NovelToon NovelToon
Sweet After Divorce

Sweet After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:186k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?

Sweet after divorce...manis setelah berpisah.

"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."

"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."

"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva

Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Ultah si kembar

Bukan di rumah, melainkan salah satu restoran cepat saji favorit bocah-bocah yang sengaja dibooking Dewa. Bukan ulangtahun macam anak-anak sultan yang ngabisin biaya bermilyar-milyar, melainkan ulang tahun pada umumnya.

Ada keluarga Ganesha dari pihak daddy-nya, ada juga dari pihak momy-nya hingga terlihat sangat ramai dan padat.

Anye tidak membawa mobilnya, melainkan datang bersama Ibas. Ia tak mau kejadian ketika acara perayaan kemarin terulang kembali, karena kemungkinan besar Ganesha akan membawa Afiqah juga.

Ibas langsung sibuk membuka bagasi belakang mobil demi membantu Anye membawa barang bawaannya, Anye tersenyum ketika tangan Ibas begitu cekatan, "makasih mas."

Lagi-lagi Ibas terkekeh, ia memang seramah dan mudah tertawa begini, "santai aja. Yuk! Udah mulai tuh kayanya."

Anye mengangguk, tidak meninggalkan atau berjalan di belakang Anye, Ibas justru berjalan membersamai Anye. Wanita ini menghela nafasnya, oke ia janji, setelah ini ia akan berusaha menerima kehadiran Ibas.

Diantara keriuhan satu restoran cepat saji yang di booking setiap sudutnya ini, Anye berjalan bersama Ibas. Dari awal saja hiasan ultah bertemakan kartun mobil sudah menghiasi restoran ayam ini.

Tangan Anye terulur membuka pintu kacanya, hawa sejuk dan dingin dari AC mulai menerpa dan mencubit kulit. Di sudut kanan depan podium maskot ayam berdasi itu sedang dikerubungi anak-anak yang tertawa dan ribut. Ada yang menyentuh, berkelakar tapi ada juga yang merasa takut.

"Mama Anyee! !" sambutan itu membuat beberapa penghuni restoran mendaratkan pandangan ke arahnya dan Ibas, termasuk sepasang orangtua di meja dekat podium.

Ryu dan Russel sudah berlarian, meski kemudian Ryu kalah berlari dari abangnya itu yang memeluk Anye terlebih dulu.

Ia berjongkok demi sejajar dengan kedua keponakannya itu, "aduhhh, hay-hay sayangnya mama, baru ketemu lagi ya..."

Dan...

"Awas Abang ihhh! Aku juga mau peluk mama." usir Ryu mencengkram kerah belakang Russel dan menariknya berkali-kali merasa terjepit Russel sebab Russel memeluk Anye untuk dirinya sendiri.

Anye tertawa melihat perseteruan kedua kembar itu, ia rindu...

"Barengan, barengan peluknya. Mama kangen banget sama abang---sama Ryu." balas Anye memeluk dan mengusap punggung kedua anak dalam balutan tuxedo, lucu sekali....

"Mama bawa kado?" tembak Russel to the point. Ibas ikut berjongkok, meski awalnya ia sempat kebingungan saat Anye dipanggil mama oleh kedua anak kembar itu.

"Bawa dong!" ucap Ibas menunjukan kedua kotak besar beserta dua paper bag besar lainnya.

Keduanya sempat, yee! Yee! Yee!! Berjingkrak kegirangan. Namun, tak lama kemudian keduanya menatap Ibas asing, jelas keduanya tak mengenal Ibas.

"Om siapa?" bukan Ryu melainkan Russel yang memang selalu berani to the point dengan kernyitan aneh, persis bapaknya oyyy!

"Oh Hay, kenalin...om Ibas." Ia cukup kebingungan memperkenalkan dirinya sebab statusnya dan Anye itu belum jelas.

Anye tersenyum, "temen mama. Salim dong sama om Ibas." Intruksi Anye membuat kedua bocah ini meraih dan mengecup punggung tangan Ibas.

Namun ada bisikan Ryu yang lirih di telinga Russel, "siapa?"

"Temen. Tadi mama bilang..." jelas Russel lagi, tapi bukan itu maksud Ryu, dasar abang bodoh!

Namun keduanya kini tak begitu peduli, yang penting kehadiran Anye bersama kado besarnya itu, "awas berat sayang, sini mama aja yang bawa. Abang sama adek bawa yang ini aja." Anye melarang keduanya membawa kotak besar itu dan memberikan kedua paper bag besarnya saja.

