NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan / Tamat
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33 Takut Keberatan Body

Rina langsung membelalakkan matanya, protes dengan nada manja yang sudah lama tidak terdengar. Ia mencubit pelan lengan Gus Azkar, berusaha menutupi rasa senangnya karena diperhatikan begitu dalam.

"Ih Mas Azkar! Aku nggak mau ya kalau sampai gendut banget!" seru Rina sambil mengerucutkan bibirnya.

Azkar hanya terkekeh, menikmati setiap ekspresi istrinya yang mulai kembali hidup. "Loh, kenapa? Bukannya bagus kalau berisi? Mas lihat di foto tadi kamu kelihatan lebih segar begitu."

"Ya jangan berlebihan juga mas!" balas Rina cepat. "Nanti kalau aku kegendutan, yang ada aku nggak bisa jalan! Mas mau tanggung jawab kalau aku cuma bisa guling-guling di kasur?"

Azkar tertawa lepas, suara tawa yang begitu renyah hingga membuat perawat yang lewat di depan kaca ICU sempat menoleh heran. Ia menggenggam tangan Rina, lalu mengecup punggung tangannya dengan lembut.

"Kalau kamu nggak bisa jalan karena keberatan badan, ya Mas gendong lagi seperti tadi. Apa susahnya?" goda Azkar dengan kerlingan mata yang membuat Rina kembali salah tingkah.

Tekad untuk Pulih

"Tapi serius, Rin," wajah Azkar kembali melunak, menatap Rina dengan penuh permohonan. "Mas mau kamu makan banyak mulai hari ini. Mas nggak mau lihat tulang-tulang ini lagi. Mas mau Rina yang sehat, yang pipinya merah kalau Mas goda, bukan yang pucat karena kurang gizi. Tiga hari ya? Mas kasih target tiga hari untuk balikin tenaga kamu."

Rina menghela napas panjang, namun matanya berbinar. "Iya, iya... Mas bawel banget sih. Tapi Mas harus janji, jangan paksa aku makan sayur brokoli ya? Aku nggak suka!"

"Selama kamu mau makan nasi dan lauk yang banyak, brokoli boleh absen dulu," jawab Azkar sambil mengusap kepala Rina yang tertutup kerudung instan.

Dalam hati, Azkar bersyukur. Keinginan Rina untuk berdebat soal berat badan adalah tanda bahwa semangat hidupnya telah kembali sepenuhnya. Ia tak lagi memikirkan tentang kematian atau perpisahan, melainkan tentang bagaimana ia akan terlihat di mata suaminya esok hari.

____________________________________________________

Rina akhirnya menyerah dan berjanji akan makan banyak demi mengembalikan bentuk tubuhnya yang "ideal" versi galeri ponselnya.

____________________________________________________

*******

Setelah dua minggu melewati masa kritis dan pemulihan di rumah sakit, akhirnya tiba hari yang dinanti. Gus Azkar membawa Rina pulang ke rumah orang tuanya untuk menjalani masa pemulihan lanjutan. Begitu sampai di depan pintu kamar Rina, Azkar perlahan membuka pintu sambil tetap menggendong istrinya dengan penuh kehati-hatian.

Begitu pintu terbuka, Gus Azkar terpaku. Matanya menyapu setiap sudut ruangan yang selama ini menjadi rahasia pribadi istrinya.

Kamar di Balik Pintu Biru

Azkar benar-benar tidak menyangka. Kamar Rina tampak begitu elegan dan estetik dengan dominasi warna biru keabu-abuan yang menenangkan. Lampu tidur Aurora menyala, memproyeksikan cahaya indah ke langit-langit kamar, diiringi alunan lagu India yang lembut—menciptakan suasana yang sangat jauh berbeda dari kamar santri di pesantren.

"Ini... kamar kamu, Rin?" bisik Azkar takjub.

Rina hanya mengangguk malu sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher suaminya. Kamar itu kedap suara, sangat dingin karena AC yang menyala, dan wanginya sangat khas—wangi melati keraton yang elegan.

Detail Kehidupan Rina

Azkar menurunkan Rina di atas ranjang yang sangat empuk. Ia melihat meja rias yang tertata sangat rapi dengan deretan skincare Skintific warna biru dan alat make-up yang lengkap. Di sudut lain, terdapat lemari makanan bening yang penuh dengan stok camilan manis, asin, hingga mie instan.

Namun, yang paling membuat Azkar tertegun adalah lima bingkai foto kecil (pila) yang memperlihatkan wajah imut Rina tersusun rapi di dekat rak sepatu. Di dinding, tersusun rapi koleksi body care dosting, parfum Salsa, dan bahkan ada aroma parfum cowok yang maskulin. Di sisi lain kamar, terdapat sajadah dan Al-Qur'an yang menandakan bahwa pemiliknya tetap menjaga ibadahnya.

