NovelToon NovelToon
Benih Titipan Sang Milyarder

Benih Titipan Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Slice of Life / Single Mom / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Komedi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Apa jadinya jika air ketuban pecah di malam kencan pertamamu?

Panik dan syok, itulah yang dirasakan Maggie saat menjalani kencan pertamanya dengan Kael, seorang miliarder tampan dan karismatik.

Kencan romantis itu mendadak berubah kacau ketika air ketubannya pecah di tengah acara makan malam.

Alih-alih ikut panik, Kael justru sigap mengangkat Maggie dan membawanya ke limusin mewahnya untuk segera menuju rumah sakit.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Datang di Jogjakarta

Joann langsung tertawa terbahak-bahak lagi. “Kamu enggak nutupin bagian pentingnya.”

“Belum.”

“Udara dingin sering bikin mereka begitu,” kata Joann sambil tertawa. “Monica sering kena saat ganti popok di tempat penitipan.”

Kael hampir tidak mendengar. Tisu basah sudah habis. Dia menyerah dan mengambil ujung seprai untuk mengeringkan tangan dan membersihkan Biann.

Dia melempar popok itu ke tumpukan barang kotor.

“Setidaknya udah beres,” katanya. Tapi tiba-tiba semburan kedua meluncur. “Serius!”

Kael mengambil bagian lain dari seprai untuk mengelap tangan dan bayi itu lagi. Kali ini dia menutup bagian bawah Biann dengan seprai sambil mencari popok baru.

Kael menariknya cepat, mengangkat kaki Biann, menyelipkan popok, menggeser seprai, lalu menekan bagian depan sebelum Biann sempat pipis lagi.

Begitu perekatnya akhirnya terpasang, dia menghela napas lega.

“Selesai,” katanya pada Joann.

“Bajunya juga?”

“Aku bungkus dia pakai selimut dan selesai urusan.”

Joann masih tertawa. “Lain kali, panggil Larry. Dia lebih kompeten daripada kamu.”

“Diam, Joann!”

Joann tertawa lagi. “Sampai ketemu di Jogjakarta.”

Sambungan terputus.

Kael menatap tempat tidur. Semuanya tertutup lumpur kuning, tisu basah, dan popok bocor. Sebagian lain basah oleh pipis.

Ini bencana.

Biann menggeliat di atas alas ganti, bertelanjang kecuali popok. Kael mengangkatnya dan menyandarkannya ke bahu. Ada selimut kecil di tas popok, jadi dia membungkus Biann dengan itu.

“Sayang, aku tahu, aku harus ngaku kalah.”

Dia memindahkan tas popok dan HPnya ke meja samping agar bisa menggulung seprai kotor. “Ingatin aku ya, untuk kasih Larry bonus buat risiko perjalanan ini.”

Dengan satu tangan, Kael menggulung seprai dan menyelipkannya ke sudut.

Saat Maggie keluar dari kamar mandi, beraroma sampo dan sabun, Biann sudah tertidur lagi, terbungkus selimut di pangkuannya.

“Gimana?” tanya Maggie.

“Baik,” kata Kael. “Aku sempat ganti popoknya, jadi aku bungkus dia pakai selimut.”

“Kamu yang ganti popoknya?” Maggie mengangkat Biann ke lengannya dan merapikan selimut di tubuh Biann yang tertidur. “Hebat. Kayaknya enggak ada hal yang enggak bisa kamu lakuin deh.”

Kael mengangkat bahu. “Ada bakat yang memang datang dengan sendirinya.”

...────୨ৎ────...

Mereka mendarat di bandara Sleman sekitar pukul enam pagi. Maggie lebih banyak berada di area kamar bersama sang bayi. Sedangkan Kael mulai menelepon di meja depan.

Maggie tidak yakin harus berpikir apa. Saat perjalanan ini dimulai, dia membayangkan semacam pesta. Mereka akan mengobrol, tertawa, dan saling mengenal lebih dekat. Tapi dia tidak memperhitungkan betapa capeknya nanti, atau betapa sulitnya mengurus bayi di tempat baru.

Sebagian besar waktu, mereka habiskan untuk tidur.

