100.000 tahun yang lalu, dunia ini telah ditaklukkan oleh sebuah sekte bernama Sekte Sang Raja! Pemimpinnya dijuluki Huang atau Sang Penjaga. Huang telah menjelajahi dunia dan menciptakan legendanya sendiri.
Hingga suatu saat ia pergi dari dunia untuk menjelajahi dunia lain. Sebelum kepergiannya, ia mewariskan posisinya kepada para muridnya yang ia pilih. Selama 10.000 setelah kepergiannya, dunia masih baik-baik saja.
Hingga pada tahun 10.001 setelah kepergiannya, portal raksasa terbuka diberbagai penjuru dunia, makhluk-makhluk aneh dan menyeramkan keluar dari portal itu, membunuh dan membantai apapun yang mereka lihat. Orang-orang menyebutnya, RAS IBLIS!
Sejak saat itu, dunia yang dulunya damai dan tentram, kini kembali kedalam kekacauan, demi melindungi dunia sekte Sang Raja jatuh hingga titik terendah dan memaksanya untuk menutup diri. Kini 90.000 tahun lagi telah berlalu, dunia hampir sepenuhnya dikuasai oleh ras iblis.
Huang kembali, tapi orang sudah hampir lupa dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdullah Perwira Ginting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 08 Drama Berkumpulnya Keluarga
"Ayah tahu? Waktu itu aku dan ibu bertarung dengan Ras iblis, mereka sangat kuat! Aku hampir mati waktu itu tapi ibu menyelamatkanku. Ibu juga bertarung sangat sengit dengan Kaisar dewa iblis, tapi tidak disangka banyak ras manusia yang berkhianat, membuat ibu kalah dan terluka, lalu bla bla bla..."
Xu Feng langsung mengadukan semua keluhannya pada Huang dan terus nyerocos panjang lebar. Anak itu berbicara tentang apa yang ibunya lalui, dan apa yang ia sendiri alami hingga sekarang. Huang mendengarkan sembari menatap wajah putranya yang juga mendongak padanya dan memeluknya.
"Kamu anak yang hebat Feng'er. Salah ayah yang terlalu lama meninggalkan kalian." Ucap Huang setelah putranya selesai mengadu.
Xu Feng menggeleng, "Bukan salah ayah. Ayah pasti punya masalah sendiri dan sudah mempertimbangkan kenapa meninggalkan kami. Para iblis itu juga yang memang biadab, aku dengar waktu itu mereka menyerang dunia ini adalah untuk mencari sesuatu."
Huang mengerutkan keningnya penasaran, "Sesuatu? Sesuatu seperti apa?"
"Eum..." Xu Feng tampak berpikir.
"Sesuatu seperti bola tapi kecil, kalau tidak salah namanya...apa ya aku lupa."
Huang terkekeh geli, wajar saja Xu Feng lupa, otak kecilnya pasti sulit untuk mencerna ingatan masa lalu.
"Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Apapun itu, karena ayah sudah kembali mereka tidak akan berhasil. Sekarang ayo ikut ayah pulang."
Xu Feng terdiam sejenak, raut wajahnya tampak khawatir.
"Banyak iblis diluar sana, bagaimana kita mau keluar?"
"Ayah sudah membunuh mereka, tidak perlu khawatir. Dan meskipun mereka sudah berkumpul kembali, ayah pasti akan melindungimu.."
Setelah dibujuk, akhirnya Xu Feng mengangguk setuju.
"Baiklah, aku juga sudah sangat merindukan ibu.."
Huang hanya diam, namun sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu. Umur putranya hanya tersisa tiga tahun, jika dia terlambat pasti putranya dalam waktu tiga tahun ini, pasti putranya akan mati. Memikirkan ini membuat darah Huang mendidih.
Sesampainya diluar bukit, Xu Feng melihat sekeliling dan pandangannya terfokus pada sebuah kawah raksasa berbentuk tinju, didalam kawah itu ada banyak tubuh iblis yang mati dengan remuk. Xu Feng yakin ini pasti ini adalah ulah ayahnya.
"Shen Long, ayo pulang.."
Xu Feng dengan kagum melihat naga Hijau yang melingkar dileher ayahnya perlahan membesar hingga sangat besar! Mata Xu Feng langsung berbinar. Tapi kekagumannya terhenti ketika Huang menariknya dan melompat keatas kepala naga itu.
Xu Feng kembali melirik Naga Hijau yang sedang ia naiki, matanya sangat berbinar! Kemudian ia melirik ayahnya dengan ragu, ia baru saja bertemu dengan ayahnya, apakah memiliki permintaan itu wajar?
