NovelToon NovelToon
Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi
Popularitas:267
Nilai: 5
Nama Author: aryaa_v2

Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.

Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.

Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ekonomi Bayangan dan Lapar Kosmik

Jakarta pagi adalah simfoni kekacauan yang produktif. Di antara klakson dan asap knalpot, seorang pria dengan kemeja lengan panjang sederhana—meski cuaca panas—berjalan dengan langkah terukur menyusuri Jalan Gajah Mada. Dia adalah Alex Dharma, setidaknya di atas kertas yang mulai terakumulasi di tas selempangnya. Kemeja itu menutupi marka giok di tangan kanannya yang, jika diperhatikan dengan saksama, berdenyut lembut selaras dengan detak jantung pemakainya.

Leo telah menghabiskan seminggu menjadi Alex. Satu gram emas di sini, dua gram di sana, dijual ke lima toko emas berbeda di tiga wilayah kota. Hasilnya: uang tunai senilai hampir sembilan puluh juta rupiah, tersimpan aman di Vault dalam berbagai pecahan. Uang itu bukan tujuannya, melainkan alat ukur. Tes terhadap sistem, dan terhadap dirinya sendiri.

Dia berhenti di depan sebuah kios print-and-scan. Kios itu juga menawarkan jasa "administrasi umum". Pemiliknya, seorang wanita paruh baya dengan kacamata tebal, mengangguk tanpa antusiasme ketika Alex menyerahkan flashdrive.

"Bikin KTP, Pak Alex? Lama-lama nih, sistem online sekarang ribet."

"Tidak masalah, Bu. Saya tunggu."

Sambil menunggu, Leo—di dalam pikiran Alex—mengamati lalu lintas. Setiap orang adalah kumpulan potensi. Pengemudi bajaj yang terampil menghindari lubang. Pedagang kaki lima yang dengan cepat menghitung kembalian. Seorang ekspatriat yang sedang menelepon dengan bahasa Inggris bisnis yang fasih. Setiap keterampilan itu, jika bisa digandakan…

Tapi eksperimen pada manusia masih menjadi garis merah di pikirannya. Etika yang samar-samar, dan ketakutan yang lebih nyata: apa yang terjadi jika ia menyentuh seseorang dan tanpa sengaja menciptakan seribu salinan biologis mereka yang "diresepkan" di dalam Vault? Itu mengerikan.

KTP palsu—berbasis data Alex Dharma yang hilang—selesai. Kualitasnya cukup bagus. Leo membayar dengan uang tunai, lalu pergi. Identitas resmi pertama sudah di tangan. Langkah selanjutnya adalah membuat identitas ini "bernapas": rekening bank.

Di sebuah bank swasta kelas menengah, dengan KTP dan uang muka sepuluh juta, rekening atas nama Alexander Dharma dibuka tanpa hambatan besar. Petugas bank hanya memeriksa fotonya dengan saksama—foto hasil "modifikasi" Leo yang terlihat cukup natural di bawah pencahayaan fluorescent.

"Sekarang Bapak sudah bisa bertransaksi dengan mudah," ujar petugas itu dengan senyum standar.

Leo mengangguk, menahan diri untuk tidak tersenyum sinis. Kemudahan. Seluruh sistem keuangan modern dibangun di atas fondasi kepercayaan dan data yang rapuh. Dan dia baru saja memalsukan kedua hal itu dengan kekuatan yang tidak mereka mengerti.

Kembali ke kamar losmen, kekosongan yang familiar menyergapnya. Rasa lapar. Bukan lapar perut, meski itu juga ada, melainkan lapar kosmik yang menjalar dari marka gioknya. Penggunaan kekuatan hari ini—mempertahankan wujud Alex, sedikit memodifikasi tanda tangan di formulir agar konsisten—telah menguras sesuatu dari dirinya.

Dia duduk di lantai dan mengeluarkan makanan dari Vault: sepuluh bungkus nasi kotak padang yang dia beli dan gandakan kemarin. Dia melahap semuanya dalam waktu dua puluh menit. Kalori masuk, tetapi rasa hampa di intinya hanya terisi sedikit. Ini seperti mencoba memadamkan api unggun dengan gayung air. Kekuatannya mengonsumsi sesuatu yang lebih fundamental daripada ATP.

Saat itulah ponsel murahnya—dibeli dengan uang tunai—bergetar. Sebuah pemberitahuan dari aplikasi berita yang ia pasang. Judulnya membuat darahnya membeku sejenak:

"Wijaya Consolidated Umumkan Akuisisi Besar-Besaran Terhadap Startup Energi Terbarukan 'Surya Nusantara'."

Rafael. Tentu saja. Tidak puas dengan Aeternum Tech, dia kini melahap perusahaan lain dengan visi serupa, mungkin untuk mengubur teknologi persaingan atau sekadar menggelembungan portofolionya.

Leo membuka beritanya. Ada foto Rafael berjabat tangan dengan CEO Surya Nusantara, seorang wanita idealis bernama Citra Dewi yang pernah ia temui di sebuah konferensi. Wajah Citra di foto itu tegang, senyumnya tidak sampai ke mata. Akuisisi paksa. Rafael sedang membersihkan lapangan, memastikan tidak ada pesaing yang bisa mengulangi kejadian Aeternum.

Kemarahan yang dingin mengalir di pembuluh darah Leo. Ini bukan lagi dendam pribadi. Rafael secara sistematis membunuh inovasi demi keuntungan cepat. Dia adalah penghalang fisik dari angka 0.73 itu.

