NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Racun No 1

Legenda Pendekar Racun No 1

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Xiao Chen kehilangan seluruh keluarganya akibat sebuah rumor tentang Buku Racun Legendaris yang sebenarnya tidak pernah ada. Keserakahan sekte-sekte besar dan para pendekar buta membuat darah tak bersalah tumpah tanpa ampun.

Dihantam amarah dan keputusasaan, Xiao Chen bersumpah membalas dendam. Ia menapaki jalan terlarang, memilih menjadi pendekar racun yang ditakuti dunia persilatan.

Jika dunia hancur karena buku racun yang tak pernah ada, maka Xiao Chen akan menciptakannya sendiri—sebuah kitab racun legendaris yang lahir dari kebencian, kematian, dan dendam abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Hutan Aroma Terlarang

​Meninggalkan pelabuhan yang kini menjadi makam kristal perak, Xiao Chen, Bai, dan Ling memasuki wilayah terluar Lembah Dewa Obat yang dikenal sebagai Hutan Seribu Aroma.

Secara visual, hutan ini adalah surga; bunga-bunga raksasa berwarna-warni bermekaran di balik salju, dan udara dipenuhi dengan wangi yang sangat manis, seperti campuran madu dan melati.

​Namun, Xiao Chen segera berhenti di batas hutan. Ia mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Ling tidak maju selangkah pun.

​"Jangan tertipu oleh hidungmu, Ling," ucap Xiao Chen. "Wanginya adalah ilusi. Bunga-bunga ini adalah Bunga Pemikat Jiwa. Setiap partikel serbuk sarinya adalah bakteri yang dirancang untuk masuk ke otak dan membuatmu merasa sangat bahagia sampai kau tidak sadar paru-parumu sedang mencair."

​Ling segera menahan napas dan mengaktifkan Qi di Ranah Pengumpulan Qi miliknya untuk melapisi lubang hidungnya.

​Bai, di sisi lain, tampak sangat terganggu. Ia mencium udara dan mendesis benci. "Baunya terlalu menusuk, Tuanku. Wangi ini mencoba menutupi aroma tubuhmu yang sangat kusukai. Ini menghina!"

​Tiba-tiba, dari balik pepohonan yang rimbun, muncul sembilan sosok wanita cantik yang mengenakan gaun sutra hijau transparan.

Mereka terbang rendah, kaki mereka tidak menyentuh tanah. Ini adalah Sembilan Peri Penjaga Lembah, ahli medis yang mengkhususkan diri dalam penggunaan aroma dan gas tidur.

​"Pendekar Racun, kau telah melangkah terlalu jauh," salah satu dari mereka berbicara, suaranya seperti nyanyian yang menghipnotis. "Masuklah ke dalam hutan kami, tidurlah dalam kebahagiaan, dan biarkan tubuhmu menjadi pupuk bagi bunga-bunga suci ini."

​Sembilan wanita itu secara serentak mengayunkan selendang mereka. Seketika, kabut berwarna merah muda yang sangat pekat meledak, menelan posisi Xiao Chen berada. Kabut ini adalah Racun Eforia Tingkat Tinggi, bahkan seorang ahli Ranah Langit pun akan kehilangan kesadaran dalam hitungan detik.

​"Tidur..." bisik mereka serempak.

​Di dalam kabut merah muda itu, terdengar suara langkah kaki yang tenang.

​Tap. Tap. Tap.

​"Seni yang cantik, tapi pondasinya busuk," suara Xiao Chen menggema, dingin dan jernih.

​Xiao Chen muncul dari balik kabut. Ia tidak hanya sadar, tetapi ia justru menghisap kabut merah muda itu ke dalam telapak tangannya, memadatkannya menjadi sebuah bola kristal kecil yang berdenyut.

​"Kalian menggunakan kebahagiaan untuk membunuh," Xiao Chen menatap para peri itu dengan mata ungunya yang menusuk. "Sekarang, rasakan bagaimana rasanya ketika kebahagiaan itu berubah menjadi keputusasaan yang murni."

​Xiao Chen melepaskan bola kristal itu kembali, namun kali ini bola itu telah tercemar oleh Qi maut miliknya. Kabut yang tadinya merah muda cerah berubah menjadi ungu tua yang berbau amis darah.

​"Seni Racun: Inversi Halusinasi!"

​Para peri itu mencoba menghindar, namun kabut ungu itu mengejar mereka seolah-olah memiliki nyawa.

Begitu kabut itu menyentuh kulit mereka, wajah-wajah cantik itu langsung berubah drastis.

