Darren adalah anak yatim piatu yang diangkat anak oleh Jhon Meyer, Owner XpostOne. Prestasinya sangat gemilang sehingga dia sering di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk bertugas di daerah konflik.
Umurnya sudah dua puluh delapan tahun dan belum menikah. Ia berjanji sebelum bisa membalaskan sakit hatinya kepada keluarga Blossom, ia tak mau menikah. Dulu saat berumur sepuluh tahun orang tua dan kakaknya di bakar hidup-hidup oleh keluarga Blossom.
Suatu hari ia di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk menyelamatkan tiga orang gadis yang terperangkap didesa Beduwi. Dengan berat hati ia pergi ke Bali, tapi apa yang dia temukan di desa itu? Ilmu hitam atau Le-ak. Sangat mengerikan dan hampir saja ia menjadi tumbal.
Saat mengetahui salah satu dari ke tiga gadis itu adalah putri keluarga Blossom, ia pun membuat rencana jahat untuk menyiksa gadis itu.
Apakah yang direncanakan oleh Darren? silahkan baca sampai tamat.
Trimakasih, jangan lupa like, coment***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.08. JADI T*MBAL
Kalau besok di eksekusi, gadis ini keburu m*ti, dia sudah dua hari terkurung, tidak mau makan dan minum. Orang tanpa minum lebih cepat m*ti karena dehidrasi. Kalau mereka m*ti kita tidak akan selamat Ibu kali pasti marah, sebaiknya sekarang kita eksekusi, besok tinggal mengundang Ibu kali." ucap Ratu Leak ngotot.
"Baik Ratu, menurut aku juga begitu. Kita juga tidak tahu cuaca besok, cuaca sering berubah-ubah."
"Ratu, dari tadi saya curiga kepada orang itu, jangan-jangan dia mata-mata yang sengaja datang untuk membunuh kita semua." Le-ak poleng yang berdiri agak jauh dari Ratu tiba-tiba berkomentar seraya menunjuk Darren.
"Bisa jadi mata-mata. Coba kamu periksa jubahnya, siapa tahu dia membawa pisau atau senjata tajam lainnya."
"Aku tidak mata-mata!!" teriak Darren membela diri, ia kesal dan menepis kasar tangan Le-ak yang memaksa membuka jubahnya.
Ia terpaksa melepas jarum beracun saat Le-ak Matah memukulnya. Tidak mungkin ada yang tau, jarumnya sangat kecil, tidak terlihat mata telanjang, tapi yang bikin semua m*rah karena Le-ak Matah jatuh langsung mer*gang ny*wa.
"Aduhh...Le-ak Matah m*ti. Heii..kau bunbun Le-ak Matah ya!!" Le-ak Barak m"rah men*duhnya.
"Aku tidak ada membunbunnya!!"
"T*ngkap dia!!"
"T*ngkap....t*ngkap..."
Teriakan itu bergema menggerakan para Le-ak untuk men*ngkap Darren. Mereka seperti robot. Darren panik berusaha lari, tapi mereka berbanyak menyerbu dengan ilmu untuk menangkapnya
Mereka bersorak dan Darren tidak sempat mengelak, walaupun ia melawan dengan cara mem*kul dan men*ndang, ia tetap kewalahan karena Ratu ikut meny*rang dengan tenaga dalam.
Tubuh Darren terasa terdorong oleh badai panas, hingga jatuh terjengkang seratus meter ke belakang dan menimpa seekor monyet.
Para Le-ak serentak melucuti jubahnya mereka menemukan senj*ta api, granat nanas. Untung jam tangannya tak diambil. Ntah kaca matanya jatuh dimana ia tak peduli, bingung menyikapinya.
"Hahaha...ini bukti nyata dia mata-mata." seorang Le-ak memperlihatkan pistol dan granat.
"Rupanya dia Le-ak setengah jadi, baru "ngereh" (berubah wujud) sudah dipergoki orang jadinya begini. Atau ilmu Le-aknya sulit masuk ke tubuhnya, karena ada ilmu lain..." jelas Le-ak Gadang.
"Aku ini beneran Le-ak, tidak menyangka wujud ku berubah setengah, aku pemula. Tolong lepaskan aku!"
"Tidak bisa, walaupun tangan dan kakimu sudah berbulu, kamu tetap manusia matah, apalagi kau membawa senjata. Kau harus dihukum!"
"Benar.. jangan di lepas, aku yakin dia mata-mata yang membeli ilmu Le-ak di dukun abal-abal dengan harga murah, hehe..."
"Dasar mata-mata, sekarang giliran kau di jadikan t*mbal yang pertama.' seekor monyet Le-ak men*ndangnya.
"Angkat dia ke altar!!" teriak Ratu Le-ak.
Merekapun bergegas mengangkat Darren ke altar. Dinginnya batu altar menyentuh punggungnya yang tel*njang. Otaknya tak bisa berpikir, habis sudah...
