NovelToon NovelToon
Negeri Para Penyihir

Negeri Para Penyihir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Sistem / Epik Petualangan / EXO
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Karena pengkhianatan yang dilakukan oleh kekasihnya, Bumi terlempar ke dunia penyihir, tempat dimana kekuatan sangat di perlukan untuk bertahan hidup.

Bumi diangkat menjadi anak seorang penyihir wanita paling berbakat era itu. Hidupnya mulai mengalami perubahan, berpetualang menantang maut dan berperang.

Meski semuanya tak lagi sama, Bumi masih menyimpan nama kekasihnya dalam hatinya, dia bertekad suatu hari nanti akan kembali dan meminta penjelasan.

Namun, gejolak besar yang terjadi di dunia penyihir membuat semuanya menjadi rumit. Masih banyak rahasia yang di simpan rapat, kabut misteri yang menyelimuti Bumi enggan menghilang. Lantas saat semuanya benar-benar tidak terkendali, masih adakah setitik harapan yang bisa diraih?

*

cerita ini murni ide author, jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat itu hanyalah fiktif belaka.

ig: @aca_0325

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Pengadilan sihir terletak di gedung Hijau di barat laut Terra, gedung setinggi dua puluh meter itu diisi oleh kebanyakan penyihir yang berasal dari klan Viridis. Ketua pengadilan sihir saat ini adalah Joe Viridis, pria tua yang sudah berusia sembilan ratus tahun. Namun, tidak ada yang berani meremehkannya.

Viridis adalah salah satu klan kelas atas, mereka memiliki ciri-ciri berkulit sawo matang dan bola mata emerald yang indah. Elemen sihir Viridis adalah tanah, dan mereka cenderung netral dan tidak memihak pihak manapun.

Dalam perjalanan menuju pengadilan sihir, Bumi duduk di belakang bersama Leani dan gadis berpakaian ungu yang memiliki nama Raina.

Sudah dua bulan Bumi tinggal di Terra, namun dia masih belum terbiasa melihat pohon-pohon yang berwarna warni. Di pinggiran jalan terdapat beberapa rumah warga dan kebanyakan lebih di dominasi oleh pohon-pohon raksasa.

Lahan pertanian juga di tanam dengan berbagai macam tanaman aneh dengan berbagai macam fungsi. Seperti jeruk merah yang di tanam di lahan seluas tiga puluh lima hektar di barat Terra memiliki kegunaan untuk mempercepat penguasaan mantra sihir dasar.

" Aku belum pernah bertemu anak Caeruleus yang tidak bermata biru,"ujar Raina masih penasaran, gadis itu sejak tadi melirik Bumi.

Bumi hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa. Lagipula apa yang bisa dia katakan, dia hanya anak angkat Analika yang keberadaannya tidak terlalu berarti.

"Sudahlah,Raina, Caeruleus kan memang sombong meskipun kekuatan mereka termasuk paling rendah." kata Trixy tersenyum mengejek.

"Kau-"Sebelum Leani lepas kendali, Bumi memegang tangannya, dia menggelengkan kepala meminta gadis itu untuk tenang.

Leani memperhatikan rahang tegas Bumi dari samping, mereka sudah berlatih bersama selama satu bulan lebih. Tapi, Bumi masih menjadi misteri yang tidak terpecahkan, dia tenang bahkan saat kesakitan, dia tenang bahkan saat melihat berita ibunya yang heboh di artikel Terra.

Terkadang Leani mulai bertanya-tanya saat sendirian, benarkah pria ini putra satu-satunya dari Analika yang selama ini di sembunyikan? Atau sebenarnya ada konspirasi tersembunyi yang coba dimainkan oleh bibinya itu.

Tak hanya Bumi, Analika juga sangat misterius dan Leani harus mengakui dia kesulitan menebak pasangan ibu dan anak itu, semacam ada kabut aneh yang menyimpan rapat rahasia keduanya.

Seringkali Leani ingin bertanya siapa ayah Bumi, kenapa Analika menyembunyikan dia selama ini? Tanpa diketahui oleh Bumi, dalam rapat klan Caeruleus beberapa hari lalu telah terjadi perdebatan sengit tentang dirinya. Namun saat Leani sadar bahwa itu mungkin saja menyinggung, dia menelan kembali pertanyaan itu.

"Kita sudah sampai."kata Alfred. Kereta berhenti di parkiran gedung sebelah kiri, semua orang langsung turun. Trixy dan Leani yang masih saling melempar tatapan sinis.

Saat hendak berbelok menuju lorong utama mereka melihat seorang wanita cantik berdiri di dekat tiang tinggi, rambut birunya di ikat membentuk ekor kuda dengan pakaian longgar serba biru. Matanya dingin dan tajam saat memindai kelompok itu.

"Salam, bibi," Semua orang menunduk hormat bahkan Trixy yang sombong sekalipun.

"Ibu..." Bumi menyapa hingga membuat semua orang menatapnya terkejut.