Bertemu dengan Zahra dan Dewa yang kemudian disambut heboh. Ada tatapan meneliti serta senyuman tipis, yang membuat Anye melangkahkan kakinya ke arah sepasang orangtua yang sejak tadi menotice kehadirannya.

"Oma, baba..." sapanya pada kakek dan nenek Ganesha.

"Neng, sehat?" Anye mengangguk duduk di samping Oma, begitupun Ibas yang mengekor selalu. Mungkin ada sesuatu yang ingin disampaikan Oma tapi kehadiran Ibas mengurungkan niatannya.

Apalagi ketika Ibas turut salam, dan Anye, "ini temen Anye, oma."

"Nye, sehat neng?!" ada om Galih, Abang dari momy Ica, ncang ncing dan yang lain yang tak bisa lagi Anye jabarkan sebab cukup banyak.

Tanpa Anye menjelaskan, mereka cukup paham siapa Ibas.

"Anye?"

"Momy..." ia langsung berdiri dari kursi menyambut mantan ibu mertuanya itu, "my, ini mas Ibas...temen aku."

Ica sempat memasang tampang kaget tapi kemudian mengangguk dengan helaan nafas panjang, paham.

/

Ganesha, ia tidak mau repot-repot menjemput Afiqah seperti yang biasa para lelaki lakukan pada pasangannya, sebab dulu saat bersama Anye pun, wanita itu tak pernah manja meminta dijemput olehnya setiap waktu. Kalaupun begitu, paling-paling di waktu tertentu, semisal...ada acara keluarga, berujung Yahya juga yang bekerja.

Ia hanya cukup janjian dengan Afiqah di satu titik, lalu pergi bersama.

"Hay sayang." Afiqah sudah datang dengan dress motif bunga-bunganya, ada sedikit kernyitan di bingkai alis Ganesha yang----

"Kenapa?" tanya Afiqah menyadari hal itu, lalu Ganesha hanya menggeleng kecil, "engga." Jujur saja, rasanya apa yang dipakai Afiqah hari ini agak sedikit norak menurut Ganesha, tapi...ya sudahlah.

"Berangkat sekarang?" tanyanya, "aku nervous banget sumpah mau ketemu keluarga besar kamu." Akuinya dengan rasa excited, ia bahkan menggigit bibir bawahnya saking gemasnya.

"Aku bawa kado juga," tunjuknya di paper bag yang di bawanya.

"Satu?" tanya Ganesha mengernyit, lalu diangguki Afiqah, "kenapa?"

Ia menghela nafasnya, Ganesha berdecak, "ponakan saya kembar, Fiqah."

Afiqah menepuk jidatnya, "ya ampun! Aku lupa, kemarin kamu ada bilang engga sih?" tanya nya semakin membuat wajah Ganesha malas.

Ganesha menggeleng, "ya udahlah, ngga perlu ribet. Taro aja di belakang. Nanti biar Yahya yang urus."

Afiqah meringis sekaligus memberengut kecewa, "jadi, kadoku ngga bisa dikasiin sekarang dong? Yaaa...temenin aku cari dulu bentar deh yuk! Masa aku ngga bawa kado buat ponakan kamu..." pintanya.

Ganesha menatap dengan alis yang semakin kisut, "Fiqah ini aja saya udah telat. Udah ngga usah repot..."

Ganesha menyentuh angka 2 speed dial-nya untuk Yahya "Ya, bisa bantuin saya?"

Akhirnya dengan perdebatan kecil itu mereka pergi ke tempat acara.

/

Lagu selamat ulang tahun sudah menggema mengisi keseluruhan sudut restoran, tapi Anye belum melihat om kesayangan si kembar disana, tidak mungkin jika Ganesha tidak datang. Wong Lendra saja ada kok...

Baru ia berujar seperti itu, akhirnya dari luar pintu kaca ia dapat melihat langkah sepasang manusia datang di tengah acara.

Ganesha yang lengannya dilingkari tangan Afiqah.

 Hatinya sudah benar-benar mencelos sekarang, ia sempat menunduk untuk kemudian lebih khusyuk pada acara utama saja, tujuannya datang ke tempat ini.

Ganesha menyisir pandangan ketika di sampingnya sudah berbisik, "untung aja kita ngga telat, bisa ikut nyanyi."

