidupan keduanya semenjak memilih bibinya. Sejak saat itu, Andina hanya hidup berdua bersama sang adik yang ia bawa dari bayi. Dunia Andina jungkir balik, rumahtangga orangtuanya kandas karena orang ketiga dan rumah tangganya juga berakhir karena orang ketiga.

"Gak usah pergi, sekarang kita hadapi apapun yang terjadi. Mama mau pilih baju dulu." Pergerakan Arya bisa ia lihat di balik dinding kaca, cepat-cepat Andina masuk diantara baju yang berleher rapi.

Dia memilih masuk toilet untuk menumpahkan sesak yang sedari tadi ia tahan.

"Syakir, Iki, mama kalian mana?" Tadi Arya melihat Andina bersama keduanya.

"Mama beli baju," jawab Syakir.

Sedangkan Rizki diam tidak menjawab namun matanya tajam dan tangannya mengepal.

"Rizki."

"Lepaskan mama saya, om." Rizki, di usianya yang tergolong muda sudah merasakan asam, manis, pahitnya kehidupan. Hal yang paling tidak dia sukai melihat wanita yang sudah membesarkan terluka.

Deg.

"Kamu ngomong apa sih, Ki? Lepaskan apa?" meski mencoba untuk tidak paham namun kenyataannya Arya paham maksud Rizki. Dia berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Rizki. "Kamu marah sama saya? Bahkan kamu juga tidak menyebut saya papa, kenapa?"

"Karena saya tidak mau mama saya terluka lagi sama orang yang sama dan dengan laki-laki yang berbeda. Om tidak suka sama mama, om lebih suka sama perempuan yang bernama Galuh dan Galuh yang tadi kan, om? Jadi tolong lepaskan mama demi kebahagiaan mama, kita janji akan menjauh dari kalian dan tak akan kembali lagi ke hadapan kalian."

Permintaan serius dengan tatapan serius penuh luka dan kecewa dapat Arya rasakan. Mata anak itu berkaca-kaca, memohon untuk tidak membuat Andina terluka. Namun yang membuat Arya bertanya-tanya rasa sakit seperti apa yang Andina rasakan sampai anak sekecil Rizki ikut merasakan?

"Ki, maaf jika ada kata dan tindakan om membuatmu dan mamamu kecewa. Tadi memang Galuh, jujur om pernah menyukainya tapi itu dulu sebelum om menikahi mama kamu. Sekarang tujuan om kalian, mama kamu, bukan orang lain." Dia sedang berusaha membuka hatinya untuk sang istri, berusaha melupakan rasa suka terhadap Galuh yang baru tumbuh.

"Semua orang pandai berkata janji, pandai merayu, pandai berucap manis, namun tidak semua orang bisa membuktikan ucapannya. Kalau om memang benar-benar mau sama mama tolong jaga dia, lindungi dia, sembuhkan lukanya. Mama sudah cukup sedih dari lama, Iki gak bisa lihat mama terluka, Iki gak bisa, om. Rasanya sakit dada ini, sakitttt banget melihat orang yang aku sayang menangis terluka." Mata anak itu berkaca-kaca menunjukan kerapuhannya dan keputusasaannya.

Arya meraih tubuh anak itu, bahu Rizki bergetar menangis tanpa suara, luka dihatinya bukanlah main-main.

Arya memejamkan mata, terkepal atas tindakannya. "Seharusnya aku tidak seperti tadi. Seharusnya aku biarkan saja, melihat Andina dan Iki menangis kenapa hatiku ikutan sakit? Kehidupan seperti apa yang sudah kalian jalani sampai terlihat seperti ini?"

Sementara Andina, dia mengunci pintu toilet bersandar di dinding, satu tangannya membekap mulutnya sendiri menangis tersedu-sedu mencoba menahan suara tangisnya.

"Tuhan kenapa aku harus dipertemukan dia lagi? Kenapa? Rasa ini masih terasa sama, menyakitkan. Lagi-lagi dia ada diantara hubunganku, apa dia juga akan kembali mengambil yang aku punya?"

Bahunya terguncang memeluk kedua lututnya menelusupkan wajahnya di sela tangan sambil mencoba menahan suara tangisan.

"Galuh disini? Apa itu artinya suaminya juga di sini?" Aakkhhh!! Kenapa jadi begini sih? Aku benci situasi seperti ini! Aku benci!"

"Aakkhhhh!!!" teriak Andina tidak bisa menyembunyikan sakitnya.

Deg.

Arya tertegun. "Andina!"

1
It's me💓💓
istri orang lbih memikat😂
Hesty
mkn bnyk upnya thooor
falea sezi
astaga
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Yuliana Tunru
jd raka nih yg bakal dapat janda perawan roki dan arya jg dapat janda abal2 yg ternyata msh perawan jg 🤭
Cimit: Hayo tebak2an. 😅
total 1 replies
Yuliana Tunru
lha arya nikah dgn andina bkn galur calon ya walaupun entah kapan 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!