Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benar-benar Bertemu
Keesokan harinya...
Jonathan tampak gagah dengan stelan jas yang ia pilih dari desainer ternama. Jas kebanggan yang ia gunakan saat ini adalah hasil karya dari sahabat Tasya, kekasihnya. Di samping Jonathan, ada Tasya yang tampil dengan begitu anggun. Wanita cantik yang berprofesi sebagai model sekaligus artis ini tampan begitu bangga bisa berdiri di samping pria setampan Jonathan.
Sayangnya kenyamanan yang dirasakan Tasya, sama sekali tidak dirasakan oleh Jonathan. Tiba-tiba saja pria ini merasa gelisah, entah apa yang membuatnya gelisah.
Karena merasa kurang nyaman, Jonathan pun memutus untuk menghindari Tasya, lalu memilih mendinginkan pikirannya di balkon.
"Sayang, sebentar ya, aku mau angkat telpon dulu," ucap Jonathan berbohong.
"Oke, Sayang, jangan lama-lama ya, acara akan segera di mulai," jawab Tasya dengan senyum bangganya.
Bagaimana Tasya tidak bangga dan bahagia, hari ini ia akan membujuk Jonathan agar mau mengumumkan hubungan mereka. Tentu saja agar statusnya sebagai calon nyonya muda keluarga Himawan di akui. Dan ini hal ini pasti akan menunjang karirnya dan mempermudah segalanya baginya. Bukankah demikian.
Lagi-lagi Jonathan bisa membaca isi pikiran Tasya, untuk itu ia pun memilih menghindar.
Benar saja, dalam perjalannya menyendiri, Jonathan menerima pesan dari sang kakek yang memintanya untuk mengumumkan hubungan mereka.
"Jo, Kakek mau kamu umumkan hubungan mu dengan Syasa, jangan tunda lagi, atau Kakek sendiri yang umumkan hubungan kalian. Kamu sudah cukup umur, Jo, jangan tunda lagi," tulis si pria tua itu.
Pria tua itu memang sengaja mengirim pesan pada Jonathan, karena ia tahu, Jonathan tidak akan mengangkat telponnya. Jonathan memang sengaja menghindari dirinya.
Kesal, Jonathan pun membalas pesan itu...
"Kakek tidak perlu ikut campur soal pernikahanku, bukankah dulu aku udah kasih kakek kesempatan, tapi apa, nyatanya kami cerai. Ayolah, Kek, jangan ulang kesalahan yang sama," tulis Jonathan kesal.
Di ruangan tempat si pria itu berdiam, tampak wajah pria itu memerah, ia marah, ia murka.
"Dasar cucu kurang ajar, aku hanya ingin melihatnya berumah tangga, ada yang ngurus keperluannya setiap hari, ada yang menjaga makannya, ada yang memperhatikan dirinya, apa aku salah," gerutu Gunawan, pria tua itu, pada Rendra, orang kepercayaan dirinya.
"Sabar, Tuan, sebaiknya kita lebih bersabar," ucap Rendra, pelan.
"Bagaimana aku bisa sabar, usia cucuku sudah mau berkela tiga, masak kau suruh aku sabar, gila kau!" balas pria tua ini, bertambah kesal.
Tampak jelas dari raut wajah pria tua itu, bahwa dia sangat khawatir. Bukan hanya khawatir, dia juga terlihat mulai tak senang dengan perlawanan Jonathan.
"Saran saya, Tuan, sebaik Tuan kasih tuan muda waktu lagi. Pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral, sebaiknya kita jangan terlalu menekan tuan muda, kita semua tahu bagaimana sifat beliau. Saya tahu-tahu beliau balik lagi ke Amsterdam dan nggak mau pulang ke sini lagi, Tuan. Kan tambah repot nanti," ucap Rendra lagi, mencoba membuat pria tua itu lebih tenang.
"Baiklah baiklah kamu ini crewet sekali. Sebaiknya kau cari dia sekarang, acara segera di mulai," ucap Pak Gunawan seraya melangkah meninggalkan Rendra. Sedangkan Rendra langsung menghubungi Soni selalu asisten pribadi Jonathan. Sayangnya Soni tidak tahu keberadaan Jonathan. Ponsel Jonathan tidak aktif dan dia juga tidak berpamitan dengan Soni. Tak ayal semua orang pun jadi khawatir dan mulai mencari keberadaan Jonathan.
