NovelToon NovelToon
AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Senja, seorang Arsitek berbakat dengan karier gemilang di Bali, memilih melepaskan proyektor dan penggarisnya demi sebuah janji suci. Ia jatuh cinta pada Rangga, mantan pengamen jalanan yang ia temui di tikungan parkir kantornya.

Demi "merajakan" sang suami, Senja resign dari firma arsitek, menguras tabungan untuk memodali karier Rangga menjadi DJ, hingga rela belajar memasak demi memanjakan lidah suaminya. Bagi Senja, rumah pribadinya adalah istana tempat ia mengabdi sepenuhnya.

​Namun, saat Rangga mulai sukses dan dipuja banyak orang, dia lupa siapa yang membangun panggungnya. Rumah hanya dijadikan tempat "numpang makan" dan ganti baju, sementara hatinya jajan di kamar hotel setiap luar kota.

Senja tidak akan menangis bombay. Jika Rangga hanya butuh pelayanan gratis tanpa kesetiaan, dia salah alamat. Senja siap menendang benalu itu dari rumahnya!

​"Aku istrimu, Mas. Bukan Warteg tempatmu numpang makan saat lapar, lalu kau tinggalkan setelah kenyang!"

Jam update:07:00-12:00-20:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Restu Ibu dan Janji Suci

Semarang di sore hari selalu punya aroma yang khas; perpaduan antara bau aspal yang menguap setelah diguyur hujan dan aroma melati dari halaman rumah warga.

Tapi bagi Senja, kepulangannya kali ini membawa debar jantung yang berbeda. Di sampingnya, dalam taksi yang melaju membelah kemacetan Jalan Pandanaran, Rangga duduk dengan gelisah. Pria itu terus-menerus merapikan kemeja batiknya—sebuah kemeja sutra halus yang baru saja dibelikan Senja di gerai bandara dengan harga yang hampir setara dengan cicilan motor sebulan.

​"Mas, jangan ditarik terus kemejanya, nanti kusut," bisik Senja lembut, mencoba menenangkan.

​"Aku cuma takut, Sayang. Aku takut Ibu kamu kecewa lihat calon menantunya cuma pengamen kafe kayak aku," sahut Rangga dengan nada rendah diri yang selalu berhasil memicu rasa iba di hati Senja.

​Senja menggenggam tangan Rangga erat. "Ibu bukan orang yang melihat harta, Mas. Ibu cuma ingin aku bahagia. Dan aku bahagianya sama kamu."

​Begitu taksi berhenti di depan sebuah rumah bergaya kolonial yang terawat dengan cat putih bersih, Senja menarik napas panjang. Ini adalah rumah masa kecilnya, tempat ia dibesarkan dengan kasih sayang seorang ibu tunggal yang keras kepala. Ibu sudah berdiri di teras, mengenakan kebaya harian dan kacamata yang bertengger di ujung hidung. Tatapannya tajam, langsung menguliti sosok pria yang turun dari taksi bersama anaknya.

...----------------...

Malam itu, meja makan kayu jati milik Ibu Senja dipenuhi hidangan istimewa. Ada gudeg komplet, empal gentong, dan sambal goreng krecek yang aromanya memenuhi ruangan.

Tapi, suasana terasa begitu kaku. Suara denting sendok yang beradu dengan piring porselen terdengar seperti detak jam yang menghitung waktu penghakiman.

​"Jadi, Rangga... apa yang membuat kamu merasa sanggup menjaga anak tunggal Ibu?" tanya Ibu Senja tiba-tiba, memecah kesunyian.

​Rangga meletakkan sendoknya dengan sopan. Ia menatap Ibu Senja dengan mata yang dibuat setulus mungkin. "Bu, saya sadar saya bukan laki-laki mapan. Saya merintis dari jalanan. Tapi saya punya cinta yang besar untuk Senja. Saya janji, saya akan bekerja keras sampai Senja tidak perlu lagi merasa kekurangan."

​Ibu Senja tidak langsung menjawab. Ia beralih menatap Senja. "Senja bilang, kalian mau pindah ke rumah Senja yang di daerah perumahan atas itu? Dan kamu juga sudah mengajukan resign dari firma arsitek di Bali?"