Foto yang Mengejutkan

Pandangan Azkar kemudian tertancap pada sebuah foto berukuran cukup besar yang terpampang di dinding dekat jam. Nafas Azkar seolah terhenti.

Dalam foto itu, Rina memakai daster mini. Dengan berani, ia sedikit menaikkan baju dasternya, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang montok, putih mulus, dan sangat menggoda. Rina di foto itu tampak menggigit bibir bawahnya, sementara satu tangannya memainkan rambut bergelombang warna biru muda. Pose yang sangat menantang, seolah sedang menggoda siapa pun yang melihatnya.

Azkar berdehem, tenggorokannya tiba-tiba terasa kering. Ia melirik Rina yang sekarang sudah kembali memakai jilbab rapat dan baju tertutup.

"Rin... itu foto kamu juga?" tanya Azkar dengan suara yang sedikit serak. "Ternyata benar, kamu itu penuh kejutan. Rambut kamu... aslinya warna biru?"

Rina langsung menarik selimut sampai menutupi wajahnya karena malu rahasia kamarnya terbongkar semua. "I-iya Mas... itu dulu waktu Rina lagi iseng. Mas jangan lihatin terus!"

Azkar tersenyum penuh arti. Ia mendekat ke arah Rina, lalu duduk di tepi ranjang. "Kenapa harus ditutup? Mas malah senang. Ternyata Mas menikahi seorang wanita yang punya banyak sisi. Ada sisi shalihah dengan sajadahnya, tapi ada sisi... nakal yang hanya boleh Mas lihat di kamar ini."

____________________________________________________

Suasana kamar yang estetik dan penuh rahasia ini membuat hubungan mereka terasa semakin intim dan berbeda dari biasanya.

____________________________________________________

1
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak ada basa basinya,To the point banget..Noh Gus langsung punya Rival tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Masih pake seragam SMA bukan kah tadi Azkar sudah nyuruh tukar ya bajunya saat di kamar? Atau Outhornya lupa 🤔🤔
Rina Casper: hhehe iya saya lupa kak maaf ya🙏soalnya saya buat novel gak cuma ini doang😭trimakasih sudah mampi☺️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
gak pake kerudung Rina?
Qaisaa Nazarudin
Apa bedanya,tetap juga kata talak dengan kesedaran nya,apapun alasannya..seorang yang lebih faham agama pasti nya dia akan tau dengan apa yg diucapkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini anak maunya apa sih? Katanya mau bebas,tapi saat mau dibebasin malah gak mau..Kebanyakan DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Nih baru Nongol mereka,noh liat dari Ulah kalian..
Qaisaa Nazarudin
Baru nongol sekarang heran deh,Pesakit di ICU dibiarin orang membesuk sesuka hati,mana ada kayak gitu..🤦
Qaisaa Nazarudin
Bisa ya ruang ICU dibesuk gitu?? mana nih dokternya? Harusnya kalo masih diruang ICU gak diizinkan besuk kerap gitu,harus satu orang yg masuk dlm satu waktu,itu juga gak boleh lama2 ,kalo mau lama2 sambil cerita itu mah nunggu dipindahkan ke ruang perawatan ya..
Nih anak kecil ngenyel banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Orang mana ya yg panggil BAK bukan MBAK?? 🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget sadarnya,Kima seminggu dua minggu kek,biar sampai Ortu kamu dtg menyaksikan penderitaan kamu kayak gini,aku oengen liat,ada gak rasa bersalah dan penyesalan dlm hati dan diri mereka..ckk gak sesuai dengan Ekspektasi aku..🙆🙆
Qaisaa Nazarudin
Bak Rina?? BAK itu apa? 🤔🤔MBAK maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hanya Azkar yg Hancur?? Harusnya keluarga Rina sekalian,Kemana mereka?? kenapa tdk dikabarin??
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Doktor mengatakan ke Ortunya Rina yg gila itu gimana keadaan anak mereka selama ini dan hingga saat ini..
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran cewek yg TEGAS,BAR-BAR,JUDES,TANGGUH,dan BUKAN CEWEK LEMAH..tapi disini peran utama ceweknya adalah CEWEK LEMAH..yang taunya CUMAN NANGIS mulu 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Seorang Gus nekad banget menikahi anak dibawah umur? Aku jadi tambah penasaran,Kayaknya Gus Azkar emang udah lama mengenali dan mencintai Rina,Gak mungkin kan saat kuliah dan diluar pasantrennya gak ada wanita dewasa yg dia suka? Kenapa harus Rina yg masih sekolah yg jadi pilihan nya?? 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Oh Bian udah 23 tahun? Ku pikir Kakel nya Rina gitu??
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu, Kenapa kalian paksa?? 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget mereka,Tuh pak ustaz apa gak ada ustazah dan santri dipondok yg dia sukain,kenapa harus Risa yg sudah punya KEKASIH juga masih sekolah yg menjadi pilihannya??ckk
muna aprilia
lanjut
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!