Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.
Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 CALM MEET CHAOS
Ada satu fakta penting yang semua orang di Kampus Seorin tahu:
Kalau Geng Chaos udah bilang “penasaran”, itu bukan kabar baik.
Dan pagi itu, tepat setelah insiden tabrak bahu yang hampir jadi perang dunia kecil, Geng Chaos lagi ngumpul di kantin.
“Jadi…”
Jimin nyeruput minumannya, mata berbinar.
“Kita biarin aja cowok hoodie item itu ngomong gitu ke Jungkook?”
“GUE MASIH KEPIKIRAN,” sahut Jungkook, ngebanting sedotan.
“Dia ngomong kayak gak takut apa pun.”
“Dia emang gak takut,” jawab Namjoon, santai tapi fokus.
“Taehyung itu tipe orang yang kalau diem, justru bahaya.”
“Justru itu,” Mingyu nyengir lebar.
“Seru.”
“Seru buat lo,” Hoseok ngakak.
“Buat kita bisa masuk ruang BK.”
Seokmin langsung angkat tangan.
“Tenang! Ini prank kecil. Aman. Elegan.”
Jungkook nyender ke kursi.
“Gue mau dia bereaksi.”
“Reaksi gimana?” Jimin senyum licik.
“Nangis? Marah? Ngamuk?”
“Gak tau,” Jungkook jawab jujur.
“Tapi gue mau lihat dia gak setenang itu.”
Namjoon ngelirik ke arah meja pojok kantin.
Di sana…
Geng Calm duduk rapi.
Seokjin ngobrol pelan sama Joshua.
Yoongi sibuk sama ponselnya.
Wonwoo baca sesuatu di tablet.
Dan Taehyung…
Lagi minum es kopi.
Tenang.
Sendirian.
Seolah dunia Chaos gak pernah ada.
“Target gampang,” gumam Mingyu.
Rencana mereka sebenernya simpel.
Prank klasik.
Ganti minuman Taehyung dengan minuman super asem + soda + entah apaan yang bikin refleks orang teriak.
“Lo yakin gak ketauan?” tanya Hoseok.
“Percaya sama tangan seni gue,” jawab Seokmin bangga.
Jungkook berdiri.
“Oke. Gue yang alihin perhatian.”
“Kenapa lo?” Mingyu heran.
Jungkook senyum tipis.
“Karena dia target gue.”
Jungkook jalan santai ke meja Geng Calm.
Langkahnya bikin Seokjin otomatis ngangkat kepala.
“Oh,” kata Seokjin datar.
“Datang lagi.”
“Tenang,” Jungkook angkat tangan.
“Gue cuma mau duduk.”
Joshua senyum sopan.
“Jarang-jarang.”
Jungkook duduk tepat di depan Taehyung.
Dekat.
Terlalu dekat.
Taehyung ngangkat mata.
Tatapan mereka ketemu.
“Lo lagi-Lo lagi,” Taehyung bilang datar.
“Gue kangen,” Jungkook jawab refleks..
Semua orang di meja Calm langsung nengok.
“…apa?” Yoongi angkat alis.
Jungkook batuk.
“Maksud gue—situasi kemarin belum kelar.”
Taehyung ngeliat Jungkook lama.
“Menurut gue udah.”
“Menurut gue belum,” balas Jungkook.
Di belakang mereka, Seokmin pelan-pelan nyelip, tangan gesit ganti minuman.
Mingyu dan Jimin nahan ketawa.
Mission accomplished.
Jungkook bangkit.
“Oke. Selamat menikmati minuman lo.”
Taehyung gak jawab.
Dia ambil gelasnya.
Dan minum.
Satu teguk.
Dua detik.
Tiga detik.
Semua Geng Chaos nahan napas.
Taehyung berhenti minum.
Naroh gelas pelan.
Semua nunggu teriakan.
Atau ekspresi kaget.
Atau reaksi apa pun.
Yang terjadi malah—
Taehyung mengernyit.
“Ini… bukan pesanan gue.”
“…lah?” Mingyu refleks ngomong.
Taehyung berdiri.
Bawa gelas itu.
Langkahnya lurus.
Menuju…
Meja Geng Chaos.
Jungkook berdiri refleks.
“Eh—”
Taehyung naruh gelas tepat di depan Jungkook.
“Kayaknya ini punya lo,” katanya tenang.
“Soalnya rasanya… kekanak-kanakan.”
DEG
Satu kantin SUNYI.
Jimin nutup mulut.
Hoseok melongo.
Seokmin langsung pura-pura minum.
Jungkook nunduk, liat gelas itu.
Asamnya kecium.
“Lo tau?” Jungkook nanya pelan.
Taehyung ngangguk dikit.
“Gue lihat tangan lo gerak.”
“Kenapa lo minum?” Jungkook bingung.
Taehyung nengok lurus.
“Karena gue mau tahu sejauh apa niat lo.”
“Dan?” Jungkook naikkan alis.
“Dangkal,” jawab Taehyung singkat.
Seokjin berdiri dari kejauhan.
“Taehyung, ayo.”
Taehyung berbalik pergi.
Tapi sebelum benar-benar menjauh, dia berhenti.
“Nanti,” katanya tanpa nengok,
“kalau mau ganggu gue lagi—”
Jungkook menahan napas.
“Lakuin yang lebih pinter.”
Taehyung jalan pergi.
Kantin kembali berisik.
Dan Geng Chaos…
Terdiam.
“ANJIR,” Mingyu akhirnya ngomong.
“Kita dipermalukan secara elegan.”
Jimin melongo.
“Itu sakit, tapi berkelas.”
Seokmin nepuk dada.
“Gue tersinggung secara intelektual.”
Hoseok ketawa pelan.
“Lo oke, Kook?”
Jungkook masih berdiri.
Matanya ngeliat arah Taehyung pergi.
Dada panas.
Tapi bukan marah.
Lebih ke—
“Tantangan,” gumam Jungkook.
Namjoon geleng.
“Lo kenapa malah senyum?”
Jungkook senyum miring.
“Karena ini jadi menarik.”
Dan tanpa mereka sadari—
Prank pertama itu gagal.
Tapi perang psikologis…
Baru aja dimulai.
Tapi awal dari sesuatu yang bakal bikin Chaos kehilangan ketenangan
dan Calm kehilangan kendali.