​Senja mengangguk mantap. "Iya, Bu. Senja ingin fokus mengurus rumah tangga. Senja juga ingin bantu Mas Rangga bangun studionya di sana. Daripada rumah itu kosong, lebih baik kami tempati sendiri."

​"Lalu soal biaya pernikahan..." Ibu Senja menggantung kalimatnya, memberikan tatapan yang sangat dalam kepada Rangga.

​"Senja yang mau menanggung semuanya, Bu," potong Senja cepat, tidak ingin Rangga merasa terpojok. "Mas Rangga uangnya masih diputar untuk beli perlengkapan musik. Bagiku itu tidak masalah, Bu. Uang bisa dicari, tapi laki-laki yang tulus seperti Mas Rangga itu jarang."

​Ibu Senja menghela napas panjang, sebuah suara yang terdengar seperti kepasrahan seorang ibu yang tahu anaknya sedang dibutakan oleh rasa iba yang ia kira cinta.

"Kalau itu sudah jadi keputusanmu, Senja, Ibu hanya bisa mendoakan. Tapi ingat pesan Ibu, jangan pernah memberikan seluruh kuncimu kepada orang lain, sampai kamu benar-benar yakin dia tidak akan mengunci kamu dari luar."

...----------------...

​Satu bulan kemudian, hari yang dinantikan itu tiba. Senja tidak ingin pesta di hotel mewah. Ia memilih merayakan hari bahagianya di halaman rumah pribadinya—rumah yang ia bangun dari hasil lembur berbulan-bulan mendesain interior villa.

​Pagi itu, udara Semarang terasa sejuk. Senja tampak sangat anggun mengenakan kebaya putih off-white dengan payet mutiara yang berkilau lembut. Di cermin, ia menatap dirinya sendiri, merasa bangga. Ia merasa telah mencapai puncak kebahagiaan: memiliki rumah sendiri dan kini, memiliki suami yang ia cintai.

Semua biaya, mulai dari dekorasi bunga lili yang mahal, katering premium, hingga mahar berupa perhiasan emas yang Rangga berikan—yang uangnya juga berasal dari rekening Senja—adalah hasil kerja keras Senja. Baginya, ini bukan beban. Ini adalah bentuk baktinya sebagai seorang istri yang ingin mengangkat derajat suaminya.

​Saat prosesi ijab kabul dimulai, jantung Senja berdegup kencang. Rangga tampak gagah dengan jas hitam, meski Senja tahu pria itu sempat gugup karena tidak terbiasa dengan suasana formal.

​"Saya terima nikahnya dan kawinnya Senja Amara binti (Alm) Pramono dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

​"Sah!"

​Suara saksi dan tamu undangan menggema, diikuti doa yang dipimpin oleh penghulu. Senja memejamkan mata, merasakan air mata hangat menetes di pipinya. Ia merasa sangat suci, sangat dicintai. Saat ia mencium tangan Rangga untuk pertama kalinya sebagai istri, ia berjanji dalam hati akan menjadi pendukung terbaik bagi pria ini.

​Tapi, di balik kegembiraan itu, teman-teman Senja yang datang dari Bali dan Semarang berbisik-bisik di sudut tenda.

​"Kasian ya Senja. Arsitek hebat tapi suaminya cuma modelan begini. Katanya semua biayanya Senja yang tanggung," bisik salah satu teman kantornya.

​"Sstt, jangan keras-keras. Yang penting Senja bahagia. Tapi ya gitu, sayang banget kariernya dilepas cuma buat jadi ibu rumah tangga."

​Senja mendengar sayup-sayup bisikan itu, tapi ia hanya tersenyum tipis. Mereka tidak tahu betapa manisnya Rangga saat mereka hanya berdua.

Mereka tidak tahu kalau Rangga adalah pria yang menangis haru saat Senja membelikannya keyboard baru. Bagi Senja, mereka hanya orang asing yang tidak mengerti arti pengorbanan.

