Mahen selalu membenci Tante Feronica, bibinya yang menghilang 10 tahun silam. Ayahnya selalu mengatakan bahwa Tante Feronica adalah orang jahat yang telah membuatnya mendekam dipenjara selama 12 tahun.
Namun, ketika Mahen mencoba mencari petunjuk atas apa yang terjadi 10 tahun lalu, dia tidak menyangka bahwa dia akan menemukan sebuah ruang rahasia di kamar Tante Feronica. Di dalam ruang itu, Mahen menemukan petunjuk-petunjuk yang membuatnya mulai mempertanyakan apa yang selama ini dia percayai.
Mahen mulai menyelidiki tentang apa yang terjadi di masa lalu dan mengapa ayahnya dipenjara. Namun, semakin dia menyelidiki, semakin banyak rahasia yang terungkap. Mahen harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya tidak seperti yang dia pikirkan.
Tante Feronica, yang selama ini dia anggap sebagai orang jahat, ternyata memiliki alasan yang kuat untuk melakukan apa yang dilakukannya. apakah Mahen akan bisa menemukan kebenaran dan memperbaiki kesalahan masa lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yan duwei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERAKSI
sudah satu Minggu sejak Mahen dan teman-temannya membuat rencana. satu minggu pula Mahen setiap hari bolak balik kerumah kakeknya dengan dalih meminjam buku. padahal yang sebenernya ia sedang memantau kapan ada kesempatan.
pagi ini Mahen berangkat ke kampus dengan semangat penuh. semalam mamahnya mengatakan akan pergi ke rumah saudara yang sedang ada acara. kakek dan neneknya pun turut serta, bahkan salah satu pekerja dirumah kakek juga diajak untuk bantu-bantu disana.
..
siang ini, Mahen end the geng sedang makan siang di kantin kampus.
"hari ini kita beraksi" ucap Herdi yang sudah diberitahu oleh Mahen bahwa keluarganya sedang pergi. teman-temannya pun seketika menatap Herdi seolah meminta penjelasan.
"hari ini rumah kakek gue kosong. lebih tepatnya, kakek sama nenek gue pergi bareng nyokap gue ke rumah saudara yang lagi punya acara. katanya si nginep" jelas Mahen. yang lain pun menganggukkan kepalanya paham.
"jam berapa nih kumpulnya?" tanya Aidan. "selesai kuliah hari ini kalian langsung pulang aja ke rumah masing-masing, istirahat dulu. habis Maghrib langsung pada kumpul dirumah gue. pada bawa earphone ya" atur Mahen. yang lain pun mengiyakan dengan siap.
..
seperti yang sudah dijanjikan, selepas Maghrib rumah Mahen sudah ramai oleh teman-temannya. jumlah mereka yang biasanya hanya 5 kini menjadi 7 karena bertambah 2. si kunti bogel, Adis membawa kedua temannya seperti yang ia katakan sebelumnya.
"oke semuanya, gue kenalin ini temen gue yang kuliah di jurusan peradilan pidana namanya Naomi, dan yang ini namanya Jiang xiaosha" ucap Adis memperkenalkan kedua temannya.
"woyyy ada Jiějiě-Jiějiě cinaaa!!" teriak Ethan heboh. "berisik ketan Ireng" ketus Adis sambil tangannya mengeplak bahu Ethan. "ck.. sakit bego" decak Ethan. "Lo yang bego!" teriak Adis tak mau kalah.
"heh.. udah-udah jangan ribut" lerai Herdi. "Lo beneran orang cina?" tanya Herdi menatap salah satu teman Adis.
"kenalin, nama aku xiaosha, panggil aja Oca. papah aku orang cina, margaku Jiang" jawab teman Adis sambil mengulurkan tangannya pada Herdi dan tersenyum manis.
"aelah neng Oca, kenalan di sini mah nggak perlu pake marga" celetuk Ethan. lagi-lagi Ethan mendapat keplakan dari Adis membuatnya meringis.
"kenalin, aku Mahen" ucap Mahen sambil mengulurkan tangannya pada Oca yang diterima dengan di bumbui senyuman manis khas Jiějiě cina.
"aelah.. aku kamuan" celetuk Ethan lagi. Ethan memang tidak bisa diam. kali ini Ethan mendapat cubitan dari Kunti bogel yang membuat mata Ethan melotot.
"eh.. kenalin Naomi juga dong" ucap Adis saat melihat Naomi hanya tersenyum melihat teman-temannya antusias berkenalan dengan gadis cina, Oca.
"kenalin, gue Aidan, mahasiswa dirgantara" ucap Aidan memperkenalkan diri pada Naomi. "salam kenal, gue Naomi mahasiswi peradilan pidana" jawab Naomi tersenyum ala kadarnya.
setelah saling memperkenalkan diri, mereka pun bergegas pergi kerumah kakek Hardjo.
..
setibanya di sana Mahen membawa teman-temannya masuk. satpam yang berjaga pun tidak banyak bertanya karena sudah sering melihat Mahen bolak-balik kerumah itu untuk meminjam buku.
