NovelToon NovelToon
Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:244
Nilai: 5
Nama Author: Kukuh Basunanda

Menceritakan kisah cinta seorang Guru Gen Z tampan bernama Dimas Aditya dengan janda muda cantik dan kaya raya bernama Wulan Anggraeni. Kedua nya di pertemukan oleh keadaan hingga akhirnya tumbuh gelombang cinta di hati mereka. Seiring berjalannya waktu, Dimas berhasil mencuri hati Wulan sekaligus menyembuhkan rasa traumanya atas kegagalannya di pernikahan pertama. Namun di satu sisi, sang mantan (Nayla) masih mengharapkan menikah dengan Dimas. Rasa sayangnya yang begitu dalam, membuat cinta segitiga di antara mereka tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kukuh Basunanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan Wisuda Nayla

Senja belum sepenuhnya redup, suara adzan Maghrib mulai menggema di seluruh sudut rumah Nayla. Dimas yang sedang membantu sang pacar mengerjakan skripsi, mengakhiri aktivitasnya sejenak.

"Yank aku ijin sholat Maghrib di masjid dulu yah" ucap Dimas.

"Iya beb beb cayang" respon Nayla.

Usai melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, Dimas kembali melangkah ke rumah Nayla. Bu Junaedi menyambutnya dengan ramah.

"Nak Dimas, kita makan malam dulu, tante tunggu yah di meja makan" ajakan Bu Junaedi.

"Wah kok repot-repot tante, saya jadi gak enak nih" jawab Dimas.

"Ya gak lah" bu Junaedi merespon dengan senyum ramah.

Nayla sudah menunggu Dimas di meja makan. Dimas duduk di sampingnya. Nayla mengambilkan nasi untuk Dimas.

"Makan yang banyak ya nak Dimas, gak usah malu-malu anggap aja rumah sendiri" ujar Bu Junaedi.

"Nggih tante" sahut Dimas.

"Aku ambilin lawuk nya ya yank, masakan bunda itu enak banget loh", ucap Nayla sembari mengambilkan lauk pauk ke piring Dimas.

"Ayo kita makan !" pinta Bu Jun.

Suap demi suap nasi masuk ke mulut Dimas. Ternyata masakan tante Jun tidak kalah lezat dengan masakan ibunya.

"Masakannya enak banget tante, asli enak banget" kata Dimas memuji Bu Junaedi.

"Tuh kan apa aku bilang, masakan bunda memang top markotop", ucap Nayla.

Saat mereka sedang menikmati momen kebersamaan, dari arah luar terdengar suara mobil Pajero memasuki garasi rumah. Rupanya pak junaedi baru pulang dari kantor DPRD. Ia mulai masuk ke dalam rumahnya.

"Assalamualaikum" ucap pak Junaedi.

"Walaikum sallam" ucap Nayla, Dimas dan bu Jun.

Melihat ada Dimas  yang sedang ikut makan malam di rumahnya, ekspresi wajah pak Jun berubah mendatar.

"Malam om" sapa Dimas menoleh ke arah pak Jun.

Pak Jun mengabaikan sapaan dimas, ia memilih melanjutkan langkahnya menuju kamar.

"Yah, sini kita makan malam bareng yuk" suara Nayla membujuk ayahnya.

"Ayah udah kenyang tadi udah makan di kantor" respon ketus pak Jun.

"Ayah mau ke kamar dulu" kilah pak Jun, meneruskan langkahnya ke kamar.

"Ayah kamu itu loh Ney, tiap pulang kerja gak pernah mau makan masakan bunda, pasti ada aja alasannya, bilang udah makan di luar lah atau makan di kantor lah, hemm ya sudah" bisik Bu Jun ke arah Nayla di meja makan.

"Om Jun kenapa yah, tiap kali ketemu, pasti selalu cuek, atau jangan-jangan, om Jun memang gak merestui hubungan aku dan Nayla" isi lintasan pikiran Dimas sembari sedikit melamun dan mengunyah makanannya. 

Dimas pun semakin menyadari langkahnya ke depan untuk mempersunting Nayla penuh dengan serpihan kaca tajam, ada restu dari ayah Nayla yang harus di perjuangkan namun ia tak mudah menyerah begitu saja demi bisa hidup bersama pujaan hatinya.

