"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Runtuhnya Kerajaan Pasir
Matahari pagi menembus jendela kaca penthouse, menyinari dua orang yang masih betah dalam balutan selimut. Juno menarik Kyra ke dalam pelukannya, menghirup aroma rambut Kyra yang kini tak lagi berbau alkohol club, melainkan aroma bunga yang lembut.
"Ra," panggil Juno berat. Tangannya mengusap punggung polos Kyra dengan protektif. "Aku sudah menyiapkan tim pengacara terbaik. Mereka ahli dalam kasus perceraian kelas atas. Aku ingin statusmu dengan pria itu selesai dalam waktu singkat. Tanpa drama, tanpa kamu harus bertemu dengannya lagi di pengadilan jika kamu tidak mau."
Kyra mendongak, menatap rahang tegas Juno. "Tapi, Jun... Nathan pasti akan menuntut macam-macam. Dia punya kontrak hutang ayahku. Dia pasti akan menggunakan itu untuk menahanku."
Juno tersenyum dingin, sebuah senyum yang menandakan ia sudah selangkah lebih maju. "Kontrak itu sudah tidak ada harganya. Aku sudah membeli seluruh hutang perusahaan ayahmu dari tangan Nathan semalam. Sekarang, aku adalah pemilik sah dari seluruh 'beban' keluargamu. Nathan tidak punya hak apa pun lagi atas dirimu maupun keluargamu."
Kyra tertegun. Ia tidak menyangka Juno akan bergerak secepat dan sekuat itu. "Jadi... aku benar-benar bebas?"
"Kamu bebas, Sayang. Dan aku akan memastikan mereka yang pernah menyakitimu merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya," janji Juno sambil mengecup kening Kyra lama.
Kantor Sagara Group, Pukul 10.00 WIB.
Suasana di kantor Nathan seperti di dalam neraka. Nathan mondar-mandir di ruangannya, melempar berkas-berkas ke lantai. Layar monitor di dinding menunjukkan grafik saham perusahaannya yang terjun bebas, berwarna merah membara.
"Sialan! Siapa yang berani melakukan ini?! Siapa Allegra Group sebenarnya?!" teriak Nathan kesetanan.
Ponselnya berdering. Nama KENZO muncul. Nathan langsung mengangkatnya dengan penuh amarah.
"Kenzo! Beritahu adikmu yang jalang itu! Gara-gara dia mencelakai Wijaya, perusahaan kita hancur! Kalau dia tidak kembali padaku sekarang dan memohon pada Wijaya, aku akan pastikan ayahmu membusuk di penjara karena penipuan pajak yang dia lakukan dulu!"
"M-mas Nathan... tenang dulu..." suara Kenzo di ujung telepon terdengar gemetar hebat. "Ayah sudah tahu. Ibu tiri juga sedang menangis histeris. Kami tidak bisa menghubungi Kyra. Dia... dia seperti hilang ditelan bumi!"
"Cari dia, bodoh! Cari ke rumah neneknya di desa, cari ke kost-kostannya di Bandung! Kalau aku bangkrut, kalian juga akan kembali jadi gembel seperti dulu! Paham?!" Nathan membanting ponselnya ke meja hingga layarnya retak.
Di kediaman ayah Kyra, suasana tidak kalah kacau.
Ayah Kyra duduk lemas di sofa mahal yang sebentar lagi mungkin akan disita. Ibu tiri Kyra, yang biasanya tampil glamor, kini hanya bisa meratap.
"Ini semua gara-gara anakmu yang tidak berguna itu!" bentak ibu tiri Kyra pada suaminya. "Harusnya dia diam saja melayani Wijaya! Toh itu untuk kebaikan kita semua! Sekarang lihat? Nathan mengancam kita, dan perusahaan Allegra mulai memboikot semua suplai kita!"
Kenzo masuk ke ruangan dengan wajah pucat. "Ayah... ini bukan cuma soal Wijaya. Aku baru saja mendapat info... Allegra Group sudah membeli seluruh hutang kita dari Nathan. Dan mereka memberi waktu 24 jam bagi kita untuk mengosongkan rumah ini jika tidak bisa membayar lunas."
"Apa?!" Ayah Kyra berdiri dengan sisa tenaganya. "Siapa Allegra ini? Kenapa dia begitu membela Kyra?"
Kembali ke penthouse Juno.
Kyra sedang duduk di meja makan, ia baru saja selesai berbicara dengan dokter di Singapura yang mengabarkan bahwa ibunya mulai menunjukkan respon positif terhadap pengobatannya. Hati Kyra lega, seolah beban berton-ton baru saja diangkat dari bahunya.
"Jun," panggil Kyra saat Juno keluar dari ruang kerjanya. "Kak Kenzo meneleponku berkali-kali. Juga Ayah."
Juno duduk di samping Kyra, mengambil ponsel itu dari tangan Kyra. "Jangan diangkat. Biarkan mereka merasakan ketakutan yang kamu rasakan selama lima tahun ini. Biarkan mereka mengemis pada kekosongan."
"Mereka akan mencari ke sini, Jun," ucap Kyra ragu.
"Biarkan mereka datang," Juno menyeringai, matanya berkilat penuh otoritas. "Aku ingin melihat wajah ayahmu saat dia sadar bahwa 'anak kota' yang dia buang dulu, sekarang dilindungi oleh pria yang bisa menghapus namanya dari peta bisnis Jakarta dalam sekejap."
Juno menggenggam tangan Kyra erat. "Sekarang, kamu mau melakukan apa? Melukis? Aku sudah siapkan ruangan di lantai atas dengan kanvas dan cat terbaik. Tidak ada lagi kalkulator, tidak ada lagi penghematan. Lukislah duniamu yang baru, Ra."
Kyra menatap Juno dengan mata berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya, ia merasa tidak lagi menjadi "aset" atau "barang tukar". Ia merasa dicintai.
"Aku mau melukismu, Jun. Seperti dulu di bukit sawah," bisik Kyra.
"Boleh. Tapi kali ini..." Juno menarik Kyra ke pelukannya lagi, "Satu goresan lukisan, bayarannya satu ciuman. Setuju?"
Kyra tertawa lepas, sebuah tawa yang sudah lama hilang dari bibirnya. "Dasar pelit! Ternyata kamu juga perhitungan!"
"Aku hanya pelit soal waktu bersamamu, Sayang. Aku tidak mau berbagi sedetik pun dengan orang lain," Juno membalas tawa itu sebelum mencium bibir Kyra dengan penuh kemenangan.
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/