aku tak pernah menyangka memiliki kesempatan kedua untuk kembali hidup
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWAR MUTAQIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Volume II — The Weight of Survival Chapter 16 — Storm of Coordination
Volume II — The Weight of Survival
Chapter 16 — Storm of Coordination
Sub-Bab 1: Ancaman yang Lebih Besar
Kota barat tampak lebih sunyi dari sebelumnya, namun setiap reruntuhan menyimpan ancaman. Daniel, Aurelia, dan Selena bergerak dengan hati-hati, menyadari bahwa pasukan Antares sedang mengintai, mencari titik lemah mereka.
Daniel merasakan denyut Segel Kedua dan energi guntur baru yang mulai stabil di dadanya. Ia menarik napas dalam, menatap Aurelia yang berdiri di sisinya.
“Kita harus lebih hati-hati kali ini… mereka tidak akan seperti sebelumnya,” katanya.
Aurelia menatapnya dengan penuh keyakinan. “Dan kita akan menghadapinya bersama. Aku tidak akan pergi ke mana pun darimu.”
Sementara itu, dari reruntuhan, bayangan gelap bergerak cepat. Pasukan elite Antares muncul: lebih banyak, lebih cerdik, dan masing-masing membawa aura unik yang bisa menetralkan sebagian energi Hunter.
Daniel merasakan tantangan baru. Ia tahu bahwa kekuatan guntur kini menjadi alat utama, namun ia harus menggunakan strategi dan sinkronisasi tim agar tidak kehilangan kendali.
Sub-Bab 2: Teknik Guntur Lanjutan
Pertarungan dimulai, dan Daniel segera menguji teknik guntur lanjutan yang baru ia kembangkan:
Chain Lightning Strike — Gelombang petir memantul dari satu musuh ke musuh lain, menghancurkan koordinasi pasukan elit sekaligus menjaga jarak aman bagi tim.
Thunder Barrier — Aura guntur menciptakan perisai dinamis yang menahan serangan energi dan fisik secara bersamaan, sementara Daniel dan Aurelia bisa bergerak di dalamnya.
Resonant Pulse — Mengombinasikan tebasan katana dengan gelombang energi biru, menciptakan gelombang serangan presisi yang menghancurkan musuh dari berbagai arah.
Aurelia menyalurkan cahaya, menambah kekuatan gelombang, sementara Selena menjaga reruntuhan dan memastikan medan tetap stabil.
“Ini… sinkronisasi kalian membuat segel itu jauh lebih kuat,” gumam Aurelia, kagum sekaligus lega.
Pertarungan berlangsung sengit. Pasukan elite mencoba mengecoh Daniel dengan taktik bayangan dan serangan multi-arah, namun kombinasi segel, guntur, dan cahaya Aurelia menciptakan medan pertahanan yang sulit ditembus.
Sub-Bab 3: Koordinasi Tim yang Mendalam
Daniel menyadari satu hal penting: kekuatan Segel Kedua dan guntur tidak hanya bergantung pada fisik atau energi, tapi juga pada koordinasi emosional dan strategi tim.
Ia mulai mengatur tim secara lebih kompleks:
Aurelia menyalurkan cahaya untuk menahan serangan utama, sekaligus memperkuat efek guntur Daniel.
Selena menyeimbangkan medan, menjaga reruntuhan dan jalur musuh agar tidak menimpa sekutu.
Daniel mengarahkan serangan dengan presisi, memaksimalkan efek Chain Lightning Strike dan Resonant Pulse.
Sinkronisasi ini membuat pasukan elite kehilangan inisiatif dan salah langkah, memungkinkan tim Daniel mengambil kendali medan tempur sepenuhnya.
Segel Kedua bukan hanya tentang kekuatan, tapi juga tentang pengendalian dan koordinasi. Semakin kita sinkron, semakin besar potensinya, pikir Daniel.
Sub-Bab 4: Momen Emosional di Tengah Pertempuran
Di tengah pertempuran, Aurelia hampir tersapu gelombang serangan musuh. Daniel bergerak cepat, menyalurkan gelombang guntur ke arah iblis dan membelokkan energi agar tidak mengenai Aurelia.
Mereka berdua menatap satu sama lain di sekejap yang hening di tengah kekacauan. Aurelia tersenyum samar, pipinya memerah, sementara Daniel merasakan gelombang emosional yang membuat pengendalian guntur menjadi lebih stabil.
Hubungan ini… kepercayaan dan kedekatan… membuat segel bekerja lebih maksimal, gumam Daniel dalam hati.
Momen itu singkat, tapi memberi energi baru bagi tim, meningkatkan koordinasi dan efektivitas pertarungan.
Sub-Bab 5: Kemenangan dan Refleksi
Pertarungan berakhir saat pasukan elite Antares mundur, menyadari mereka kalah strategi dan kekuatan. Segel Kedua Daniel masih bersinar biru samar, kini menyatu dengan energi guntur secara stabil.
Daniel menatap Aurelia dan Selena. “Kita berhasil… tapi ini baru permulaan. Ancaman Antares masih jauh lebih besar di depan.”
Aurelia menaruh tangan di bahu Daniel. “Aku tahu kau bisa, Daniel. Kita semua percaya padamu.”
Selena tersenyum, menambahkan, “Kalian berdua… energi kalian saling menguatkan. Ini yang membuat tim kita berbeda.”
Daniel menatap langit malam, kilatan petir kecil menyambar dari tangannya. Ia menyadari bahwa Segel Kedua dan pengendalian guntur bukan sekadar kekuatan, tapi simbol tanggung jawab, strategi, dan ikatan yang membuatnya siap menghadapi pasukan Antares berikutnya.
Aku akan terus menguasainya… dan aku akan melindungi mereka, tidak peduli apa pun yang terjadi.
Catatan Chapter 16:
Daniel menguasai teknik guntur lanjutan, meningkatkan kemampuan ofensif dan defensif.
Pertarungan menekankan strategi, koordinasi tim, dan sinkronisasi emosional.
Romansa antara Daniel dan Aurelia muncul secara halus, memberi efek psikologis yang meningkatkan kontrol segel.
Foreshadow ancaman Antares semakin nyata, menyiapkan tekanan di Volume III.