NovelToon NovelToon
Ta'Aruf Terindah

Ta'Aruf Terindah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Ragnar Aditya van Der Veen—pria berdarah campuran Indonesia–Belanda—memiliki segalanya: karier mapan di Jakarta, wajah tampan, dan masa lalu yang penuh gemerlap. Namun di balik itu semua, ia menyimpan luka dan penyesalan yang tak pernah benar-benar sembuh. Sebuah kesalahan di masa lalu membuatnya kehilangan arah, hingga akhirnya ia memilih kembali pada jalan yang lebih tenang: hijrah, memperbaiki diri, dan mencari pendamping hidup melalui ta’aruf.
Di Ciwidey yang sejuk dan berselimut kebun teh, ia dipertemukan dengan Yasmin Salsabila—gadis Sunda yang lembut, sederhana, dan menjaga prinsipnya dengan teguh. Yasmin bukan perempuan yang mudah terpesona oleh penampilan atau harta. Baginya, pernikahan bukan sekadar cinta, tapi ibadah panjang yang harus dibangun dengan kejujuran dan keimanan.
Pertemuan mereka dimulai tanpa sentuhan, tanpa janji manis berlebihan—hanya percakapan-percakapan penuh makna yang perlahan mengikat hati. Namun perjalanan ta’aruf mereka tak semulus jalan tol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan di Tengah Niat

Berita tentang mundurnya keluarga Van Der Meer dari kerja sama bisnis menyebar cepat. Media memelintirnya menjadi drama keluarga konglomerat yang retak karena persoalan pribadi. Nama Ragnar disebut-sebut sebagai pewaris yang terlalu emosional. Beberapa artikel bahkan menyebut ada “perempuan desa” di balik keputusan berisiko itu.

Yasmin membaca satu demi satu dengan tangan gemetar.

Ia tidak terbiasa dengan sorotan publik. Di Ciwidey, hidup berjalan sederhana—orang saling mengenal, saling menyapa. Tidak ada kamera, tidak ada gosip berskala nasional.

Namun kini namanya mulai disebut di forum-forum anonim.

“Siapa Yasmin?”

“Katanya cuma guru ngaji kampung.”

“Cinta beda kasta?”

Komentar-komentar itu seperti kerikil kecil yang dilemparkan ke hatinya.

Siti duduk di sampingnya, mencoba menguatkan. “Jangan dibaca lagi.”

“Tapi ini semua karena aku,” bisik Yasmin.

“Bukan. Ini karena pilihan dia.”

Yasmin menatap layar yang menampilkan foto Ragnar keluar dari gedung kantornya dengan wajah serius. Ia terlihat tegar, namun mata itu menyimpan beban.

________________________________________

Di Jakarta, Ragnar menghadapi tekanan dari dua arah: keluarga dan publik.

Ayahnya tidak banyak bicara lagi, namun sikapnya menjadi dingin. Beberapa direktur mulai mengusulkan restrukturisasi kepemimpinan.

“Investor tidak suka ketidakstabilan,” ujar salah satu komisaris.

Ragnar mendengarkan dengan kepala tegak. Ia tahu sebagian benar. Namun ia juga tahu, jika ia mundur sekarang, semua keputusan prinsipnya akan sia-sia.

Di tengah rapat yang melelahkan, ponselnya bergetar. Pesan dari Yasmin.

“Aku ingin bicara.”

Hatinya berdegup.

________________________________________

Malam itu mereka melakukan panggilan video dengan pengawasan masing-masing keluarga, tetap menjaga adab.

Yasmin tampak lebih pucat dari biasanya.

“Aku baca beritanya,” katanya pelan.

Ragnar mengangguk. “Aku juga.”

“Apa perusahaanmu baik-baik saja?”

“Sedang goyah. Tapi belum runtuh.”

Yasmin terdiam. Ia menatap wajah pria itu lama.

“Ragnar… mungkin kita harus berhenti.”

Kalimat itu seperti petir.

“Apa?”

“Mungkin ini tanda bahwa jalan kita terlalu berat.”

Ragnar menggeleng cepat. “Jangan bilang begitu hanya karena tekanan sementara.”

“Ini bukan sementara,” balas Yasmin lembut. “Ini menyangkut masa depan banyak orang. Karyawanmu. Keluargamu.”

“Dan masa depanku juga menyangkut kamu,” jawab Ragnar.

Air mata Yasmin jatuh. “Aku tidak ingin jadi sebab kamu kehilangan segalanya.”

Ragnar menatapnya dalam. “Aku tidak kehilangan segalanya. Aku kehilangan satu investor.”

“Yang nilainya miliaran.”

“Rezeki bukan dari mereka.”

Yasmin tersenyum tipis mendengar kalimat itu—kalimat yang dulu ia ucapkan pada dirinya sendiri.

Namun perasaan bersalah tetap menggerogoti.

“Aku cuma gadis desa, Ragnar. Aku tidak biasa dengan dunia seperti itu.”

“Aku tidak mencari wanita yang biasa dengan dunia itu,” katanya pelan. “Aku mencari wanita yang bisa mengingatkanku pada tujuan.”

Keheningan mengisi ruang virtual mereka.

Namun di balik layar, hati Yasmin masih diliputi ragu.

________________________________________

Keesokan harinya, tekanan datang dari arah yang tak terduga.

Seorang lelaki bernama Farhan—anak pemilik kebun teh terbesar di Ciwidey—datang melamar Yasmin melalui keluarganya.