"Jangan bicara sembarangan, Bumi. Dia bukan orang yang bisa diajak bercanda,"kata Galen memperingatkan, dia menangkupkan tangan meminta maaf atas nama Bumi.

"Dia pikir semua orang akan bisa dia kalahkan. Kamu tidak tahu siapa bibi Analika?" Sean mendengus dan menatap Bumi jijik, "dia adalah penyihir terkenal yang tidak akan bisa kamu gapai."

Bumi mengerutkan dahi, entah mengapa saat Sean mengatakan itu ada ekspresi aneh di wajahnya. Mungkinkah bocah ini menyukai ibu dan dia sedang cemburu? Tanya Bumi dalam hati.

"Bibi, kami akan ke meja sidang, silahkan nikmati kembali waktunya."Kata Sean dengan sangat sopan.

"Pergilah. Bumi tetap disini,"kata Analika, seperti biasa wajahnya tetap datar dan sorot matanya sedingin es di puncak gunung kuantum.

Gunung Kuantum adalah gunung untuk pemahaman lebih dalam dan tinggi tentang sihir. Suhu disana amat dingin, hanya ada musim dingin disana, tidak ada cahaya matahari disana. Hanya orang-orang dengan ilmu sihir tingkat tinggi yang berani tinggal disana.

"Ya, bibi."Semuanya menjura hormat lantas pergi secepatnya dari sana, hanya Sean yang memberikan pandangan tidak senang.

Bumi berdiri diam menunggu Analika bicara, ada perasaan tidak nyaman saat wanita itu menatapnya sangat intens seakan ingin menggerogoti Bumi dengan matanya.

"Ayo jalan!" Perintah Analika, lalu berjalan meninggalkan lorong utama gedung Hijau.

"Ibu, ada apa?"Tanya Bumi bergegas mengikuti Analika.

"Kau membuat masalah?"

"Tidak, aku hanya-"

"Jangan membuat masalah sebelum kau berhasil masuk ke akademi langit hitam. Kau tau kan kalau aku bukan orang yang mudah?"Kata Analika mempercepat jalannya, saat ini mereka sudah berada di seberang jalan gedung Hijau.

"Tapi, mereka hendak menyakiti Leani, Bu. Aku tidak mungkin berdiam diri saja,"kata Bumi menjelaskan, sungguh dia tidak ingin membuat masalah apapun. Bumi hanya ingin menolong Leani yang tersudut dan hampir celaka.

Analika menyetop sebuah kereta yang lewat, saat kereta berhenti dia memberi isyarat agar Bumi naik lebih dulu.

"Apapun itu, sebaiknya jangan mencari masalah yang tidak perlu."kata Analika duduk di sebelah Bumi. Kereta kembali berjalan dengan kecepatan sedang.

"Aku hanya ingin menolong. Apa mungkin ibu juga akan melarangku untuk berbuat baik?"Tanya Bumi dengan tatapan tidak percaya.

"Kau pikir kau bisa hidup aman dan damai disini hanya karena berbuat baik? Tidak, bumi. Untuk bisa bertahan disini kau harus punya kekuatan, kau boleh melakukan apapun yang kau mau saat kau sudah kuat. Saat ini jika salah satu kepala klan Erythro tersinggung oleh perbuatanmu, mereka bisa membunuhmu dalam sekejap."

Beruntunglah saat itu hanya ada mereka dan supir kereta dalam kendaraan roda empat itu. Analika selalu berbicara blak-blakan dan sesuai dengan apa yang dia pikirkan.

Bumi diam, dia tidak mau membalas lagi kata-kata Analika. Dia tidak ingin ibu angkatnya itu semakin marah.

"Meski mereka bersiteru, anak-anak tidak izinkan untuk membunuh sesama mereka. Jadi, Leani tidak akan mati walaupun kau tidak menolongnya. Kita mungkin tidak bisa percaya pada keluarga lain, tapi, Viridis tidak akan berbuat curang. Mereka netral dan bersikap adil."Kata Analika menambahkan.

" Tapi, penghinaan lebih sakit daripada kematian dan yang mereka lakukan adalah penghinaan bagi Leani," Kata Bumi.

"Huh! Kau pernah mati?"

Bumi menggeleng.

"Maka jangan pernah mengatakan bahwa ada yang lebih sakit daripada kematian,"Dengus Analika.

Bumi mengatupkan mulutnya, kali ini dia benar-benar diam sepanjang jalan. Sesekali masih melirik Analika yang nampak tenang,

Dia benar-benar tidak cocok menjadi ibu, bagaimana mungkin ada ibu seperti dia. Gerutu Bumi dalam hati.

***

Like, komen dan Vote.

1
biruu
💯
Ega
👍👍
Kevin
⭐⭐⭐⭐⭐
Alya
💯👍
Lunaire astrum
karya bagus
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
bisa" lu mikir gitu bumi haha
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
hah? cepet banget metong, dan lu makan kah isi perut dia del, makanya ilang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!