Anye terlihat berbaur dengan keluarga Ganesha, wanita itu...memang selalu terlihat sempurna meski simpel. Namun pandangan Ganesha mendadak keruh saat menggeser tatapan ke samping Anye, dimana wanita itu membawa serta Ibas. Ada deheman kecil ingat dengan pesan Anye semalam. Benar, Anye memang tak main-main untuk bergerak maju meninggalkannya, lantas apakah tak ada artinya usahanya belakangan ini?

"Sayang, keluarga kamu disana..." tunjuk Afiqah, "kesana yuk!" ajaknya lagi.

"Eh, ada Anye juga? Anye diundang?" tanya Afiqah baru notice kehadiran wanita dengan kemeja satin berwarna navy dan celana putih disana.

Kuenya buat siapa lagi, adek?

Buat mama Anye....

Baik Ganesha, maupun Afiqah, bahkan sampai momy Ica menyaksikan itu, nama Anye selalu dilirihkan si kembar.

Gerakan melangkah Anye mengayun ke arah podium, dimana Ryu dan Russel ingin menyuapinya kue setelah kedua orangtua dan Oma opa, sementara Ganesha? Saat mereka mencari omnya yang satu itu, Ganesha belum terlihat di pandangan si kembar.

"Mama?" gumam Afiqah menatap Anye nyalang dan melirik Ganesha yang datar-datar saja melihat peristiwa di depan, bukk! Tas kecil di pegangannya ia daratkan di perut Ganesha pelan, "kamu kok diem aja sih. Harusnya kamu loh yang dapet suapan kue." Ocehnya sebal.

Anye maju dengan senyum lebarnya, memeluk dan mengecup kening si kembar terlebih dahulu, sementara Ryu sudah memotong kue untuk ia suapkan pada Anye.

Dan hap!

Anye cukup mengernyit ketika suapan yang diberikan itu kebanyakan krim kuenya, sedikit eneg? Tumben sekali...

"Mhhh, enak." Ucap Anye, "soleh ya sayang-sayangnya mama." ucap Anye menutup mulutnya sejenak merasakan rasa mahteh di dalam mulut, sesaat sebelum berfoto di depan sana.

.

.

.

.

1
Iccha Risa
jgn sampe ya mom kejadian terburuk... tawaran yg baik, yok menepi dulu
Wandi Fajar Ekoprasetyo
ga bisa menangin hati ghanes .....malah fitnah anye....dasar Afika ....nyadar diri doooong
Khaira Yunizar
sepertinya iban ya pelaku nya
sweet escape
Oeemjiii astoge dragon si ibassss? Astagaahh aku terpukau dan terkecoh teteeeehhhhhhh
Fitria Syafei
waduh biang keroknya Ibas.... bukannya ceweknya.... 🙄 KK cantik terimakasih 🥰 terimakasih 😍
Rina Agustina
kamu salah mencari lawan bas/Proud/
murni ali
Omg bener main petak umpet yeee🤣🤣🤣🤣🤣😁
Semangattt terus mbak penulis sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
sweet escape
🤣😂😂😂😂 icooot
sweet escape
Sadiiis 😂😂🤣🤣🤣🤣
sweet escape
Aku penisiriiiiin siapa
sweet escape
Ini emang bibit pejuang wkwkw si mars gelooo dan nekat
Mala yars
ibass dr awal aku dah notice ke dia, karena aku juga ngalamin hal kaya gini dulu walau beda jalur🤭, dan dulu aku rujuk balik sama mantan suami, sampai kemarin agustus status ku janda lagi tapi sekarang janda cerai mati, alfatihah untuk alm paksu😭😭
📌♏®️𝕯µɱσɳσՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
etdahhh licik baget si Ibas pantes Anye gak. ma sama dia mungkin filing juga. orangnya licik🤭
sweet escape
Hahaha sumpah icooooy
PuputMega Shelviana SuJanii
masa sih si abash, emang the cover g jamin sih😩 tp kog tega bgt😩
Shee_👚
bagus, jangan kasih peluang buat mereka kabur.
hajar aja ganesh
sweet escape
Ih asliiii dulu waktu ganesha d penjara kan y
Shee_👚
the power of orang berkuasa, hebat sekali dengan sekali gerakan semua lenyap tanpa sisa 🥳🥳🥳🥳🥰
hiro_yoshi74
luar biasa
Dinar Damayanti
kayanya Ibas deh kerja sama ame si Afika ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!