Perasaan takut yang berlebihan membuat tubuhnya bergetar hebat, menggigil. Jika mu-suh men*mb*knya ia tidak takut. Tapi mereka akan mem*tong leh-ernya pelan dan meng*iris da-gingnya sedikit demi sedikit memakai sembilu. Mengerikan!!.
"Ya Tuhan, lindungilah hambamu ini, jika aku harus ma-ti berikan kem*tian yang cepat, tanpa di mut*lasi." sambatnya sedih. Ia ingin ber*ntak, tapi tangan dan kakinya di pegang beramai-ramai.
"Ternyata kau punya nyali datang kesini, selama ini sudah banyak aparat datang dan mencoba mengusik keyakinan kami, tapi semua berujung di altar. Mereka menjadi t*mbal, hahaha...."
"Ratu saya bersalah, saya bukan seorang mata-mata walaupun ada senjata, semua itu untuk menjaga diri, jika ada serangan dari binatang bu-as.."
"Walau kau menangis d*rah, kita tak akan melepaskanmu. Mencari t*umbal sangat sulit, kini kau datang menyerahkan diri, haha.. Itu artinya pucuk dicinta ulam pun tiba, haha..." Le-ak poleng ikut nimbrung.
"Ternyata kau sudah bosan hidup, haha... Anak-anak mendekat semua!!" Ratu Le-ak berteriak nyaring.
"Baik Ratu..." para Le-ak pada ngumpul dan melingkari altar yang di atasnya ada tubuh Darren yang terbaring.
"Aku akan mengajarkan kalian cara tepat mengambil d*rah di tengg*rokan, supaya bisa dapat satu bejana." ucap Ratu penuh suka cita.
"Baik Ratu..." sahut mereka serempak.
Ratu Le-ak memberi ajaran ilmu Le-ak yang s*dis dan keji. Dia sangat pintar bicara, saking asyiknya sampai mereka tidak tahu kalau salah satu sandera yang tergantung di tiang belakang melepaskan diri dan kabur.
Namanya Aluna, salah satu dari ke tiga gadis yang mau dit*mbalkan.Ia buru-buru melepaskan tali tiang yang membuatnya tergantung. Kepalanya sakit gara-gara dia tergantung terbalik. Kaki di atas, kepala di bawah.
Setelah lepas, ia bergegas menjauh dari tempat terkutuk itu. Sempat ia menoleh kepada kedua temannya yang tergantung.
"Maafkan aku meninggalkan kalian, saat ini aku tidak berdaya menolong kalian.."
Air matanya bergulir jatuh, ia sangat sedih mengingat temannya. Untuk melepaskan tali kedua temannya ia tak mampu, butuh keberanian yang super. Kalau kepergok pasti jadi t*mbal.
Memang terkesan egois, keadaan yang membuatnya harus mengambil langkah cepat. Terus terang ia takut menghadapi Le-ak karena kekej*mannya diluar nalar, tidak masuk akal.
Ia memaksakan kakinya yang luka untuk berlari, tanpa alas kaki. Bibirnya di tutup rapat supaya tidak berteriak saat kakinya kena benda tajam.
Tuhan mendengar doanya, ia bersyukur bisa lolos, ada orang baik menolongnya, dia berharap orang itu suruhan papanya. Tapi ia sedih melihat pria itu tertangkap, jika dia masih hidup, ia akan mencarinya, menepati janjinya dan memberi apapun permintaannya. Ia tidak peduli berapa uang diminta ia pasti memberi.
Aluna menyusup ke kebun warga. Ia tau sangat beresiko kalau salah jalan, lebih baik ia bersembunyi dulu di semak-semak menunggu pagi.
Agung yang dari tadi bersembunyi dibalik pohon beringin, timbul keberaniannya saat melihat Darren di s*ksa tergeletak di atas altar.
Ia mengerti apa yang akan terjadi kalau sudah berada di altar. Persembahan dan perbunbunan yang s*dis, mut*lasi asal.
Agung marah dan bersiap menolong. Ia
mengendap maju dengan dua pistol di tangan. Pist*lnya menyalak, satu persatu Le-ak rungkat dan jatuh bers*mbah d*rah.
"DORRR...DORRR....DORRR...."
Darren yang tahu Agung membantunya cepat berguling ke samping menjatuhkan dirinya ke tanah. Ia takut kalau Agung salah sasaran dan ia kena peluru nyasar.
Agung menembak membabi buta, Le-ak tingkat bawah langsung menin66al, tapi Le-ak yang tinggi ilmunya akan terbang dan bersembunyi, tapi karena ini sudah subuh Le-ak yang tersisa ada yang lari pulang dan ada yang menemani Ratu.
Walaupun ia bersenjata, rasa takut tetap ada. Yang membuat nyalinya kembali ciut, karena Ratu Le-ak marah dan melempar bejana ke tubuhnya.
"Bruukkk...." periuk tanah itu menimpa kepalanya pecah berserakan. Ia oleng Untung Darren cepat menyangga tubuh Agung dan menyeretnya menjauh.
*****