"Oca, menurut kamu yang perlu di geledah ruang kerja kakek atau kamar tante Fero dulu?" tanya Mahen pada Oca.
"eng.. aku nggak tau Mahen, yang paham itu Naomi. aku kuliah jurusan bisnis" jawab Oca sedikit tak enak hati. Mahen menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ia pikir Oca juga calon detektif sehingga malam ini pun turut serta membantu mereka bersama Naomi.
"oh gitu ya, aku kira kamu satu fakultas sama Naomi" ujar Mahen sambil nyengir yang dibalas senyuman manis Oca.
Mahen menoleh kebelakang, ia melihat Herdi dan Aidan asik berbincang bersama Naomi. sedangkan Ethan dan Adis langsung mampir ke meja makan.
"Naomi, kita geledah bagian mana dulu?" tanya Mahen. "Lo bilang ada kamar tante Fero yang udah lama kosong. kata Naomi kita cek itu dulu" jawab Mahen yang diangguki oleh Naomi.
Mahen pun setuju, mereka mulai menjalankan tugas masing-masing sesuai rencana. Aidan memantau cctv, Mahen, Oca, Naomi, menggeledah kamar tante Feronica yang sudah lama kosong. sedangkan Herdi, Ethan dan Adis menggeledah ruang kerja kakek Hardjo.
mereka menggunakan earphone yang biasa digunakan oleh detektif atau bodyguard, earphone itu adalah milik Naomi.
dengan perasaan yang sedikit gugup, Mahen memimpin kelompoknya masuk kedalam kamar tante Feronica.
kamar itu bersih tanpa debu, sama seperti kamar lain yang masih di gunakan. Mahen berjalan menyusuri setiap sudut kamar.
Naomi, si detektif cantik mengamati meja rias sekaligus meja kerja milik tante Feronica. di sebut meja kerja karena diatasnya ada banyak buku dan alat tulis, serta ada juga laptop yang entah kenapa dibiarkan begitu saja.
Oca hanya kebagian ngintilin Naomi saja sambil sesekali membaca kertas yang di temukannya.
setelah menyusuri sudut kamar, bahkan kamar mandi dan tidak menemukan apapun, Mahen membantu Naomi membuka-buka isi laci dan lemari.
di setiap laci ada banyak catatan dan potongan-potongan cerita pendek. ada juga gambar-gambar aneh tak beraturan yang sepertinya itu adalah gambaran tante Feronica.
Mahen menemukan satu kertas yang isinya tidak bisa ia pahami karena menurutnya itu bukan tulisan. Mahen pun memberikannya pada Naomi.
Naomi paham itu adalah Hanzi cina, meskipun ia tidak bisa membacanya. Naomi memberikan kertas itu pada Oca.
"ini Hanzi sederhana. tapi ini nggak ada makna apapun, cuman kata-kata biasa. aku rasa tante kamu pernah belajar bahasa cina dan ini coret-coretannya." jelas Oca saat sudah membaca kertas yang diberikan Naomi tadi.
"jadi ini tulisan apa?" tanya Mahen. "ini makan, ini mandi, ini maaf..." Oca terus membaca setiap kata yang ada di kertas itu agar Mahen paham.
"oh oke oke, udah. jadi itu cuman latihan nulis huruf Cina gitu ya?" jelas Mahen yang di angguki oleh Oca.
setelah mendengar jawaban Oca, Naomi kembali membuka-buka kertas lainnya. Mahen mengamati Naomi yang terlihat santai dan tenang. mengingat saat dirinya menggeledah kamar kakeknya waktu itu. ia bergerak dengan sangat rusuh karena merasa panik dan takut ketahuan.
entah berapa lama mereka disana tetapi masih tidak menemukan apapun. satu-satunya yang Mahen ketahui setelah menggeledah kamar itu hanyalah tantenya mempelajari bahasa cina, mungkin tante Fero menggemari sesuatu yang berbau cina.
Mahen terus menatap Naomi yang sangat teliti, bahkan dinding pun di raba-raba. Mahen terus mengikuti arah pandang Naomi yang akhirnya tertuju pada kasur.
Mahen merasa Naomi konyol, mana mungkin kasur ada petunjuknya. Naomi membuka selimut yang ada di kasur, saat itu juga mata Mahen melotot terkejut.
di bawah selimut itu ada sebuah buku yang terbuka dan terselip pena di tengahnya.
Naomi merogoh kantong celananya mengambil hp, lalu ia memotret buku itu. setelahnya Naomi mengambil buku itu dan membacanya.
namun sayang, hampir semua lembaran buku itu hanya berisi cerita-cerita pendek dan ada beberapa puisi buruk. bagaimana tidak buruk? isi puisi itu maknanya sangat konyol dan tidak masuk akal. entah itu hanya menurut pemikiran detektif atau memang puisi itu di tulis asal-asalan.
di bagian terakhir buku itu ada tulisan yang membuat kening Naomi berkerut.
"tidak bisa memilih antara orang tua dan kakak. kalian adalah keluargaku"
Naomi kembali memotret tulisan itu, dan menyimpannya. ia juga memberikan buku itu pada Mahen agar di baca.
lanjut....