Farhan dikenal religius, mapan, dan berasal dari lingkungan yang sama.

“Dia cocok,” ujar paman Yasmin. “Sama-sama Sunda. Sama-sama paham adat.”

Ayah Yasmin tidak langsung menjawab. Ia hanya memandang putrinya.

Yasmin merasa dunia semakin sempit.

Di satu sisi, Ragnar berjuang melawan badai bisnis. Di sisi lain, pilihan yang lebih “aman” berdiri di depan mata.

Farhan tidak membawa konflik internasional. Tidak ada perjanjian bisnis rumit. Tidak ada media.

Hanya kehidupan tenang di Ciwidey.

Malam itu Yasmin shalat istikharah lebih lama dari biasanya. Sujudnya basah oleh air mata.

“Ya Allah, jika menjauh darinya lebih baik, lapangkanlah hatiku.”

________________________________________

Di Jakarta, Ragnar menerima kabar tentang lamaran Farhan melalui pesan singkat dari Yasmin sendiri.

“Ada yang datang melamar.”

Dunia seakan berhenti.

“Dan?” balas Ragnar cepat.

“Ayah belum memberi jawaban.”

Ragnar menutup mata, mencoba menahan emosi.

“Apa kamu mempertimbangkannya?”

Yasmin tidak langsung menjawab.

Keheningan itu lebih menyakitkan dari kata-kata.

“Aku hanya ingin memastikan aku tidak memaksakan takdir,” jawabnya akhirnya.

Ragnar mengusap wajahnya. Ia tidak bisa menyalahkan Yasmin. Dalam situasi seperti ini, pilihan aman memang menggoda.

“Apa yang kamu rasakan?” tanyanya pelan.

“Aku takut,” jawab Yasmin jujur. “Takut tidak kuat.”

Ragnar menelan ludah. “Kalau kamu menyerah sekarang, berarti kamu tidak pernah benar-benar percaya padaku.”

“Aku percaya,” bisik Yasmin. “Tapi aku juga harus realistis.”

Realistis.

Kata yang sama yang diucapkan Clara.

Ragnar merasa seperti berdiri di dua dunia yang sama-sama mengujinya.

________________________________________

Sementara itu, Clara memantau berita dari Belanda. Ia tahu tekanan yang dihadapi Ragnar semakin besar. Namun anehnya, ada rasa kosong dalam dirinya.

Ia ingin Ragnar kembali. Namun bukan dengan cara memaksa.

Ayahnya mulai menyusun langkah hukum untuk memperketat persaingan bisnis.

Clara memandang layar laptopnya lama.

“Apakah ini benar-benar tentang bisnis?” gumamnya.

Atau tentang harga diri yang terluka?

________________________________________

Di Ciwidey, Farhan kembali datang, kali ini berbicara langsung dengan Yasmin di ruang tamu dengan pengawasan keluarga.

“Aku tahu kamu sedang dalam proses ta’aruf dengan orang lain,” ucap Farhan tenang. “Aku tidak ingin merebut. Aku hanya menawarkan jalan yang lebih sederhana.”

Yasmin menunduk.

“Aku tidak menjanjikan dunia mewah,” lanjut Farhan, “tapi aku bisa menjanjikan kehidupan yang tenang.”

Tenang.

Kata itu kembali mengusik hati Yasmin.

Bukankah ia juga melihat ketenangan dalam diri Ragnar?

Namun ketenangan Ragnar selalu datang bersama badai.

Setelah Farhan pergi, Yasmin duduk sendirian di kamarnya.

Ia membuka kembali pesan-pesan Ragnar. Suara lelaki itu terngiang di kepalanya.

“Aku mencari wanita yang bisa mengingatkanku pada tujuan.”

Air matanya jatuh lagi.

Ia sadar satu hal: mencintai seseorang berarti siap berdiri bersamanya, bukan hanya menikmati hasil akhirnya.

Namun apakah ia benar-benar siap?

Sementara di Jakarta, Ragnar berdiri di jendela kantornya yang gelap.

Ia baru saja menerima laporan kerugian sementara.

Tekanan semakin nyata.

Dan kini ancaman terbesar bukan lagi bisnis.

Melainkan kemungkinan kehilangan Yasmin.

Untuk pertama kalinya, Ragnar merasa takut bukan pada angka-angka di laporan keuangan.

Tapi pada pilihan hati seorang gadis sederhana di Ciwidey.

Jika Yasmin memilih Farhan, ia tidak bisa memaksanya.

Ta’aruf bukan tentang mempertahankan dengan ego.

Melainkan tentang merelakan jika memang bukan takdir.

Dan malam itu, dua hati yang sama-sama berdoa di tempat berbeda mulai diuji pada titik paling rapuh.

Apakah mereka akan memilih jalan sulit bersama?

Atau menyerah demi ketenangan yang lebih mudah?

1
Alvaraby
namanya juga novel 🤣
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
bukannya kecelakaan motor????
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kok mbulet y thor,,,,kan diawal sudah dijelaskan masa lalu yang hampir menikah namanya Clara,,,,awal awal ceritanya bagus pertengahan kok mbulet gini????
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
Clara gak ada nyerah nyerahnya y
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
lanjut,,,,,😍😍😍😍😍😍
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
penasaran lanjut,,,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
masa SMP udah gak ingat wajahnya Yasmin???
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kata katanya tertata rapi banget thor,,,, lanjut semangat berkarya 💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!