NovelToon NovelToon
Its Always Been You, Fraya

Its Always Been You, Fraya

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Enemy to Lovers
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Juno Bug

Damian Harding terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Ia adalah pusat semesta Milford Hall—ditakuti, dipuja, dan tak pernah ditolak.

Sampai Fraya Alexandrea datang.

Gadis Indonesia yang tak tertarik pada popularitas, tak gentar pada reputasi, dan tak mau tunduk pada nama besar Harding.

Penolakan Fraya bukan sekadar luka bagi Damian—itu menjadi tantangan. Apa yang dimulai sebagai permainan ego perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap.

Rindu. Candu. Obsesi.

Dan di sekolah elite yang penuh rahasia itu, tidak semua cinta datang dengan cara yang indah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juno Bug, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beneath The Cruel Shadow

​Di balik kuasa absolut yang digenggamnya, Damian Harding menyadari satu ironi yang pahit: seluruh kekayaan di dunia ini tidak pernah bisa membeli satu detik pun kebahagiaan sejati.

Sejak tarikan napas pertamanya, ia terlahir ke dunia yang sudah menanam tumpukan ekspektasi di pundaknya, bahkan sebelum kedua kaki Damian mampu menopang tubuh untuk berjalan sendiri.

​HARDING GLOBAL, bukanlah sekadar perusahaan bertaraf internasional biasa. Kerajaan bisnis perusahaan Harding Global adalah imperium raksasa yang dikendalikan dengan tangan besi oleh ayahnya, Richard Harding.

Bisnis itu telah merajai pasar ekonomi dunia jauh sebelum Damian lahir, ber-ekspansi secara masif ke berbagai sektor konsumtif dengan volume perputaran arus kas yang mengerikan.

Dari manufaktur alat kesehatan presisi tinggi, rantai rumah sakit internasional, perhotelan bintang lima, hingga industri pangan skala global—semuanya berada di bawah naungan bendera Harding Global.

​Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Damian sering disebut tumbuh dewasa sebelum waktunya. Namun, pendewasaan itu adalah hasil dari tempaan keras Richard Harding yang menuntut Damian harus sempurna tanpa celah.

Damian besar dengan ekspektasi yang begitu tinggi hingga terkadang ia lupa bagaimana cara memijak bumi. Di dunianya, pertemanan adalah soal status. Ia hanya dikerumuni oleh mereka yang memiliki kasta sosial setara, sementara orang lain ditempatkan di strata terendah yang tak kasat mata dibawah kaki Damian.

Setidaknya itulah yang selama ini Damian yakini dengan begitu congkak.

Sampai dia bertemu Fraya Alexandrea.

Cewek yang telah menjadi menjadi murid belajar bahasa Jermannya itu telah membuka sisi paling terdalam di relung hati Damian yang tidak pernah terjamah, membuktikan bahwa orang biasa yang tidak bergelimangan harta seperti Fraya pun bisa begitu kuat dan berani dalam melangkah menggapai mimpinya yang tinggi ditengah kerasnya dunia yang serba menuntut kesempurnaan seperti sekarang ini.

​Malam itu, aula besar kediaman Harding bermandikan cahaya kristal yang menyilaukan. Musik quartet dimainkan dengan merdu, mengalun ke setiap sudut aula megah.

Damian menyesap sampanye, entah sudah gelas ke berapa yang ia tenggak sejak jamuan makan malam Board of Directors dimulai.

Di hadapan para pemegang saham utama—jajaran elit yang menggerakkan roda ekonomi dunia—Damian memasang topeng sempurna. Senyum palsu yang mahir dan gestur yang elegan. Para tamu tidak akan pernah tahu bahwa di balik jas custom-made yang dikenakannya, Damian tengah bersiteru dengan pusaran badai emosi yang siap meledak kapan saja. Sungguh ajaib jika melihat Damian masih mampu berdiri dalam tenang seperti sekarang ini, padahal dalam diri Damian dia sudah sungguh porak poranda. Siap meledakkan kepala siapa saja yang sedang melintas dihadapannya.

​Di antara kerumunan itu, keluarga Rosewood berdiri dengan keangkuhan yang setara. Rosamund Rosewood, yang sebelumnya bernama Rosamund Harding, yang tidak lain dan tidak bukan merupakan Kakak dari Ayah Damian dan juga ibu dari Axel, adalah pemegang saham terbesar di beberapa anak perusahaan gabungan Harding-Rosewood.

Sejarah mencatat bahwa saat Harding Global nyaris menyentuh titik kebangkrutan akibat fluktuasi pasar yang ekstrem, keluarga Rosewood-lah yang menarik mereka keluar dari ambang kehancuran.

​Semua itu berkat suami Rosamund, Matthew Rosewood, sosok yang namanya cukup untuk menggetarkan bursa saham London. Matthew dan Richard Harding adalah dua sisi dari koin yang sama: keras, penuntut, dan dingin. Namun, kekuasaan raksasa ini tidak dibangun hanya dengan kerja keras legal.

Ada begitu banyak "hal kotor" yang tersembunyi di balik neraca keuangan mereka, menjadikan posisi Harding selalu berada di bawah bayang-bayang kendali keluarga Rosewood. Richard selalu menyebutnya "hutang budi," sebuah rantai tak terlihat yang memaksa Damian untuk menjadi bidak di papan catur mereka.

​Damian meneguk habis sampanyenya dalam sekali telan. Auranya tetap tenang, meski di dalam hati ia berdoa agar Tuhan menurunkan badai besar untuk membumihanguskan aula megah ini beserta isinya.

