NovelToon NovelToon
THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Poligami / Roman-Angst Mafia / Keluarga / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Supaya tidak bingung, alangkah baiknya membaca The Mafia Bride 1.


Siena gadis berusia 20 tahun harus merelakan suaminya untuk wanita lain dan takdir mempertemukannya dengan Kenzi. Seorang pria dingin dan kejam membawa Siena ke dalam hidupnya. Perjalanan panjang, lika liku kehidupan dan bayang bayang kematian mengiringi perjalanan hidupnya. Hingga takdir memisahkannya dari Kenzi dan kedua putranya.

Dapatkah mereka bersatu kembali menjadi keluarga yang utuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memory

Angela terus berlari memasuki rumahnya, ia tidak perduli dengan panggilan Laura yang mengikutinya dari belakang. Entah mengapa rasanya ia ingin menangis di pangkuan Ibunya saat ini. Sesampainya di kamar Siena, gadis itu menjatuhkan tubuhnya di lantai. Membenamkan wajahnya di pangkuan Siena menangis tersedu sedu.

"Angela!"

Laura terpaku di ambang pintu melihat Angela tengah menangis di pangkuan Ibunya, lalu ia berjalan menghampirinya, matanya melihat uang berserakan di lantai.

"Sayang, ada apa?" tanya Laura tidak mengerti mengapa gadis itu menangis terdengar pilu. Selama ia merawatnya, belum pernah gadis itu menangis tersedu sedu. Angela gadis periang dan ramah, juga teledor.

"Ibu..." ucapnya lirih.

Namun Siena hanya diam, matanya bergerak menatap putrinya, tapi tubuhnya sama sekali tidak bisa di gerakkan. Meski ada keinginannya untuk membelai dan menenangkannya.

"Sayang, ada apa? cerita padaku, dan uang siapa ini?" tanya Laura sembari memungut satu persatu uang itu.

Perlahan Angela mengangkat wajahnya, hidungnya merah matanya sembab. Ia menyeka air matanya dengan telapak tangan.

"Nenek, aku sendiri tidak tahu kenapa sesedih ini," ucap Angela terisak.

"Ceritakan sayang," Laura tersenyum tangannya terulur mengusap pipi gadis itu.

"Tadi aku membantu temanku memenangkan pertandingan, karena dia butuh uang untuk biaya pengobatan sahabat satu satunya. Tapi-?" Angela berhenti bicara, menelan salivanya lalu kembali melanjutkan ceritanya.

"Tapi Nenek, sebelum uang ini kuberikan padanya. Sahabatnya sudah tiada meninggalkan temanku sendirian." Kembali Angela menangis.

"Siapa temanmu Nak, mungkin nenek bisa membantu hal lain." Laura membujuk Angela untuk tidak menangis lagi.

"Kak, kak Jiro." Angela kembali membenamkan wajahnya di pangkuan Siena. Sementara Laura berdiri, ia melangkahkan kakinya keluar ruangan. Laura teringat ketika mencari tahu identitas keluarga Siena. Dia teringat putra sulung Siena yang bernama Jiro.

"Apakah itu Jiro putra Siena?" gumam Laura berdiri di ambang pintu sesaat. Lalu kembali melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya.

Sementara Angel masih terus menangis cukup lama. Lambat laun, ia berhenti menangis. Ia tengadahkan wajahnya menatap Siena yang berderai air mata.

"Ibu? ibu kenapa menangis? Ibu marah padaku?" tangannya terulur menyeka air mata di pipi Ibunya. Angela sama sekali tidak mengerti apa yang membuat Ibunya menangis.

"Maafkan aku, Ibu. Kujanji tidak akan mengulangi dan membohongi Ibu lagi." Lalu ia peluk tubuh Siena erat.

"Ibu pasti lapar, Ibu menungguku untuk bersama bukan? aku ambil makanan dulu. Kita makan sama sama ya." Angela tersenyum lalu berdiri, dan berlalu dari hadapan Siena.

Wanita itu terus menangis, air mata saling memburu di pipinya tanpa mampu ia gerakkan tangannya hanya untuk sekedar menyeka air matanya sendiri.

