setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan
Langkah kaki Tang Yan bergema di koridor menara yang dindingnya kini mulai ditumbuhi lumut spiritual berwarna perak. Efek dari Teratai Sembilan Warna benar-benar luar biasa. Struktur beton dan baja tua di Sektor 13 seolah perlahan "bernafas" kembali. Di ujung koridor, pintu otomatis, hasil modifikasi Zhou Liang yang menggabungkan sensor gerak dengan segel energi, terbuka dengan desisan halus.
Di dalam ruang pertemuan, Dr. Aldric Mechanicus tampak sedang berlutut di depan sebuah mesin silinder yang memancarkan denyut cahaya biru. Ia begitu asyik hingga tidak menyadari kehadiran Tang Yan, Chu Ziyi, dan Xiao Bai yang masuk.
"Luar biasa... frekuensi ini sungguh tidak logis," gumam Aldric penuh keheranan, jari mekanisnya bergerak cepat di atas layar holografik. "Energi ini tidak memiliki residu radiasi, namun kerapatannya melebihi reaktor fusi nuklir manapun di Sektor Atas. Bagaimana mungkin?"
"Tentu saja karena energi ini tidak dipaksa untuk keluar," suara Tang Yan yang tenang memecah konsentrasi Aldric. "Energi itu mengalir karena harmoni. Seperti air yang mencari tempat terendah, ia tidak butuh pompa jika jalannya sudah benar."
Aldric tersentak bangun seolah telah menangkap secercah inspirasi, ia lalu buru-buru berdiri dan membungkuk memberi hormat. Meskipun ia seorang ilmuwan senior di Cyber-Core, di depan remaja ini, ia merasa seperti murid taman kanak-kanak yang baru belajar mengeja. "Yang Mulia Tang Yan! Maafkan keasyikan saya. Saya baru saja mencoba menyelaraskan Stabilisator Energi ini dengan aura dari Teratai Anda. Hasilnya... membingungkan sekaligus menakjubkan."
Tang Yan mendekat ke arah mesin tersebut dengan rasa ingin tahu. Xiao Bai yang selalu berada didekatnya pun juga ikut mendekat, lalu mengendus mesin itu dengan curiga. Saat hidung basah Xiao Bai menyentuh sudut logam mesin, sebuah percikan listrik kecil meloncat.
"Tuan, benda ini berbau seperti petir yang terjepit. Ini sungguh tidak enak," keluh Xiao Bai melalui transmisi jiwa, membuat Tang Yan tersenyum tipis.
"Dokter, apa tujuan utama alat ini dalam ekspedisi kita ke Lautan Kabel Gelap?" tanya Tang Yan sambil menyentuh permukaan dingin mesin tersebut.
Aldric membenarkan posisi kacamata besinya sebelum menjawab. "Lautan Kabel Gelap adalah labirin kabel raksasa yang menyambungkan seluruh Neo-Ark. Masalahnya, di sana terdapat Kebisingan Data, makhluk aneh, dan sisa-sisa memori jiwa yang gagal diproses oleh sistem utama selama jutaan tahun lalu. Kebisingan ini bisa menghancurkan sirkuit robot atau bahkan mengacaukan kesadaran manusia biasa. Stabilisator ini akan menciptakan perisai pelindung. Namun..." Aldric ragu sejenak, tapi tetap melanjutkan. "Energi baterai kita tidak akan bertahan lebih dari dua jam di sana."
"Mhm" Tang Yan mengangguk lalu menoleh ke arah Chu Ziyi yang sejak tadi hanya diam dan mengamati dari samping. "Ziyi, bagaimana menurutmu jika kita mengganti sumber daya mesin ini dengan batu Roh, mungkinkah itu berhasil?"
Chu Ziyi mengangkat alisnya dengan heran.
"Bukankah kamu lebih paham semua ini, kenapa kau menanyakan ini padaku?" gumam Chu Ziyi kebingungan. Tapi ia masih melangkah maju, tangannya yang putih pucat terangkat perlahan. Udara di ruangan itu tiba-tiba berubah menyegarkan karena energi spiritual dari batu Roh. Saat beberapa keping batu Roh muncul di telapak tangannya, bersinar dengan cahaya putih yang dalam dan menyegarkan.