"Yank kok bengong sih, ayo di makan lagi !" Ucap Nayla.

"Eh..iya yank" Dimas tersenyum segera menatap nayla.

"Lagi mikirin apa sih ?" Tanya Nayla lebih lanjut.

"Gak papa kok yank" respon Dimas.

Waktu terus berjalan, tak terasa waktu 5 bulan telah terbang. Usai berjuang mengikuti kuliah dan di akhiri penyusunan skripsi, Nayla di nyatakan lulus ujian komprehensif dan lulus sidang skripsi.

Rasa haru serta syukur mengiringi hatinya.

"Ya Allah terimakasih, akhirnya aku bisa lulus" suara hati Nayla. 

Tak lupa ia berbagi kebahagiaan dengan bunda nya melalui video call.

"Bunda makacih buat doa Bunda, akhirnya Ney Ney bisa lulus sidang skripsi" kata Nayla di ikuti tangisan kecil sembari memandang layar handphone nya.

"Selamat ya sayang , bunda bahagia banget akhirnya kamu bisa lulus ujian" respon Bundanya.

"Makacih, makacih bunda, oh ya bunda udah dulu yah , Ney Ney mau kasih tau kak Dimas dulu"

Assalamualaikum bunda cayang" suara Nayla sembari mengakhiri video call nya.

"Walaikum sallam"

Jari Nayla kembali memencet tombol video call di whatsApp nya, kali ini yang hubungi adalah sang pujian hati, Dimas Aditya.

"Hai beb beb sayang, aku udah lulus sidang skripsi, makasih yah buat segala support nya selama ini" ucap Nayla melalui video call, wajahnya berseri-seri penuh kebahagiaan.

"Wah selamat ya yank, asssyiiik, nanti malam makan-makan nih" canda Dimas.

"Ha.ha.ha...beres, bisa di atur itu" tawa Nayla.

"Oh ya nanti kalau wisuda, kamu wajib ikut yah, gak boleh gak " ucap Nayla dengan suara manjanya.

" He.he..pasti dong sayang" jawab Dimas.

"Eh udah dulu ya yank, aku mau video call sama ayah"

"Bye bye beb beb sayang , muuuaaach" cakap Nayla mengakhiri video call nya.

Nayla menekan tombol video call, namun  sang ayah tidak meresponnya. Ia terus mengulangi menekan tombol video call tapi kembali tak ada respon apapun dari pak Jun.

"Ayah gak ngrespon, mungkin sibuk apa yah ?" Tanya Nayla dalam hatinya.

Akhirnya Nayla memilih meninggalkan chat untuk ayah nya tersebut.

"Ayah sayang, Alhamdulillah, Nayla udah lulus sidang skripsi, bentar lagi Nayla mau wisuda , makasih ya yah untuk dukungannya"

2 jam berlalu, pak Jun baru menyadari putri nya menghubunginya berulang kali lalu ia membaca dan membalas pesan chat WhatsApp putrinya tersebut.

"Alhamdulillah, selamat ya nak " jawab singkat pak Jun melalui chat whtsApp. 

Pak Jun begitu bahagia mendengar kabar tersebut bukan karna anak semata wayangnya akan segera wisuda namun karna rencana yang ia bangun untuk menjodohkan Nayla dengan lelaki pilihannya semakin dekat.

Kampus tempat Nayla kuliah mengumumkan bahwa wisuda akan di adakan 3 pekan ke depan. Nayla berjibaku mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari baju kebaya, MUA hingga fotografer profesional kekinian.

Di sebuah butik ternama, Nayla mulai memilih baju kebaya untuk acara specialnya tersebut di temani Dimas. Pilihannya begitu banyak sehingga membuatnya bingung.

"Yank bagusan yang ini atau yang itu ?" tanya Nayla kepada Dimas.

"Bagus semua kok yank, pakai kebaya apapun, kamu tetap terlihat cantik" jawab Dimas.

"Owalah gombal" Nayla tersenyum.

"Ya udah, aku coba yang warna pink ya yank" lanjut Nayla.

Nayla masuk ke dalam fitting room untuk mencoba baju kebaya pilihannya. Saat  keluar dari fitting room, mata Dimas tak berkedip menatap belahan jiwanya tersebut.

