Malam itu,tubuh ku seakan tersambar petir,ķekasih dan sahabat ku menghianati ku secara bersamaan.
Dan tidak berhenti sampai disitu saja,aku pun harus merelakan hal yang sangat aku jaga selama ini karna kebodohan ku sendiri
Aku harus merelakan malam pertamaku bersama pria asing yang tidak pernah aku kenal sebelum nya,ya ini semua karna mulut bodoh ku,jadi aku harus menanggung akibat nya sendiri juga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva maya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Semi kembali ke lantai dua bersama clarissa,dia melihat teman nya Dion blingsatan tidak seperti biasa nya,dia sibuk memilah milah para gadis yang ada di hadapan nya
"Ada apa dengan mu Dion,ini tidak seperti dirimu,apa kau mulai sedikit insaf sekarang,kau terlihat seperti pria pemilih,padahal kau selalu menampung semua gadis yang ada?."tanya Semi
"ini bukan untuk ku."jawab Dion tanpa memandang Semi
"Lalu untuk siapa,jangan bilang sekarang kau membuka bisnis gadis untuk kau berikan kepada om om kaya ya,hehehe."Semi terkekeh
"Hssst sudah lah,kalau kau tidak mau membantuku maka jangan menggangguku,ini semua juga salah mu tau."pekik Dion
"Hey apa maksud mu ini salah ku."tanya Semi
Dion langsung menghentikan kegiatan nya,dia ingin menjelaskan pada Semi,tapi ia tidak bisa mengatakan apa yang mau dia lakukan terhadap Semi di depan clarissa
"Ah sudah lah nanti saja ku jelas kan."
"Kamu,kamu seperti nya cocok."tunjuk Dion sambil menunjuk seorang gadis cantik dan sexy itu,Dion langsung meraih lengan gadis itu dan membawa nya kekamar Haru,karna rasa penasan nya Semi pun mengikuti nya,tak lupa juga clarissa yang sedari tadi diam pun tidak bisa menyembunyikan rasa penasan nya dan mengikuti Dion
"Klekkk."Dion membuka pintu kamar Haru dan berkata,"Heyy sobat ku bawakan sesuatu untuk mu."ucap nya bersemangat,tapi karna Haru sudah sangat sibuk dengan kegiatan nya ia pun tidak merespon suara Dion
Dan Dion sangat terkejut melihat teman nya sudah menindih dan menciumi seorang gadis,tapi saat itu mereka baru saja memulai,dan Hani masih menggunakan pakaian lengkap
"Wah aku sangat bangga dengan apa yang kulakukan,hahaha."Dion tertawa kesenagan
"Dion sebenarnya ada apa?."tanya semi lagi yang membuntuti nya dari belakang,dan betapa terkejutnya dia saat melihat pemandangan di hadapan nya
"Heyyy ada apa ini?."tanya Semi pada dion berbisik
"Sudah lah ayo kita keluar saja."jawab Dion
Mereka pun keluar dan menutup pintu kamar itu
"Sayang kau pergilah dulu nanti aku akan memanggil mu untuk bermain di ranjang ku oke."ucap Dion pada gadis yang di maksud kan akan di berikan pada Haru tadi
"Baiklah,aku akan menunggumu"ucap gadis itu di telinga Dion sambil mengeluarkan suara menggoda
Clarissa yang sempat melihat adegan itu dari luar kamar pun seketika raut wajah nya berubah marah
"Mmm,Clarissa lebih baik kau beristirahat saja di tempat kita tadi,ada yang harus aku bicarakan dengan Dion".ucap Semi pada Clarissa
Clarissa tidak menjawab,dia hanya langsung pergi meninggal kan mereka berdua dengan kesal
"Heyy,cepat jelas kan padaku apa yang terjadi pada Haru?."tanya Semi,tanpa memperdulikan Clarissa lagi
"Mmmm,begini."Dion pun menceritakan apa yang terjadi pada teman nya itu
"Apa!!! kau benar benar sudah gila,kau tau apa akibat nya nanti jika dia sudah sadar?." ucap Semi khawatir
"Hssstt,sudah lah itu mari kita pikirkan nanti saja,yang kupikirkan sekarang,dimana Haru mendapat kan gadis itu?."