Saat sendirian di dalam kamar tanpa mampu berbuat apa apa, Siena terus mengingat semua masa lalunya, mencoba mengembalikan semua ingatan yang telah hilang di telan waktu di iringi mata berkaca kaca. Kehilangan seseorang dan keluarga kecilnya yang sangat berharga melebihi apapun seperti kehidupan ini berhenti berputar, kematian yang masih hidup. Semua menjadi tidak menyenangkannya lagi, tapi saat mendengar tawa canda Angela. Ia berusaha untuk tetap bertahan dalam kondisi menyakitkan. Saat ia berjuang hanya karena kesalahan masa lalu, bayang bayang mereka dan pertengkaran yang tak seharusnya berakhir saling menjauh lalu hilang. Perasaan terluka, kenangan itu selalu muncul. Tangisan yang hanya diri sendiri yang tahu, menguat saat tangan lembut Angela menyentuh pipinya, lagi dan lagi Siena kelelahan tangisannya pun mengering saat mimpi menghapus semua kesedihan, menyelimuti hari harinya dengan kehilangan yang pada akhirnya hanya bisa di sesali.

***

Sementara itu, Jiro yang baru saja selesai melakukan proses pemakaman Miko, ia masih duduk di tanah menatap gundukan tanah yang masih merah. Pria itu menangis dalam diam, ia tidak mengerti kenapa semua terasa tidak adil untuknya dan keluarga kecil yang selama ini ia coba lindungi. Namun karena kesalahannya telah membuat keluarganya hilang entah di mana.

"Miko, maafkan aku..maafkan aku." Jiro berdiri perlahan, menatap dalam gundukan tanah merah itu. Kemudian ia menyeka air matanya. "Miko, seperti permintaanmu yang terakhir, kau meyakinkanku kalau mereka masih hidup dan kau juga memintaku untuk mencari mereka. Aku berjanji, akan memcari mereka sekali lagi. Tapi jika tidak di temukan juga, aku akan menyusulmu, Miko. Aku tidak sanggup sendirian." Jiro terisak.

"Tunggu aku, Miko." Perlahan ia memutar tubuhnya, melangkahkan kakinya meninggalkan pusara Miko. Jiro memutuskan untuk mencari keluarganya sesuai permintaan Miko sebelum ia meninggal.

Pria itu terus berjalan menyusuri tepi jalan, pakaiannya lusuh dan berantakan. Sesekali ia terdiam, tidak tahu harus memulai pencarian keluarganya di mana dulu.

"Kak Jiro!"

Jiro menoleh ke belakang, melihat Angela menepikan motornya. Lalu berlari ke arahnya dan menubruk tubuh Jiro, memeluknya dengan erat.

"Kakak baik baik saja bukan?" tanyanya terisak.

"Hei, kenapa kau menangis? aku baik baik saja." Jiro mengusap rambut Angela dengan sayang.

"Kalau kakak tidak punya tempat tinggal, bagaiamana kalau ikut ke rumahku. Dirumah hanya ada Nenek sama Ibuku, mau?" Angela melepas pelukannya.

"Aku tidak mau merepotkanmu, nanti kau di marahi Ibumu." Jiro menolak tawaran Angel.

"Ibuku tidak mungkin marah, Ibu tidak pernah memarahiku, bicara saja tidak." Angela menundukkan kepala, ia tidak segan segan bercerita pada Jiro, seolah olah pria itu bagian dari keluarganya.

Jiro mengangkat dagu Angela, menatap kedua bola matanya.

"Kenapa Ibumu tidak pernah bicara? apa kau nakal?"

Angela menggelengkan kepalanya, "Ibuku memang tidak bisa bicara, atau bergerak lagi sejak melahirkanku."

"Ya Tuhan.." Jiro menarik bahu gadis itu dan memeluknya erat.

Tiba tiba saja, ia melihat beberapa pria anggota Crips yang baru saja keluar dari kedai kopi.

"Mereka?" ucap Jiro pelan lalu melepas pelukannya menghampiri empat pria itu.

Angela hanya diam menatap bingung Jiro, lalu ia berlari menyusulnya.

"Woo, woo, ternyata tuan Jiro masih hidup!" ucap salah satu pria yang mengenali Jiro lalu tertawa terbahak bahak mencemooh.

"Brengsek!"

Jiro langsung berlari mengepalkan tinju ke wajah pria yang tengah tertawa terbahak bahak.

"BUKKK!!"

Pria itu tersungkur terkena pukulan Jiro cukup telak menghantam rahangnya hingga patah.

"Sialan!" hardik salah satu kawannya, langsung mengeluarkan senjata api dari balik pinggangnya. Angela yang sedari tadi diam memperhatikan, melihat pria itu mengeluarkan senjata api. Ia langsung berlari ke arah pria tersebut, memukul lengannya yang memegang senjata api.