"Ini adalah batu Abadi, batu ini memiliki energi Abadi dari Dunia Abadi yang bersifat statis dan abadi," ucap Chu Ziyi datar. "Jika Dokter bisa mengubah konverter mesin ini untuk menerima energi Abadi, alat ini tidak akan mati selama setahun."
Mata Aldric hampir melompat keluar dari bingkainya. "Energi... statis? Itu melanggar hukum termodinamika kedua! Tapi... jika itu benar, kita bisa menjelajahi Lautan Kabel Gelap hingga ke intinya!"
...
Setelah diskusi teknis yang panjang, Tang Yan memanggil para pemimpin muridnya. Liora, Theron, Zhou Liang, dan Luna Lin masuk dengan sikap tegak. Ruangan yang tadinya hening kini penuh dengan aura semangat yang meluap-luap.
Tang Yan membentangkan peta hologram raksasa di tengah meja. "Kita tidak bisa membawa semua orang. Sektor 13 harus tetap dijaga. Cyber-Core mungkin sedang berdamai, tapi faksi bawah tanah seperti Sekte Kabel Hitam atau tentara bayaran liar mungkin akan memanfaatkan kekosongan ini."
"Liora, Theron," panggil Tang Yan. keduanya membungkuk serentak. "Kalian berdua tetap di sini. Pimpin pertahanan sektor tiga belas. Gunakan formasi 'Bintang Sembilan Penjaga' jika perlu. Jika ada serangan, jangan lawan dengan kekerasan langsung, biarkan mereka tersesat dalam formasi ilusi dan formasi pembunuh."
"Baik, Pemimpin Sekte!" jawab mereka mantap.
"Luna, Zhou Liang," lanjut Tang Yan. "Kalian akan ikut denganku, Ziyi, Xiao Bai, dan Dokter Aldric. Luna, kemampuanmu dalam mendeteksi aliran data akan sangat berguna untuk membedakan mana kabel yang masih aktif dan mana yang merupakan jebakan sisa-sisa perang kuno. Zhou Liang, kau bertanggung jawab atas pemeliharaan Stabilisator Energi jika terjadi kerusakan teknis."
Luna Lin mengepalkan tinjunya penuh semangat. Sejak berkultivasi di bawah bimbingan Tang Yan, kekuatan fisiknya telah jauh melampaui para Cyber-kultivasi itu, dan penglihatannya kini bahkan mampu menembus lapisan kode digital. Bagi Luna, dunia ini bukan lagi sekadar besi dan lampu neon, melainkan aliran energi yang berdenyut.
Malam harinya, sebelum keberangkatan, Tang Yan duduk bermeditasi di bawah naungan Teratai Sembilan Warna. Kelopak bunga itu bergetar halus seolah menyapa tuannya. Di dalam ruang kesadarannya, Buku Emas Kekacauan bersinar terang.
Barisan teks baru muncul di sebuah halaman.
"Hati dari mesin bukan terletak pada kabelnya, melainkan pada ingatan yang telah di tanamkan. Di dalam kegelapan yang paling dalam, carilah 'Pilar Penyangga Langit' yang telah berkarat."
Tang Yan membuka matanya perlahan. "Pilar Penyangga Langit... apakah itu alasan mengapa dunia ini hancur jutaan tahun lalu?" gumamnya bingung.
Ia berdiri, menatap cakrawala Neo-Ark yang dipenuhi lampu-lampu neon warna-warni yang menutupi langit malam. Di balik gemerlap itu, ada kegelapan yang siap menelan siapa saja. Namun, bagi Tang Yan, kegelapan hanyalah tempat di mana cahaya paling terang bisa ditemukan.
Xiao Bai berjalan mendekat, lalu menyodokkan kepalanya ke pinggang Tang Yan. "Tuan, apakah kita akan menemukan makanan enak di bawah sana?"
Tang Yan tertawa kecil, sambil mengusap surai putih kilin suci itu. "Mungkin saja, Xiao Bai. Mungkin kita akan menemukan sesuatu yang lebih manis daripada buah ungu yang kau sukai itu."
Dengan persiapan yang matang dan aliansi yang tidak terduga, ekspedisi menuju Lautan Kabel Gelap sudah siap. Ini bukan sekadar pencarian sumber daya, melainkan langkah awal Tang Yan untuk mengungkap kebenaran di balik transmigrasinya dan hubungan antara Bumi, dan Cyber-kultivasi.