Hidup Intan seketika berubah saat ia tiba-tiba harus menjadi seorang perawat bagi pria buta yang arogan.
Meskipun ia sudah melakukan cara agar pria itu memecatnya, namun pria itu justru mempertahankannya.
Kedekatan keduanya pun mulai menumbuhkan benih-benih cinta.
Apakah hubungan percintaan mereka akan berjalan mulus??, baca kisahnya di sini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
*Dreet, dreet!!
Intan segera mengangkat gawai pipihnya yang terus bergetar.
"Halo, dengan Intan di sini, ada yang bisa di bantu?" sapa gadis itu
"Halo, saya Alma Susanto CEO SS Company, hanya mau mengabarkan kalau hari ini saya tidak bisa menghadiri pertemuan dengan Pak Kenzo, karena tiba-tiba alergi saya kumat," ucap wanita itu
"Kenapa tidak menghubungi Pak Kenzo aja langsung?" tanya Intan
"Maaf saya belum save nomornya. Saya hanya punya nomor kamu saja. Jadi tolong sampaikan kepada beliau ya,"
"Ok, nanti aku akan sampaikan,"
"Ok Intan, terimakasih atas bantuannya,"
Intan yang masih berada di angkot segera menghubungi Kenzo. Ia tahu jika Kenzo tidak suka menunggu, untuk itulah ia hendak mengabarinya tentang pembatalan tersebut.
"Kenapa gak diangkat sih,"
Saat Ia hendak kembali menghubungi Kenzo, ponselnya tiba-tiba mati karena baterainya habis.
"Anj*r, kalau begini terpaksa aku harus menemui Kenzo,"
Setibanya di depan Zeus Hotel, gadis itu buru-buru merapikan penampilannya sebelum menemui bosnya.
Setibanya di dalam ia langsung mencari keberadaan pria itu. Intan melambaikan tangannya kearah Kenzo, namun pria itu tak meresponsnya.
"Astaghfirullah aku lupa, dia akan tidak pernah melihat ku jadi mana mungkin ia mengenaliku,"
Intan kemudian menuju ke toilet untuk merapikan penampilannya.
Ia memoleskan bedak tipis ke wajahnya serta tidak lupa memakai perona pipi agar wajahnya terlihat segar.
Gadis itu sengaja memilih lipstik berwarna cerah agar wajahnya terlihat lebih glowing dan bersinar.
"Aku rasa aku sudah cantik,"
Ia kemudian berjalan menghampiri meja Kenzo.
Pri itu langsung terpukau melihat gadis manis di depannya.
"Selamat malam Alma, perkenalkan aku Kenzo Direktur Eksekutif Mega Bintang Group," ucap Pria itu mengulurkan tangannya
Tentu saja Intan terkejut saat mengetahui Kenzo mengiranya sebagai Alma Susanto CEO SS Company.
Wah, dia mengira aku adalah Ibu Alma sang Investor,
Intan tampak mengamati menu makan malam mereka yang sudah terhidang di meja.
Melihat banyaknya makanan enak di sana membuat gadis itu gelap mata.
Sepertinya aku harus memanfaatkan kesempatan ini agar bisa makan enak, sekali-kali berbohong gak papa lah, lagipula dia juga tidak mengenaliku.
"Malam Pak Kenzo, perkenalkan saya Alma Susanto dari SS Company," jawab Intan menjabat tangan pria itu.
Kenzo segera manarik kursi untuknya dan mempersilakannya duduk.
"Terimakasih," jawab Intan
"Silakan dinikmati makanannya," ucap Kenzo mempersilakannya menikmati hidangan yang sudah ia pesan
Kapan lagi bisa makan enak, sikat!
Intan segera menyantap hidangan itu dengan begitu lahap. Sementara itu Kenzo tampak memperhatikan Intan yang begitu lahap menikmati makanannya.
"Bagaimana makanannya, apa kau suka?" tanya Kenzo
"Suka banget, semuanya enak, I Love it!" seru Intan
"Syukurlah," jawab Kenzo kemudian mulai mencoba makanannya.
Namun baru saja ia mencoba satu sendok makanan itu ia sudah menyelesaikan makannya.
Tentu saja hal itu membuat Intan penasaran. Karena setahunya semua makanan yang dipesannya adalah makanan kesukaan Kenzo.
"Kenapa gak dilanjutkan makanya, bukankah semua makanan itu adalah makanan kesukaan mu?" tanya Intan
Seketika Kenzo terkesiap mendengar ucapan gadis itu.