Maggie tidak yakin jika harus mengenal Kael lebih jauh. Kael terlihat sangat tampan saat tidur. Tapi Maggie juga merasa bahwa Kael peduli dengan bayi. Maggie benar-benar menyadari seprai yang hilang tadi, bercak lembap di tempat Kael melepas lapisan atasnya, tanpa sadar kalau pipis Biann sudah menembus ke bawah.

Setiap kali Maggie membayangkan Biann menyemprot seorang miliarder, dia harus menahan tawa. Andai saja dia melihatnya langsung.

Larry mengembalikan jumper yang dicuci dan alas ganti yang sudah kering saat mereka berkemas.

“Kelihatannya Kael sempat mencoba membantu.”

Mereka berdua tertawa lepas.

Saat sampai di puncak tangga keluar dan melihat ke bawah, Maggie memutuskan mungkin kali ini dia tidak ingin menggendong bayi ini sendirian.

Turun tangga terasa jauh lebih menakutkan daripada naik.

Kael menyelesaikannya dengan turun beberapa anak tangga lebih dulu, menerima kursi bayi darinya, lalu menyerahkannya ke sopir. Dia menahan napas sampai Maggie aman menginjak tanah.

Limusin menunggu di landasan. Ketika mereka sudah duduk di belakang dan Biann terikat aman, Maggie berkata, “Jadi, Sleman enggak terlalu jauh dari lokasi pernikahan?”

“Dua jam perjalanan. Enggak ada bandara yang lebih dekat. Lagipula aku harus membawa jet itu kembali untuk Joann, supaya dia bisa sampai tepat waktu.”

“Kita seharusnya menjemputnya.”

“Dia belum siap berangkat. Ada rapat besar pagi ini.”

Begitu keluar dari bandara, Maggie menempel ke jendela untuk melihat semuanya. Ini perjalanan pertamanya ke Jogjakarta.

Awalnya hanya jalan tol dengan pepohonan yang bisa saja ada di mana pun. Lalu mulai lah muncul gedung-gedung vintage.

“Jaraknya ke kota berapa jauh?” tanyanya.

“Kalau tempat-tempat wisata kayak Borobudur atau Malioboro sekitar satu jam dari bandara.”

“Oh. Jauh juga. Kita langsung berangkat?”

“Aku pikir kita bisa menginap semalam di sini, lalu besok kita berangkat ke keraton.”

“Jadi kita bisa ke Malioboro?” Maggie tidak bisa menahan kegembiraannya.

Kael tersenyum, dan Maggie kembali teringat betapa tampannya pria itu. “Iya. Kita bisa ke Malioboro. Jalan-jalan sebentar, check-in hotel, lalu menyesuaikan jadwal dengan ritme Biann, sambil terserah ... mau belanja atau keliling.”

Maggie hampir tidak bisa menahan diri. “Aku enggak percaya.”

Bahkan saat fantasi itu jadi kenyataan, sebuah pertanyaan muncul di kepalanya.

Kenapa Kael menjemputnya?

Bagaimana semua ini bisa terjadi?

...𓂃✍︎...

...Sebaik apa pun caramu berpamitan, yang namanya perpisahan tetaplah menyakitkan....

...────୨ৎ────...

1
Cindy
lanjut
Nar Sih
asyikk ahir nya recana kael berhasil meggie ikut 👍
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Rainn Ziella
😭🤣
Karunia Disha
ehh,, aq ikut ngos"an🤣
Karunia Disha
maggie yg mau melahirkan tp aq yg deg"an😆
DityaR 🌾: 🤭🤭🤭🤭 wkwkwk
total 1 replies
Rainn Ziella
Cieeee
Rainn Ziella
Wkwkwk totalitas bngt 😭
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Rainn Ziella
Bahlil aja 😭🗿
Rainn Ziella
Langka ni orang
Rainn Ziella
Dikata bom apa 🗿
Rainn Ziella
Banyak nanya ihh kesel ya meg 😭🤣
Adellia❤
om ganteng udah nandain seseorang🥰🥰
Afrilho
Mampir👍
Rainn Ziella
Ga expect bgt meg 😭🤣
Azarah Jaimani Azarah
untung gk lahiran di mobil kayak aku .
tapi aku gk naik limosin aku naik mobil trios mobil keluarga yg sederhana .
Rainn Ziella: Serius kak? Terus lahirannya sama siapa kak pas di mobil itu
total 1 replies
Adellia❤
untung enggak pake boxer rainbow🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!