Tiba-tiba, rencana Leo yang hati-hati terasa terlalu lambat.

Dia memandangi marka gioknya, yang berpendar lebih terang, seolah merespons emosinya. Ia membutuhkan lebih banyak sumber daya. Lebih cepat. Lebih besar.

Gagasan yang selama ini ia kesampingkan karena risikonya muncul kembali: Logam mulia skala besar.

Emas 1 gram aman tapi kecil. Emas batangan 1 kilogram menarik perhatian. Tapi bagaimana dengan sesuatu yang… lebih industrial? Lebih kusam? Tembaga.

Harga tembaga per kilogram mungkin hanya sebagian kecil dari emas, tetapi volumenya bisa masif tanpa menimbulkan kecurigaan yang sama. Dan di Jakarta, ada pusat perdagangan logam di daerah Pulogadung.

Keesokan harinya, Alex Dharma mengunjungi sebuah gudang distributor tembaga. Dengan uang tunai dari hasil penjualan emas, ia membeli satu batang tembaga murni standar, berat 25 kilogram, berkilau kemerahan. Cukup untuk proyek "kerajinan rumahan" versinya.

Membawa batang tembaga itu ke losmen adalah pekerjaan berat, bahkan untuk tubuhnya yang diperkuat. Begitu pintu kamar terkunci, ia menempatkan batang logam itu di lantai, dan dengan napas berat, meletakkan tangan kanannya di atas permukaan logam yang dingin.

Kehendak: GANDAKAN. SIMPAN.

Efeknya langsung dan brutal.

Seperti tersambar petir. Leo terlempar ke belakang, punggungnya membentur dinding. Kepalanya berdenyut-denyut dengan sakit yang melumpuhkan, penglihatannya berkunang-kunang. Setiap otot terasa terbakar. Ia meringis, menggigit lidahnya untuk menahan teriakan. Di dalam Vault, entri baru terbentuk dengan gemuruh yang ia rasakan di tulangnya: Tembaga Murni, 25 kg. Jumlah: 1001.

Dua puluh lima ton tembaga. Sekarang ada dalam pikirannya.

Tapi bayarannya mengerikan. Ia merasa kurus, terkuras, seperti dirinya yang lama di liang kubur. Lapar itu kini adalah monster yang menggerogoti sumsum tulangnya. Ia merangkak ke tempat tidur, tangan gemetar mengeluarkan semua makanan dari Vault—nasi, roti, buah, daging kaleng—dan melahapnya dengan liar, hampir tanpa mengunyah. Tapi itu tidak cukup.

Ia membutuhkan kalori padat. Gula, lemak, protein dalam jumlah gila. Dengan sisa kesadaran, ia menarik semua uang tunai dari Vault, menyembunyikan batang tembaga asli di bawah tempat tidur, dan terhuyung-huyung keluar dari kamar.

Dia menemukan restoran padang terdekat dan memesan segala sesuatu di etalase, dua porsi. Tatapan heran pelayan dan pelanggan lain tidak ia hiraukan. Dia makan seperti orang kelaparan, yang dalam banyak hal memang demikian. Lemak, karbohidrat, dan protein membanjiri sistemnya, dan perlahan-lahan, rasa hampa yang mengerikan itu mulai terisi.

Duduk di bangku plastik, napasnya masih tersengal, Leo menyadari sesuatu. Vault dan kekuatan multiplikasi bukanlah mesin keabadian. Mereka adalah furnace, tungku yang membakar esensinya sendiri untuk menciptakan materi dari energi. Setiap penggunaan adalah transaksi dengan alam semesta, dan tubuhnya lah yang menjadi mata uang sementara.

Ia harus menemukan sumber energi yang lebih efisien. Atau belajar meningkatkan kapasitas tubuhnya untuk menanganinya.

Sambil menyesap teh manis kental, pikirannya bekerja. Dua puluh lima ton tembaga. Jika dijual sedikit-sedikit ke pabrik peleburan atau industri elektronik, itu bisa menjadi aliran dana yang stabil dan tidak mencolok. Itu adalah modal untuk langkah berikutnya.

Tapi kekosongan yang baru saja ia rasakan adalah peringatan. Kekuatannya punya gigi, dan gigi itu menggerogoti dirinya.

Dia memandangi tangannya yang masih sedikit gemetar. Marka giok itu, biasanya hijau pucat, kini tampak lebih redup, seperti baterai yang hampir habis.

"Baiklah," gumamnya pelan, hanya untuk dirinya sendiri. "Kau butuh bahan bakar. Aku butuh kekuatan. Kita harus menemukan keseimbangan."

Perjalanan dari 0.73 bukan hanya tentang mengumpulkan kekayaan atau menghancurkan musuh. Itu adalah pertaruhan dirinya sendiri melawan hukum alam semesta.

Dan pertaruhan itu baru saja dimulai.

1
Arya Saputra
jangan-jangan ada identitas tersembunyi nih dari batu akiknya, jadi penasaran🤔
Arya Saputra
yok lah bisa otw ke peradaban tipe 1 nih
Arya Saputra
Jujur ini cerita yang layak masuk rekomendasi sih, perkembangan karakter Leo yang signifikan dari diinjak-injak bahkan dikubur lalu bangkit dengan identitas berbeda dan merubah sikap 180°, sistem kekuatan giok juga logis dibarengi cerita sains.
Arya Saputra
saya suka nih kalo ada cerita bertemakan sains🤩
Arya Saputra
awal yang lumayan bagus👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!