Mereka tidak lagi melihat taman bunga; mereka melihat visi tentang tubuh mereka sendiri yang membusuk dan ulat-ulat keluar dari mata mereka.

​Mereka berteriak histeris, mencakar wajah dan kulit mereka sendiri sampai berdarah. Dalam hitungan detik, para penjaga hutan yang anggun itu jatuh ke tanah dalam kondisi gila total.

​Bai, yang sudah tidak sabar melihat Xiao Chen digoda oleh para wanita itu, melesat maju. "Kalian berani mencoba merayu Tuanku dengan bau murahan?!"

​Dengan kecepatan yang menakutkan, Bai mencengkeram kepala peri pemimpin. Kuku peraknya menembus pelipis wanita itu. "Hanya aku yang boleh berada di dekatnya. Hanya aroma kematian darinya yang boleh ada di dunia ini!"

​Bai memutar tangannya, dan energi naga peraknya meledakkan kepala peri itu dari dalam, sementara tubuhnya membeku menjadi es beracun. Delapan peri lainnya tidak diberi ampun; Bai bergerak seperti kilat perak, mematahkan leher dan menghancurkan jantung mereka sebelum mereka sempat sadar dari ilusinya.

​Setelah selesai, Bai kembali ke sisi Xiao Chen dengan wajah yang kembali manis, seolah baru saja melakukan pekerjaan rumah tangga biasa. "Hutannya sudah bersih, Tuanku. Tapi bunga-bunga ini masih mengganggu."

​Xiao Chen menoleh ke arah Ling. "Ling, ini tugasmu. Gunakan Qi Pengumpulan-mu. Tarik semua esensi bunga di hutan ini ke dalam tubuhmu. Jangan takut akan racunnya; biarkan Sembilan Racun Alami-mu melahap mereka semua."

​Ling mengangguk patuh. Ia duduk bersila di tengah hutan. Dengan bimbingan Xiao Chen, Ling mulai menarik napas dalam. Ribuan bunga di hutan itu mulai layu secara serentak. Warna-warna cerah mereka terserap masuk ke arah Ling, membentuk pusaran energi pelangi yang gelap.

​Hanya dalam beberapa menit, hutan yang tadinya indah berubah menjadi hamparan pohon mati yang gersang. Ling membuka matanya, dan kini ada lingkaran warna-warni di sekitar pupil kuningnya. Energinya melonjak drastis, mencapai puncak Ranah Pengumpulan Qi.

​"Luar biasa, Guru... aku merasa jauh lebih kuat," bisik Ling, merasakan kekuatannya telah berlipat ganda.

​"Bagus. Persediaan energi mereka kini menjadi milikmu," ucap Xiao Chen. Ia menatap ke arah gerbang raksasa di ujung hutan yang menuju ke inti lembah. "Lembah Dewa Obat telah kehilangan penjaga terluarnya. Sekarang, mari kita lihat apakah pemimpin mereka masih bisa bersembunyi di balik altar pengobatannya."

​Xiao Chen melanjutkan langkahnya, dengan Bai yang kembali memeluk lengannya dengan posesif, siap menghancurkan apa pun yang berani menghalangi pandangan tuannya.

1
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Dendam yg tumbuh menjadi sebuah obsesi..
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz 🔥🌽
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll lanjut terus Thor
Agen One: 👍🤣😭🔥🔥😭🤣😱😱🤣🔥💪💪👍😭🤣😱🤭🤣👍🔥🔥🔥💪💪🔥🔥
total 1 replies
JUWANTO
🔥 Jejak Silat di Puncak Dimensi 🔥
Silat Nusantara • Kultivasi • Dunia Purba • Dimensi

MC tidak naif.
Kekuatan dibangun dari raga, napas, dan kehendak.

👉 Jika suka progres nyata & cerita panjang,
jangan lupa favorit & komentar.
Agen One: semangat teruzzz💪💪💪
total 1 replies
momoy
cuma mau tanya Thor umur Xiao Chen berapa waktu orang tua nya mati,trs di dalam gua ya ada di lembah beracun berapa taun kok bisa dah 25 taun aja
Agen One: 15 tahun
total 1 replies
Aman Wijaya
mantab xiao Chen
Agen One: terima kasih💪💪💪💪💪
total 1 replies
Aman Wijaya
xiao Chen kok gak bawa harta rampasan dari sektenya mu rong sekte pedang langit
Agen One: udah di ambil, cuma gak di jelaskan
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut
Aman Wijaya
mantab xiao Chen
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir.. Tetap semangat Thor 💪💪
Agen One: Terima kasih mbah sudah hadir/Pray/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!