NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 7

Hutan Perbatasan Sekte – Gubuk Lin Xiao.

Matahari pagi menyinari pemandangan mengerikan namun menguntungkan di depan gubuk reyot itu. Bangkai Babi Hutan Besi seberat 200 kilogram tergeletak kaku.

"Pisahkan kulitnya. Jangan sampai robek," perintah Ye Xing sambil mengasah pisau karatan di batu. "Kulit ini bisa jadi rompi pelindung tingkat rendah. Taringnya untuk bahan senjata. Empedunya untuk obat."

Lin Xiao, yang kini sudah berada di Qi Condensation Tingkat 2, bekerja dengan semangat baru. Dia tidak lagi merasa jijik pada darah.

"Xing, kalau kita jual ini ke Dapur Sekte, kita bisa dapat 100 koin tembaga!" kata Lin Xiao antusias.

Ye Xing menggeleng. "Dapur Sekte dipimpin oleh sepupu Diaken Ma. Kita hanya akan diperas. Kita akan pergi ke Pasar Hantu di kaki gunung."

"Pasar Hantu? Tapi itu zona bebas hukum! Murid pekerja seperti kita bisa dirampok!"

"Siapa yang mau merampok dua pengemis bau darah babi?" Ye Xing menyeringai. "Lagipula, aku butuh sesuatu yang lebih berharga daripada koin tembaga. Aku butuh Tungku."

Kaki Gunung Awan Rusak – Pasar Hantu.

Pasar Hantu adalah labirin tenda-tenda kumuh yang didirikan oleh para pedagang keliling dan murid-murid sekte nakal yang ingin menjual barang curian. Suasananya ramai, bising, dan berbahaya.

Ye Xing dan Lin Xiao, mengenakan jubah bertudung yang terbuat dari karung bekas (untuk menutupi wajah), berjalan menembus kerumunan. Lin Xiao memanggul karung besar berisi bagian tubuh babi, sementara Ye Xing berjalan santai di depan dengan tangan di belakang punggung.

Mata kanan Ye Xing (Mata Bintang) aktif secara samar di balik tudungnya, memindai setiap barang yang dipajang di lapak-lapak pedagang.

Sampah... Sampah... Palsu... Rumput Racun dijual sebagai Rumput Penyembuh... Sampah...

Ye Xing kecewa. Alam Bawah benar-benar miskin.

Akhirnya, mereka berhenti di depan sebuah toko bangunan kayu yang terlihat sedikit lebih bagus bernama Paviliun Seribu Barang.

"Masuk," kata Ye Xing.

Seorang penjaga toko bertubuh pendek dengan kumis tikus menyambut mereka dengan tatapan meremehkan. "Mau beli atau jual? Kalau mau mengemis, pintu keluar di sana."

Ye Xing memberi isyarat. Lin Xiao menjatuhkan karung bawaannya ke meja.

Bruk!

Sepasang taring babi sepanjang lengan dan gulungan kulit hitam legam tumpah keluar.

Mata penjaga toko itu berkilat sejenak. "Oh? Babi Hutan Besi Dewasa? Lumayan. Kulitnya agak cacat, taringnya biasa saja. Aku hargai 5 Batu Roh."

Lin Xiao terbelalak senang. "Lima?! Itu setara gaji setahun!"

"Tunggu," potong Ye Xing dingin.

Ye Xing mengambil salah satu taring itu, lalu mengetukkannya ke meja kayu.

Ting...

Suaranya bukan suara tulang tumpul, melainkan berdenting seperti logam murni.

"Mata tuan sepertinya rabun," kata Ye Xing. "Lihat guratannya. Babi ini bukan babi biasa. Dia memakan Bijih Besi Hitam di hutan selama bertahun-tahun. Tulangnya sudah bermutasi menjadi Tulang Logam. Ini bahan dasar untuk senjata Tingkat Menengah."

Penjaga toko itu terkejut. Dia mengambil taring itu, menelitinya dengan kaca pembesar. Benar saja, ada serat logam halus di dalamnya.

"Bocah ini... matanya tajam," batin penjaga toko. Dia mencoba menipu, tapi gagal. "Baiklah. 20 Batu Roh."

"Tiga puluh," tawar Ye Xing. "Atau aku bawa ke toko seberang."

"Dua puluh lima! Itu harga terakhir!"

"Deal."

Ye Xing menerima kantong berisi 25 Batu Roh yang bersinar redup. Bagi Ye Xing, energi batu ini sangat kotor, tapi cukup untuk pemula.

"Ada lagi yang kau butuhkan?" tanya penjaga toko, kini sedikit lebih hormat.

"Tungku Alkimia," jawab Ye Xing.

"Tungku ada di rak belakang. Mulai dari 50 Batu Roh."

Ye Xing berjalan ke rak belakang. Dia melihat deretan tungku perunggu yang mengkilap.

Sampah. Semuanya sampah. Logam campuran murahan yang akan meledak jika kupakai api murni.

Tiba-tiba, mata Ye Xing tertuju pada sudut ruangan yang gelap, tempat barang-barang rongsokan ditumpuk. Di bawah tumpukan panci bekas, ada sebuah benda bulat hitam yang tertutup debu tebal dan jaring laba-laba.

Itu terlihat seperti tungku yang kakinya patah satu.

Namun, di Mata Bintang Ye Xing, benda itu tidak hitam. Benda itu memancarkan cahaya ungu samar—warna dari material Besi Meteorit.

"Aku mau yang itu," tunjuk Ye Xing pada rongsokan itu.

Penjaga toko tertawa. "Itu? Itu bekas tempat pakan ayam yang kutemukan di sungai. Kakinya patah. Kalau kau mau, ambil saja seharga 2 Batu Roh."

"Satu Batu Roh," kata Ye Xing datar.

"Ambil lah! Kau aneh sekali, punya uang tapi beli sampah."

Ye Xing membayar, lalu menyuruh Lin Xiao mengangkut tungku rongsokan itu.

Saat mereka keluar dari toko, Ye Xing menyeringai lebar di balik tudungnya.

"Xing, kenapa kita beli tempat pakan ayam?" bisik Lin Xiao bingung.

"Lin Xiao," bisik Ye Xing. "Jika orang tua itu tahu apa yang baru saja dia jual seharga 1 Batu Roh, dia pasti akan gantung diri malam ini juga."

"Hah?"

"Ini adalah Tungku Bintang Jatuh. Benda ini bisa menahan api sepanas inti matahari. Dengan ini, aku bisa membuat Pil Pembuka Segel untukku... dan Pil Fondasi untukmu."

Namun, kegembiraan mereka tidak berlangsung lama.

Saat mereka berbelok ke gang sepi untuk kembali ke sekte, tiga sosok bertopeng muncul menghadang jalan.

"Berhenti," suara berat terdengar. "Tinggalkan uang dan barang rongsokan itu, lalu merangkaklah pergi."

Ye Xing menghela napas panjang. Dia meletakkan tungku itu perlahan ke tanah.

"Baru saja dapat uang, sudah ada yang mau menyumbang nyawa," gumam Ye Xing, meregangkan lehernya. "Lin Xiao, jaga barangnya. Ini sesi latihan tempur pertamamu."

1
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Hammer/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Nanik S
Maaantaaaap 💪💪💪
Nanik S
Ternyata Mei menakutkan juga
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
Nanik S
Dua bocah kecil yang Asyi tapi punya nyali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!