NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Plot Twist Kursi Kosong dan Donasi Sultan

[Backstage Area - Ruang Kontrol Utama]

Kekacauan di belakang panggung sudah mencapai level DEFCON 1.

Pak Burhan, sang ketua penyelenggara konser, nyaris membanting walkie-talkie-nya ke lantai. Wajahnya merah padam, urat lehernya menonjol, dan keringat dingin membanjiri kemeja batiknya.

"BATALKAN! ANULIR! SAYA NGGAK MAU TAU!" teriak Pak Burhan di depan wajah teknisi IT yang malang.

"T-tapi Pak, secara teknis nggak ada yang salah..." cicit si teknisi sambil memeluk laptopnya ketakutan.

"Nggak ada yang salah gundulmu!" semprot Pak Burhan. "Sembilan kali berturut-turut kena di kursi A-12? Itu probabilitasnya lebih kecil daripada disambar petir sambil makan bakso! Sponsor Honda baru aja nelpon, mereka ngancem bakal nuntut kita kalau ini ketahuan settingan atau bug sistem! Mereka nggak mau brand image mobilnya rusak gara-gara dituduh curang!"

Asisten Pak Burhan menyela dengan panik, "Pak, penonton di stadion udah mulai lempar botol ke panggung. Di media sosial juga kita udah di-rujak habis-habisan. Tagar #BoikotKonserVania mulai naik."

Pak Burhan memijat pelipisnya yang berdenyut hebat. Dia harus mengambil keputusan drastis untuk menyelamatkan muka promotor.

"Oke. Dengerin saya," perintah Pak Burhan lewat ear-piece yang terhubung langsung ke telinga Vania di panggung. "Vania, tahan dulu penyerahan kuncinya! Kita lakukan Re-Draw (undi ulang) khusus untuk Grand Prize mobil! Alasan teknis! Bilang aja sistem error karena overheat! Cepetan sebelum panggung dibakar massa!"

[Panggung Utama]

Di atas panggung, Vania Winata yang baru saja hendak menyerahkan kunci simbolis Honda Civic Turbo RS kepada Raka, tiba-tiba mematung. Tangannya menahan kunci styrofoam besar itu. Wajahnya pucat pasi saat mendengar instruksi dari ear monitor-nya.

Raka, yang berdiri santai dengan tangan di saku, melihat perubahan ekspresi itu.

"Kenapa, Van? Ada suara ghaib?" tanya Raka setengah bercanda.

Vania menatap Raka dengan tatapan bersalah. Dia menurunkan mikrofonnya sedikit. "Mas Raka... maaf banget. Sumpah aku nggak enak, tapi... panitia minta undi ulang buat mobilnya. Mereka bilang sistemnya error."

Raka mengangkat alis. "Oh? Karena gue menang terus, jadi dianggap error?"

"Iya... Maaf ya," cicit Vania.

Raka justru tertawa. Tawa yang renyah dan santai, tanpa beban sedikitpun. "Santai aja, Cantik. Lakuin aja apa yang harus dilakuin. Gue nggak butuh mobilnya kok, gue cuma menikmati dramanya."

Vania tertegun melihat reaksi Raka yang begitu legowo. Cowok lain pasti sudah ngamuk kalau hadiah mobil 600 jutanya dibatalkan sepihak.

Vania kembali mengangkat mikrofon, menarik napas panjang, dan memasang wajah profesional.

"Teman-teman! Mohon perhatiannya sebentar!" suara Vania menggema, menghentikan sorakan hujatan penonton.

"Karena adanya anomali teknis yang sangat tidak wajar dimana satu nomor menang sembilan kali berturut-turut pihak panitia dan sponsor memutuskan untuk MENGANULIR undian Grand Prize barusan!"

Hening sejenak.

Lalu...

"YEAAAAAAHHHHHH!!!!!"

Stadion meledak dalam sorak sorai kebahagiaan. Rasa keadilan seolah ditegakkan kembali. Para cowok jomblo yang tadi membenci Raka kini merasa menang.

"MAMPUS LO!" "HOKI LO ABIS BRO!" "KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA!" "TURUN LO! TURUN!"

Vania melanjutkan, "Kita akan melakukan pengundian ulang secara manual! Kru saya akan menekan tombol stop dengan mata tertutup biar adil! Siap semua?!"

"SIAAAAPPP!!!" jawab 80.000 orang serempak.

Raka mundur selangkah, memberikan ruang. Dia masih tersenyum tipis. Sistem di retinanya memberikan notifikasi baru.

[Peringatan: Pihak ketiga mencoba memanipulasi takdir.] [Respon Otomatis: Mengaktifkan 'Karma Instan'.] [Target Pengalihan: Aset Sekunder Tuan Rumah.]