"Masya Allah beb, kamu cantik banget" puji Dimas kepada Nayla.

"Masa sih ?" Ucap Nayla merasa tersanjung.

"Serius, cantik banget kamu yank" ujar Dimas.

"Ya udah kalau begitu, aku ambil yang ini aja yah"

Nayla kembali masuk ke fitting room untuk melepas baju kebayanya, setelah itu, ia keluar dan menyerahkan baju kebaya nya tersebut kepada pelayan butik.

"Kak, aku ambil yang ini yah" ucap Nayla kepada pelayan butik.

"Baik kak, silakan kakak bisa ke kasir dulu untuk melakukan pembayaran" respon ramah pelayan butik.

Sebelum pulang ke rumah, Nayla mentraktir Dimas makan malam di sebuah restoran Sunda sebagaimana janjinya jika lulus sidang skripsi.

"Silakan kak, ini buku menunya, mau pesan apa ?" tanya waiter restoran.

"Yank, kamu mau pesan apa ? tenang aku yg tlaktir loh" ucap Nayla menatap Dimas.

"Aku gak suka menu nya" respon Dimas.

"Hah serius ? Terus sukanya menu apa ?" ujar Nayla sembari mengangkat bola matanya.

"Aku tuh sukanya menu a bersamamu" gombalan Dimas beraksi.

"Hemm.. kamu tuh ya yank paling bisa bikin aku salting" kata Nayla di iringi tawa kecil.

"Hayu cepat, mau pesan apa ?" Ujar Nayla mulai gemes.

"Ashiap, aku pesan nasi liwet, minumnya jus alpukat" kata Dimas.

"Ok kak , kami pesan nasi liwet 2, sate Maranggi 1 porsi, tumis kangkung 1 porsi, minumnya jus alpukat 2 dan air mineralnya 1" pesan Nayla menatap ke waiter resto.

"Baik kak, di tunggu ya kak pesanannya, permisi" ujar waiter resto.

Sembari menunggu makanan datang, Nayla membuka akun instagramnya. Jarinya mengetik di pencarian, MUA wisuda terbaik dan fotografer kekinian terbaik. Jarinya terus menscroll layar handphone hingga akhirnya ia menemukan yang cocok sesuai seleranya.

"Yank bagus nih, kayanya cocok deh buat make up aku kalau wisuda"

"Kalau fotografernya, aku pilih yg ini, coba deh kamu liat hasil foto-fotonya bagus banget kan " ucap Nayla

sambil menunjukan layar handphone ke Dimas.

"Iya sih, coba kamu save nomor WhatsApp nya" kata Dimas.

***

Di meja kerja nya pak Junaedi senyum-senyum sendiri membayangkan perjodohan antara Nayla dengan Anton, seorang manager muda dari  bank ternama. Ia begitu yakin Nayla akan hidup bahagia dengan lelaki pilihannya itu. Pak Junaedi mengambil handphone nya kemudian menghubungi Anton.

"Selamat sore nak Anton, apa kabar hari ini ?" suara pak Junaedi lewat telpon.

"Alhamdulillah baik , om Jun sendiri gimna kabarnya ?" tanya Anton.

"Alhamdulillah baik juga. Maaf yah nak Anton, om ganggu waktu kerjanya" ujar pak Junaedi.

"Wah gak papa kok om, santai saja"

"Begini Ton, sebentar lagi kan Nayla wisuda, om kepengin setelah Nayla wisuda, kamu langsung lamar Nayla" lanjut pak Junaedi.

"Siap om, kapan pun saya selalu siap buat ngelamar Nayla, om tinggal atur aja tanggalnya"

"Lagian yah om, aku juga udah ngebet banget pengin nikah sama putri om, aku suka banget sama Nayla om" kata Anton di iringi tawa.

"Kamu tenang aja, om bakal atur semuanya, om yakin Nayla pasti akan bahagia dan tercukupi kalau menikah sama kamu ton" ujar pak Junaedi.

"Baik lah ton, om putus dulu yah telponnya, Kamu tenang aja everything will be okey" suara pak Junaedi mengakhiri telponnya.

"Siap om, terimakasih" sahut Anton.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!