​Ia mendengus saat melihat Axel Rosewood, sepupu sekaligus teman karib yang paling ia benci, berjalan menghampirinya.

Damian berusaha menghindar sehalus mungkin. Bukan karena takut—sebab Damian nyaris tak takut pada apa pun kecuali tuntutan gila ayahnya—tetapi karena ia tahu urusannya dengan Axel selalu berakhir memuakkan.

​"Malam ini cukup intens," Axel memulai dengan nada sok tahu. "Sepertinya Ayah kita akan memperoleh keuntungan paling gila sepanjang sejarah pada gelombang penjualan tahun ini."

​"Sepertinya keuntungan besar-besaran memang selalu terjadi pada perusahaan ayah kita. Bukankah itu hal biasa?" Damian menimpali dengan nada sombong yang sengaja dibuat-buat untuk menutupi kegetirannya.

​Axel tidak peduli pada basa-basi bisnis itu. Ia mencondongkan tubuh, matanya berkilat penuh niat jahat. "Speaking of which, bagaimana progres gadis kecil kita?"

​Damian menggeram dalam hati. Setiap kali ia ingin mundur dari permainan Axel, ia teringat pada "kartu kematian" yang dipegang keluarga Rosewood. Hutang budi ayahnya adalah belenggu yang membuat Damian harus tetap berakting seolah ia masih menjalankan misi menghancurkan Fraya Alexandrea.

"Dia masih cuek, masih seperti Fraya yang kamu kenal di hari pertama," tandas Damian, mencoba mengatur raut wajahnya agar tetap datar. "Tapi dia sudah tidak sedingin es kepadaku. Hatinya mulai terbuka sedikit. Aku sedang fokus masuk ke celah itu."

​Axel menyesap minumannya sambil memandang kerumunan tamu dengan tatapan merendahkan.

"Aku harus akui, gadismu itu tangguh juga. Aku baru tahu ada orang miskin yang tidak tergiur dengan latar belakang kekayaan keluarga kita."

​"Dia tidak bisa dibilang miskin," Damian mengoreksi dengan cepat, ada nada defensif yang tak bisa ia sembunyikan.

"Ayahnya adalah kepala IT di perusahaan internasional, dan ibunya seorang broker asuransi ternama."

​Axel tertawa mengejek. "Bagiku, apa yang dimiliki cewek kurang ajar itu masih jauh di bawah kaki kita. Aku akan tetap menyebutnya miskin."

​Damian diam, menahan gemuruh emosional yang bisa meledak kapan saja. Di titik ini, ia belum pernah seberharap ini kepada Tuhan untuk menyeret Axel Rosewood langsung ke neraka.

​Sambil menepuk pundak Damian dengan gaya pongah, Axel berbisik sebelum berlalu, "Jangan terlalu lama, Damian. Aku sudah tidak sabar melihat si cantik nan bodoh itu hancur karena patah hati. Masuki celah di hatinya itu sampai dia merasakan sesak karena terlalu jatuh cinta padamu."

​Axel melenggang pergi, meninggalkan Damian yang berdiri membeku dengan tatapan tajam yang menusuk yang Damian harap dapat membelah tubuh sepupunya itu jadi dua bagian.

Di tengah kemegahan aula itu, Damian menyadari satu hal: ia tidak sedang menghancurkan Fraya, ia sedang menghancurkan dirinya sendiri dalam kebohongan yang ia ciptakan demi melindungi gadis itu dari kekejaman Rosewood.

1
Ris Andika Pujiono
aku baca cerita ini seperti ninton film
bukan sekedar cerita receh. Sayang sekali baru dpt sedikit peminat. padahal kalo ditilik dari sisi kualitas cerita ngga kalah dari cerita2 best seller di Toon penulisannya rapi, cara berceritanya elegan. kak terus semangat menulis ya 🥰💪💪
Ris Andika Pujiono: asyik bisa ditungguin dong. sampai tamat 😎🥰🫰
total 4 replies
Ris Andika Pujiono
kaan Alana keluar 😔😎
Ris Andika Pujiono
kini aku punya hobby baru
nungguin up date ceritamu
kereeeeen 🥰🥰🥰🥰
Ris Andika Pujiono
omG sepertinya akan banyak masalah diantara mereka 😔😔😔😔😔
terima kaaih kak udah upp
Ris Andika Pujiono
kasian Damian 🥲
Ris Andika Pujiono
awas lu Damian sampe nyakitin Fraya 😎
Ris Andika Pujiono
yg baca senyum2 sendri thor
sungguh ceriamu bagusss 🙏😍
Ris Andika Pujiono
semoga semoga kalian baik2 saja Fraya & Damian
Ris Andika Pujiono
seruuuuuuu aku suka ceritamu kak
up terus ya tiap hari sampai tamat
janji 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ris Andika Pujiono
Frayaaaa 🥲
Ris Andika Pujiono
cetita bagus begini g ada yg like sih🥲
Ris Andika Pujiono
Damiaaaan jatuh cintaaa
baca sambil ngabuburit
Ris Andika Pujiono
ehemmmm
Ris Andika Pujiono
🥰🥰🥰🙏
Ris Andika Pujiono
Fraya?????
Ris Andika Pujiono
semoga happy ending
Ris Andika Pujiono
awesome💪💪💪💪💪
Ris Andika Pujiono
kok baru nemu sih. jgn sampai hiatus yaa aku tungguin sampai tamat🥰
Ris Andika Pujiono
wow i like it ... 💪
Ris Andika Pujiono
cie cie cieeeeee 🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!