"Jadi gadis itu bukan ulah mu?tanya Semi
"Mana mungkin,kau sendiri lihat aku baru saja mau membawa gadis itu kemari."jawab Dion
"Wahhh,aku benar benar prihatin padamu,kali ini kau pasti benar benar akan mati di tangan nya."ucap Semi
"Hehehe,tidak apa,walau pun aku mati,aku pasti mati tanpa penyesalan,karna aku bisa membuat pria es itu menjadi ******** seperti kita hahahaha."tawa Dion bahagia
Mereka berdua pun pergi dari depan pintu kamar Haru,membiar kan teman nya itu menikmati surga dunia yang belum pernah ia nikmati
____________________________________________
jam menunjukan pukul 08:57 matahari masuk ke ruangan kamar yang terasa panas mengenai wajah cantik Hani yang masih terlelap di atas ranjang,ia
mulai terganggu dengan hembusan nafas yang mengenai punggung halus nya,Hani tidur membelakangi Haru yang menghadap ke tubuh nya,Hani mulai mengumpul kan kesadaran nya,dan memutar tubuh nya,mencari tau hembusan angin apa yang menganggu tidur nya
Dan betapa terkejut nya dia saat melihat wajah pria asing yang tidur disamping nya,mata dan mulut nya langsung membelalak,tapi Hani cepat cepat menutup mulut nya agar tidak mengeluarkan suara dan tidak membangunkan orang di samping nya itu
Hani mulai menata ingantan nya satu persatu,tapi karna dia sangat mabuk,dia tidak bisa mengingat semuanya,ia tak bisa mengingat bagaimana bisa ia ada di kamar ini
"Apa kau tidak bisa diam."suara serak dari seorang pria yang tidak ia kenal pun terdengar
Dan betapa terkejut nya Hani,ia langsung duduk bersandar di ranjang sambil menarik selimut untuk menutupi bagian depan tubuh nya
" Akhhhh."Hani bersuara tidak terlalu keras,ia memegangi **** ***** nya,ia merasa nyilu saat bergerak
"kenapa ini terasa sakit?."batin Hani
Karna merasa terganggu Haru membuka mata nya,dan melihat adegan yang di tunjukan Hani,terbersit rasa bersalah di hati nya
Hani mulai ingat siapa pria ini,pria yang ia ajak untuk tidur bersama
"Hah,jadi ini terjadi?."batin Hani,sebenarnya Hani sangat terkejut dengan keadaan nya,tapi ia tetap memasang wajah yang biasa agar tidak terlihat seperti orang bodoh,karna dia sadar semua itu ber awal dari mulut bodoh nya sendiri
"Maaf mengganggumu,kau bisa tidur lagi aku akan ke kamar mandi."ucap Hani setenang mungkin,ia langsung mengambil anduk baju yang sudah di gantungkan di samping tempat tidur lalu memakai nya dan beranjak dari ranjang,sambil memunguti pakaian nya yang terhambur di lantai
Haru yang sebenar nya sedikit bingung dengan respon Hani hanya diam tanpa menjawab,karna dia sadar dia lah yang memaksa gadis itu tidur bersama nya tadi malam
Di kamar mandi Hani diam menatap wajah nya di cermin
"Hahaha,ternyata tingkat kebodohan ku meningkat Hani."dia tekekeh pelan dan seraya menetes kan air mata nya yang mulai tadi tergenang
ia duduk di closet menggerutu sambil mengganti pakaian nya
"Sudah lah Hani kau tidak usah meratapi nasib mu,ini semua ulah mu sendiri,siapa yang akan kau salah kan,hanya tidur dengan seorang lelaki...itu bukan apa apa,itu hal biasa yang di lakukan orang orang di usia mu." ucap Hani pada diri nya sendiri