Raka membaca notifikasi itu dan menyeringai. Oh, jadi gitu mainnya. Oke, Sistem. Tunjukkan pesonamu.

Layar raksasa kembali menampilkan angka acak yang berputar gila-gilaan.

[ SPINNING... ]

Semua orang menahan napas. Doa-doa dipanjatkan. Jari-jari disilangkan.

"STOP!" Teriak Vania sambil menutup matanya.

Kru panggung menekan tombol.

Layar berhenti berputar.

Angka besar muncul di layar.

[ ROW A - SEAT 13 ]

Keheningan kembali menyelimuti stadion.

"Row A... Seat 13?" Vania membuka matanya, membaca angka itu. Wajahnya sumringah. "Bukan 12! Yesss! Bukan 12!"

Penonton bersorak gila-gilaan. "YEEESSS!!! BUKAN DIA!" "GANTI PEMENANG!" "ALHAMDULILLAH!"

Vania mencari-cari di barisan depan. "Mana nih pemilik kursi A-13? Sebelahnya Mas Raka ya? Ayo berdiri dong! Kamu dapet mobil Honda Civic Turbo RS!"

Kamera menyorot ke arah kursi di sebelah Raka.

Kursi itu kosong. Hanya ada sebuah tas ransel butut dan tumpukan merchandise hadiah Raka yang tergeletak di sana.

"Loh? Orangnya mana?" tanya Vania bingung. "Lagi ke toilet kah?"

Di tengah kebingungan massal itu, Raka perlahan mengangkat tangannya lagi.

Kali ini, gerakannya lambat, dramatis, seperti villain utama di film aksi yang hendak mengungkapkan rencana jahatnya.

Tangan kanannya merogoh saku kemeja. Dia mengeluarkan dua lembar tiket fisik.

Dia mengangkat tiket pertama. "Ini tiket saya. A-12." Lalu dia menjatuhkannya ke lantai panggung.

Kemudian, dia mengangkat tiket kedua tinggi-tinggi ke udara, membiarkan kamera menyorot detail nomornya.

"Dan ini... tiket tas saya. A-13."

Raka tersenyum miring ke arah kamera. "Maaf ya, Panitia. Maaf ya, Netizen. Ternyata tas butut saya lebih hoki daripada kalian semua."

DUAR!

Mental 80.000 penonton hancur berkeping-keping. Internet down. Admin server Twitter mungkin sedang kejang-kejang.

Vania melongo. Mulutnya terbuka lebar, benar-benar shock. "J-jadi... kamu beli dua tiket?"

Raka mengambil mikrofon dari tangan Vania yang lemas.

"Boleh saya ngomong sebentar?"

Tanpa menunggu jawaban, Raka melangkah ke tengah panggung. Lampu sorot fokus padanya. Kali ini, auranya berbeda. Bukan lagi aura cowok hoki yang selengean, tapi aura dingin dan berwibawa yang membuat bulu kuduk merinding.

Suasana stadion yang tadi riuh, perlahan senyap. Mereka menunggu apa pembelaan dari "Manusia Paling Curang" ini.

"Saya tahu apa yang ada di pikiran kalian semua," suara Raka bergema berat, tenang, dan mengintimidasi.

"Kalian pikir ini settingan. Kalian pikir saya orang dalam. Kalian pikir saya curang."

Raka terkekeh sinis.

"Tapi coba pake logika kalian sedikit. Kalau saya orang dalam, ngapain saya beli dua tiket VVIP yang harganya setara gaji UMR Jakarta? Buat gaya-gayaan? Kurang kerjaan amat."

Raka menatap lurus ke kamera, seolah menatap mata seseorang di luar sana.

"Alasan saya beli dua tiket itu sederhana. Dan menyedihkan."

Dia menunjuk kursi A-13 yang kosong di bawah sana.

"Kursi itu... seharusnya diduduki oleh seseorang yang sangat berarti buat saya. Seseorang yang saya perjuangkan mati-matian selama berbulan-bulan. Saya kerja paruh waktu, saya nabung, saya makan mie instan tiap hari, cuma biar bisa duduk berdua sama dia di sini malam ini."

Nada suara Raka merendah, terdengar pilu namun tegas.

"Tapi sore tadi, dia bilang dia sakit. Dia batalin janji."

"Awalnya saya percaya. Sampai saya liat sendiri, dia turun dari mobil mewah cowok lain di depan gerbang GBK. Sehat walafiat. Cantik. Dan bahagia."

"Gue di-ghosting, Bro. Di-prank sama yang namanya cinta."