"Bagaimana kau bisa tahu kalau semua makanan ini adalah makanan favorit kesukaan ku?" tanya Kenzo membuat Intan gelagapan
Ah sial, kenapa aku bisa keceplosan. Bagaimana bisa seorang Alma Susanto yang baru pertama kali bertemu dengan Kenzo Alvaro sudah mengetahui makanan favoritnya.
Gadis itu berpikir sejenak untuk mencari alasan yang tepat agar pemuda itu tak mencurigainya.
"Ah itu...karena assisten pribadimu yang memberitahu ku beberapa jenis makanan favorit mu. Kebetulan aku yang bertanya padanya, tentu saja semua itu aku lakukan agar aku tidak salah memesan makanan saat bertemu denganmu nantinya," tutur Intan
"Benar juga, hanya Intan yang tahu tentang makanan kesukaan ku. Dan itu yang membuat aku merasa bersalah padanya," jawab Lenzo
"Memangnya Kenapa?" tanya Intan
"Selama ini aku selalu mencela makanannya, entah kurang garam lah, tidak enaklah dan lain-lain yang sebenarnya aku hanya berusaha mengujinya saja. Sekarang aku baru sadar kalau masakan Intan adalah masakan yang paling enak di Indonesia," tukas Kenzo
"Kenapa levelnya masih di Indonesia saja, apa tidak bisa masakan ku menjadi makanan paling enak di dunia!" seru Intan keceplosan
Tentu saja Kenzo tampak kaget mendengar penuturan gadis itu.
"Masakan mu??"
Astaghfirullah, kenapa aku keceplosan lagi. Wanita kaya dan sibuk seperti Alma mana sempat ia memasak.
"Em ..maksudku pembantu ku di rumah. Ia sangat pandai memasak dan tentu saja masakannya sangat enak, bahkan menurut ku makanannya adalah makanan paling enak di dunia yang pernah aku makan,"
"Benar, sepertinya kita memiliki asisten rumah tangga yang sama-sama pintar memasak," ujar Kenzo
"Tentu saja,"
Tiba-tiba Intan bersendawa karena kekenyangan. Hal itu tentu saja membuat Kenzo sedikit ill feel padanya.
"Sorry kelepasan," ucap Intan
"Tidak masalah, " Jawab Kenzo
Keduanya kemudian pergi bersamaan meninggalkan restoran.
"Ah Untung saja dia tidak curiga,"
Intan segera memesan ojol agar ia bisa sampai di rumah .
Ia segera merubah penampilannya saat dirumahnya.
Kenzo yang baru bertemu saat bertemu dengannya nampak terkesiap saat melihatnya.
Pagi harinya ditemani Intan Kenzo menghadiri Rapat dengan pemegang saham sekaligus memberi presentasinya di depan para direksi dan pegangan Saham.
Semua orang tampak sangat antusias.
Meskipun ia harus kewalahan saat para pemegang saham menanyakan biaya yang akan dipakai Kenzo untuk membiayai ongkos produksi dan pemasarannya.
Beruntung Alma datang saat acara tersebut dan memberi tahukan para direksi bahwa ia akan menjadi investor pada produk terbaru Kenzo.
Dengan kedatangan Alma para direksi dan pemegang saham memberikan kepercayaan kepada Kenzo untuk melanjutkan projek Kenzo.
Meskipun Kenzo terkejut melihat Alma namun ia tak memberitahu wanita itu.
Ia justru menatap lekat kearah Intan. Ia kini mulai sadar jika semalam yang menemuinya adalah Intan bukan Alma.
Dasar Intan!!
********
Dipercaya untuk menggarap sebuah projek besar , Kenzo tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia berusaha keras melakukan semuanya dengan baik agar para direksi itu mempercayainya dengan begitu besar harapannya untuk kembali menjadi CEO Mega Bintang Group.
Apalagi mengingat matanya sudah kembali bisa melihat. Ia semakin yakin untuk mengalahkan Arman dan mendapatkan posisi CEO kembali.
Melihat kesuksesan Kenzo membuat Amar merasa was-was.
Ia kembali meminta bantuan putranya untuk menyingkirkan Kenzo.
Ibra mendekati Intan, pria itu sengaja meminta gadis itu uny membayar uang yang dipinjamnya.
Intan langsung membayar uang yang di pinjamnya itu. Ibra yang sedang mencari kelemahan Kenzo menyuruh Intan untuk membuat minuman untuknya.
Saat gadis itu pergi ke luar, Ibra segera bergerak mencari surat kontrak Kenzo dengan SS Company.
Pria itu segera pergi setelah mendapatkan apa yang ia cari.
"Dengan surat kontrak ini, aku akan menghancurkan Kenzo,"