Hampir lima belas menit mereka mencari, semua orang sudah panik, pun dengan para keamanan di hotel itu. Hampir semua CCTV mereka periksa, namun tak ada satu pun tanda keberadaan pria itu.
"Astaga, dia ke mana?" tanya Kakek Gunawan pada Rendra.
Rendra sendiri juga tak bisa menjawab, dia sendiri juga sudah berusaha. Sayangnya usahanya tak satupun membuahkan hasil.
Keberadaan Jonathan tetap tidak di ketahui, membuat semua orang panik.
***
Di lain pihak...
Tanpa di ketahui banyak orang, tenyata Jonathan mengejar seseorang yang ia lihat mirip dengan mantan istrinya. Namun sayang wanita yang mirip dengan istrinya itu tenyata jalannya begitu cepat, ia kehilangan jejak saat wanita itu masuk ke dalam lift.
Penasaran ia pun langsung meminta tim keamannya untuk mengecek CCTV. Sayangnya belum sempat ia mendapatkan jawaban atas permintaannya, Soni sudah keburu menemukan dirinya.
"Tuan, anda ke mana saja, semua orang sudah menunggu anda," ucap Soni, ngos-ngosan.
"Oh oke, ayo kita ke sana," jawab Jonathan, tanpa merasa bersalah.
Tak menunda waktu lagi, Jonathan dan Soni pun langsung melangkah menuju aula pesta. Sayangnya wajah Jonathan tak sumringah seperti seseorang yang akan mendapatkan jabatan yang dia inginkan. Justru fokusnya malah pada wanita yang pernah menjadi istrinya itu. Rasa penasaran dalam benak Jonathan begitu besar. Entahlah, Tiba-tiba saja hatinya ingin bertemu dengan wanita itu. Wanita yang diam-diam mulai kembali mengusik pikirannya.
Akhirnya pesta pun di mulai, para pelayan yang bertugas menyiapkan jamuan langsung silih berganti menyajikan apa yang sudah menjadi wacana hidangan malam ini.
Di panggung mewah itu, penobatan Jonathan sebagai CEO yang baru hotel ini juga sedang dilaksanakan. Tepuk tangan meriah menjadi pertanda bahwa jabatan itu dah diempan oleh Jonathan. Tampak Tasya tersenyum bahagia. Mata Tasya bertemu dengan mata Jonathan. Jonathan tersenyum senang, mata Jonathan memberi kode genit pada Tasya. Membuat Tasya semakin tersipu malu.
Sayangnya tanpa Jonathan sadari, sepasang mata memandang dirinya dengan tatapan nanar. Tatapan itu seakan tak rela jika perhatian Jonathan di berikan pada wanita lain. Hatinya tersentak sakit. Perpisahan di antara mereka sudah terjadi, bahkan sudah sangat lama, sudah lima tahun lamanya. Tapi rasa tak rela itu nyatanya tetap ada. Rasa tak rela itu nyatanya masih mendominasi hatinya. Sampai Jonathan turun dari panggung, mata Kiara belum rela melepas pandangannya.
Kiara benar-benar tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini. Karena ia tahu, mungkin setelah ini dia tidak akan bisa bertemu dengan pria ini lagi, mengingat dia juga sudah mengajukan surat pengunduran diri.
Tak ingin rasa rindu terus mengganggunya, Kiara pun memutuskan untuk menghabiskan rindu ini, dengan menatap sang mantan suami sampai puas. Namun, saat detik-detik terakhir hampir habis, detik saat Jonathan hendak meninggalkan tempat pesta, tanpa sengaja mata Jonathan bertemu dengan mata Kiara.
Jonathan tampak terkejut. Benar-benar terkejut. Hampir Jonathan ingin berlari mendekatinya, sayangnya di tempat ini banyak tamu penting dan juga wartawan. Jonathan tetap harus menjaga sikap. Untuk menjaga wibawanya, Jonathan pun memutuskan untuk berada di tempat semula, namun matanya tak lepas dari tempat Kiara Berada.
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat