Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"Wajahmu kenapa pucat begitu, Lan? Kayak habis lihat hantu saja?" tanya Yoga sambil tertawa saat melihat Dylan kembali ke gudang dengan wajah pucat.
Dylan menghela nafas. "Justru aku bertemu dengan orang yang lebih mengerikan dari hantu."
Dia nambahkan, "Tadi aku gak menyangka akan bertemu lagi dengan pemilik Barack Mal itu di rumah sakit."
Dylan merasa dunia ini benar-benar sempit. Dia berharap tidak akan bertemu lagi dengan gadis galak itu, ternyata malah bertemu di rumah sakit.
Walaupun tadi dia mencoba tetap tenang, sebenarnya dia berusaha menghindar dari tatapan Bianca yang sangat mengerikan. Tatapan matanya begitu tajam dan dingin, membuat bulu kuduknya merinding.
"Kenapa juga tadi aku harus sok-sokan ikut campur urusan dia dengan dokter di rumah sakit itu?" gumam hatinya.
Yang pasti saat ini Dylan sedang berusaha mencari pekerjaan sampingan, dengan cara mencari lowongan pekerjaan di medis sosial, agar bisa secepatnya mendapatkan uang 500 juta. Dia tidak ingin berurusan lagi dengan gadis galak itu.
Tawa Yoga malah semakin meledak, "Itu pertanda bahwa kamu mungkin berjodoh dengannya."
Dylan mendesis kesal, "Wah tega banget kamu mendo'akan aku berjodoh dengan dia. Itu sama saja menyuruh aku cepat mati!"
Dylan bergidik ngeri membayangkan dia yang tinggal satu atap dengan wanita galak seperti itu. Pasti dia akan cepat mati karena tekanan batin.
"Tapi walaupun galak, dia memang terkenal dengan kecantikannya. Banyak pengusaha muda yang berlomba-lomba untuk mendapatkannya," ucap Yoga.
Dylan terdiam sejenak. Jika disuruh berkata jujur, gadis itu memang sangat cantik. Itulah mengapa dia sempat terpesona dengan kecantikannya saat pertama kali bertemu.
Gadis itu ibarat bidadari mix sumala. Wajahnya cantik, tapi kepribadiannya benar-benar menyeramkan.
Dylan menghela napas sebentar, lalu berkata dengan jujur, "Cantik sih, kalau lagi diam tapi."
Yoga menebak, "Mungkin karena Bianca Barack itu belum pernah merasakan jatuh cinta, makanya sikapnya sangat dingin. Aku dengar dia belum pernah berkencan dengan pria mana pun."
Dylan terbelalak saat mengetahui nama gadis galak itu. "Jadi... namanya Bianca?"
Entah mengapa, saat mendengar nama Bianca, dia tiba-tiba teringat pada anak perempuan yang pernah menjadi korban penculikan bersama dengannya.
"Iya, namanya Bianca. Jadi kamu baru tahu?" sewot Yoga.
Dylan masih terdiam, kemudian menggelengkan kepalanya. Dia rasa tidak mungkin anak perempuan itu adalah Bianca Barack. Di dunia ini pasti ada banyak orang bernama Bianca, bahkan beribu-ribu.
Dulu mereka bertemu 18 tahun yang lalu, saat keduanya masih berusia 8 tahun. Dengan waktu yang begitu lama, jika dia bertemu kembali dengan anak perempuan itu, kemungkinan mereka akan merasa asing. Seiring berjalannya waktu, pasti banyak yang berubah, apalagi pertemuan mereka kala itu sangat singkat.
Yang pasti, Bianca-nya adalah seorang anak perempuan yang begitu lembut, mudah tersenyum, dan ceria.
Sangat berbanding terbalik dengan kepribadian Bianca Barack. Dia begitu dingin, angkuh, selalu berkata pedas, tatapan matanya sangat menusuk. Sama sekali tidak ada sisi kelembutannya.
Beep...
Beep...
Beep...
Tiba-tiba ponsel Dylan berdering. Dia mengerutkan kening saat ada nomor asing yang mengirim pesan padanya.
[Selamat sore. Saya Fara, asisten dari Barack Group. Nona Bianca ingin bertemu dengan Anda. Nanti saya akan mengirim alamat tempat pertemuan.]
Jantung Dylan langsung berdebar-debar saat membaca pesan tersebut.
Mengapa Bianca Barack ingin bertemu dengannya?
Apakah mungkin gadis galak itu ingin menagih hutang padanya?
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...
Sudah niat berpisah yaa lepaskan dunnkk jangan tarik ulur kea layangan putus aja masih mau diburu dan dipantau 🤦..
Tetapi dikau yang meninggalkan ☹️...