​Malam harinya, setelah tamu terakhir pulang, rumah baru mereka terasa sangat tenang. Rangga sedang duduk di sofa ruang tamu yang masih tercium bau cat baru, menatap sekeliling dengan pandangan kagum.

​"Rumah ini bagus sekali, Sayang," gumam Rangga.

​Senja datang membawa dua gelas teh hangat, lalu duduk di samping suaminya. "Ini rumah kita, Mas. Aku bangun ini supaya kita nggak perlu pusing memikirkan kontrakan. Kamu bisa pakai ruangan depan untuk studio DJ kamu. Aku sudah pesan peredam suaranya, besok akan dipasang."

​Rangga menarik Senja ke dalam pelukannya. "Terima kasih, Sayang. Kamu benar-benar sudah memberikan segalanya buat aku. Pesta yang bagus, mahar yang indah, bahkan rumah ini. Aku merasa sangat kecil di depanmu."

​"Mas jangan ngomong begitu lagi," Senja menatap mata suaminya. "Kita ini satu. Apa yang aku punya, itu punyamu juga."

​"Aku janji, Ja. Aku akan sukses di sini. Aku akan bikin kamu bangga sudah memilih aku. Aku akan jadi DJ nomor satu di kota ini, dan kamu tidak perlu lagi capek-capek kerja. Kamu cukup duduk manis di rumah, jadi ratu yang aku layani."

​Senja tersenyum lebar, merasa masa depannya akan sangat indah. Ia membayangkan hari-hari di mana ia akan menyiapkan sarapan, merawat rumah, dan mendukung Rangga di setiap penampilannya. Ia sudah memutuskan untuk tidak mengambil proyek arsitektur lagi. Ia ingin fokus menjadi "pelayan" bagi kebahagiaan suaminya.

​Ia tidak sadar, bahwa dengan membiayai segala hal dari nol, ia secara tidak sengaja telah mengajarkan Rangga bahwa segalanya bisa didapatkan dengan mudah melalui kata-kata manis.

Senja telah membangun sebuah istana megah, tapi ia lupa bahwa istana yang dibangun di atas pasir pengorbanan satu pihak saja, sangat mudah roboh saat diterjang badai.

​Malam itu, di bawah rembulan Semarang, Senja tidur dengan senyum di wajahnya. Ia merasa telah memenangkan hidup. Ia tidak tahu bahwa pria yang tidur di sampingnya itu, yang baru saja ia "sah"-kan dengan uangnya sendiri, adalah awal dari sebuah tragedi yang akan membuat judul "Arsitek" di belakang namanya terasa sangat ironis.

Karena ia bisa membangun gedung setinggi langit, tapi ia gagal melihat retakan besar di dalam hati suaminya sendiri.

1
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
semoga kamu bahagia iya senja🤗
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
harusnya suruh rangga usaha dlu baru nikah
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
kayanya udah direncana deh pertemuan mereka🤭
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
inget nasihat ibumu senja, harus hati"
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Senja ayo terima saja Axel dia pria yang selalu membantu masalah kamu
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Axel Senja bakal baik baik saja asal kamu jadi tameng dia
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Axel akan memastikan hidup Rangga seperti di neraka kalau Rangga masih ganggu Senja
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
udah ga ketolong si sinta mah😭
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
dari sini harusnya sinta sadar rangga tak sebaik diliatnya
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
demi mas dj kau korbanin emas peninggalan orang tuamu sin, parah
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
sinta padahal udah tau msh mau bertahan
awas jangan smpai nyesel iya
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
itu baru didompet udah berani ambil tanpa bilang loh
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
mau nolong liat" dlu orangnya sinta
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
doni p3ngen aku ulek mulutnya lemes banget dia
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
ga usah diurus senja
rangga udah keterlaluan
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
wow semua yg nanggung senja🤔
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
rangga ga malu apa astaga memutar balikan fakta
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
wkwkw rasain cuma dimanfaatin smaa cewe matre wkwkkw kurma nya langsung ini🤭
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
wah banyak juga yang udah diberikan ke serangga 🤔
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
nah betul
bawa semua bukti" nya kalau rangga itu ga baik biar segera diproses
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!