"Tap!

Senjata api di tangan pria itu terpelanting jauh, kemudian gadis itu tidak memberikan kesempatan. Tangannya meninju wajah pria itu, kaki kanan menendang dagunya.

"BUKKK!!"

Perkelahian menjadi imbang, dua pria ambruk di tangan Jiro dan Angela. Tinggal dua pria tersisa, Angela terus memukul dan menendang, tidak sedikitpun ia memberikan kesempatan pria itu untuk melawan.

"Kau tidak tahu siapa aku!" seru Angela tersenyum lebar.

"BUKK!"

Kaki kirinya menendang perut pria yang sudah tersungkur hingga tak sadarkan diri. Lalu ia beralih menatap Jiro yang berhasil melumpuhkan pria satunya lagi. Mereka jadi tontonan pengunjung kedai dan bertepuk tangan saat mereka berhasil melumpuhkan anggota Crips yang kerap kali membuat kerusuhan.

"Kau tidak apa apa?" tanya Jiro menatap Angela.

"Tidak kak, kau tidak perlu khawatir." Angela menarik tangan Jiro meninggalkan tempat itu.

"Mereka siapa kak?" tanya Angela di sela sela langkahnya.

"Mereka anggota mafia yang sudah melenyapkan keluargaku semua." Jiro tersenyum getir menatap Angela.

"Kak, kita ke rumahku, aku kenalkan kakak pada Ibu dan Nenekku." Angela menarik paksa tangan Jiro, meski ia menolaknya. Namun Angela sangat ingin membantu Jiro yang tidak memiliki tempat tinggal.

1
Joel Natan Tarigan
keren bgt...yg udah tamat...
Tita Amelia
bgus bgt ceritanya thor dr awal smpai akhir season 3 psti ga kalah bgus klo d filmkn psti kereeen abis
Tita Amelia
Luar biasa
R.A
MAKSUD KAMU APA WINA (AUTOR NOVEL INI)??? BAYAR !!! JANGAN HANYA BISA JANJI, JANGAN KABUR. BAYAR!!!! INGAT WINA AKU ITU CUMAN MAU MINTA UANG KU, BUKAN UANG KAMU.. BAYAR!!!!
Linda Ratumbuisang
ceritanya seru abis...penasaran mau lanjut baca mafia bride yg ke 3 tpi kok ndak bisa di buka ya thor...🤩
Rina Susilowati
salut aku dengan novel mu thor kalimat kalimat yg disanikan bagiku begutu menakjubkan. sehingga dapat mengubah suasana hati bertubi yubi. senang, sedih, syahdu dan menonjolkan pentingnya seorng ibu ... sungguh luar biasa
inerz
capek terus terusan gak ada bahagianya
Afri Widiasih
sebenernya bagus ceritanya,tp terlalu di putar2 alur ceritanya
Rianti Karmila
aq bru ingat thorr joe itu orang keprcayaan siena..
aq slah dtu reders yg hoby membca novel tentang mafia tpi kli ini aq bru menemuka kisah mafia yg tak pernah membosankan untuk di bca krna alur dan crtanya sngat bgus dan ke'ren.. smgantt dan trus brkarya author ku syank ummaccc😘
......: mafia bride 3 juga sudah ada kakak.
total 1 replies
Riya Azza
bagus angela biar tuh keguguran bayinya..dan kau kenzi..!!! ah..speechless aku..
Riya Azza
gereget aku gereget banget..sumpah pengen tak bejek2 tuh orang..tega banget..sakit hati aku..
Ay
love love bgt sama ceritanya
Yuyun Yuliani
lama sudah aku menanti sepasang sejoli keren ini siena and kenzooo.... dimasa jaya nyaa yg penuh dng perjuangan mempertahan kan ataupun melepaskan sesuatu yg sudah melekat pada kel nya...... epose2 nya menegangkan, penuh dng misteri dan juga penuh derai airmata..... aku sukaaa banget... wellcomeback wina..... aku penggemar mu😘😘
arfan
up
Kartini Rotua Situmorang
typo dikurangi
Kartini Rotua Situmorang
wehhh
Dewi Nurlela
siapa si Joe ini,tp keren thor
Dewi Nurlela
siapa ayahnya zidan
Dewi Nurlela
satu persatu keluarga genzo ditemukan,semoga mereka berkumpul kembali
Dewi Nurlela
syukurlah aranza ga seperti bapaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!