Keheningan di stadion kini berubah menjadi rasa simpati yang canggung. Para cewek mulai menutup mulut mereka. Para cowok yang tadi menghujat mulai merasa... relate.

"Jadi..." Raka menarik napas panjang, mengubah ekspresinya menjadi tegas kembali. "Buat dia yang mungkin lagi nonton, atau mungkin ada di stadion ini sama cowok barunya... Makasih. Karena lo nggak dateng, tas butut gue jadi menang mobil."

Savage.

Terdengar tepuk tangan kecil yang ragu-ragu, lalu semakin lama semakin keras.

"Tapi," lanjut Raka, mengangkat tangannya untuk menghentikan tepuk tangan. "Saya nggak butuh mobil ini."

"Hah?" Vania nyeletuk tanpa sadar.

"Saya juga nggak butuh headphone, poster, smartwatch, atau apapun sampah mahal ini," Raka menendang pelan tumpukan hadiah di kakinya.

"Saya datang ke sini cuma pengen nonton Vania. Dan karena takdir udah ngasih saya 'pelukan' sebagai hadiah hiburan patah hati, itu udah lebih dari cukup."

Raka menoleh ke Vania, menatap matanya dalam-dalam.

"Mbak Vania, saya denger kamu punya yayasan amal buat bangun sekolah di NTT, bener?"

Vania mengangguk kaku. "I-iya. Bener."

"Oke. Kalau begitu saya buat keputusan resmi sekarang."

Raka berbicara lantang ke mikrofon.

"Seluruh hadiah yang saya menangkan malam ini. Dari poster, gadget, sampai mobil Honda Civic Turbo RS itu... Semuanya saya serahkan ke pihak Vania Winata."

"Tolong uangkan semuanya. Jual mobilnya. Dan sumbangkan 100% hasilnya atas nama 'Barisan Para Mantan yang Tersakiti' ke yayasan pendidikan itu."

"Biar anak-anak di sana bisa belajar. Biar mereka pinter. Biar gedenya nanti nggak gampang dibegoin sama cewek matre."

Raka tersenyum tulus. "Gimana? Deal?"

Stadion hening selama tiga detik. Lalu meledak.

Kali ini bukan hujatan. Bukan caci maki. Tapi tepuk tangan penghormatan (Standing Ovation) yang gemuruhnya melebihi saat konser dimulai.

"RESPEK BANG!!!" "SULTAN SESUNGGUHNYA!!!" "ANJAY KELAS!!!" "BANG RAKA PANUTANKU!!"

Vania menatap Raka dengan mata berkaca-kaca. Hatinya berdesir hebat. Dia pernah melihat banyak cowok kaya yang pamer harta. Tapi cowok yang membuang mobil 600 juta demi amal hanya karena "nggak butuh"? Itu level yang berbeda. Itu seksi.

"Deal, Mas Raka. Deal banget!" Vania maju dan tanpa ragu memeluk Raka lagi. Kali ini bukan karena tuntutan acara, tapi impuls murni dari hatinya.

[Di Tribun VIP Lain]

Di sudut yang agak gelap, Tiara membeku. Wajahnya pucat pasi seperti mayat.

Dia mendengar semuanya. Dia melihat semuanya. Honda Civic Turbo itu... seharusnya bisa jadi miliknya kalau dia datang bersama Raka. Sembilan hadiah eksklusif itu... seharusnya dia yang pegang.

Dan sekarang, Raka cowok yang dia anggap badut miskin baru saja membuang mobil seharga setengah miliar seolah itu cuma sampah kulit kacang?

"Nggak mungkin..." desis Tiara, tangannya gemetar memegang gelas minumannya. "Raka... dia dapet duit darimana bisa ngomong sombong gitu?"

Kevin, di sebelahnya, juga terdiam. Egonya sebagai "Anak Sultan" terusik. Dia menatap Raka di layar raksasa dengan tatapan tidak suka.

"Cih, paling cuma akting sok jagoan," cibir Kevin, meski dalam hati dia ngeri membayangkan nominal yang baru saja didonasikan Raka. "Liat aja nanti pas turun panggung, pasti nangis darah dia kehilangan mobilnya."

Tapi Raka di panggung tampak tertawa lepas, bersinar di bawah lampu sorot, terlihat lebih "Mahal" daripada siapapun di stadion itu.

Malam itu, Raka bukan hanya memenangkan gacha. Dia memenangkan "Perang" yang bahkan Tiara tidak sadar sedang terjadi.

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
DipsJr: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
DipsJr: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
DipsJr: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
DipsJr
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
DipsJr: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
DipsJr: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!