NovelToon NovelToon
Ternyata, Bukan Figuran

Ternyata, Bukan Figuran

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Kencan Online / Cintapertama / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Julius Randle Seorang Laki-laki yang Memiliki aura yang mampu membekukan ruangan, namun seketika mencair hanya oleh senyum satu wanita.
Jane Mommartre, Seorang Gadis Yang menganggap dirinya Hanya Figuran Dan Hanya Debu yang tidak Terlihat Dimata Julius Randle, Dengan segala kekaguman dari jarak Tiga Meter, Dia Sudah menyukai Julius Randle Sejak Lama.
Dibalik Layar seorang Mr A dan Ms J sebagai pelengkap, yang ternyata Mr A adalan Julius Yang Tak tersentuh, Dan Ms J adalah Jane Si gadis Tekstil.
Cinta mereka tumbuh di antara jalinan Kerja sama Tekstil. Julius yang kaku perlahan mencair oleh Jane si Ms J, menciptakan momen-momen manis yang puncaknya terjadi di malam penuh kenangan.
Kekuatan cinta mereka diuji oleh manipulasi kejam Victoria Randle, Yang merupakan ibu Dari Julius Randle . Fitnah mendorong ibu, pesan singkat palsu, hingga tuduhan perselingkuhan membuat Julius buta oleh amarah. Jane diusir dalam keadaan hancur, membawa rahasia besar di Rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kantin Kampus

Suasana kantin siang itu terasa jauh lebih mencekam daripada biasanya. Meskipun riuh dengan suara ratusan mahasiswa, meja panjang di tengah yang dikuasai oleh geng Julius seolah memiliki zona kedap suara tersendiri.

Aku duduk di meja kayu panjang yang letaknya tepat di balik pilar besar, hanya berjarak satu baris dari mereka. Aku berusaha mengecilkan tubuhku, menenggelamkan wajah di balik buku Analisis Serat Tekstil, tapi telingaku tidak bisa berhenti mencuri dengar.

"Sumpah, gue nggak habis pikir kenapa dia harus datang ke Gedung kita hari ini," suara Lucia terdengar tajam dan penuh penekanan. Aku mendengar suara denting sendok yang dibanting pelan ke piring. "Jules, lo nggak risih apa? Dia baru datang lima menit dan udah ngerasa kayak pemilik universitas ini."

"Dia memang calon pemilik sebagian saham yayasan, Lucia. Wajar kalau dia merasa punya hak," sahut Clark datar, tanpa mengalihkan pandangan dari tabletnya yang menampilkan grafik saham yang merah membara.

"Hak matamu!" Lucia mendengus muak. "Dia itu palsu. Semua yang dia pakai, semua cara dia bicara, bahkan cara dia nempel di lengan Julius tadi pagi... itu bikin gue mual. Jules, lo kok diem aja?"

Aku menahan napas. Suasana hening sejenak. Aku bisa membayangkan wajah Julius yang tanpa ekspresi saat ini.

"Dia melakukan perannya," jawab Julius singkat. Suaranya rendah, bariton, dan terdengar sangat lelah. "Seperti yang dilakukan keluarganya. Dan keluargaku."

"Tapi lo nggak harus jadi robot juga kali, Jules," Patrick menimpali, suaranya lebih ringan tapi mengandung nada prihatin. "Tadi pas dia cium pipi lo di depan lobi, muka lo lebih mirip orang yang baru aja dikasih tahu kalau tabungannya ludes daripada muka orang yang disayang tunangan."

"Hahaha! Bener banget!" Henry menyambar sambil tertawa keras. "Muka Julius itu kayak lagi nahan boker pas Grace ada di deket dia. Kasihan juga sih, cantik-cantik tapi dianggep patung pajangan doang."

"Jaga mulutmu, Henry," potong Julius dingin.

"Gue serius, Jules," Lucia kembali bicara, kali ini suaranya merendah, lebih serius. "Gue tahu ini demi bisnis Randle Group. Tapi lihat deh, gara-gara dia ada di sini, suasana jadi kaku. Bahkan orang-orang biasa di kampus ini jadi takut buat napas di deket kita. Lo nggak ngerasa kesepian apa di atas takhta es lo itu?"

Aku meremas pinggiran buku sketsaku. Kata-kata Lucia seolah menghantam ulu hatiku. Kesepian. Apakah pria sesempurna Julius bisa merasa kesepian?

"Aku sudah terbiasa," ucap Julius pelan, hampir seperti bisikan pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba, suara kursi bergeser terdengar keras.

"Gue cabut duluan. Ada urusan," kata Julius.

Aku buru-buru menunduk saat mendengar langkah kaki mendekat ke arah pilarku. Aku berharap pilar ini cukup besar untuk menyembunyikan eksistensiku. Namun, langkah kaki itu berhenti tepat di samping mejaku.

Aku membeku. Bayangan tubuh tinggi besar menutupi cahaya matahari yang jatuh ke buku sketsaku.

"Jane Montmartre," panggil Julius.

Aku mendongak perlahan, jantungku berdegup seperti genderang perang. Julius berdiri di sana, tanpa teman-temannya, tanpa Grace. Matanya menatapku intens, ada kilatan emosi yang tidak bisa kubaca lelah, kesal, tapi juga ada semacam kelegaan saat melihatku.

"I-iya, Tuan... Julius?"

"Jangan dengarkan apa yang dikatakan Henry atau yang lainnya. Dunia ini memang kotor dengan urusan saham, tapi bukan berarti kau harus ikut kotor di dalamnya," ucapnya tanpa basa-basi.

Sebelum aku sempat menjawab, dia meletakkan sebuah benda kecil di atas mejaku. Sebuah cokelat batangan hitam dengan kemasan elegan.

"Makanlah. Kau terlihat pucat setelah mendengar pembicaraan yang bukan urusanmu," tambahnya dingin, lalu berbalik pergi begitu saja.

Aku terpaku menatap cokelat itu. Bagaimana dia tahu aku menguping? Dan yang lebih gila lagi...

Ting!

Ponselku bergetar. Pesan dari Mr. A.

Mr. A: Cokelat hitam bagus untuk detak jantung yang terlalu kencang. Jangan terlalu banyak berpikir, Ms. J. Matahari itu hanya sedang berusaha mencairkan esnya sendiri lewat bantuanmu.

Aku menatap cokelat di meja, lalu layar ponsel, lalu punggung Julius yang menjauh. Di kepalaku hanya ada satu pertanyaan besar: Apakah semua ini benar-benar hanya takdir yang tidak tertulis, atau aku sedang dipermainkan oleh dua orang yang berbeda, atau satu orang yang sama?

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 😍😍😍

1
Endang Sulistia
bagus...
Endang Sulistia
🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Endang Sulistia
clark...🤪🤦🤦
Endang Sulistia
mantap hery
Endang Sulistia
sukurin kau jules
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤭🤣🤣
Lismawati Salam
bagus
Endang Sulistia
😊😊
Endang Sulistia
suka
Endang Sulistia
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!