Selanjutnya Huang merasa sudut jubahnya ditarik-tarik, Huang melirik putranya yang sedang menatapnya dengan mata bercahaya penuh keinginan namun ragu atau takut.
"Ada apa?"
Tanya Huang bingung.
"A-aku mau hewan tunggangan seperti ini. Apakah boleh?" Tanyanya sambil menunjuk Shen Long.
Huang tertawa gemas, dia kira apa ternyata hanya permintaan kecil. Tentu saja sebagai seorang ayah dia tidak akan pelit.
"Hahaha...ayah kira apa, ternyata hanya itu. Baiklah, nanti sesampainya di sekte akan ayah berikan."
"Yeeeeyyy" Xu Feng bersorak gembira seperti anak-anak pada umumnya.
Meskipun Xu Feng sudah berusia seratus ribu tahun, namun tubuhnya yang kecil membuat jiwa kekanak-kanakan nya juga kembali.
...........
Sesampainya disekte, tempat itu masih sepi. Xu Feng langsung melompat turun dan berlarian dengan girang. Dia benar-benar sangat merindukan tempat ini, yaitu rumahnya. Huang hanya menggeleng geli, lihatlah anak kecil ini, begitu menggemaskan. Tidak peduli usianya sebenarnya berapa, karena bagi Huang Xu Feng tetaplah putra kecilnya dan akan selalu seperti itu.
"Ayah, ayo temui ibu!" Teriaknya tidak sabar.
Huang hanya mengangguk ringan.
Disisi Mu Qingyue, dia sedang berbaring di kasurnya dengan malas. Dia sudah tidak merasakan sakit lagi, tapi tubuhnya tetap tua dan lemah. Huang sudah menyembuhkan semua luka dalam wanita itu, hanya saja kecantikannya dan tubuhnya tidak bisa dikembalikan dengan instan seperti Huang menyembuhkan luka-lukanya dengan sekejap.
Kemudian teriakan nyaring terdengar, membuat Mu Qingyue membuka matanya dengan lebar.
"Ibu...aku pulang!"
Tubuh Mu Qingyue bergetar, dia sangat merindukan suara ini, teriakan ini... pastilah putranya!
BRAK!!
Pintu di dobrak oleh seorang anak kecil, Mu Qingyue melompat dari kasurnya dan langsung memeluk Xu Feng.
"Ibu... Feng'er merindukan ibu huhuhu..."
"F-feng'er...ini nyatakan? Bukan mimpi dan bukan ilusi?"
Mu Qingyue menyentuh seluruh wajah Xu Feng, ia takut ini hanya ilusi atau mimpi. Karena tidak jarang Mu Qingyue bermimpi seperti ini.
"Aku nyata Bu, ayah yang menyelamatkanku.." Angguknya sambil menunjuk kearah Huang yang berjalan masuk.
"Terima kasih gur-"
Huang langsung menghentikan Mu Qingyue yang hendak berlutut dan memanggilnya guru.
"Qingyue, setelah semua yang terjadi, status guru dan murid sudah tidak bisa kembali, sekarang kamu harus memanggilku suami." Ucapnya datar.
Hati Mu Qingyue berdebar, dia merasa malu. "B-baik s-suami.."
"......"
Huang terdiam, entah kenapa ia merasa aneh dengan panggilan itu. Tapi juga ada sesuatu yang sepertinya sedang merayap dihatinya.
Ditengah kecanggungan itu, Xu Feng kembali menarik jubah Huang. "Ayah, dulu ibu sangat cantik. Sekarang wajahnya sudah keriput dan jelek."
Xu Feng merasa aneh dengan ayahnya yang masih muda, tetapi ibunya sudah nenek-nenek.
Huang berlutut dan mengelus kepalanya, "Jangan khawatir. Ayah akan kembalikan kecantikan ibumu. Tapi asal kamu tahu, soal kecantikan ayah sudah bertemu banyak dengan mereka. Jadi, soal itu bukanlah masalah bagi ayah."
Mu Qingyue meneteskan air mata mendengar itu. Sungguh, perkataan Huang barusan sungguh-sungguh kan?
..............
Sementara Huang sedang berkata dalam hati, ini adalah kali pertama ia merasakan hangatnya keluarga. Selama ini ia hanya berpikir tentang kekuatan dan kekuasaan, sekarang ia mengerti betapa berharganya sebuah keluarga. Huang bersumpah, pasti akan melindungi keluarganya apapun yang terjadi, meskipun suatu saat ia harus kehilangan kekuatannya demi keluarganya, ia tidak akan keberatan sama sekali.